Tuesday, May 16, 2017

Kitab Samuel, Sebuah Bukti TUHAN Pegang Kendali



Sebuah pengantar Kitab  Satu Samuel

Dalam Alkitab kita buku Samuel ini dibagi menjadi 2, namun sejatinya dalam kitab asalnya, Kitab Ibrani, Jewish Scripture buku Samuel ini dijadikan satu. Dimasukkan dalam kelompok Neviim atau tulisan Nabi-nabi, nabi-nabi awal. Namun supaya ulasannya tidak kebanyakan dalan satu bacaan maka saya akan mengikuti pembagian dalam Alkitab kita. So kita akan bahas nant, di catatan ini Kitab 1 samuel terlebih dahulu, kemudian 2 Samuel dan jika ada kesempatan nanti coba menyusunnya dalam sebuah kesimpulan dengan melihat strukturnya jika buku ini dijadikan satu.
Kisah sejarah yang dicatat di  Samuel melipuit 150 tahun lamanya, sebuah buku catatan sejarah yang dilihat dari sudut pandang seorang nabi, jadi tentunya tulisannya adalah sudut pandang prophetic untuk mencatat dan memberitahukan kepda pembacanya  bagaimana TUHAN melihat segala sesuatunya  dan kemudian hanya mengambil point-point yangpenting saja bagi TUHAN.  Buku ini dinamakan sesuai dengan nama Nabi yang mendominasi hampir disemua kisah dalam buku tersebut, sangat dimungkinkan juga bahwa Samuel sendirilah yang menulis sebagian besar dari Kitab Samuel ini. Catatan ini meliput perubahan-perubahan besar yag terjadi pada sejarah Israel dan peristiwa-peristiwa yang mempertajam bentuk bangsa Israel dan yang jelas dn penting adalah mencatat bangkitnya Raja Agung sepanjang sejarah Israel, yakni Raja Daud yang pengaruhnya dan kemasyuhrannya masih diingat sampai sekarang, bahkan menurut saya lebih termashyur Daud daripada Raja Salomo.

Abraham, moyang bangsa Israel hidup kira-kira tahun 2000 SM, Daud naik tahta kira-kira di tahun 1000 M. Janji Tuhan kepada Abraham bahwa keturunannya akan memliki negeri yang dijanjikan baru benar-benar terpenuhi pada saat Daud jadi raja atas semua suku Israel, perlu 1000 tahun dari kitab kejadian hingga sampai pada  kitab Samuel dan naiknya Daud dalam panggung sejarah. Dalam perjalanan waktu menjadi sebuah bangsa dan kemudian terorganisir dan mengambil system kerajaan, Israel mengalami empat fase perubahan, dan perubahan terbanyak ada di Kitab Samuel ini

  • Dari tahun 2000 sampai 1500 SM Israel dipimpn oleh para Patriakh, yakni Abraham, Ishak dan Yakob dan Jusuf, dalam periode ini, mereka belum dikenal sebagai sebuah bangsa
  • Dari tahun 1500 sampai 1000 SM mereka dipimpin oleh Nabi-nabi, mulai dari Musa  sampai Samuel, sudah dikenal sebagai bangsa
  • Dari tahun 1000 sampai 500 M bangsa Israel dipimpin oelh Raja-raja, dari Saul sampai Zedekia
  • Dari tahu 500 sampai pada jaman Yesus, Israel dipimpin oleh Imam-imam dari Imam Joshua sampai pada jaman Hanas dan Kayafas.

Masa Daud berkuasa bagi orang-orang Yahudi adalah era kejayaan, keemasan bangsa Israel, damai tidak ada perang, semua wilayah tanah perjanjian hampir seluruhnya sudah ditaklukan, bangsa-bangsa disekitarnya takluk dan tiadk berani mengganggu, Daud sebagai raja disegani oleh kawan maupun lawannya, masa-masa kelimpahan juga bagi seluruh rakyat Israel, relationship dengan TUHAN juga terjaga dengan baik.  Bahkan sampai sekarang pun orang Yahudi ingin kerajaan Israel dibawah pemerintahan Daud dipulihkan dan ada diantara mereka. Benar ada juga hal-hal buruk terjadi di Kitab Samuel yang dicatat disana, pun dalam masa pemerintah Daud, tetapi dibanding masa pemerintahan Raja lainnya Daud yang paling baik, memulai dengan baik dan mengakhirinya dengan baik pula.

Samuel banyak disebut sebagai hakim terakhir Israel.  Dalam dunia Perjanjian Lama pengaruhnya hanya bisa dikalahkan oleh Moses, orang-orang Israel sangat menaruh hormat padanya. Samuel juga adalah pemimpin dari kelompok nabi-nabi, Samuel lah yang mengurapi Raja pertama Isarel dan dia juga lah yang mengurapi Daud menjadi Raja.

Dimasa Samuel menjadi hakim dan seterusnya ancaman terbesar terhadap eksistensi Israel datang dari bangsa Filiistin yang datang dari daerah pesisir. Pertama-tama kita melihat Samuel yang adalah keturunan suku lewi ditempatkan sebagai asisten Imam Eli di Tabernakel. Disana dia dibesarkan namun panggilan dia bukan menjadi Imam di Kemah Tuhan, tetapi Tuhan memerikan tugas kepadanya sebagai Nabi atas umatNYa, akhirnya reputasinya sebagai Nabi TUHAN dikenal suluruh suku Israel. Kembali ke narasi Filistin, mereka menindas Israel selama 40 tahun dan bahkan sempat merampas Tabut Perjanjian. Tetapi ini blunder buat mereka, karena mendatangkan bencana terhadap mereka. Filistine mempunyai lima kota utama dan disaat mereka meimnadhakn Tabut Perjanjian ke kota-kota yang ada tersebut, tiap kali pula wabah dan tulah melanda kota dimana Tabut Perjanjian diletakkan. Sehingga mau tidak mau  mereka harus menhgembalikan Tabut Perjanjian tersebut kepada orang-orang Israel namun harus dengan membawa persembahan, kejadian ini adalah kejadian paling menggelikan, mereka merampas Tabut, mereka pikir itu adalah kemenangan, eh malahan mereka mendapat kemalangan dan untuk mengembalikannyapun mereka harus membayar persembajan dengan emas seusuai wabah tulah yang menimpa mereka sebanyak jumlah kota yang ada. Akhirnya diantarkannya Tabut Perjanjian tersebut dengan lima tikus emas dan lima tumor emas.
Filistine dikalahkan dibawah kepemimpinan Samuel, namun ketika Israel dibawah pemerintahan Saul terjadi pasang surut dengan Filistine ini, sepanjangpemerintahan Saul, Filistine menjadi musuh utamanya, bahkan Saul bisa dikatakan kalah dengan Filistin, Daudlah yang kemudian benar-benar mengalahkan Filistin sehingga Israel dikaruniai keamanan selama pemerintahnannya. Setaelah perannya sebagai Nabi, pada saat keadaan aman di Israel, Samuel bekerja sebagai hakim di Rama dimana dia tinggal.

Jadi Samuel memegang tiga tugas dan jabatan sekaligus, Imam, Nabi dan Hakim. Itulah sebabnya kemasyuharannya diantara rakyat Israel hanya bisa ditandingi oleh Musa saja. Namun demikain saat Samuel sudah tua dan anak-anaknya tidak bisa diandalkan, orang-orang Israel mulai berteriak-teriak minta raja. Sebenarnya permintaan mereka untuk diberi raja tidaklah jelek, bahkan TUHAN pun sudah menjanjikan mereka akan memliki raja sejak TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abraham,
Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. (Gen 17:6)
Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya." (Gen 17:16)

Bahkan di kitab Ulangan pun Tuhan sudah tahu juga bahwa nanti mereka akan meminta seorang raja, masalahnya mereka meminta raja dengan alasan  yang salah, yang mereka inginkan sebenarnya adalah embuat raja ini berperang bagi mereka, ini adalah alasan yang salah!!! Sebab TUHAN lah yang berperanng bagi mereka, selama ini TUHANlah yang berperang bagi mereka dan TUHAN akan terus berperang bagi mereka. Mereka gagal melihat bahwa saat mereka mempunyai relationship yang baik dengan TUHAN mereka menang, saat mereka jauh dari TUHAN mereka akan kalah, perjalanan tiap hakim dalam setiap jaman dan areanya tidak membuat mereka belajar sesuatu, mereka gagal mencermati pola TUHAN bekerja dalam kehidupan mereka. Mereka tidak bisa melihat, mereka tidak mengerti bahwa TUHANlah yang telah memmberikan kemenangan kepada mereka selama ini. Mereka takut Samuel sudah tua dan tidak bisa berperang lagi. 

Narasi antara pasal 7 dan pasal 8 1 Samuel memberi tahu kita

Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai. Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya. (1Sa 7:13-15)
dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." (1Sa 8:5)

Mereka takut kehidupan mereka tidak akan aman lagi sepeninggal Samuel.
Kehidupan spiritual bangsa Israel dan kehidupan bernegara berbangsa merka sudah sangat bobrok, bahkan sebagai bangsa dengan banyak suku, di akhir Hakim-hakim sudah terlihat tanda-tanda disintegrasi. Mereka memang membutuhkan Raja, TUHAN tahu itu, namun saying mereka alasannya salah sehingga Samuel marah-marah dan jengkel. Jadi ancaman sebenaranya bukan bangsa-bangsa disekitar mereka, namun bahaya datang dari dalam Israel sendiri, desintegrasi dan mereka akan mélange perjanjian, TUHAN memberikan mereka raja untuk menjaga Perjanjian tersebut. Raja mengelola Pernjanjian, nabi tugasnya menginterpretasi ketetapan dari TUHAN.
Akhirnya TUHAN memberikan dia seorang raja, seorang dari suku Benyamin, suku yang hampir punah di masa hakim-hakim berkuasa. Tentang Saul mulai dari pengangkatannya sampai matinya ada banyak hal menarik dan penting yang bisa kita jadikan pelajaran, bagaimana TUHAN bekerja dalam pribadi orang-orang di bumi ini.

Di kitab Satu Samuel ini Daud juga muncul, setelah Saul menjadi Raja dan memerintah dan terlibat banyak pertempuran dengan Filistin, ada sebuah episode yang sangat familiar dengan kita semua. Episode Goliath, seorang jagoan dari Filistine dengan tinggi Sembilan kaki, seorang tentara  professional sepanjang hidupnya, petarung sejak dari masa mudanya. Daud yang masih sangat muda dikirim oleh bapaknya untuk menengok abang-abangnya di garis depan, ditempat dimana Goliat ini mengejek dan nyinyirin tentara Israel yang berkemah saling berhadapan dengan tentara Filistin. Goliath mengejek dan menantang jagoan Israel untuk duel satu-satu melawannya. Tidak ada satupun dari tentara Israel yang berani menerima tantangan ini, dan hal ini bisa dan sangatb dimengerti melihat dari postur Goliat yang memnag tinggi besar, belum lagi pengalamnnya, bahkan Saul pun pastilah mengerti dan tidak marah mengapa tidak ada satupun jagoannya yang berani menerima tantangan tersebut.  Lalu datanglah Daud dalam scene, dan melihat ini semua timbullah niat melawan Goliath ini, dan diapun menawarkan diri untuk menjawab tantangan Goliath. Daud tidak megenakan baju perang karena memang dia masih kecil, dia hanya mempersenjatai diri dengan ketapel, slingshot dan memungut lima buah batu kali saat dia menyeberangi sungai untuk menjawab tantangan Goliath. Ketapelnya berdesing-desing hanya dengan batu pertama ayunan slingshot Daud merobohkan Goliath dan batu nya mengenai dahinya tepat diaantara kedua mata Goliath. Goliath roboh, tersungkur ke tanah, Daud mengambil pedang Golitah dan memenggal kepala Goliath dengan pedang tersebut. Selanjutnya sebelum pedang ini disimpan di Nob, pedang Goliath ini tergantung di tenda Daud dan menjadi semacam trophy kebanggaan, sementara kepala Goliath dijinjingnya menghadap Saul.
Pertanyaannya, mengapa Daud mengambil 5 batu dari kali? Karena Goliath adalah lima bersaudara, dia masih mempunyai 4 saudara lagi, so Daud bersiap sedia untuk menghadapi kemungkinan empat saudara Goliath lainnya muncul dan menghadangnya. Daud pasti mendapat informasi ini ketika dia mencari tahu tentang Goliath dari tentara Israel saat Daud mennanyakan tentang Goliath yang berani mengejek tentara TUHAN.

Peristiwa ini adalah titik tolak kehidupan Daud, dia tidak akan pernah menyangka bahwa hidupnya berubah sedemikian drastisnya, datang ke garis depan hanya karena mematuhi perintah bapaknya untuk menengok keadaan abang-abangya di garis depan sekaligus mengantarkan ransum makanan buat mereka, tetapi sampai disana Daud malahan menjadi Pahlawan bagi bangsanya.

Peristiwa ini membuat Daud dikenal oleh public, rakyat Israel mengenalnya sebagai pembebas bangsa Israel karena mengalahkan Goliath yang memicu keberanian lasykar Israel sehingga mereka bergerak dan memukul kalah tentara Filistin ketika melihat Goliath roboh dan dikalahkan oleh Daud. Seketika itu juga Daud menjadi orang yang disegani di kalangan tentara, dan kemudian menjadi  pemimpin sebuah pasukan. Dan tidak lama kemudian Daud menjadi sahabat Yonatan, putra raja Saul. Persahabatan mereka terus bertumbuh dan berkembang menjadi sangat erat, meskipun pada saat bersamaan juga terjadi ketegangan antara Saul dan Daud.

Saul yang peragu dan seringkali terlihat tidak percaya diri, suka mendengarkan rumor ataupun gossip tanpa mencari kebenaran tetap TUHAN pakai, sejatinya ada harapan untuk terjadinya suatu perubahan besar, sebab awalnya Saul menunjukkan sebagai seseorang yang menjanjikan, seorang Benjamin dari Gibea, secara fisik sangat mempesona  bagi siapapun yang melihatnya, sopan, jujur dan murah hati paling hal ini ditunjukkan di awal-awal kepempipinnanya, sifat peragu dan tidak percaya diri hilang atau tidak keliatan, mungkin karena urapan TUHAN yang ada padanya. Namun Saul jatuh dalam jebakan sama seperti kita saat diberikan otoritas, tanggung jawab yang besar dan kekuasaan, Saul mulai merasa bahwa semua itu adalah miliknya sendiri yang harus dia pertahankan, penuh prasangka, asumsi dan kecurigaan yang sangat berlebihan, Saul lupa bahwa semua yang dia terima adalah TUHAN yang beri., mulai tidak sabar yang kemjudian berakibat pada ketidakpatuhan. Seperti saat Tuhan perintahkan Saul lewat Samuel untuk menghapus Amalek dari muka bumi, Saul tidak mematuhinya malahan dia menyelamatkan ternak-ternak sebagai rampasan dan tidak membunuh raja Amalek, Agag (keturunannya ini akan menjadi musuh Israel nantinya, yakni Haman, kita kan bertemu dengannya nanti di Kitab Esther)

Samuel sangat marah, dan kemarahannya adalah ekspresi murka TUHAN terhadap ketidaktaatan Saul, kemudian Samuel membunuh Agag dengan tangannya sendiri.
Saul tidak memiliki integritas yang dibutuhkan unutk menjadi seorang Raja Israel, kerajaaan yang menghormati TUHAN haruslah dipimpin oleh oramg yang pribadinya juga menghormati TUHAN. Saul tidak ditakdirkan untuk terguling dan jatuh, sepertinya Saul tidak bisa mengendalikan setiap keputasnnya dengan baik, selalu tergesa-gesa. Bahkan TUHAN menginginkan Saul menjadi Raja yang hebat dan mengalami perubahan dalam perjalanannya bahkan TUHAN pun  menolongnya dengan memberikan ROh KudusNya kepada Saul.  Tetapi kita tahu bahwa TUHAN tidak peranh memaksakan sebuah kesalehan, kekudusan, ketaatan . Kasih karunia TUHAN persuasive namun tidak pernah sekalipun memaksa.

Terlepas dari kekecewaan Tuhan atas Israel akan kemunduran moral bangsa Israel di masa hakim-hakim dan masa awal pemertintahan kerajaan, KEDAULATAN TUHAN nampak dengan melihat TUHAN berkuasa penuh dan bertanggung jawab atas Israel, lihat saja peristiwa-peristiwa yang terlihat kedaulatan TUHAN disana

  • Tuhan membuka Rahim wanita yang mandul dan melahirkan Samuel, utusan TUHAN yang akan membawa angin perubahan, transisi ke system kerajaan, 1 Sam pasal 1

  • Kemenangan Filistine atas Israel hingga bisa merapas Tabut Perjanjian berupa menjadi kekalahan telak tanpa adanya campur tangan manusia buat berperang membalas kekalahan tersebut (1 Sam 4 – 1 sam 6)

  • Raja yang diinginkan oleh orang banyak menjadi Raja yang diurapi TUHAN  1 Sam 8-10,

  • Raja tersebut ditolak karena ketidaktaatannya 1 sam 13 dan 1 sam 15

  • Anak kedelapan dari sebuah keluarga di Bethlehem, adalah orang yang diperkenanoleh TUHAN sendiri, terpilih menjadi Raja Israel dimasa mendatang.

Jadi pada intinya Kitab 1 samuel adalah tentang munculnya Daud, Tuhan memperkenalkan Daud kepada bangsa Israel. Kitab 2 Samuel menceritakan tentang masa empat puluh tahun Daud memerintah Israel.

Tidak seperti pemerintahan Saul, Tahta Kerajaaan Daud atas Israel adalah kekal, dan salah satu dari keturunannya, nanti akan menjadi RAJA yang KEKAL atas selutuh Bumi. Yesus Kristus adalah pewaris terakhir, final dari Tahta Daud . Yesus Kristus mengabadikan, menghidupka terus menerus kebajikan, keberanian, kebaikan leluhurnya tanpa ada cela sedirkitpun, Yesus adalah Gembala dan Raja yang sempurna dan kekal bagi bumi ini.


Kita akan sambung lagi di 2 Samuel yak…

TUHAN memberkati!

@peterskriss

Saturday, May 13, 2017

SEBUAH PENGANTAR KITAB RUTH



RUTH Sebuah Narasi, TUHAN Bekerja Dalam Rutinitas Sehari-hari untuk Kekekalan

Buku Ruth ini adalah buku yang sangat menarik, mempesona, memukau pembacanya. Tidak lain tidak bukan karena buku ini bercerita tentang kisah cinta seorang perempuan asing bernama Ruth dari Moab dengan pria bangsawan, kaya dan terhormat berasal dari suku Yehuda bernama Boaz.  Dan kisah cinta ini adalah bayangan dari Kisah Cinta Kristus dengan Gerejanya yang tertulis di Golgotha di Kayu Salib di Yudea kira-kira 2000 tahun yang lalu. 
Kitab Ruth ini salah satu kitab perjanjian lama yang penting dan signifikan bagi kita gereja TUHAN, yang bukan pewaris secara darah dari Abraham.  Menariknya lagi adalah buku Ruth ini selalu dibaca oleh para Rabbi di sinagoge pada saat perayaan hari pentakosta, hari kelimapuluh, tepat saat gereja pertama lahir di Yerusalem.

Buku Ruth  ini adalah buku Cinta yang bertahap, kitab yang hanya ada empat pasal ini yang menghubungkannya adalah cinta, Pasal satu, Cinta memisahkan, Pasal Dua, Cinta merespon, Pasal Tiga Cinta mengajukan Permintaan, Pasal Empat Cinta memberi hadiah.
Pasal satu ini bercerita sebuah keluarga Israel dari Bethlehem mengungsi ke Moab karena kelapran di tanah Israel, setting waktunya adalah masa hakim-hakim memerintyah. Elimelekh, dari kata Eli dan Melekh yang beratti Tuhan adalah Raja, Naomi, yang artinya manis, kemjudian kedau anaknya Mahlon dan Kilyon. Kedaua anak Eli dan Naomi ini menikah dengan perempuan Moab, Ruth dan Orpa, setelah 10 tahun semua laki-laki di keluarga ini mati, tingal 3 perempuan, mertua denhgan dua menantu. Naomi mulai berpikir untuk kembali ke Bethlehem dan membebaskan kedua menantu wanitanya dari semua kewajiban yamg mengikat mereka sebagai menantu. Dan juga meiminta mereka tidak perlu untuk mengikutinya ke Bethlehem. Orpa langsung menuruti perkataan Naomi tetapi Ruth tetap bersikeras ikut dan tetap bersama dengan Naomi

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. (Rth 1:16-18)

Kata-kata diatas adalah komitmen yang sangat terkenal, sangat sangat impressive dan betrtekad kuat. Karena cinta yang memisahkan Ruth dengan orang-orang Moab dan menuju kehidupan yang baru di Israel bersama dengan Naomi, mama mertuanya. Kata-kata yang penuh komitmen dari Ruth kepada Naomi diatas bisa kita simpulkan sebagai sebuah statement cintanya Ruth kepada Mamamertuanya. Rasa cinta dan saying ini memisahkan Ruth dan dari masa lalunya, dari kehidupannya yang lama.

Pasal dua mencertitakan tentang Ruth yang memunguti bulir-bulir jelai di ladang orang, kebetukan adalah milik Boaz, merupakan sanak family dari Elimelekh, saat ini baik Ruth dan Naomi tidak tahu bahwa Ruth pergi ke ladang dari saudara Elimelekh. Dalam hukum Musa yang berlaku pada masa itu ditetapkan hukum tentang memanen. Memanen apa saja tidak boleh untuk dihabiskan, harus ada disisakan buat orang miskin dan orang asing yang ada diantara mereka.
Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.  (Lev 19:9)
Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu." (Lev 23:22)
Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu. (Deu 24:19)
Jadi Ruth mengikuti ketetapan hukum Musa yang berlaku dalam kebiasaan ornag Israel, Ruth menyesuaikan diri. 
Kemudian pasal dua memberitahukan kepada kita bahwa Boaz memperhatikannya dan Ruth mendapatkan perhatian penuh dan belas kasihan jika kita tidak menyebutnya Boaz telah menunjukkan kasih sejak semula keyika dia melihat Ruth. Bahkan melarang pegawai-pegawai pria nya untuk tidak mengganggu Ruth. Boaz memberinya perlindungan. Ruth tidak perlu susah susah lagi pergi kemana-mana, Boaz telah memastikan bahwa Ruth akan membaya lebih dari cukup jika pulang dan menemui Naomi, Ruth menceritkan kepada Naomi apa yang terjadi di hari itu kemdian berkata
Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain." Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya. (Rth 2:22-23)
Ruth merespon apa yang Boaz tunjukkan padanya, sampai akhir musim menuai Ruth tidak pergi kemana-mana, respon Ruth adalah taat kepada apa yang dikatakan Boaz dan taat patuh pada apa yang dikatakan oleh Naomi. Ayat diatas menutup pasal dua ini, Cinta merespon.

Pasal tiga sangat interesting karena semua berbicara soal Hukum Musa tentang pernikahan dan penebusan, Imamat 25 dan Ulangan 25. Naomimengerti betul tentang hukum-hukum Musa, Naomi melihta sebuah kesempatan untuk menyelesaikan permasalahannya dia. PAda saat dia pergi ke Moab tanahnya dijual tetapi masih bisa ditebus lagi tanah warisan tersebut untuk menegakkan warisan atas nama suaminya, namun yang menebus haruslah keluarga terdekatnya, ini disebut Kerabat Penebus atau Kinsman Redeemer, atau Family Redeemer. Kembali Naomi meminta Ruth untuk mengikuti petunjuknya. Pada masa itu biasanya jika menjelang panen selesai Pemilik ladang akan menginap di dekat ladang dan Naomi meminta Ruth unutk mendekari Boaz dan tidur dibawah kakinya
Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan; maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." Lalu kata Rut kepadanya: "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan." (Rth 3:2-5)

Ruth kembali taat

Apa yang Ruth lakukan bukanlah hal yang tidak pantas, itu adalah hal yang umum dilakukan pada masa itu, yang dilakukan Ruth adalah symbol meminta perlindungan yang artinya memohon kepada Boaz untuk dinikahi.
Yang bisa menebus tanah warisan Elimelekh adalah keluarga terdekatnya, dan menurut peraturan Musa bukan hanya tanah saja yang akan jadi miliknya tetapi ternasuk hal yang terkait dengan warisan tersbit dalam hal ini adalah Ruth, Ruth harus dinikahi oleh sang penebus untuk menegakkan nama dari orang yang memiliki tanah yang ditebus tersebut.
Ini semua diatur dalam hukum Musa yang diberikan oleh Tuhan. Jika melihat bagaimana TUHAN mempersiapkan Daud, ini sangat luar biasa, segala sesuatunya dipersiapkan bukan hanya orang-orang yang terlibat didalamnya tetapi juga perangkat hukum yang diperlukan di masa depan. Bahkan kisah tuntutan anak Zelopehad tentang hak warisan ikut membentuk hukum ini yang berguna bagi Ruth dam Naomi
Pada akhirnya Boaz dan Ruth  menikah.i inilah pasal keempat Cinta membuahkan hasil, berkat buat keduanya dan seluruh anggota keluarga, bukan hanya berkat unutk saat itu saja, tetapi juga buat masa depan, tidak hanya bagi keluarga mereka tetapi juga bagi bangsa mereka bahkan bagi dunia, umat manusia

Sanak saudara berkata tentang hal ini
keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" (Rth 4:12)
ini menarik, kenapa nama Tamar disebutkan bukankah Tamar menipu Yehuda untuk dapat dinikahi oelh Yehuda? Sehingga keturunan yang diperolehnya adalah haram dan tidak bisa menjadi bagian dari orang yang masuk dalam jemaat TUHAN kecuali sampai pada keturunan yang kesepuluh. Di keturunan kesepuluh lah kutuk itu akan dicabut.
Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN. (Deu 23:2)
Ini adalah kutuk tersebut, pada keturunan kesepuluh lah kutuk ini diangkat, yakni lewat Daud. Janji kepada Yehuda, bahwa tongkat kerajaan tidak akan bisa diambil daripadanya. Bagaimana kan menjadi raja jika keturunananya dikutuk sedemikian rupa, ternyata TUHAN sdah siapkan jalan keluarnya. Sehingga baik janjinya untuk taruh keturunan Yehuda jadi Raja atas saudara-saudaranya atau janji bahwa Messias akan datang dari Suku Yehuda tetap TUHAN tepati tanpa melanggar ketetapannya, dan menariknya TUHAN memakai perempuan-peremuan yang rasanya tidak pantas sebagai perempuan yang menyambung garis keterunan tersebut, Tamar, Rahab, Ruth.
Itulah sebabnya ada daftar silsilah di Buku Ruth bagian akhir, sebab TUHAN akan mendirikan tahtanya lewat keluarga ini, lewat Yehuda yang sudah melewati masa hukuman dan kita bisa menghitung bahwa Daud ada di nomor sepuluh daftar keturunan.
TUHAN sedang mempersiapkan Raja bagi Israel, namun orang-orang Israel tidak sabar dan minta raja dengan segera, disitulah masuk Saul ben Kish dari Suku Benyamin.
Fakta menarik seperti saya sebutkan diatas Kitab Ruth dibaca pada hari raya kelimapuluh atau harui raya Pentakosta oleh para Rabbi di synagogue, dan kita tahu di PB gereja lahir di hari kelimapuluh di Yerusalem. Ruth adalah orang asing, berkomitmen menjadikan TUHAN Israel sebagai TUHANnya dan dengan demikian masuk menjadi umat TUHAN juga, ingat doktrin teologi Pohon Zaitun yang dicangkokkan? Ruth adalah bayangan gambaran gereja di masa yang akan datang, Boaz adalah gambaran Yesus Kristus sang Penebus dan Naomi adalah gambaran Israel, yang keduanya Naomi dan Ruth ditebus bersamaan oleh Boaz.  Gereja untuk mengenal Sang Penebus nya perlu belajar dari Israel, sama seperti Ruth belajar dari Naomi bagaimana aturan hidup sebagai umat TUHAN dan mengenal Boaz yang menebusnya. Tidak kebetulan juga Yesus berkata
Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. (Joh 5:46)

Membaca kitab Ruth ini seharusnya muncul sebuah kessadaran bahwa jika kita ingin mengenal Yesus secara utuh adalah mencarinya juga di Perjanjian Lama, terutama kitab-kitab Musa dan mennafsirkannya dalam terang pengertian para penulis injil dan  tulisan para rasul yang mengenal Yesus pada saat itu.

Dalam memahami kitab Ruth saja kita perlu tahu apa yang Musa tuliskan tentang Kerabat Penebus dan Pernikahan menurut hukum Imamat pada saat itu. Prinsip-prinsip dalam Kitab Musa banyak dijelaskan buku pelaksanaan dan Penjelasan.
Ada satu frase yang terus diulang di Kitab Ruth ini dan memegang peranan penting daalam hukum dan tradisi yang juga sngat penting bagi kita gereja TUHAN.  Dalam bahasa Indonesia tidak jelas disbutkan, bisa kita lohat di Ruth 2:20, ‘kerabat .. yang wajib menebus’ dalam NLT dikatakan Family redeemer, di the Message disebut Covenant Redeemer, dalam KJV Kinsman redeemer. Ini ada dalam peraturan Musa Bilangan 27:11; 35:19,24. Menurut Hukum tersebut seorang Family Redeemer atau Kerabat Penebus mempunyai tiga kewajiban:

  •  Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. (Lev 25:25)
  • Menebus saudaranya yang telah jatuh miskin yang telah menjual dirinya menajdi budal Lev 25:35-55. Yang miskin ini harus membayar hutangnya dengan bekerja kepda penebusnya.

  • Mengejar keadilan jika ada kerabatnya yang terbunuh sesuai dengan syarat dan kondisi dalam Bilangan 35:9-34

Syarat dari seorang Family Redeemer atau Kerabat Penebus adalah :

  • Dia adalah benar seorang kerabat dekat·         
  •  Dia memiliki kemampuan, sumber daya untuk menebus
  •  Dia harus mau menebus dengan rela hati
  •  Dia harus mau menebus semuanya yang ada dan yang wajib ditebus, tidak bisa sebagian-sebgaian. Harus jadi satu.

Melihat diatas TUHAN mempunyai penebus bagi kita semua
·          

  • Yesus adalah kerabat dekat, saudara bagi Adam 
  •   Yesus, keturunan Yehuda, Anak domba yang disembelih memiliki kemampuan melakukan semua penebusan

  • Yesus menebus kita dengan rela hati
  • Yesus tidak setengah jalan, Yesus menuntaskan semuanya sehingga berkata “It is finished”
So benar dinyatakan bahwa Boaz adalah bayangan Yesus Kristus, Naomi adalah bayangan Israel, dia juga keluar dari tanah perjanjian dan dibawa kembali lewat penebusan. Ruth adalah pengantin perempuan, Gereja Tuhan masa sekarang.
Supaya Ruth bisa bertemu dengan Naomi, Naomi harus keluar dari Tanah Perjanjian. Boaz tidak bisa langsung menikahi Ruth karena dia adalah orang Moab dilarang oleh Hukum Musa tetpai karena kasih karunia, Ruth berjumpa Naomi dan menikah denhgan anak-anaknya dan menjadi orang Israel bahkan dia sangat komit seperti kata-katanya terkenal Tuhanmu akan menjadi Tuhanku bangsamu akan menjadi bangsaku. Sehingga dengan demikian sah Boaz bisa mengambil Ruth menebus dan menikahinya. What Law could not do, grace did!!!

Ruth tidak menggantikan Naomi, Gereja tidak menggantikan Israel.
Kita umat tebusan bukan Israel belajar tentnag TUHAN lewat Perjanjian Lama, Scripture orang Yahudi dalam terang Perjanjian Baru.
Perjanjian Baru menyatakan peran Yesus Kristus sebagai Family Redeemer, yang menebus kita dari perbudakan dosa dan kematian kita telah menjual diri kita kedalam dosa, masuk kedalam anggota keluarganya kembali dan menikmati semua hal yang TUHAN janjikan kepda umatnya.

Kitab Ruth juga menyatakan kepada kita bahwa TUHAN bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak perlu sesuatuyang spektakuler, kita melihat kehidupan Naomi dan keluarganya adalah hal yang umum yang terjadi oada masa itu. Tuhan bekerja setiap hari dalam pola nya secara regular secara biasa kadang kita mengabaikannya atau tidak melihatnya, Tuhan bekerja mencapai tujuannya dan memberkatiorang-orangNya lewat kehidupan routine yangs erring orang nggak sadar.

Jika kita belajar untuk setiaa dan faithful ssetiap hari, maka kita akan tetap faithful meski masa krisis datang. Ruth adalah “bukan” umat TUHAN pada masa itu sesuai konteks kitab Ruth. Tuhan pakai umatnya yakni Naomi dan Boaz untuk memberkati Ruth.

Pada Naomi sendri meski dai merasa ditinggalkan oleh TUHAN, kelaparan, kematian suami dan anak-anaknya, namun TUHAN tidak pernah meninggalkan dia.
Iman dalam TUHAN juga memintakita mengambil resiko atas kepetusan yang kita ambil. Satu keluarga dekat juga mempunyai keeajiban dan hak untuk menebus namun dia melihat bahwa menebus Naomi akan membahayakan hartanya juga, lalu muncullah Boaz yang dengan murah hati dan dengan iman mengambil tanggung jawab itu pada ahirnya Tuhan mengaruniakan dia dengan kekayaan lagi.

Bahkan keputusannya itu membawa pada hasil yang abadi, keturunannya menjadi Raja yang hebat di Israel bahkan dari keturunannyalah lahir Yesus Kristus, Messias!

TUHAN memberkati
@peterskriss

Wednesday, May 3, 2017

HAKIM-HAKIM SEBUAH TRANSISI



JUDGES // HAKIM_HAKIM

Kitab Hakim-hakim berada di setting setelah Joshua, bercerita tentang pemimpin-pemimpin yang membebaskan Israel dari waktu ke waktu selama hampri kurang lebih 350 tahun setelah Joshua meninggal.  Selama masa-masa ini Israel menjadi umat yang memberontak dan tidak setia kepada perjanjian/covenant yang telah mereka buat kepada TUHAN. Sehingga sesuai dengan firmanNYA jika Israel tidak setia maka TUHAN akan menghukum mereka dengan penindasan lewat musuh-musuh yang ada disekiitar mereka. Dengan adanya penindasan oleh musuh-musuh mereka berulang kali mereka teriak minta tolong kepada TUHAN dan berulang kali pula TUHAN mengirimkan seorang pembebas sekaligus HAKIM yang memerintah mereka, sebab persoalan yang datang kepada mereka akibat dari tidak adanya orang yang menjadi hakim yang mengatur kehidupan mereka hari demi hari. Seorang pemimpin kharismatik.

Periode waktunya kira-kira di tahun 1200 – 1050 SM. Setelah Musa mati, Israel dibawah pimpinan Joshua menaklukan Kanaan dan akhirnya bangsa nomaden ini mendapatkan wilayah untuk didiami.  Meskipun mereka tidak lagi mengembara dari satu tempat ke tempat berikutnya, namun tatanan social mereka belum menetap dalam keseharian mereka, masing-masing suku masih berbuat sesuka hatinya. Benar Musa dan Joshua meninggalkan aturan-aturan tatanan untuk ditaati, masyarakat yang teroganizir, text sendiri yang menyebut, masing-masing suku kembali ke tempatnya, ke  tanah pusakanya setelah Joshua membagi wilayah tersebut dan peperangan terhenti, masing-masing suku juga memiliki Pemimpin dan juga memiliki hakim-hakim sendiri, yang ditunjuk oleh Musa dan Joshua, jadi mereka memiliki struktur organisasi dan mereka juga memiliki tempat untuk pusat  ibadah bersama ada beberap contohnya ada di Gilgal, ada di Shiloh yang memiliki Imam-imam, orang Lewi yang bekerja di tempat ibadah tersebut. Di masa-masa awal orang-orang Israel masih mengingat meneruskan tradisi dari nenek moyang mereka, perjanjian/covenant  Abraham dengan TUHAN juga masih mereka ingat, bagaimana TUHAN  dengan kekuatan ilahi membebaskan mereka dari Mesir juga masih mereka ingat dengan baik. Istilah orang jawanya, mereka masih uri-uri tradisi kuno yang diwariskan oleh para leluhurnya yang nyata-nyata memang berasal dari TUHAN yang memberikan Tanah perjanjian tersebut kepada mereka, lewat sumpah kepada nenek moyangnya, Abraham, Ishak dan Yakub.  Dengan jelas mereka mengingat bagaimana TUHAN memimpin mereka di padang gurun, namun meski demikian masih ada sesuatu yang kurang dalam hidup mereka, sehingga menyebabkan kehidupan berbangsa mereka naik turun dengan tajam.

Hal-hal atau penyebabnya dapat kita lihat di prolog kitab Hakim-hakim yakni di 1:1 – 2:5 dan 2:6 – 3:6,  atau belum beres dalam kehidupan mereka bisa dilihat di prolog, Suku-suku Israel gagal dalam memiliki daerah-daerah Kanaan yang telah dibagi buat mereka, suku-suku ini meyerah pada keadaan Kanaan saat itu, seperti mengatakan ya udahlah biarkan saja mereka. Mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan saat Perjanjian itu dibuat dengan TUHAN lewat Musa.  Penyebab kedua terlihat di di bagian akhir kitab Hakim-hakim dari pasal 17 sampai pasal 21… disimpulkan dengan sebuah kalimat
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. (Jdg 17:6) 18:1, 19:1, 21:25)
Prolog kitab Hakim-hakim melihat dan focus pada ketidaksetiaan umat Israel kepada TUHAN, sementara bagian akhir, epilog kitab ini melihat bahwa kegagalan Suku-suku Israel juga karena kegagalan social struktur mereka. Masa-masa bangkitnya para pahlwan yang gagah perkasa ini tidak juga menghasilkan sebuah institusi politik yang stabil buat  suku-suku Israel di Kanaan yang mereka butuhkan untuk mengimplementasikan ketettapan TUHAN buat anak cucu mereka di masa depan sepeninggal mereka. Sehingga terlihat jelas bahwa ketika para Pahalwan ini habis masa hidupnya, habis pula kestabilan dan keamanan yang mereka bangun.

Dengan melihat kekurangan atau ketidakberhasilan para hakim-hakim tersebut Bukan berarti pemimpin yang karismastik seperti yang ditunjukkan di kitab Hakim-hakim adalah sebuah kegagalan dan tidak perlu, bukan itu maksudnya. Para pahlwan ini adalah idenya TUHAN dan datang dari inisiatif TUHAN  dan ini bagian dari rencana TUHAN untuk menyelamatkan dan memimpin umat Israel pilihanNya. Justru pattern ini menjadi sebuah bukti bahwa masalahnya bukan pada para Pemimpin yang dipilih TUHAN ini tetapi masalahnya terletak pada kecenderungan untuk berbuat dosa yang tumbuh dalam hati manusia, nah masaalah ini harus diselesaikan dengan cara berbeda, dengan sebuah bentuk pemerintahan yang berbeda pula. Ada sesuatu yang hilang atau kurang pada masa-masa tersebut, yakni system pemerintahan yang nyata.

Kitab Hakim-hakim adalah kitab tentang kepemimpinan, atau buku tentang kepemimpinanan di mata TUHAN, pemimpin seperti apa yang dicari TUHAN, tipe kepemimpinan seperti apa yang TUHAN mau. Kitab Hakim-hakim juga terletak diantara masa kepemimpinanan Musa, Joshua dengan masa Monarchy kerajaan. Sebuah kitab transisi.

Masa kepemimpinan Hakim-hakim memberi kesimpulan bahwa Pemimpin itu harus karismatik, dari kata karisma, diurapi,namun  demikian mereka tidak harus sempurna, ada banyak kekurangan yang kita temuai dari para Hakim tersebut, pun TUHAN masih mau memakai mereka. Ini adalah salah satu prinsip Alkitab yang tetap bergema sepanjang sejarah manusia, TUHANlah yang membangkitkan seorrang pemimpin yang dipenuhiNYA dengan ROH NYA yang kudus,  yang akan DIA utus untuk membebaskan umatNYA. Sebagai pemimpin tipe ini mereka harus patuh dan taat mengikuti setaip detail petunjuk ilahi yang diberikan TUHAN kepada mereka.  Mereka yang mengerjakan sendiri, politik dan militer mereka yang kerjakan sendiri tanpa adanya organisasi yang jelas, distribusi kekuaasaan juga tidak disebtukan dalam kitab hakim-hakim. Padahal ada Imam di jaman hakim-hakim namun peran mereka tidak pernah dimunculkan.
Tipe pemimpin yang kedua adalah pemimpin yang ditunjuk untuk menjabat sebagai pemimpin, otoritas dia untuk memimpin tidak langsung datang dari TUHAN tapi muncul dari penunjukkan sekelompok orang atau sebuah dewan. Tipe ini jika Alkitab contohnya raja yang memerintah Israel. Dan juga imam-imam yang bertugas di Kemah Tabernakel dan di Bait Suci untuk selanjutnya. Mereka ini terorganisir dengan baik, details tidak selalu datang dari TUHAN, mereka punya inisiatif untuk melakukan sesuaitu sesaui dengan norma rutin yang tekah ditetapkan. Distribusi kekuasaan dan pembagian kerja juga dinyatakan dengan baik. Lihatlah jaman Raja-raja, ada bagian politik yang raja selesaikan, punya panglima untuk handle masalah militer dan juga penasehat-penasehat lainnya, organisasinya jalan, Raja tidak memimpin seorang diri, berbeda dengan hakim-hakim.

Coba kita lihat ada beberapa pemimpin di Israel di masa Alkitab, yakni Nabi, Imam, Hakim dan Raja. Imam dan Raja adalah tipe kedua, mereka ditunjuk, dan tidak secara langsung menerima perintah dari TUHAN. Nabi dan Hakim adalah pemimpin yang langsung ditunjuk oleh TUHAN.

Fakta diatas menunjukkan sebuah kesimpulan yang bisa dilihat dari fakta-fakta Alkitab berikutnya di kitab-kitab sejarah atau para nabi yang  mencatat para pemimpin Israel/Yehuda ini dikemudian hari.
Sebuah kepemimpinan yang berhasil dan yang TUHAN mau adalah kombinasi keduanya, kombinasi antara Nabi dan Raja, Hakim dan Imam. Kombinasi antara pemimpin yang mengatur semua hal politik dan militer dan pemimpin yang mendengar perintah langsung dari TUHAN. Perhatikan kombinasi ini, Abraham dan Melkisedek; Harun dan Musa, Joshua dan Eleazer, Saul dan Samuel, Daud dan Nathan barisan ini adalah pemimpin-pemimpinyang berhasil memimpin bangsanya, saat kolaborasi pecah, kepemimpinan mereka tidak efektif bahkan menimbulkan kerusakan.
Model kepemimpinan in ibis kita temukan dalam diri Yesus Kristus. Dekat dengan TUHAN, menerima perintah langsung dari TUHAN sekaligus DIA bisa translate pertintah tersebut dan mendistribuskannya kepada para pengikutnya secara terorganisir.

Bagaimana tentang buku Hakim-hakim itu sendiri? Kitab hakim-hakim mencakup apa yang terjadi selama kurang lebih 400 tahun setelah Joshua mati dan menjelang masa pemerintahan Raja. Jika kita tarik pembagian dari buku ini ada tiga periode:

  • Periode  pertama adalah masa setelah Joshua mati, pasal 1:1 – 2:10 memberikan laporan situasi yang terjadi pada masa meninggalnya pemimpin besar mereka.
  • Periode kedua meliputi, 7 kali kemurtadan, 6 kali penindasan dan perbudakan dan perang saudara, pasal 3 sampai pasal 16.
o  Penindasan pertama oleh bangsa Mesopotamia, Cushan-rishathaim dari Aram-naharaim, selama 8 tahun, hakim yang  dibangkitkan : Othniel memrintah 40 tahun
o  Penindasan kedua oleh Moab oleh Eglon selama 18 tahun hakim yang membebaskna adalah Ehud yang memberikan keamanan selama 80 tahun dia memerintah, masa ini juga ada penindasan oleh Philistine, TUHAN kirimkan Shamgar
o Penindasan ketiga oleh Jabin dan Sisera dari Kanaan, menindas selama 20 tahun, TUHAN membangkitkan Debora dan Barak yang meberikan keamanan selama 40 tahun mereka memerintah.
o Penindasan keempat oleh bangsa Midian, menindas selama 7 tahun, TUHAN bangkitkan Gideon, Tola dan Jair. Gideon memerintah 40 tahun kemudian diteruskan 3 tahun oleh Abimelekh, Tola memerintah 23 tahun sementara Jair memeirntah selama 22 tahun.
o Masa perang saudara, terjadi setelah Gideon mati, di amsa abimeleh, Tola dan Jair memerintah dismaping harus menghadapi midian, mereka juga disibukkan dengan sisa-sisa perang saudara.
o   Penindasan kelima oleh orang-orang Ammon, selama 18 tahun. dan sebagian oleh Philistine, hakim yang muncul, Jefta memribntah selama 6 tahun, Ebzan memerintah selama 7 tahun, Elon memrintah selama 10 tahun dan Abdon memerintah selama 8 tahun.
o   Penindasan keenam oelh bangsa Philistine, mereka menindasa selama 40 tahun. Hakim yang dibangkitkn adalah Samson yang memerinytah selama 20 tahun kemudian dilanjutkan oleh imam Eli sebagai hakim memerintah selama 40 tahun.
·          
  • Periode ketiga adalah peridoe tanpa kepemipinan yang kuat, masa masa Anarki dan Kebingungan. Meski ada imam Eli, namun masa kempimmpinannya adalah buruk dan penuh korupsi. Bangsa Israel sperti tidak punya pemimpin dan masih masing mengikuti kemauan sendiri dengan kekerasan yang makin merajalela.
Kitab hakim-hakim sepertinya ditulis oleh para nabi, bisa jadi Samuel memulai untuk menuliskan sejarah pemerinbtahan Hakim-hakim ini saat dia sendiri menjadi Nabi dan hakim atas Israel. Peristiwa ini kira terjadi dalam sejarah dalam rentang waktu dari tahun 1200 – 1050 BC saat Samuel mengurapi Saul menjadi Raja atas Israel.
Perlu diketahui juga bahwa masa-masa hakim-hakim diatas memerintah seringkali saling overlapping karena para hakim ini memerintah secara local, jadi hanya area tertentu saja, bahkan hanya untuk suku tertentu saja yang berdiam di area dimana Hakim itu berada. Untuk lebih jelasnya saudara bisa lihat peta. Baru di era raja-raja paling tidak sampai salomo mereka memerintah lebih luas meliputi selutuh wilayah suku-suku Israel.

Buku ini mempunyai pesan seperti saya tulis diatas, tentang kegagalan manusia karena dosa-dosa mereka, pembebasan yang TUHAN berikan dan kirimkan serta kasih karunia dan belas kasihan yang tunjukkan kepada umatNYA, kedua buku ini bercerita soal kekuatan doa dalam masa-masa kesesakkan, diceritakan saat penindasan datang, Israel berseru keras kepada TUHAN dan TUHAN memberikan pertolongan.
Secara spiritual, buku ini menjadi pelajaran bagi kita dlam hidup kita sehari-hari sebagai orang-orang yang percaya kepada TUHAN.
Di Perjanjian Baru kita bisa sandingkan kitab Hakim-hakim dengan Surat kepda Galatia. Ada apa disana? Baca aja deh… hehehe