Showing posts with label Leadership. Show all posts
Showing posts with label Leadership. Show all posts

Friday, December 29, 2017

JAH adalah KEKUATANKU - Hizkia

Ini adalah Narasi imaginatif penulis, berdasar 2 Raja-Raja 18 masa-masa awal Hizkia diangkat menjadi Raja menggantikan Ahaz

Aku bertanya kepada Yesaya, “Apa yang harus aku lakukan pertama kali setelah aku resmi menjadi Raja penuh atas seluruh Yehuda?”

“Pangeran tahu apa yang harus dilakukan segera, TUHAN besertamu, tidak perlu takut”

Tiga belas tahun lamanya, aku memerintah Yehuda bersama-sama dengan Ayahanda Raja Ahaz. Aku menyaksikan banyak hal yang tidak berkenan kepada TUHAN yang Ayahanda Raja lakukan semasa hidupnya. Yesaya aku kenal sejak lama, sejak aku berusia dua belas tahun, saat magang di istana saat aku turut memerintah bersama Ayahanda Ahaz, dia adalah abdi TUHAN Yang Maha Tinggi, keberaniannya luar biasa, sangat menginspirasi ku. Aku tidak ingin seperti Ayahanda Raja, aku ingin menjadi diriku sendiri seperti yang TUHAN mau. Aku akan mendengarkan nasehat Yesaya, sepanjang TUHAN mengijinkan aku memerintah Yehuda.

Pria setengah tua yang orang-orang sebut Nabi itu sering mendapatkan perkataan TUHAN secara langsung untuk disampaikan kepada umat TUHAN lewat Raja. Sayang sekali Ayahanda Ahaz tidak mengindahkan nasehat TUHAN lewat Yesaya. Bahkan Yesaya menegur Ayahanda karena meminta pertolongan kepada Tiglath Pileser, Raja Asyur, untuk menyingkirkan Pekah dan Rezin. Aku sendiri tidak menyukai orang-orang Asyur.

Aku tidak habis pikir mengapa Ayahanda tidak mendengarkan perkataan Nabi TUHAN itu. Bahkan malah membawa patung dewa-dewa sesembahan orang Asyur ke dalam Rumah TUHAN dan menyingkirkan benda-benda kudus yang didalamnya dan digantikan dengan mezbah Asyur. Dan mempersembahkan persembahan kepada para allah orang Damsyik, sungguh tak masuk diakal.

Aku harus menyingkirkannya, aku harus membuat pembaharuan, jika tidak ingin berakhir seperti Kerajaan Utara yang sekarang mereka semua diangkut ke Asyur sebagai tawanan.
Pertolongan pasti datang dari TUHAN, seperti masa-masa lampau saat Raja Daud memerintah. TUHAN pasti tolong, Yehuda harus bertobat, jika perlu sisa-sisa Israel yang ada di Samaria datang ke Yerusalem dan bertobat massal.

“Sebentar lagi engkau akan dilantik menjadi Raja Yehuda, hai Hizkia, otoritas di tanganmu, selama tigabelas tahun mendampingi Ayahmu, kau melihat bahwa TUHAN menyertaimu, lakukanlah apa yang menyenangkan hati TUHAN seperti kakekmu atau buyutmu, pesanku janganlah kau tinggi hati seperti mereka ketika semuanya berjalan sesuai dengan rencana TUHAN, ingat semuanya hanyalah kasih karunia TUHAN…”

Perkataan Yesaya membuyarkan lamunanku. Aku bergerak ke balairung, segenap Yehuda berseru, 

“Hidup Raja Hizkia”
 “Diberkatilah wahai Raja Hizkia”

Bersahut-sahutan kudengar suara orang-orang Yehuda dalam teriakan yang gembira
sangkakala nyaring berbunyi, genderang dipukul dengan semangat.

Gegap gempita mewarnai negeri, seolah lupa bahwa negeri ini dalam tekanan orang-orang Asyur.
Ada harapan kataku dalam hati.
Hizkia melakukan yang menyenangkan hati TUHAN seperti Raja Daud leluhurnya. Ia menghancurkan tempat-tempat penyembahan dewa, dan merobohkan tugu-tugunya serta merusak patung-patung Dewi Asyera. Ia juga menghancurkan ular perunggu buatan Musa yang disebut Nehustan. Sebab, sampai pada waktu itu orang Israel masih membakar dupa untuk menghormati ular perunggu itu. (2Ki 18:3-4)

Hizkia melakukan yang menyenangkan hati TUHAN seperti Raja Daud leluhurnya. (2Ch 29:2)

Ayahku Ahaz telah menutup Pintu Rumah TUHAN, ini yang pertama aku lakukan, aku akan membukanya kembali dan menyuruh para tukang untuk memperbaikinya, Yehuda harus kembali kepada TUHAN yang benar. Inilah agendaku pertama sebagai Raja Yehuda, mengajak segenap Yehuda berbalik kepada TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

"REFORMASI TERIAKKU!!!"

Aku tidak ingin mati seperti Ayahku, mati sebagai Raja yang berbuat kejahatan di mata TUHAN aku ingin riwayatku dikenang sebagai Raja yang takut akan TUHAN yang membawa Yehuda berbalik kepada TUHANnya. Itu cukup bagiku! Aku yakin seperti Raja Daud pernah nyanyikan, Kebajikan dan Kemurahan akan mengikuti, jika TUHAN adalah Gembala

Mari kita bekerja!

Aku bersama segenap Yehuda, menghancurkan tempat-tempat penyembahan dewa, dan merobohkan tugu-tugunya serta merusak patung-patung Dewi Asyera. Bersama-sama kami juga menghancurkan ular perunggu buatan Musa yang disebut Nehustan. Sebab, sampai pada waktu itu orang Israel masih membakar dupa untuk menghormati ular perunggu itu, sebuah praktek yang salah!!!

Rakyat bahu membahu, membersihkan tempat-tempat berhala, sepertinya Yehuda juga merindukan sebuah ibadah yang benar dilakukan kembali di Yerusalem.

Segera aku mengumpulkan Imam-imam dan orang-orang Lewi yang ada di Yerusalem, di pelataran bagian timur Rumah TUHAN, dan ia berbicara dengan mereka di sana.

" Dengarlah wahai Imam-imam dan orang-0rang Lewi, kaliana semua, harus mengkhususkan diri untuk TUHAN, dan menyucikan Rumah TUHAN, Allah leluhurmu. Semua yang menajiskan rumah itu harus disingkirkan…!”
“Hai orang-orang Lewi, wahai para Imam janganlah menunda-nunda lagi, sebab kamulah yang dipilih TUHAN untuk beribadat dan mengabdi kepada-Nya serta membakar dupa dan memimpin rakyat untuk beribadat."

Gemuruh orang-orang Lewi menyambut kabar gembira ini! mereka segera bekerja dan memanggil segenap kerabat mereka untu memulai pekerjaan mulia ini.

Ini lah hal ketiga awal yang aku lakukan.
Pertama, membuka pintu Rumah Tuhan dan memperbaikinya, kedua menghancurkan berhala dan bukit-bukit pengorbanan, ketiga memulihkan jabatan orang-orang Lewi dan Imam sehingga ibadah di Rumah TUHAN bisa dilaksanakan seperti dulu.

Aku mendengar orang-orang berbisik… kabar yang santer terdengar.
Hizkia tidak seperti Ahaz, ayahnya.

Ya benar! Aku bukan Ayahku!

Segenap rakyat dan orang Lewi bekerja dengan cepat, tak berapa lama aku mendengar laporan bahwa tugas sudah selesai. Tanpa menunggu lama-lama juga aku mengajak tokoh-tokoh Yehuda untuk pergi ke Rumah TUHAN mempersembahkan korban kepada TUHAN memohon ampun kepada TUHAN dan menyembah TUHAN bersama dengan segenap rakyat.

RUMAH TUHAN dipulihkan!

Ini hal keempat yang aku lakukan, memohon pengampunan dan melakukan korban pengampunan dosa seperti yang TUHAN perintahkan lewat Musa hambanya. 

Kelima, selagi hewan tersebut dibakar, aku meminta para pemuji dari suku Lewi sesuai dengan petunjuk Nabi Gad dan Nathan pada saat Raja Daud bertahta untuk menaikkan pujian dan memainkan alat-alat music sampai korban bakaran habis terbakar oleh api!

Udara penuh dengan bau harum lemak yang terbakar, puji-pujian, tarian dan musik membahana diseluruh penjuru RUMAH TUHAN dan sampai pelataran.
Aku terharu melihat semua ini, bersyukur TUHAN mengijinkan semua ini terjadi kembali. Sekilas aku melihat Yesaya berlinang airmata, penuh rasa syukur. Sekali lagi RUMAH TUHAN penuh dengan hadirat TUHAN dan rakyat bersuka cita.
Di dalam Rumah-Mu kami merenungkan kasih-Mu, ya Allah. Nama-Mu termasyhur dan dipuji di seluruh bumi, Engkau memerintah dengan adil..”

Para pemuji bersahut-sahutan diantara gambus rebana kecapi dan terompet. Tak pernah aku bayangkan semua ini terjadi dan TUHAN ijinkan dalam masa aku memerintah!
“Aku mau mengingat perbuatan-perbuatan-Mu TUHAN, mengenang keajaiban-keajaiban-Mu di zaman dahulu. Aku mau merenungkan segala yang Kaulakukan, dan memikirkan karya-karya-Mu yang hebat. Ya Allah, segala perbuatan-Mu suci, siapakah sebesar Allah kami?”

Semua orang menyanyi dengan sangat gembira sambil berlutut dan menyembah Allah.
Hal kelima yang aku lakukan adalah mempersembahkan korban syukur seperti yang TUHAN perintahkan juga lewat Hukumnya, untuk kami makan bersama dan nikmati bersama pada hari itu.

Demikianlah ibadat Rumah TUHAN diadakan lagi.

Aku belum selesai dengan reformasi.

Hal keenam yang aku akan kerjakan untuk menyenangkan TUHAN adalah merayakan Paskah, Orang-orang Israel, yang masih tinggal dan terhindar dari pengasingan harus datang ke Yerusalem dan merayakan Paskah bersama. Sebagai sebuah tanda menghormati TUHAN Allah Israel seperti yang ditentukan dalam hukum-hukum Musa.

Rakyat bersuka-cita, TUHAN disenangkan.

Laporan dari segala penjuru mengatakan “Belum pernah Paskah dirayakan seperti itu…”

Sadar betul bahwa ini janganlah hanya sebuah event sesaat, Rumah TUHAN harus beroperasi penuh seperti dahulu, oleh sebab itu Imam dan orang Lewi harus diatur sedemikian rupa sehingga mereka tinggal di Rumah TUHAN dan bisa menyelenggarakan ibadah bagi segenap rakyat. 

Organisasi keimaman dan orang Lewi harus di revitalisasi dan mereka harus disupport dengan persembahan dari rakyat dan juga persepeluhan… inilah hal terakhir yang aku lakukan dalam reformasi ini.

Aku ingin dikenang sebagai Raja yang takut akan TUHAN yang selama hidupnya selalu menyenangkan TUHAN.
"Kita tidak memilih lahir dari keluarga siapa, dan siapa bapak kita, tetapi kita bisa memilih untuk bertindak sesuai dengan apa yang kita mau atau sesuai dengan apa TUHAN mau"

Aku adalah Hizkia bukan Ahaz

Singkirkan berhala-berhala, Buka Pintu Rumah TUHAN, beribadahlah senantiasa kepadanya, andalkan DIA, mengucap syukur senantiasa dengan membawa korban persembahanmu, naiklah
pujian kepadaNYA, sujud dan menyembah, berikanlah apa yang menjadi kepunyaan TUHAN, persembahan dan persepuluhan, dan berbagilah dengan sesamamu, ajak makan sekali-sekali.

Sekarang aku siap menghadapi Sanherib dari Asyur yang mengepung Yehuda, aku tahu TUHAN bersamaku.



Yehuda, 728 Sebelum Masehi

Monday, May 22, 2017

SAMUEL; Imam, Hakim dan Nabi

SAMUEL!!! Sebuah perkenalan terhadap pribadi Samuel




Samuel adalah Imam, Nabi dan Hakim sekaligus. Jadi dia adalah seorang Lewi, karena tidak mungkin orang bukan Lewi bisa atau mempersembahkan korban di Mezbah.  What seorang Lewi? Mana mungkin narasi pertama kitab Samuel mengatakan bahwa Elkanan bapanya Samuel adalah seorang Efraim, bagaimana mungkin Samuel adalah seorang Lewi??
Pertanyaan yang bagus, mari kita lihat ayat yang dimaksudkan diatas.

Kita bisa melacak asal usul Samuel yang adalah suku Lewi ini dari Alkitab. Mari lihat narasi pertama di 1 samuel:
Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. (1Sa 1:1)

Ayat diatas memberi tahu tentang asal-usul Samuel, bapaknya Dari kota Ramataim-Zofim Seorang Efraim, phrase ini bisa membingungkan. Jadi keturunan Efraim doonggg??? Sabar.. mari kita lihat nama kakek Samuel adalah Yeroham anak dari Elihu, bapaknya Elihu adalah Tohu yang merupakan anak dari Zuf.
Ramataim-Zofim itu ada di pegunungan Efraim, untuk selanjutnya Ramataim Zofim hanya akan disebut sebagai Rama. Samuel memerintah sebagai Hakim atas Israel memusatkannya di Rama. 
Jika kita memakai Alkitab cross reference atau study bible, maka 1 Sam 1:1 ini akan dihubungan dengan 1 Tawarikh 6:22-27
Garis keturunan Ahimot ialah: Elkana, Zofai, Nahat, Eliab, Yeroham, Elkana. Samuel mempunyai dua anak laki-laki: Yoel yang sulung, dan Abia yang bungsu. (1Ch 6:26-28)

Ketika mereka tiba di tanah Zuf, Saul berkata kepada pelayannya, "Mari kita pulang saja, jangan-jangan ayah lebih cemas memikirkan kita daripada keledai-keledai itu." (1Sa 9:5)
Zuf adalah seorang dari Suku lewi dari bani Kohat dan Zif adalah leluhur dari Elkana, daerah yang mereka tempati ada di pegunungan efraim, kaum Lewi dari Kehat mendapatkan tempat di kota-kota Efraim

Kaum-kaum keturunan Kehat, yakni orang Lewi yang masih tinggal dari antara keturunan Kehat, mendapat kota-kota yang dengan undian kepada mereka dari suku Efraim. (Jos 21:20)

Demikianlah mereka disebut sebagai orang Efraim, yakni orang yang berasal dari daerah Efraim tetapi bukan serta merta seorang suku Efraim.
Jadi beginilah cara kita mencari dalam Alkitab dan kemudian membuat kesimpulan atas apa yang kita temukan.

Sebelum saya bercerita tentang Samuel yang merupakan tokoh sentral juga dalam sejarah Israel, kita perlu tahu latarbelakangnya, dan kita perlu tahu tentang orangtuanya. Hanna, selalu disakiti oleh istri muda suaminya karena tidak mempunyai anak.

Hana selalu disakiti hatinya dan dihina oleh Penina, madunya itu, karena TUHAN tidak memberi anak kepadanya. Hal itu terjadi dari tahun ke tahun; kalau mereka pergi ke Rumah TUHAN, selalu Hana disakiti hatinya oleh Penina. Seringkali Hana menangis dan tidak mau makan karena ia dihina. Lalu setiap kali pula Elkana, suaminya, bertanya, "Mengapa kau menangis Hana? Mengapa kau tak mau makan dan terus sedih saja? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?" (1Sa 1:6-8)

Budaya pada masa itu memang penting bagi seroang perempuan untuk melahirkan seorang anak bagi suaminya, meskipiun suaminya sangat saying padanya, perlakuan masyarakat bisa berbeda, masyarakat bisa menghakimi tanpa ampun.
Sampai pada suatu saat pada saaat mereka kembali ke bait suci Hanna mengucapkan Nazar kepada TUHAN
Kemudian Hana mengucapkan janji, katanya, "TUHAN Yang Mahakuasa, perhatikanlah hamba-Mu ini! Lihatlah sengsara hamba. Ingatlah kepada hamba dan jangan lupakan hamba! Jika Engkau memberikan kepada hamba seorang anak laki-laki, hamba berjanji akan memberikan dia kepada-Mu seumur hidupnya. Hamba berjanji juga bahwa rambutnya tidak pernah akan dipotong." (1Sa 1:11)

Hanna memohon kepada TUHAN dan berpikir bahwa jika dia memiliki anak dan menyerahkannya kembali kemabli kepada TUHAN, mungkin TUHAN akan dengar, dan Hanna bisa jadi berpikir jika dia bernazar demikian anakanya nanti bisa menjadi Simson berikutnya, Hakim TUHAN yang dipakai oleh TUHAN untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan Filistin.

Hanna yang komat kamit disangka oleh Imam Eli sedang mabok, memnag wajar pada masa itu orang seringkali memakai hari raya yang dirayakan diShiloh untuk berpesta dan mabuk naggur. 
Jadi dipikirnya Hanna adalah orang-orang seperti itu, Hanna menjawab tidak.
Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." (1Sa 1:17)
Imam Eli memberikan berkatnya kepada Hanna.

Hanna adalah contoh peribadi yang sangat persisten dan beriman sungguh. Diatas saya katakan bahwaperempuan yang tidak bisa mempunyai anak mendapatkan perlakuan yang sangat kejam dari masyarakat, dicemooh diejek dan dihina, meskipun suaminya sangat menyayanginya. Nah Hanna mengalami lebih lagi karena didalam rumah pun masih mendapat cemoohan yang tidak ada habisnya dari istri Elkana yang lainnya yakni Penina.

Hanna tidak membalasa perlakuan dari Penina, juga tidak melaporkannya kepada suaminya atau meminta untuk membalaskannya atau meminta Elkana untuk menghentikan Penina. Hanna memilih membawa perkaranya dan kesedihannya  kepada TUHAN. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh kepda TUHAN memohon kepada TUHAN untuk dikaruniai seorang anak. Dia menolak untuk menerima keadaannya adalah sesuatu yang permanen dan tidak bisa diubahkan, somehow didalam hatinya Hanna percaya bahwa TUHAN masih berkuasa dan bisa membela dia dan membuka kandungannya dan memberikan baginya seornag anak laki-laki.

Hanna refused to believe that her difficult situation had to remain permanent.

Doa Hanna tulus, spesifik jelas, dan juga ada pengorbanan disebutkan disana. Hanna tidak mundur sejengkal pun meskipun saat dia berdoa Imam Eli menegornya dan menuduhnya sedang mabok. Akhirnya TUHAN menjawab doanya dan menganugerahi Hanna dengan seorang anak yang diberi nama Samuel.

Saat sampai waktunya untuk menepati janjinya kepada TUHAN maka Hanna pun memberikan Samuel dengan hati yang rela, ikhlas dan penuh ucapan syukur kepada TUHAN supaya Samuel melayani TUHAN di Bait Suci.

Doa mengubahkan perjalanan hidup Hanna, bahkan mempengaruhi seluruh kehidupan bangsa Israel. TUHAN memakai anaknya sebagai tokoh kunci berperan sebagai Nabi dalam masa-masa kehidupan awal Raja Daud, bahkan pengaruh Samuel hidup terus melampuai kehidupannya, semangatnya mendorong terjadinya pergerakan Nabi-nabi di masa-masa selanjutnya. TUHAN juga memberkati Hanna dengan banyak anak-anak lainnya, bisa jadi karena Hanna menepati janjinya dan memberikan Samuel kepada TUHAN sesuai dengan yang Hanna doakan. Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa TUHAN menyukai iman dan persistensi dari umat yang berharap kepadanya.

Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN. (1Sa 2:21)

Samuel lahir dari respon seroang ibu yang memilih untuk berdoa dan berharap kepada TUHAN daripada diam dan menyerah dalam hinaan atau membalas cemoohan itu. Dari penderitaan seorang istri, dari ketekunan dan iman seorang perempuan lahirlah seorang figure yang menentukan arah bangsa Israel bergerak, seorang tokoh yang mempersiapkan transisi. Hakim terakhir yang mempersiapkan jalan bagi Israel menuju pemerintahan monarki.
Kemudian Elkana, suaminya itu, berkata kepadanya: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik; tinggallah sampai engkau menyapih dia; hanya, TUHAN kiranya menepati janji-Nya." Jadi tinggallah perempuan itu dan menyusui anaknya sampai disapihnya. Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. (1Sa 1:23-24)

Hanna menyerahkan Samuel kepada TUHAN sampai selesai masa menyusui. Dalam tradisi Ibrani, perempuan-perempuan Yahudi menyapih anaknya sampai umur tiga tahun, biasa jadi begitu selesai cerai susu umur tiga tahun dibawanyalah Samuel ke Shiloh ke Rumah Tuhan, beberap ahli sejarah dan teolog menyebutkan bahwa Samuel dibawa ke Rumah Tuhan dan menjumpai Eli ketika berumur lima tahun, antara tiga dan lima tahun tidak jadi masalah teks Alkitab mengatakan bahwa memang kecil benar kanak-kana tersebut. Nah bagaimanakah Samuel hidup? Siapa yang akan merawat Samuel Kecil? Ada banyak baby sitter lho ya di bait Tuhan masa itu, paling tidak text membuktikan bawah ada banyak perempuan yang bekerja di Bait Suci pada masa itu dan saya pikir salah satu diantara mereka pasti memberikan perhatian kepada Samuel dan merawatnya.
Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, (1Sa 2:22)

Samuel memulai pelayananannya menjadi asisten bagi Imam Eli yang sudah tua, itu sebabnya ketika Tuhan memanggil dipikirnya Imam Eli yang memanggilnya. Samuel tumbuh menjadi pribadi yang benar mentaati setiap yang diajarkan oleh Imam Eli dan melakukan yang beanr dimata TUHAN. 
Meski dia tumbuh di lingkungan anak-anak Imam Eli yang jahat dan corrupt tetapi itu tidak membuatnya bertumbuh ke arah yang salah, di linbgkungan yang buruk pun tidak mencegah Samuel menjadi pribadi yang disukai TUHAN dan manusia. Di lingkungan buruk tidak menghalangi TUHAN untuk berkarya dalam hidup Samuel, yang TUHAN perlukan adalah respon, apakah kita akan meresponi lingkugan yang buruk dan menjadikan sebuah alasan untuk tidak maju atau merelakan TUHAN untuk membentuk kita.
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia. (1Sa 2:26)

Semakin lama semakin terbukti bahwa TUHAN berbicara lebih sering kepada Samuel dibanding dengan kepada Eli, bahkan Samuel dipakai TUHAn untuk memperingatkan imam Eli tentang malapteka yang akan segera datang menghantam Israel oleh Filistine bahkan sampai Filistine mengalahkan Israel dan menbunuh anak-anak Imam Eli serta merampas tabut Perjanjian.

Dibawah kepempinanan Samuel orang-orang Israel bertobat dan kembali kepada TUHAN dan berhasil mengalahkan Filistine dalam sebuah pertempuran yang sangat penting pada masa itu.
Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN.  (1Sa 7:3-4)

Itu permulaan mereka bertobat dibawah kepemimpinan Samuel sebagai Hakim, Imam dan Nabi.

Inilah hasilnya
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai. (1Sa 7:12-14)

Tetapi seiring bertambahnya usia Samuel dan semakin tua, sangat disayangkan bahwa Samuel sama seperti Imam Eli  pun tidak bisa menjadi seperti Samuel, anak-anak Samuel tidak sama seperti Samuel, samuel gagal sama seperti imam Eli dalam mendidik anak-anaknya,  ada yang salah dalam pendidikan keluarga ini, bisa jadi potret yang jelek dalam Imam ELi inilah yang membuat Samuel juga gagal dalam mendidik anak-anaknya, seumur hidup menyaksikan bagaimana Eli mengajar anak-anaknya. Memang disisi lain Samuel taat kepada TUHAN tetapi satu kelemahan dalam mendidik anak bisa jadi disebabkan Samuel dan Eli tidak punya waktu buat anak-anaknya.
Transisi dari masa hakim-hakim ke masa transisi adalah masa-masa yang bergelora penuh pergolakan, Israel membutuhkan figure yang kuat bisa jadi waktu Samuel habis disini, energy Samuel habis disini. Samuel tidak lagi berfungsi sebagai Hakim karena sudah ada Saul.

Sebagai Imam Samuel berdoa kepada TUHAN bagi umat Israel, sebagai Nabi menegor dan memarahi Saul karena ketidaksabaran saul dan ketidaktaatan Saul.
Saat TUHAN menolak Saul sebagai raja Israel, Samuel mengurapi Daud sebagai Raja pilihan TUHAN Samuel melindungi Daud dari kejaran Saul.
Samuel terbukti menjadi pemimpin yang setia, lewat doa-doanya dan keuletan dimasa-masa sulit yang Samuel alami. Posisinya disamakan dengan Musa oleh TUHAN, Jermiah 15:1, nama Samuel ada di deretan saksi-saksi Iman di kitab Ibrani. Samuel disayang dan dikenang oelh umatnya, dalam waktu yang bersamaan Samuel juga berani menegur dan memarahi raja-raja dan para tua-tua Israel.

Samuel berhasil memimpin Israel dari sebuah bangsa yang berpikirin sempit tercerai berai dalam kesukuan saja menjadi sebuah bangsa yang besar yang mulai berpikir tentang  sebuah kesatuan atas suku-suku Israel, 12 tentang soliratitas  satu bangsa, yakni  bangsa Israel  dan Samuel berhasil meletakan dasar beridirnya sebuah kerajaan yakni, kerajaan yakni Kerajaan Israel. 



Samuel juga dianggap sebagai pelopor yang mendirikan apa yang disebut sebagai sekolah kenabian, 1 sam 19:29

Kemudian Samuel menguraikan kepada bangsa itu tentang hak-hak kerajaan, menuliskannya pada suatu piagam dan meletakkannya di hadapan TUHAN; sesudah itu Samuel menyuruh seluruh bangsa itu pulang, masing-masing ke rumahnya. (1Sa 10:25)
Samuel menulis sebuah catatan sejarah yang didalamnya terdapat juga sejarah daud diawal Daud diurapi menjadi raja
Sesungguhnya, riwayat raja Daud dari awal sampai akhir tertulis dalam Riwayat Samuel, Pelihat itu, dan dalam riwayat nabi Natan, dan dalam riwayat Gad, pelihat itu,  (1Ch 29:29.\
Termasuk juga buku tentang dasar-dasar kerajaan, sebuah piagam kerajaan seperti yang disebutkan diatas.

Pada saat Samuel mati seluruh umat Israel berduka, dan dia dikuburkan di Ramah, di kota kelahirannya.
Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran. (1Sa 25:1)



Demikianlah hidup Samuel, Imam, Hakim dan Nabi sekaligus juga seorang pioneer!

@peterskriss

Wednesday, May 3, 2017

HAKIM-HAKIM SEBUAH TRANSISI



JUDGES // HAKIM_HAKIM

Kitab Hakim-hakim berada di setting setelah Joshua, bercerita tentang pemimpin-pemimpin yang membebaskan Israel dari waktu ke waktu selama hampri kurang lebih 350 tahun setelah Joshua meninggal.  Selama masa-masa ini Israel menjadi umat yang memberontak dan tidak setia kepada perjanjian/covenant yang telah mereka buat kepada TUHAN. Sehingga sesuai dengan firmanNYA jika Israel tidak setia maka TUHAN akan menghukum mereka dengan penindasan lewat musuh-musuh yang ada disekiitar mereka. Dengan adanya penindasan oleh musuh-musuh mereka berulang kali mereka teriak minta tolong kepada TUHAN dan berulang kali pula TUHAN mengirimkan seorang pembebas sekaligus HAKIM yang memerintah mereka, sebab persoalan yang datang kepada mereka akibat dari tidak adanya orang yang menjadi hakim yang mengatur kehidupan mereka hari demi hari. Seorang pemimpin kharismatik.

Periode waktunya kira-kira di tahun 1200 – 1050 SM. Setelah Musa mati, Israel dibawah pimpinan Joshua menaklukan Kanaan dan akhirnya bangsa nomaden ini mendapatkan wilayah untuk didiami.  Meskipun mereka tidak lagi mengembara dari satu tempat ke tempat berikutnya, namun tatanan social mereka belum menetap dalam keseharian mereka, masing-masing suku masih berbuat sesuka hatinya. Benar Musa dan Joshua meninggalkan aturan-aturan tatanan untuk ditaati, masyarakat yang teroganizir, text sendiri yang menyebut, masing-masing suku kembali ke tempatnya, ke  tanah pusakanya setelah Joshua membagi wilayah tersebut dan peperangan terhenti, masing-masing suku juga memiliki Pemimpin dan juga memiliki hakim-hakim sendiri, yang ditunjuk oleh Musa dan Joshua, jadi mereka memiliki struktur organisasi dan mereka juga memiliki tempat untuk pusat  ibadah bersama ada beberap contohnya ada di Gilgal, ada di Shiloh yang memiliki Imam-imam, orang Lewi yang bekerja di tempat ibadah tersebut. Di masa-masa awal orang-orang Israel masih mengingat meneruskan tradisi dari nenek moyang mereka, perjanjian/covenant  Abraham dengan TUHAN juga masih mereka ingat, bagaimana TUHAN  dengan kekuatan ilahi membebaskan mereka dari Mesir juga masih mereka ingat dengan baik. Istilah orang jawanya, mereka masih uri-uri tradisi kuno yang diwariskan oleh para leluhurnya yang nyata-nyata memang berasal dari TUHAN yang memberikan Tanah perjanjian tersebut kepada mereka, lewat sumpah kepada nenek moyangnya, Abraham, Ishak dan Yakub.  Dengan jelas mereka mengingat bagaimana TUHAN memimpin mereka di padang gurun, namun meski demikian masih ada sesuatu yang kurang dalam hidup mereka, sehingga menyebabkan kehidupan berbangsa mereka naik turun dengan tajam.

Hal-hal atau penyebabnya dapat kita lihat di prolog kitab Hakim-hakim yakni di 1:1 – 2:5 dan 2:6 – 3:6,  atau belum beres dalam kehidupan mereka bisa dilihat di prolog, Suku-suku Israel gagal dalam memiliki daerah-daerah Kanaan yang telah dibagi buat mereka, suku-suku ini meyerah pada keadaan Kanaan saat itu, seperti mengatakan ya udahlah biarkan saja mereka. Mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan saat Perjanjian itu dibuat dengan TUHAN lewat Musa.  Penyebab kedua terlihat di di bagian akhir kitab Hakim-hakim dari pasal 17 sampai pasal 21… disimpulkan dengan sebuah kalimat
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. (Jdg 17:6) 18:1, 19:1, 21:25)
Prolog kitab Hakim-hakim melihat dan focus pada ketidaksetiaan umat Israel kepada TUHAN, sementara bagian akhir, epilog kitab ini melihat bahwa kegagalan Suku-suku Israel juga karena kegagalan social struktur mereka. Masa-masa bangkitnya para pahlwan yang gagah perkasa ini tidak juga menghasilkan sebuah institusi politik yang stabil buat  suku-suku Israel di Kanaan yang mereka butuhkan untuk mengimplementasikan ketettapan TUHAN buat anak cucu mereka di masa depan sepeninggal mereka. Sehingga terlihat jelas bahwa ketika para Pahalwan ini habis masa hidupnya, habis pula kestabilan dan keamanan yang mereka bangun.

Dengan melihat kekurangan atau ketidakberhasilan para hakim-hakim tersebut Bukan berarti pemimpin yang karismastik seperti yang ditunjukkan di kitab Hakim-hakim adalah sebuah kegagalan dan tidak perlu, bukan itu maksudnya. Para pahlwan ini adalah idenya TUHAN dan datang dari inisiatif TUHAN  dan ini bagian dari rencana TUHAN untuk menyelamatkan dan memimpin umat Israel pilihanNya. Justru pattern ini menjadi sebuah bukti bahwa masalahnya bukan pada para Pemimpin yang dipilih TUHAN ini tetapi masalahnya terletak pada kecenderungan untuk berbuat dosa yang tumbuh dalam hati manusia, nah masaalah ini harus diselesaikan dengan cara berbeda, dengan sebuah bentuk pemerintahan yang berbeda pula. Ada sesuatu yang hilang atau kurang pada masa-masa tersebut, yakni system pemerintahan yang nyata.

Kitab Hakim-hakim adalah kitab tentang kepemimpinan, atau buku tentang kepemimpinanan di mata TUHAN, pemimpin seperti apa yang dicari TUHAN, tipe kepemimpinan seperti apa yang TUHAN mau. Kitab Hakim-hakim juga terletak diantara masa kepemimpinanan Musa, Joshua dengan masa Monarchy kerajaan. Sebuah kitab transisi.

Masa kepemimpinan Hakim-hakim memberi kesimpulan bahwa Pemimpin itu harus karismatik, dari kata karisma, diurapi,namun  demikian mereka tidak harus sempurna, ada banyak kekurangan yang kita temuai dari para Hakim tersebut, pun TUHAN masih mau memakai mereka. Ini adalah salah satu prinsip Alkitab yang tetap bergema sepanjang sejarah manusia, TUHANlah yang membangkitkan seorrang pemimpin yang dipenuhiNYA dengan ROH NYA yang kudus,  yang akan DIA utus untuk membebaskan umatNYA. Sebagai pemimpin tipe ini mereka harus patuh dan taat mengikuti setaip detail petunjuk ilahi yang diberikan TUHAN kepada mereka.  Mereka yang mengerjakan sendiri, politik dan militer mereka yang kerjakan sendiri tanpa adanya organisasi yang jelas, distribusi kekuaasaan juga tidak disebtukan dalam kitab hakim-hakim. Padahal ada Imam di jaman hakim-hakim namun peran mereka tidak pernah dimunculkan.
Tipe pemimpin yang kedua adalah pemimpin yang ditunjuk untuk menjabat sebagai pemimpin, otoritas dia untuk memimpin tidak langsung datang dari TUHAN tapi muncul dari penunjukkan sekelompok orang atau sebuah dewan. Tipe ini jika Alkitab contohnya raja yang memerintah Israel. Dan juga imam-imam yang bertugas di Kemah Tabernakel dan di Bait Suci untuk selanjutnya. Mereka ini terorganisir dengan baik, details tidak selalu datang dari TUHAN, mereka punya inisiatif untuk melakukan sesuaitu sesaui dengan norma rutin yang tekah ditetapkan. Distribusi kekuasaan dan pembagian kerja juga dinyatakan dengan baik. Lihatlah jaman Raja-raja, ada bagian politik yang raja selesaikan, punya panglima untuk handle masalah militer dan juga penasehat-penasehat lainnya, organisasinya jalan, Raja tidak memimpin seorang diri, berbeda dengan hakim-hakim.

Coba kita lihat ada beberapa pemimpin di Israel di masa Alkitab, yakni Nabi, Imam, Hakim dan Raja. Imam dan Raja adalah tipe kedua, mereka ditunjuk, dan tidak secara langsung menerima perintah dari TUHAN. Nabi dan Hakim adalah pemimpin yang langsung ditunjuk oleh TUHAN.

Fakta diatas menunjukkan sebuah kesimpulan yang bisa dilihat dari fakta-fakta Alkitab berikutnya di kitab-kitab sejarah atau para nabi yang  mencatat para pemimpin Israel/Yehuda ini dikemudian hari.
Sebuah kepemimpinan yang berhasil dan yang TUHAN mau adalah kombinasi keduanya, kombinasi antara Nabi dan Raja, Hakim dan Imam. Kombinasi antara pemimpin yang mengatur semua hal politik dan militer dan pemimpin yang mendengar perintah langsung dari TUHAN. Perhatikan kombinasi ini, Abraham dan Melkisedek; Harun dan Musa, Joshua dan Eleazer, Saul dan Samuel, Daud dan Nathan barisan ini adalah pemimpin-pemimpinyang berhasil memimpin bangsanya, saat kolaborasi pecah, kepemimpinan mereka tidak efektif bahkan menimbulkan kerusakan.
Model kepemimpinan in ibis kita temukan dalam diri Yesus Kristus. Dekat dengan TUHAN, menerima perintah langsung dari TUHAN sekaligus DIA bisa translate pertintah tersebut dan mendistribuskannya kepada para pengikutnya secara terorganisir.

Bagaimana tentang buku Hakim-hakim itu sendiri? Kitab hakim-hakim mencakup apa yang terjadi selama kurang lebih 400 tahun setelah Joshua mati dan menjelang masa pemerintahan Raja. Jika kita tarik pembagian dari buku ini ada tiga periode:

  • Periode  pertama adalah masa setelah Joshua mati, pasal 1:1 – 2:10 memberikan laporan situasi yang terjadi pada masa meninggalnya pemimpin besar mereka.
  • Periode kedua meliputi, 7 kali kemurtadan, 6 kali penindasan dan perbudakan dan perang saudara, pasal 3 sampai pasal 16.
o  Penindasan pertama oleh bangsa Mesopotamia, Cushan-rishathaim dari Aram-naharaim, selama 8 tahun, hakim yang  dibangkitkan : Othniel memrintah 40 tahun
o  Penindasan kedua oleh Moab oleh Eglon selama 18 tahun hakim yang membebaskna adalah Ehud yang memberikan keamanan selama 80 tahun dia memerintah, masa ini juga ada penindasan oleh Philistine, TUHAN kirimkan Shamgar
o Penindasan ketiga oleh Jabin dan Sisera dari Kanaan, menindas selama 20 tahun, TUHAN membangkitkan Debora dan Barak yang meberikan keamanan selama 40 tahun mereka memerintah.
o Penindasan keempat oleh bangsa Midian, menindas selama 7 tahun, TUHAN bangkitkan Gideon, Tola dan Jair. Gideon memerintah 40 tahun kemudian diteruskan 3 tahun oleh Abimelekh, Tola memerintah 23 tahun sementara Jair memeirntah selama 22 tahun.
o Masa perang saudara, terjadi setelah Gideon mati, di amsa abimeleh, Tola dan Jair memerintah dismaping harus menghadapi midian, mereka juga disibukkan dengan sisa-sisa perang saudara.
o   Penindasan kelima oleh orang-orang Ammon, selama 18 tahun. dan sebagian oleh Philistine, hakim yang muncul, Jefta memribntah selama 6 tahun, Ebzan memerintah selama 7 tahun, Elon memrintah selama 10 tahun dan Abdon memerintah selama 8 tahun.
o   Penindasan keenam oelh bangsa Philistine, mereka menindasa selama 40 tahun. Hakim yang dibangkitkn adalah Samson yang memerinytah selama 20 tahun kemudian dilanjutkan oleh imam Eli sebagai hakim memerintah selama 40 tahun.
·          
  • Periode ketiga adalah peridoe tanpa kepemipinan yang kuat, masa masa Anarki dan Kebingungan. Meski ada imam Eli, namun masa kempimmpinannya adalah buruk dan penuh korupsi. Bangsa Israel sperti tidak punya pemimpin dan masih masing mengikuti kemauan sendiri dengan kekerasan yang makin merajalela.
Kitab hakim-hakim sepertinya ditulis oleh para nabi, bisa jadi Samuel memulai untuk menuliskan sejarah pemerinbtahan Hakim-hakim ini saat dia sendiri menjadi Nabi dan hakim atas Israel. Peristiwa ini kira terjadi dalam sejarah dalam rentang waktu dari tahun 1200 – 1050 BC saat Samuel mengurapi Saul menjadi Raja atas Israel.
Perlu diketahui juga bahwa masa-masa hakim-hakim diatas memerintah seringkali saling overlapping karena para hakim ini memerintah secara local, jadi hanya area tertentu saja, bahkan hanya untuk suku tertentu saja yang berdiam di area dimana Hakim itu berada. Untuk lebih jelasnya saudara bisa lihat peta. Baru di era raja-raja paling tidak sampai salomo mereka memerintah lebih luas meliputi selutuh wilayah suku-suku Israel.

Buku ini mempunyai pesan seperti saya tulis diatas, tentang kegagalan manusia karena dosa-dosa mereka, pembebasan yang TUHAN berikan dan kirimkan serta kasih karunia dan belas kasihan yang tunjukkan kepada umatNYA, kedua buku ini bercerita soal kekuatan doa dalam masa-masa kesesakkan, diceritakan saat penindasan datang, Israel berseru keras kepada TUHAN dan TUHAN memberikan pertolongan.
Secara spiritual, buku ini menjadi pelajaran bagi kita dlam hidup kita sehari-hari sebagai orang-orang yang percaya kepada TUHAN.
Di Perjanjian Baru kita bisa sandingkan kitab Hakim-hakim dengan Surat kepda Galatia. Ada apa disana? Baca aja deh… hehehe