Showing posts with label musa. Show all posts
Showing posts with label musa. Show all posts

Tuesday, April 11, 2017

Sebuah Pengantar untuk Kitab Ulangan


KETIKA MUSA MEMUTAR KEMBALI SEJARAH



Buku atau kitab ini sering disebut dengan "Elleh hadebarim", atau Debarim atau Devarim, memang dalam bahasa Ibrani nya kata awal dalam kita ini adalah kata-kata diatas tersebut, demikianlah Israel memberi nama kitab Musa kelima ini, artinya pengulangan Hukum dalam bahasa Syria dan Arab juga memakai nama dengan arti tersebut repetisi, namun ketika diterjemahkan dalam bahwa Yunani menjadi “Deuteronomy” bukan berarti yang kedua, atau hukum yang baru atau hukum yang lain yang baru diterima. Yang ditulis di Kitab Ulangan ini adalah hukum yang sama yang Musa sampaikan di Bilangan dan Imamat saat di Sinai. 
Sekarang diulangi lagi dan juga dijelaskan lebih lagi oleh Musa kepada Bangsa Israel yang mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Kenapa disampikan lagi karena bangsa Israel kali ini adalah bukan bangsa Israel yang sama, selama 40 tahun generasi yang melewati laut Merah sudah mati semua akibat ketidaktaatan dan pemberontakan mereka yang tertinggal hanyalah Musa, Joshua, Caleb. 
Generasi sekarang ini tidak atau belum lahir saat disinai jika sudah lahir pastinya mereka juga tidak Ingat atau tidak tahu apa yang Musa sampaikan 40 tahun yang lalu dihadapan babak-baoaknya. Sehingga menjelang mereka masuk Kanaan generasi ini harus mendengar hukum and ketetapan-ketetapan TUHAN supaya mereka taat kepada TUHAN dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan leluhurnya. 
Jadi Musa harus membaca dan menjelaskan Hukum tersebut untuk kedua kalinya dan generasi baru ini harus memperbaharui Perjanjian dengan TUHAN. Itulah yang menjadi alasan buku ini ada dan mengpa 10 HUKUM TORAH atau totalnya 613 Hukum Musa ini dibacakan ulang disini.


Ini waktunya bangsa Israel akan menyebarang ke Kanaan, ke negeri yang dijanjikan oleh TUHAN kepada nenek moyang mereka.  Selama di padang gurun mereka berjalan sendiri, bangsa yang mengembara, negeri yang mereka tinggalkan 38 tahun lalu menjadi berbeda, tidak sama lagi, musuh sudah berkembang banyak dan menduduki Tanah Kanaan, dan mereka harus bersiap-siap menghadapi mereka. Jadi kitab Hukum dan ketettapan dibacakan lagi saat mereka berkemah di sisi timur sungai Jordan, dengan dibacanya ulang Kitab Hukum tersebut maka bangsa ini tahu apa yang TUHAN mau mereka perlu lakukan.


Dan kita harus tahu juga bahwa pemimpin mereka yang menyertai dan memimpin mereka selama 40 tahun ini tidak akan ikut menyebrang dan masuk Kanaan bersama mereka, karena  ketidaktaatan Musa. Tuhan sudah memberitahu Musa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, dalam waktu 7 hari Musa akan mati. Sehingga penting untuk memastikan bahwa generasi baru ini benar-benar tahu dan mengerti tentang sejarah bangsanya dan siap untuk mengukir sejarah baru bagi bangsanya. Memahami masa lalu mengapa sampai di tempat ini dan bersiap menyosngsong masa depan. Bahkan mereka akan mengalami mujizat yang sama TUHAN membelah air dan mereka berjalan di tanah yang kering ditengah-tengahnya, jika dulu TUHAN membelah laut Merah, kali ini TUHAN akan membelah Sungai Yordan yang sedang banjir, mengeringkannya sehingga mereka berjalan dan menyebarang ditengah-tengah sungai Yordan yang kering.


TUHAN bergerak dalam pola dan pattern, kita melihat di Keluaran, TUHAN membawa Isarel keluar dari Mesir melewati laut Merah dan kemudian membuat Perjanjian, Covenant di gunung Sinai. TUHAN tidak akan memerintahkan Israel untuk hidup sesuai dengan hukum-hukumnya sampai TUHAN menyelamatkanya, Nah pola ini kan juga kita lihat sepnajang perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, seluruh Alkitab. Dan juga dalam hidup kita sebagai orang percaya yang TUHAN bebaskan dan selamatakan dan belenggu dosa. TUHAN akan tunjukan kepada kita kasih karuniaNYA dengan membebaskan dan menyelamatkan kita baru kemudian TUHAN akan berikan cara-cara bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan.

Pola yang sama, generasi baru ini akan melihat TUHAN menyeberangajn mereka melewati Sungai Yordan yang sedang banjir besar, dan setelah itu mereka akan tiba di Gunung Ebal dan Gerizim, dan TUHAN akan memperbaharui Perjanjiannya dengan Israel lewat generasi ini. akan terjadi pengulangan, repetisi peristiwa 40 tahun yang lalu di Sinai buat generasi baru ini.


Jadi inilah buku terakhir yang Musa tulis, yang ditulis dan dibacakan oleh Musa sendiri di perkemahan Israel di sisi Timur Sungai Yordan pada saat Musa masih hiudp dan masih memimpin mereka. Hanya 8 ayat terakhir bisa jadi bukan Musa yang menulis yang memberikan rincian tentang kematian Musa, bisa jadi Imam Eleazer yang menulis atau imam lainnya atau mungkin juga Samuel, namun bisa juga Joshua yang memberikan 8 ayat penutup tersebut.


Kitab Ulangan juga mempertegas janji yang diberikan TUHAN kepada Israel lewat nenek moyang mereka, kalimat seperti “tanah yang dijanjikan TUHAN” “tanah yang diberikan TUHAN” terus berulang sepanjang kitab Ulangan ini. Israel diingatkan kembali oleh Musa bahwa Tanah Kanaan adalah hadiah dari TUHAN yang sesungguhnya mereka tidak layak menerimanya. Mereka harus sadar itu. Demikian juga kita semua datang dari TUHAN, itu adalah hadiah buat kita.


Pengulangan yang sama juga kita lihat pada kalimat “masuk … menduduki tanah” merebut dan menduduki tanah tersebut adalah hal lain, Israel perlu bekerja keras pun demikian TUHAN selalu beserta mereka, saat Israel berperang untuk memiliki Tanah yang diberikan tersebut ada harga yang harus dibayar, tidak hanya duduk dan berpangku tangan. 

Keselamatan adalah hadiah dari TUHAN, tetapi kita harus masuk dan memiliki, mendudukinya, dan TUHAN tidak memaksa kita untuk itu, itu pilihan kita, kita mau masuk dalam keselamatan dan menghidupinya dan berjuang in our daily life atau hanya diam saja.

Mengenai Tanah yang dijanjikan TUHAN, TUHAN mengatakan bahwa Kanaan diberikan menjadi milik mereka selamanya, hal ini tidak berarti mereka bisa mendudukinya selamanya. Untuk menduduki tanah tersbut mendiami dan mengolahnya untuk menikmati hasil tanah tersebut ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Mendiami Kanaan ada syaratnya. Mereka tinggal didalamnya dan menikmatinya tergantung dari bagaimana mereka menghidupinya, bukankah demikian juga dengan hidup kita?


Pesan di Kitab ulangan sangat sederhana, Israel bisa mendiami Kanaan dan menikmatinya selama mereka mentaati Hukum TUHAN. Tetapi jika Israel melanggar hukum TUHAN, meski mereka memiliki tanah Kanaan yang diberikan TUHAN namun mereka tidak bisa bebas hidup dialamnya bahkan tidak bisa menikmati hasil tanah tersebut. Itulah sebabnya disini Musa kembali mengulang dan mengulang serta memberi penjelasan tentang Hukum TUHAN yang harus mereka ingat, lakukan dan taati sepanjang hidup mereka, dari generasi ke generasi.


Kitab ulangan disusun oleh Musa seperti menyusun sebuah perjanjian, ya benar, generasi kedua ini belum mengikat Perjanjian (Covenant) dengan TUHAN oleh sebab itu Musa menyusunnya demikian

  • Pembukaan  Ulangan 1:1-5
  • Prolog sejarah Ulangan 1:6-4:49
  • Deklarasi Prinsip dasar yang harus ditaati Ulangan 5-11
  • Rincian bagaimana pelakasanaan hukum-hukum Ulangan 12-26
  • Sanksi/hukuman atas pelanggaran Ulangan 27-28
  • Seruan Doa dan saksi Ulangan 30:19, 31:19, 32
  • Penyertaan dan Pemeliharaan TUHAN terus berlanjut Ulangan 31-34

Dengan melihat hal diatas sangat wajar jika kita saksikan kisah sepanjang Alkitab mengapa TUHAN menghukum atau memberikan sanksi kepada Israel, yak arena mereka sudah menandatangani perjanjian dan mereka melanggarnya. Dua macam hukuman yang kita lihat sepanjang sejarah Alkitab, Hukuman dari alam dan Hukuman dari bangsa lain lewat Perang. Jika menggunakan alam Israel tidak jera, tidak memelihara hukum-hukumNya dan tidak bertobat maka  TUHAN pakai bangsa lain untuk menyerang menghukum Israel, dan dalam hal ini yang sering TUHAN pakai adalah Filistin.


Siapa sesungguhnya yang menghuni Tanah Kanaan? Kanaan dihuni oleh campuran bangsa Amori dan bangsa Kanaan, Filistin menyusul kemudian. Tuhan memerintahkan Israel untuk membinasakan habis bangsa-bangsa ini dan mendiami negeri tersebut.  Setelah ditinggal selama 400 tahun bangsa-bangsa yang mendiami Kanaan moralnya mencapai kemerosotan yang demikian gelap dan dalam. Arkeolog banyak menemukan bukti tentang penularan penyakit-penyakit kelamin akibat hubungan seksual, jadi kalau TUHAN marah jika ada perzinahan antara Israel dengan bangsa-bangsa Kanaan, ini akan menulari seluruh bangsa Israel. TUHAN menghukum bangsa-bangsa yang mendiami Kanaan ini dan menggantinya dengan bangsa Israel. Firman TUHAN berkata demikian :

Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. (Deu 9:5)


Bangsa-bangsa tersebut hidup dalam kefasikan, imoralitas, ketidakaadilan, dan penyembahan berhala. Oleh sebab itu kitab ulangan menyorot hal-hal diatas sehingga Israe tidak menirunya atau mereka akan dibinasakan juga.


Kitab Ulangan adalah buku terakhir dari lima buku yang ditulis Musa. Dan seperti diatas diceritakan bahwa Kitab ini ditulis dalam masa-masa yang sangat penting, masa-masa transisi bagi orang-orang Israel. Mereka akan masuk ke Kanaan tetapi pemimpin mereka, Musa tidak akan menyertai mereka. Saat ini Musa berusia 120 tahun tetpai Alkitab katakan dia masih kuat dan matanya masih tajam, namun dia memasuki masa-masa akhir hidupnya, sebentar lagi TUHAN menguburkan dia.  Menyaksikan bagaimana orang-orang tua dari generasi yang sekarang bertindak di masa lalu , Musa kawatir jika generasi ini juga kan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, sama lemahnya seperti leluhurnya, Musa melihat bahwa pertempuran didepan mata yang akan mereka jalani bukan hanya peperangan jasmani tetapi juga peperangan rohani. Itulah sebabnya dia sangat perlu berbicara panjang lebar dengan generasi ini.


Dalam minggu terakhir dalam hidupnya Musa berbicara tiga kali dengan penuh emosi dan sangat personal, bayangkan Musa bersama-sama mereka selama 40 tahun… bagaimana nggak bawa perasaan!! Seperti seorang bapak yang lagi sekarat menjelang mati berpesan untuk yang terakhir kali kepada anak-anak yang dikasihinya dan tahu betullll sifat-sifat anak-anaknya.. buku ini jika dibaca dengan betul akan sangat menguras emosi. Ini adalah pesan atau wasiat terakhir dan juga perjanjian dari seorang Nabi terbesar sepanjang sejarah perjanjian Lama, perkataan dari TUHAN buat umatNya, Israel.


Kitab Ulangan adalah kunci akan sejarah Israel di Perjanjian Lama. Tidak mampu dan tidak mau membinasakan bangsa-bangsa Kanaan dari negeri yang dijanjikan saat mereka tiba pertama kalinya, ada banyak alasan, tak lama setelah itu mereka melakukan perkawinan dengan orang-orang Kanaan  semakin jauh mengakibatkan mereka ikut praktek penyembahan dewa-dewa sembahan orang-orang Kanaan. Jika kita baca terus, baru sampai pada masa Daud memerintahlah mereka akhirnya bisa mendiami seluruh tanah yang TUHAN janjikan tersebut, butuh ratusan tahun perjuangan dan pergumulan untuk klaim janji TUHAN. Namun dalam waktu 500 tahun kemudian mereka kehilangan semuanya itu seperti yang nanti kita akan baca di kitab Raja-raja. 

Dari sejarah Israel kita melihat bahwa Ketaatan dan hidup benar akan membawa kita pada berkat, ketidaktaatan dan kejahatan akan membawa pada kutuk. Semua terpapar jelas dalam kitab Ulangan. 
Kitab ini sangat penting sebagai pembelajaran, tidak salah jika penulis pejanjian Baru banyak mengutip dari kitab Ulangan, paling tidak ada dikutip sampai 80 kali di 27 Kitab Perjnjian baru, Paulus banyak memakai kutipan dari Ulangan.  Kitab ini adalah cermin, contoh sekaligus peringatan.


  • Musa menyebutkan seorang nabi yang akan datang dalam kitab Ulangan ini, yang Musa maksudkan adalah Yesus, kelak Musa alan masuk juga ke negeri yang dijanjikan dan bertemu Yesus

  • Yesus sangat mengenal kitab Ulangan, saat dicobai di padang gurun, Yesus banyak memakai perkaataan dari Kitab Ulangan

  • Saat Yesus ditantang untuk menyimpulkan Hukum Musa, DIA mengutip dari Ulangan (Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akalbudimu dan segenap kekutanmu) dan Imamat (kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihidirimu sendiri).

So bagaimana kita bersikap setelah membaca kitab Ulangan ini yang adalah sejarah isarel dan hukum-hukum Musa? Kita tidak berada dibawah hukum Musa tetapi didalam Kristus. Kita baca selidiki dan cari tahu bagian mana dari Perjanjian Lama yang diulangi dan diperjelas lagi di perjanjian baru dari situlah kita bertolak. Contohnya, dari Sepuluh Hukum Torat melakukan Sabbath seperti PL tidak dilakukan oleh Yesus dan Murid-muridNya, Yesus memberikan penjelasannya, bahkan Yesus sendirilah TUHAN atas hari Sabbath. Tentang persepuluhan juga tidak ditekankan di Perjanjian Baru, tetapi ada penekanan untuk memberi dengan murah hati, generous, dengan sukacita dan dengan merdeka, saudara bisa cari di blog ini tulisan saya tentang persepuluhan. Masih ada banyak yang di PL diberikan penjelasan di PB sehingga kita menjadi mengerti apa maksudnya perjanjian Lama.


Kitab Ulangan adalah buku yang sangat penting dalam sejarah bangsa Israel, bukan hanya karena merupakan salah satu buku yang ditulis oleh Musa. Tetapi karena buku ini mengingatkan mereka akan masa lalu, sejarah mereka, mengajar mereka bagaimana harus hidup di masa sekarang, dan mendorong mereka untuk menyambut masa depan lebih baik lagi. Buku ini adalah refleksi begitu besarnya perhatian Musa terhadap orang-orang yang dipimpinnya supaya kedepan sepeninggal dia, orang-orang ini dan keturunannya tidak tersesat seperti bapa leluhurnya.   

Pada saat yang sama buku ini juga memperlihtakan keinginan mendalam dari TUHAN  untuk umatNya supaya dengan menghormati TUHAN, honouring and respecting GOD mereka bisa layak tinggal di tanah yang DIA berikan kepada mereka dan menikmati hasil tanah tersebut.



TUHAN memberkati

@peterskriss


Wednesday, March 29, 2017

Pengantar Untuk Bilangan



Kita sampai pada Kitab Bilangan, cukup masuk akal diberi nama kitab Bilangan, dalam bahasa Inggris disebut Numbers, karena diawali dengan penghitungan dan diakhiri dengan penghitungan pula, yakni sensus. Sensus pertama diambil saat Israel meninggalkan Sinai, satu bulan setelah Tabernakel didirikan. Total yang terhitung ada 603,550. Sensus kedua diambil saat mereka tiba di Moab, sebelum masuk ke tanah Kanaan hampir 40 tahun setelah sensus yang pertama dilakukan, terhitung 601,730. Berkurangg 1,820 jiwa. Perlu diketahui yang dihitung adalah laki-laki sehat yang siap untuk berperang, jadi seperti wajib militer.

Dalam bahasa Ibrani, kitab ini disebut Bemidbar, artinya adalah di Padang Gurun. Buku ini mencatat perjalanan bangsa Israel di padang gurun, yakni dari Gunung Sinai ke Kadesh Barnea sampai mendekati daerah Kanaan, sangat dekat hanya berjarak 11 hari perjalanan. Namun yang terjadi adalah perjalanan ini menjadi 38 tahun. Ya, benar!!! 38 tahun mengembara di padang gurun. Dimulai dari setalh di”tandatatangan”in Perjanjian antara TUHAN dan Israel.  Perjalanan ini kira-kira terjadi antara th 1446 sampai 1406 BC. Secara tradisi buku ini ditulis oleh Musa bersama buku Kejadian keluaran Imamat dan Ulangan.

Kitab bilangan mencatat semua yang terjadi dan yang dialami oleh orang Israel di padang gurun, pemberontakan demi pemberontakan, keraguan dan ketidakpercayaan yang membawa mereka berputar dipadang gurun dan generasi ini tidak masuk ke Tanah Kanaan karena ketidakpercayaan mereka. Musa pun mengalami hal yang sama karena tidak hormat pada TUHAN dia tidak boleh juga masuk ke Tanah KANAAN. Padahal mujizat menyertai mereka kemana mereka pergi. Perjalanan ini dimulai dari gunung Sinai ke lembah Moab di perbatasan Kanaan, seberang sungai Jordan.
Buku ini memnag membosankan di awal-awal chapter, yakni pasal 1 sampai pasal 9. Setelah sampai pada pasal sepuluh barulah petualangan dimulai.

Seperti diatas dikatakan sensus pertama dilakukan oleh Musa dan Harun, tidak ada yang salah dengan sensus dan menghitung tentara. Yang penting motivasinya, Daud dihukum oleh TUHAN saat melakukan sensus penduduk karena dimotivasi oleh kesombongan, pride. Berikut lagi tidak salah dengan menghitung, pada saat gereja mula-mula ditambahkan 3000 pada saat Petrus berkotbah.
Jumlahnya kok sedikit banget yak? Sekitaran enamratusan ribu. Jangan salah sangka saudara, enam ratus ribu itu hanya jumlah tentaranya saja, yang dihitung hanyalah laki-laki yang berusia 20 tahun keatas jadi bukan semua orang yang keluar dari Mesir. Jika seluruh orang Israel yang keluar dari Mesir dihitung maka angkanya apling sedikit ada dua juta orang, jadi angka 603,550 adalah fraksi tentara saja. 

Details angka diberikan supaya kita dapat  belajar sesuatu; 30 persen dari total populasi adalah tentara, jumlah yang cukup signifikan jika populasi ini mau berperang. Namun bilangan ini kecil jika dibandingkan dengan jumlah tentara Daud yang disebutkan di 2 Samuel,  Daud dilaporkan memiliki 1,300,000 tentara. Angka 603,550 juga angka yang kecil dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang mendiami Kanaan, lihat saja daftar bangsa-bangsa yang dikalahkan oleh Yosua, tercatat di Kitab Yosua. TUHAN mengajar bahwa mereka menang bukan karena kekuatan mereka tetapi karena TUHAN berada di pihak mereka, TUHAN berperang bagi mereka! Padang gurun begitu luas mampu menampung mereka. Dan bayangkan bagaimana provide dua juta orang ini di padang gurun, berapa banyak manna yang diturunkan tiap pagi, berapa banyak burung puyuh yang diberikan TUHAN, berapa gallon air yang diperlukan setiap harinya, membuktikan bahwa TUHAN itu MAHA BESAR.

Selisih angka sensus pertama dan sensus kedua tidak begitu jauh, hanya 1,820 jiwa, ini keren!!! Bagaimana selama 38 tahun bisa menjaga populasi dengan baik ditengah lingkungan yang tidak ramah, ditengah padang gurun dan selalu berpindah, jikalau bukan TUHAN pasti tidak mungkin.
Simeon berkurang 37,100 sementara Manasye bertambah 20,500. Yang lainnya kurang lebih hampir sama. Kita bisa mengambil kesimpulan dari angka ini bahwa TUHAN memelihara mereka dengan sungguh, menjaga jumlah populasi selama 38 tahun tetap relative sama itu adalah luar biasa. Ini TUHAN yang berkarya.

38 tahun berselang dari sensus yang pertama ke sensus yang kedua, sampai seluruh generasi yang keluar dari Mesir binasa di padang gurun. Generasi yang baru lahir dan melanjutkan perjalanan ke Kanaan.  Jadi meskipun angka sensus pertama dan sensus kedua relative sama namun tidak dengan orang-orangnya, mereka adalah generasi yang berbeda, kecuali Musa, Yoshua dan Kaleb. 

Jadi sebenarnya Kitab Bilangan adalah kitab yang menyedihkan, kita seharusnya bisa liat mayat-mayat bergelimpangan sepanjang 38 tahun. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh sebelas hari akhirnya menjadi 13,780 hari. Hanya karena mereka tidak mau masuk ke Tanah yang TUHAN sudah janjikan. Biarpun banyak hal negative kita juga belajar dari Kitab Bilangan ini, Paul berkata dalam suratnya kepada orang Korintus :
Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, (1Co 10:5-6)

Setelah Musa selesai dengan pengajaran Torah, dan Tabut perjanjian sudah dibuat, Kemah Tabernakel sudah lengkap, umat bersiap untuk masuk tanah Perjanjian, Kanaan, dan dari Sinai sampai Kadesh Barnea lanjut ke  perbatasan Tanah Kanaan hanyalah 11 hari perjalanan jalan kaki. Tetapi ketika bangsa ini sampai di Kadesh Barnea, bangsa ini menolak untuk masuk tanah Kanaan saat TUHAN memerintahkan mereka untuk segera masuk.

Banyak kehidupan orang percaya berakhir berputar-putar di padang gurun karena walaupun mereka sudah dibebaskan diselamatkan dari dosa, mereka tidak bisa menikmati berkat dan kasih karunia yang TUHAN telah siapkan buat mereka, hnya karena mereka tidak taat.

Dua pertiga kitab Bilangan adalah tentang perjalanan yang berkepanjangan, berlarut=larut yang seharusnya bisa dihindari. Alkitab adalah buku yang sangat apa adanya, jujur mencertitakan secara terus terang, melaporkan tentang kegagalan dan keburukan sama juga melaporkan tentang kesuksesan dan kebajikan. Paul berkata kepada jemaat di Korintus bahwa kitab Bilangan ditulis sbagai contoh dan peringatan bagi mereka, pernyataannya sangat jelas bagi kita juga bahwa  Bilangan ditulis sebagai peringatan bagi kita untuk itu kita harus juga mempelajarinya, jika tidak maka bisa bisa kita mengulagi kesalahan yang sama dan akhirnya berputar-putar di padang gurun. Bahkan Musa pun tidak diperkenankan masuk ke Kanaan karena dia gagal untuk taat, meskipun beberapa abad kemudian Musa berhasil masuk ke Kanaan juga, intinya leader sekalipun tidak pengecualian.

Musa menyusun Kitab Bilangan ini nampaknya secara kronologis, meski kita nanti temukan ada pengajaran tentang hukum-hukum ditengahnya namun itu dilakukan dalam perjalanan mereka dari Sinai ke Kadesh Barnea dan dari Kadesh barnea  ke Moab. Lebih jauh kita tarik ke belakang, kronologisnya adalah sebagai berikut

  • Keluaran 1 – 18, perjalanan dari Mesir ke Sinai durasinya 50 hari
  • Keluaran 19 – 40, Leviticus 1 – 27, Bilangan 1 – 10, di Sinai mereka berkemah durasinya kurang lebih 2 tahunan disini mereka dipersiakan menjadi sebuah bangsa
  • Bilangan 10 – 12, perjalanan dari Sinai ke kadesh barnea durasinya 11 hari, pemberontakan terjadi
  • Bilangan 13 – 19 Israel berkemah di Kadesh Barnea, TUHAN  berbicara kepada mereka  setelah pemberontakan yang terjadi
  • Bilangan 20 – 21 dua pasal ini mencakup perjalanan bangsa Israel 38 tahun dari Kadesh Barnea ke Moab
  • Bilangan 22 – 36 meliput apa yang TUHAN firmankan saat mereka menunggu waktu menyebrang ke Tanah Kanaan. Ini ironis, saat Bileam memberkati Israel justru mereka malah melacurkan diri dengan dewa-dewa Moab
  • Ulangan 1 – 34 juga dalam kronologis waktu yang sama dengan Bilangan diatas, Musa menceritakan ulang kisah mereka saat mereka menunggu wakttu menyeberang.

Kitab bilangan ditulis supaya generasi Israel berikutnya bisa belajar mengenal takut akan  TUHAN dan belajaar dari kesalahan Moyang mereka. Demikian juga bagi orang-orang Kristen bisa belajar dari kegagalan mereka.  Seperti yang Paulus tuliskan kepada jemaat di Korintus. Meski kita sudah dibebaskan kita bisa jadi hidup dan mati di padang gurun, kita bahkan mengingat-ingat “nikmatnya dosa” dan menengok ke belakang sehingga kitatidak bisa melihat kedepan dan melangkah maju menuju Tanah Perjanjian dimana TUHAN janjikan berkat-berkatnya.

Kita belajar mengenal karakter TUHAN dari Kitab Bilangan , sangat jelas bisa kita lihat tentang kebaikan TUHAN sekaligus kekerasan TUHAN yang banyak disebutkan dalam kitab Perjanjian Baru Roma, Ibrani, Yudas, 2Petrus. Yudas bahkan menyebut Korah dan Bileam. Menggerutu, bersungut-sungut dan komplain adalah problem yang ada di gereja sama seperti masalah yang TUHAN hadapi dengan bangsa Israel.   

Jadi kita bercermin dari Kitab Bilangan untuk semua itu.

Satu sisi kita melihat TUHAN yang begitu baik, menyediakan makanan dan air pakaian dan segalanya. Kita juga melihat TUHAN menjaga dan melindungi bangsa Israel dari musuh-musuhnya yang jumlahnya lebih besar dan juga ukurannya lebih besar dan perkasa, TUHAN menjaga dan melindungi mereka meskipun mereka berdosa kepadaNYA.

Disisi lain kita melihat keadilanNYA. TUHAN itu setia pada perjanjianNYA, DIA akan menghukum mereka yang melanggar perjanjianNYA, berdosa. Inilah kedisiplinan itu. Bahkan bisa kehilangan janji tersebut jika merea terus menerus tidak taat dan menuruti hawa nafsu sendiri.
Kita juga bisa melihat Yesus di Kitab Bilangan

  • Yesus dicobai di Padang gurun selama 40 hari sama seperti Israel di padang gurun 40 tahun
  • Perhatikan ini : Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Joh 3:14-16). Musa meninggikan ular tembaga bayangan Yesus akan disalib
  • Yohanes mengatkan Yesus adalah manna, roti dari Sorga
  • Paulus menyebutkan tentang batu yang dipukul dan mengeluarkan air, mengatakan bahwa batu tersebut aadalah Kristus
  • Ibrani mengatakan tentang lebih hebatnya korban darah Yesus, ibrani 9:13 – 14, mengutip bilangan pasal 19 ayat 9 dan ayat 17 -19.
  • Nubuatan Bileam tentang Yesus Kristus : Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set. (Num 24:17) sangat luar biasaaaaaa

Ada apa lagi di kitab Bilangan?

Mungkin yang paling dikenal adalah ayat berkat di Bilangan 6:24-26

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

The LORD bless you and keep you
the LORD make his face shine upon you and be gracious to you;  
the LORD turn his face toward you and give you peace." '

berkat ini berlaku bagi kita juga orang-orang percaya. Grace and Peace, bahkan dalam surat-surat di Perjanjian baru ditulis ‘ Grace and peace to you from GOD our Father and the Lord Jesus Christ’
kita juag bisa menerima dan menikmati berkat ini dan fellowship dengan TUHAN seperti yang orang Israel nikmati jika kita mengindahkan pelajaran yang kita dapat di kitab Bilangan.

Selamat membaca!!


@peterskrissnolo

Thursday, March 23, 2017

Membaca Alkitab Setahun Secara Kronologis (12)

MASSK - Yosua (Maret 4)


Kitab Musa akhirnya kita selesaikan selama 11 minggu, Kejadian Keluaran Imamat Bilangan dan Ulangan plus kitab Ayub dan hari ini adalah hari ke 81 baca Alkitab secara Kronologis. I must say, you all amazing! Terlebih lagi kita membacanya secara bersama-sama. Dan saya yakin sama seperti saya, kita semua pasti mendapatkan sesuatu, bahkan mungkin saja ada banyak pelajaran yang didapat dari perjalanan orang Israel dari Mesir sampai ke Moab, tepi Timur sungai Yordan. Seperti saya selalu percayai dan berulang-ulang katakan kepada saudara semua pembaca UnlockingChapter, bahwa jika membaca Alkitab, pasti akan menemukan hal-hal baru, pewahyuan baru, meski kita sudah membacanya berulang-ulang, karena Firman TUHAN itu nyata hidup dan  benar selalu baru setiap hari.
Belajar banyak dari pribadi-pribadi yang ditulis didalam kitab Musa ini, dari Kejadian kita belajar hal sederhana tentang mengingat Firman TUHAN, fatal akibatnya jika kita lupa. Pilihan TUHAN kepada manusia adalah kasih karunia, dan TUHAN memandang semua manusia sama dihadapannya, orang-orang tertentu yang dipilihnya adalah berkat dan kasih karunia bagi kita karena kita bisa belajar dari kehidupan orang-orang pilihanNya ini bagaimana kita hidup, bagiaman kita mendekat kepada TUHAN, yang dimananya TUHAN telah mendekat kepada kita terlebih dahulu.
Ada satu pola yang saya belajar tentang kehidupan orang Israel dari Kejadian sampai Ulangan, lihat gambar dibawah ini.

Bangsa Israel dibebaskan dari Mesir oleh tangan TUHAN semua karena anugerah, kasih karunia. Gak ada sama sekali campur tangan pihak lain, bukan karena hebatnya bangsa Israel sehingga Mesir takluk, tetapi karena tangan TUHAN. Kemudian mereka menyebrang Laut Merah, setelah itu mereka dipadang belantara yang tak bertuan, bergerak secara bersama-sama dipimpin langsung oleh TUHAN, lewat perantaraan Musa, kompas mereka adalah tiang awan dan tiang api, sekaligus pemandu perjalanan mereka, tiang berhenti maka mereka harus berhenti, tiang bergerak maka mereka harus bergerak, tiang ke kanan, mereka ke kanan, tinag ke kiri mereka pun ikut ke kiri. TUHAN tidak meninggalkan mereka kelaparan, mereka diberikan manna, daging puyuh, air dan pemeliharaan atas apa yang mereka kenakan, tidak kepanasan saat siang harim tidak kedinginanan atau kegelapan di malam hari, kemudian TUHAN menampakan diri dan memberi mereka petunjuk bagiamana hidup benar sebagai umatnya untuk masuk ketanah Perjanjian, mereka diberi pilihan beginilah seharusnya kalian bangsa yang AKU tebus hidup ditanah yang kujanjikan, dan disana hiduplah saling mengasihi satu dengan yang lain, layanilah satu dengan yang lain seperti kalian melayani AKU dan mengasihi AKU . Kira-kira demikianlah kisah mereka jika kita parapfrase-kan.
Bukankah kehidupan kita digambarkan seperti mereka, kita dibebaskan dari dosa, dibaptiskan dalam air bersama dengan kematiannya dan kemudian dibangkitkan oleh kuat kuasaNYA memiliki kehidupan baru dan pada saat itu Roh Kudus diam didalam kita saat kita menerima YEsus Kristus sebagai juru selamat TUHAN dan RAJA. Bahkan kita mengalami kasih TUHAN pastinya, berkatnya dan pemeliharaannya, baru kemudian kita dewasa dan diperhadapkan dengan Firman TUHAN, TUHAN memberi tahu bagiamana seharusnya kita hidup. Itulah yang kita pelajari dan bisa kita terapkan.
Saudara-sudara kita yang baru bertobat tidak bisa disodorkan denganperaturan peraturan tetapi dengan kasih karunia, memilih mentaati Firman TUHAN adalah karena kasih karunia yang dinyatakan terlebih dahulu dan mentaati kehendaknya karena kita mengasihi DIA yang telah terlebih dahulu mengasihi kita? Bukankah ini urutan yang benar? Jika kita paksakan teman atau saudara kita yang baru bertobat dengan hukum-hukum, gak boleh ini gak boleh itu yaah lama lama terpental lah beliau dari komunitas!!!! Anda mengerti yang saya maksud?
Nah minggu ini kita sampai pada Ulangan bagian akhir dan siap memasuki Kitab Joshua. Hari ini kita menjadi saksi Musa mati, pulang kembali, TUHAN telah memanggilnya, tugasnya selesai. Dan kemudian kita akan sampai pada kitab Yoshua.
22 Maret Ulangan 33:1-29, Ulangan 34:1-12 , Joshua 1:1-9, 10-18, Joshua 2:1-24, Sebelum mati, Musa memberkati suku-suku Israel, satu persatu anak-anak Yesyurun disebutkan oleh Musa dan dia memperkatakan perkataan prophetic tentang suku-suku ini. Setelah itu Musa naik ke dari dataran Moab ke keatas Gunung Nebo di Puncak Pisga, TUHAN memperlihat Tanah Perjanjian dan setelah itu Musa mati. TUHAN sendiri yang menguburkan Musa, text mengatakan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.  Perhatikan ini, Musa berumur 120 tahun, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang, jadi wajar jika musa memohon kepada TUHAN untuk diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian. Masa perkabungan 30 hari lamanya, orang Israel menangisi kepergian Musa di dataran Moab. Taka da Nabi seperti MUSA. Kemudian Joshua tampil memimpin dan roh kebijaksanaan ada padanya. Musa sukses melahirkan seorang pemipin baru. TUHAN menyertai Joshua, sama seperti TUHAN menyertai Musa. Yang TUHAN minta adalah supaya Joshua kuat dan teguh. Israel keluar dari Mesir dipimpin oleh Musa dari suku Lewi dan kemudian masuk tanah Kanaan dipimpin Joshua dari suku Efraim.
23 Maret Joshua 3:1-17, Joshua 4:1-5:1, Joshua 5:2-12, 13-15, Joshua 6:1-27, Mata-mata kemabli ke Joshua dengan laporan bahwa orang orang Kanaan sudah diliputi rasa takut yang luar biasa. Penyerangan segera dimulai, Israel menyeberangi sungai Yordan yang sedang banjir, ini cukup lebar sungainya karena sedang banjir. Peristiwa yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka terjadi lagi, kali ini sungai yang dibuat kering, dulu TUHAN membuat laut Merah kering dan Israel menyebarang sekarang TUHAN membuat sungai yang banjir itu kering. Bukankah ini berbicara sesuatu kepada kita. TUHAN bergerak dengan pola yang sama? Dan itu challenge kita untuk mengtehaui pola tersebut dan menyelidiki apa maksud TUHAN denganpola tersbut dan bagaimana kita aplikasi dalam kehidupan sekrang. Kali ini Imam-imam didepan bersama Tabut Perjanjian. Batu peringatan didirikan, ditengah sungai Yordan Yosua mendirikan 12 batu tersebut, sementara ada juga batu peringatan 12 banyaknya yang dibawa orng-orang Israel menyeberang yang didapat dari dasar sungai yordan. Peringatan sangat penting untuk mengingat perbuatan TUHAN.  Generasi kedua belom disunat sehingga untuk menegaskan pernjanjian dengan TUHAN maka mereka harus disunat. Manna berhenti turun disini, di Gilgal, TUHAN akan mmberkati mereka dengan hasil negeri Kanaan. Seperti TUHAN menanmpakan diri di semak belukar, kali ini malaikat menampakkan diri sebagai Panglima bala tentara ALLAH. Jericho jatuh!
24 Maret Joshua 7:1, 1 Tawarikh 2:7, Joshua 7:2-15, 16-26, Joshua 8:1-29, 30-35, Joshua 9:1-27, Kembali berulang, tidak ada kapok-kapoknya orang Israel ini.  Akhan dari suku Yehuda, mengambil barang-barang yang dikhusukan untuk dimusnahkan. Akibatnya orang Israel kalah melawan Ai. Akhan dan semua miliknya semua keluarganya dihukum, seluruh Israel melontari dengan batu dan membakar mereka dan harta bendda mereka dengan api. Setelah itu baru AI dikalahkan. Seperti yang diperintah Musa maka Yosua mendirikan Mesbah di Gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel. Dan membagi pasukan satu menghadap Ebal dan satu bagian menghadap Gerizim. Disanalah timbul perkataan yang dikatakan owanita samaria, nenk moyang kami menyembah di gunung ini, maksudnya adalah ebal dan Gerizim. Ketakutan melanda seluruh Kanaan, orang Gibeon cerdik dan mengakali orang-orang Israel sehingga mereka selamat dan tidak ditumpas.
25 Maret Joshua 10:1-15, 16-27, 28-43, Joshua 11:1-23, Joshua 12:1-6, pentergapan tiba-tiba untuk membantu Gibeon yang telah mengikat perdamian dengan Israel. TUHAN ikut berperang denga hujan batu. Kemudian sebuah Mujizat besar terjadi disini perostiwa yang sangat dikenal dalam sejarah orang Israel dan kita mendegar cerita ini lewat Alkitab, the SUN STAND STILL. Matahari, berhenti di atas Gibeon, Bulan diatas lembah Ayalon. Tertulis di Book of Jasher.  Mujizat ini luar biasa dikatakan belum pernah ada hari seperti itu, setelah ini Yoshua kembali pulang ke Gilgal. Kemenangan besar terjadi, dari Kadesh barnea sampai Gaza seluruh Gosyen sampai Gibeon, semua raja dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab TUHAN lah yang bereprang buat orang Israel. Dan benar TUHAN membuat nama Yosua besar di mata seluruh orang Israel, membuktikan kepada orang Israel bahwa sama seperti dahulu TUHAN menyertai Musa , demikinan juga TUHAN menyertai Yosua.
26 Maret Joshua 12:7-24, Joshua 13:1-7, 8-13, 14, 15-23, 24-28, 29-33, Joshua 14:1-5, 6-15, Joshua 15:1-12, 13-19. Daftar Tiga puluh satu raja dikalahkan Yosua. Yosua sudah tua dan TUHAN memerintahkan untuk membagi wilayah wilayah tersebut. Tanah kanaan dibagi-dibagi, Kaleb dari Yehuda meminta janji digenapi umur nya 95 tahun sekarang tetapi masih kuat. Hebron menjadi milik Kalen ben Yefune orang Kenas karena ia mengikuti TUHAN, Allah Israel dengan sepenuh hati. Batas-batas Yehuda ditetapkan dan kaleb dikecritakn merebut hebron..
27 Maret Joshua 15:20-63, Joshua 16:1-3, 4-10, Joshua 17:1-18, daftar kota-kota suku Yehuda. Yerusalem juga menjadi milik Yehuda, namun penduduk asli Yeresalem tidak dihalau, mereka diam bersama-sama dengan orang Israel sampai pada saat buku Yosua ditulis orang-orang Yebus masih tinggal disana.  Milik pusaka Efraim dan manasye juga diberikan, penduduk Kanaan yang tinggal de Gezer juga tidak dihalau, mereka tetap tinggal di tengah-tengah orang Efraim sampai saat buku Yosua ditulis, protes orang Manasye dan feraim karena mereka besar ttapi bagian tanahmya sedikit.
28 Maret Joshua 18:1-10, 11-20, 21-28, Joshua 19:1-9, 10-16, 17-23, 24-31, 32-39, 40-48, Kemah pertemuan ditetapkan di Silo, masih tinggal 7 suku Israel yang belum mendapatkan milik pusaka. Benyamin, Simeon,  Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, Dan. Yosua menyuruh mereka memata matai negeri yang belum direbut dan membuat daftar wilayah lalu membunag undian wilayah tersebut untuk ke tuhuh suku tersebut, undian diadakan di hadapan TUHAN di Silo.
29 Maret Joshua 19:49-51, Joshua 20:1-9, Joshua 21:1-45, 1 Tawarikh 6:54-81. Setelah semua pembagian selesai, maka terakhir Yosua diberikan pusaka menjadi miliknya di timnat Serah di pegunungan efraim karena dia berasal dari suku efraim. Pembagian selesai diadakan dihadapan TUHAN oleh Imam Eleazer dan Yosua. Sekarang Israel di diingatkan untuk membangun kota-kota perlindungan. Kedesh di Galilea, Pegunungan naftali, dan sikhem, di pegunungan Efraim, Kiryat Arba, Hebron di Pegunungan Yehuda, Bezer disebrang Yordan, Ramot Gilead dari suku Gad, Golan di Basan dari manasye. Kota-kota orang Lewi. Anak-anak harun tinggal di tiga belas kota Yehuda dan Simeon dan Benyamin, keturunan lain Kehat mendapatkan tinggal di kota kota Efraim Suku dan dan Manasye yang setengah itu.  Gerson mendaptakan tinggal di  tiga belas kota Kaum Isakhar, Asyer, Naftali dan manasye setngah ymag di basan. Seluruh kota-kota orang Lewi di tengah-tengah milik Israel ada empat puluh delapan kota dengan tanah-tanah penggembalaanya. Segala TUHAN berikan termasuk keamanan, dari segala yang baik yang TUHAN janjikan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.
30 Maret Joshua 22:1-9, 10-34, Joshua 23:1-16, Joshua 24: 1-28, 29-33,Jadi bangsa ini dipisahakan oleh Sungai Yordan, Ruben Gad dan Manasya  mereka pulng ke seberang sungai Yordandan mendirikan Mezabh, sempat terjadi perselsihan dan salah paham dikirantanya Gad Ruiben Mansye yang setegah mau memberontak, tetaoi dijelaskan bahwa itu pertnada saja baha suku seberang Yordan ada hubungannya dengan Suku-sukuIsrael yang di Kanaan karena meiliki Mezbah korban bakaran yang sama. Yosua pidato perpisahan.  Mengadakan Pembaruan Perjanjian di Sikhem, Yoshua menceritakan kembali secara singkat sejarah nenek moyang mereka. Sesudah itu Yoshua melepas bangsa itu pergi ke daerah pusakanya. Setelah itu Yosua mati dai berumur 110 tahun, dikuburkan di daerah pusakanya di Timant Serah, Orang Israel masih terus beridbah kepda  TUHAN Sepanjang jaman Yosuia hidup dan sepanjang tua-tua  yang hidup lebih lama dari Yosua dan yang mengenal segenap perbuatan TUHAN bagi orang Israel, eleazer sang Imam juga mati tak lama setelah itu.

Akhir bulan maret, tanggal 31 besok kita kan sampai di Kitab Hakim-hakim! Sampai bertemu disana, kita kan bersama-sama Kaleb bin Yefune merebut Yerusalem

Salam
@peterskriss