Showing posts with label Church. Show all posts
Showing posts with label Church. Show all posts

Wednesday, February 7, 2018

Yohanes Ben Zebedeus - Sang Rasul


Yohanes bin Zebedeus, seorang Yahudi, murid Yesus mula-mula. Bersaudara dengan Yakobus, yang martyr duluan di Yerusalem, nampaknya Yakobus merupakan anak yang sulung, bapak mereka bernama Zebedeus. Keluarga Zebedeus ini adalah keluarga yang berpengaruh, bisa dilihat dari “keberanian” mama mereka meminta Yesus untuk memberikan tempat spesial buat anak-anaknya

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." (Mat 20:20-21)

Ahli-ahli Perjanjian Baru mengatakan bahwa Zebedeus tidak hannya nelayan biasa, namun juga memiliki jaringan distribusi hasil Danau Galilea sampai ke Yerusalem, seperti bu Susi gituuu. Jadi tidak mengejutkan pula ketika Yesus “menitipkan” Maria, ibuNya kepada Yohanes.
Memahami Injil Yohanes akan terlebih mudah jika kita paham terlebih dahulu siapa penulisnya, yakni rasul Yohanes, murid yang dikasihi, murid yang paling akhir mati diantara para murid mula-mula, yang dua belas itu. Yuuk mulai

Calling

Yohanes termasuk murid yang dipanggil pertama-tama berbarengan dengan Yakobus saudaranya, pada masa hyang bersamaan setelah Yesus memanggil Petrus dan Andreas saudaranya.
Mari kita lihat catatan para penulis Injil


Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka  (Mat 4:21)


Peristiwa ditaruh Matius dalam urutan, Yohanes pembaptis, peristiwa Yesus dibaptis, setelah Pencobaan Yesus di Padang Gurun, Yohanes ditangkap, Yesus berdiam di Kapernaum dan mulai mengajar, barulah kemudian dia memanggil/memilih murid-muridNya, Andreas dan Petrus dipanggil terlebih dahulu, kemudian Yohanes dan Yakobus. Mereka dipanggil ketika mereka sedang melakukan rutinitas mereka berkenaan dengan pekerjaan mereka, sebagai penjalan ikan, nelayan di danau Galilea.


Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.  (Mar 1:19) –

Markus menaruh peristiwa ini dalam urutan, Yohanes ben Zakaria tampil sebagai pembaptis di Yordan, kemudian Yesus datang dan Yohanes membaptisnya, setelah itu, markus melaporkan peristiwa Pencobaan Yesus di padang gurun, setelah selesai pencobaan ini Yesus memulai pelayanan public  (Kapernaum) seolah menggantikan Yohanes yang ditangkap oleh Herodes, saat menyusuri galilee , Yesus memanggil Simon Petrus dan saudaranya, Andreas, tak jauh dari situ ada Yohanes dan Yakobus sedang membersihkan jala, dan Yesus pun memnanggil mereka.


demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Luk 5:10-11)

Catatan Lukas urutannya hampir sama, ( you can see the pattern of calling or ministry ) hanya lLukas lebih details mengenai pemanggilan murid-murid ini, dia menyertakan mujizat yang dilakukan Yesus diatas perahu Simon Petrus, Lukas menyebutkan Yakobus dan Yohanes namun tidak menyebut Andreas, bisa jadi dia hanya sebut tiga orang ini karena nantinya meraka akan memjadi  Tiga serangkai , Murid utama Yesus. Peristiwa iini ditaruh Lukas, setelah rentetan pristiwa, Yohanes Pembaptis, Yesus dibaptis di Yordan, kemudian peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun, setelah selesai peristiwa pencobaan, Yesus memulai pelayanannya dihadapan public, mengajar di daerah galilee terutama kapernaum, dan Yesus selalu mengajar di Synagoge rumah ibadah, orang-orang galilee mulai mengenal dia, tetapi dia ditolak di Naazareth di kampungnya sendiri. Yes, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Nazaret kembali setelah mengungsi ke Mesir , mereka masih berKTP Nazareth, walaupun asal mereka dan leluhurnya adalah Bethlehem.


Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. (Joh 1:40)

Yang memperkenalkan Yesus kepada murid-murid pertama tidak luput dari peranan Yohanes Pembaptis, Andreas saat itu adalah murid Yohanes Pembaptis, Yohanes ben Zakaria ini menunjuk kepda Yesus supaya murid-muridnya mengikuti Yesus.
Andreas membawa Petrus menjumpai Yesus. Filipus dan Natanael kemudian menyusul belakanan disebutkan. Anak anak Zebedeus, Yohanes dan Yakobus tidak disebutkan dalam peristiwa pemanggilan murid-murid pertama ini.
Yohanes 1:46 mencatat; mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth, Natanael adalah pribadi pembelajar, pada saat Filipus memanggilnya dia sedang berada di bawah pohon ara, ini ungkapan dan kebiasaan tradisi orang Yahudi, disela-sela pekerjaannya ketika beritirahat di bawah pohon aram jika tidak sedang berdoa dia sedang merenungkan Firman Tuhan, dan ketika Filipus mengatakan bahwa dia menemukan Mesias, langsung otaknya berputar, Mesias seharusnya dari Bethlehem bukan Nazareth. Pada masa itu daerah Nazareth tidak terdapat guru atau rabbi yang terkenal, Nazareth adalah sebuah desa kecil berada di galilee dekat dengan Sephoris, berjarak 6km, Sephoris dijadikan ibukota oleh Herodes Antipas  pada masa ini Herodes Antipas sedang berkuasa dan membangun Sepphoris menjadi kota yang besar bahkan ada amphitheater juga dibangunnya, jadi Nazaret janya terkenal karena agriculture dan juga para pekerja yang bekerja bagi Herodes.

Jadi dari keempat catatan injil diatas bisa disebutkan secara berurutan sebagai berikut,

Yohanes tampil menyiapkan jalan bagi TUHAN, menyerukan Kerajaan Allah sudah dekat dan setiap orang harus bertobat dan dibaptis. Yesus tampil dihadapan public, sebelum memulai pelayananNya Yesus memberi diriNya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, anak Zakaria. Setelah dibaptis Yesus berpuasa dan diakhir masa puasanya Iblis datang mencobainya. Menang atas pemcobaan ini Yesus memulai pelayananNya mengajar dihadapan public dirumah-rumah ibadah Yahudi, di sekitar Galilea. Pada saat bersaamaan Yohanes ditangkap. Ketika Yesus kembali ke Nazareth membaca gulungan kitab Yesaya tenang nubutan Mesias dan dia ditolak, Yesus menyingkir ke Kapernaum dan banyak mengajar disana, orang-orang mendengarkan Nya dan namanya semakin dikenal banyak orang. Baru setelah ini dia memilih murid-murid utamanya. So hampir bisa dipastikan bahwa murid-murid Yesus ini juga mendengarkan dan dibaptis oleh Yohanes pembaptis walau hanya Andreas yang sebutkan menjadi murid Yohanes, saya yakin baik Peter, Yakobus maupun Yohanes semuanya adalah merupakan murid-murid Yohanes ben Zakaria alias Yohanes Pembaptis. Ketika Yohanes ditangkap sebagian dari mereka kembali ke pekerjaan semula, yang kemudian beberapa waktu berikutnya Yesus memilih mereka menjadi murid-muridNya. Dimulai dari Andreas dan Petrus, kemudian Yohanes dan Yakobus. Keesokan  harinya Filipus dipanggil, kemudian Natanael, itulah murid-murid yang dipanggil mula-mula.  


CORE TEAM

Sama seperti de el – de el jepecece, Yesus juga punya core team lhooo, dan tokoh kita penulis Injil Yohanes, Wahyu dan Surat 123 Yohanes ini, Yohanes bin Zebedeus masuk dalam core team nya Yesus Kristus abad pertama di Palestina.  Perhatikan kutipan-kutipan berikut,


Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. (Mat 17:1)

Peristiwa ini saat berada di Mount of Transfiguration dimana Yesus menyatakan kemulianNya dan disana hadir pula Musa dan Elijah, sebuah peristiwa penting hanya orang-orang terdekat saja yang diajak.

Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. (Mar 5:37),

ini Peristiwa penting juga dimana Yesus membangkitkan anak  perempuan Yairus, seorang kepala rumah ibadat/synagogue  dan dalam perjalanan ada seorang perempuan sakit perdarahan. Yesus hanya membawa Tiga Serangkai ini untuk menyertainya dan menjadi saksi muijizat kebangkitan yang terjadi. Teks mengatakn bahwa banyak orang tidak percaya Yesus sanggup menyembuhkan/membangkitkan karena sudah mati, Yesus membatasi orang-orang yang menyertainya, kembali hanya core team yang diajak oleh Yesus Kristus

Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, (Mar 14:33)
Kembali Markus menyertakan details tentang Tiga serangkai ini yang menyertai Yesus di jam-jam  terakhi menjelang Yesus ditangkap, mereka sedang berada di Gethsemane, Yesus berdoa. Murid-murid yang lain ditinggalkan hanya mereka bertiga saja yang dipilih Yesus.

Penting melihat peranan dari Yohanes ini, sebagai salah satu dari core team murid Yesus ketiga orang ini nantinya akan pegang peranan penting dalam masa-masa awal gerakan gereja, jemaat mula-mula, 

Dan mereka adalah orang-orang Yahudi tulen!!! Sebagai orang Yahudi mereka adalah murid-murid beth Sefer, dengan kata lain mereka paham akan TaNaKh, tahu dan sering dengar akan janji kedatangan Mesias, sudah mendarah daging dalam kehidupan mereka!

Beberapa Fakta menarik tentang Yohanes ben Zebedeus, penulis Injil Yohanes. Perhatikan kutipan berikut:

Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." (Luk 9:49)

Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." (Mar 9:38)

Awal-awal nya Yohanes ini orangnya intolerant, merasa diri paling bener. Namun Yohanes berubah menjadi pribadi yang penuh kasih seperti guruNya, yang telah terlebih dahulu mengasihinya

Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.  (Joh 13:23),

Dicatat ketika Yesus memberitahukan bahwa akan ada yang berkhianat diantara 12 orang ini. sebuah bukti yang menambah kesan bahwa tidak hanya Yohanes adalah core team tetapi dia juga paling dekat kepada Yesus dibanding murid-murid lainnya. Itulah alasan lainnya mengapa  Yesus mempercayakan ibunya ditinggalkan bersama Yohanes.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.  (Joh 19:26-27),

Maria Ibu Yesus tinggal bersama dengan keluarga Yohanes, bisa jadi Yusuf telah tiada pada saat Yesus memulai pelayanannya.

Yohanes paling mengenal Yesus Kristus

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. (Joh 21:7), Yesus menampakkan diri kembali di Galilea, Yohaneslah yang mengenalinya.

Sebagai murid yang dekat dan dikasihi tak salah jika Yohanes lebih mengenalinya, bahkan ketika Yesus telah bangkit menampakkan diri di Galilea, murid lain tak mengenalnya namun Yohanes kenal betuuulll.

Yohanes membuat penasaran Kefas 

Keberadaannya, sebagai murid yang dikasihi pasti kelihatan, bahkan diantara core team, Petrus seekan menunjukkan kecemburuannya, sepertinya Yesus benar-benar lebih mengasihi Yohanes dbanding semua murid yang lain.

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. (Joh 21:20-24)
Faktanya memang Yohanes anak Zebedeus ini susah matinya, dan benar sekali Yohanes bertemu Yesus ketika Yesus menampakkan diri di Patmos.
Menurut  Tertullian, Yohanes ben Zebedeus ditangkap dan dibawa ke Colloseum dimasukkan ke dalam minyak mendidih namun minyak mendidih tersebut tidak mempan menyakiti tubuh Yohanes sehingga, akhirnya Yohanes dibuang ke Patmos.
Tertullian adalah salah satu church fathers, pengen tahu juga tentang nya cek disini Tertullian

Kita temukan Yohanes cukup percaya diri, Dalam catatan Injil yang ditulisnya Yohanes selalu menyebut dirinya dengan percaya diri “murid yang dikasihi”
Peranan Yohanes Petrus dan Yakobus sebagai Core Team terus berlanjut sampai gereja mula-mula lahir.

Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. (Act 1:13)

Yohanes ada bersama-sama dengan murid-murid lain berada di Yerusalem menantikan kedatangan Roh Kudus
Setelah mereka penuh dengan Roh Kudus keberanian mereka bertambah. Dan tiga serangkai ini berperanan cukup besar, mereka yang memprakarsai Dewan Yerusalem, Jerusalem Council. Yang mengatur semua permasalahan gereja mula-mula yang berpusat di Yerusalem. Sampai saat ini semua jemaat mula-mula adalah orang Yahudi!

Sekali lagi Yohanes adalah orang Yahudi

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. (Act 3:1)

Sebagai orang Yahudi yang peracaya kepada Yesus Kristus mereka tidak meninggalkan keyahudiann mereka, dan tetap pergi ke Bait Suci untuk berdoa seperti orang-orang Yahudi pada umumnya.

CORE TEAM MENJADI LEADERS 

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. (Act 8:14)


Kembali Petrus dan Yohanes tampil berdua untuk memeriksa apakah benar-benar Injil Yesus Kristus yang diberitakan disana.

Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;  (Gal 2:9)

Kesaksiann Paulus menyebutkan bahwa Yakobus, Kefas atau Petrus dan Yohanes adalah orang-orang penting didalam Jemaat Allah, TUHAN pakai mereka  sebagai sokoguru, pegangan, kiblat, sumber semua pengajaran Yesus Kristus karena ketiga oramg ini adalah saksi utama yang bersama-sama Yesus sejak mula-mula sampai Yesus naik ke sorga.

Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. (Rev 1:1)

Waktu dan tempat Penulisan

Yohanes menuliskan Injil  kira-kira antara tahun 70 sampai tahun 100 menjelang Yohanes meninggal karena usia lanjut, dia menuliskannya dari kota Efesus, sebuah kota penting bagi Romawi kala itu yang berada di Asia Kecil. Saat itu Bait Suci sudah hancur dan murid-murid tercerai berai dari Yerusalem ke seluruh penjuru bumi. Jadi walau masih banyak perdebatan kira-kira periode karya Yohanes ben Zebedee, pertama dia menuliskan Kitab Wahyu, kira-kira tahun 60 disusul dengan surat-suratnya sampai tiga yang tercatat dan kemudian Injil sebagai yang terakhir dia tulis ketika sudah berusia lanjut, atau bisa dikatakan Injil Yohanes adalah projectnya sepanjang hidupnya di Efesus, setelah dari Patmos.
Yerusalem hancur tahun 70, bersama juga Bait Suci hancur juga kala itu, dan kekejaman, persekusi, penganiyaan massive menimpa orang-orang Kristen mula-mula pada masa itu. Orang-orang Kristen, gereja yang baru lahir ini mayoritas adalah orang Yahudi dan orang non Yahudi yang jadi proselyte, mengikuti agama Yahudi.

Sebagai Core Team, Murid Utama, Murid yang dikasihi, dan mengenal Yesus secara Pribadi, baik kemanusiaanNya maupun keilahianNya dan dia juga saksi hidup di Perjanjian Baru, sehingga tulisannya tentang Injil adalah sesuatu yang sangat penting.

Apalagi Injil Yohanes adalah injil yang ditulis paling akhir dibanding tiga injil lainnya, Yohanes pasti telah mengetahui bahkan mungkin membaca injil tersebut, dan karena alasan tertentu yang disebutkan di Injil Yohanes dia menuliskan Injil Yesus Kristus dari kacamata seorang saksi pertama yang masih hidup, yang selama hidup Yesus dia selalu ada disampingnya.

Dan dia menuliskan Injil ini di usianya yang tidak lagi muda, sudah lanjut usia, penuh dengan pengalaman bersama Roh Kudus dan pastinya makin bijaksana. Ditujukan kepada orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus, bukan kepada petobat-petobat baru,artinya para pembaca Yohanes diharapkan mereka telah mengenal Kristus dan menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat, sehingga bisa diambil kesimpulan para pembaca Injil ini Yohanes berharap mereka juga telah mengenal membaca dan memahami Tanakh yang bagi kita adalah Perjanjian Lama.

So demikian sekilas tentang Yohanes ben Zebedeus penulis Injil Yohanes, jadi mengapa Yohanes menuliskan injilnya supaya orang-orang percaya? Bukankah Injil ini ditujukan kepada orang-orang ?
Nggak bingung kan?
Yuuk baca lagi Injil Yohanes, pastiakan semakin menguatkan kita dan semakin membuat kita PERCAYA

thank you for following, comments and questions are always welcome

blessings
@peterskriss

Monday, January 22, 2018

LUKAS



Injil yang ditulis oleh Lukas adalah yang paling lengkap narasinya. Lebih dari 20 mujizat dilaporkannya, 7 diantaranya hanya tercatat di Lukas saja, tidak diketemukan di tulisan Injil lainnya. 23 perumpamaan dicatat oleh Lukas, 18 diantaranya hanya terdapat di injil yang ditulis Lukas saja. Sangat mendetail dan teratur, sengaja disusun sedemikian rupa, kalau kita melihatnya sungguh mengesankan apa yang ditulis oleh Lukas, misal di 3 pasal pertama Lukas menulis serba dua. Dua buah pemberitahuan, dua orang calon ibu yang terpilih, dua kelahiran yang dinantikan; Yohanes pembaptis dan Yesus Kristus tentunya.

Mari kita mengenal Lukas terlebih dahulu sebelum melihat karyanya, mengapa dia menulis dua buku ini, kepada siapa ditujukan dan bagaimana kita membacanya dengan baik, sebagai modal untuk memahami kedua karyanya tersebut.

Lukas bukan orang Yahudi dia adalah penduduk Antiochia di Syria, aslinya Loukas, dalam bahasa Inggris jadi Luke. Antiochia pada saat itu merupakan Paris nya dunia saat itu. Anda pasti ingat bahwa Antiochia adalah Gereja non Yahudi pertama yang didirikan, komunitas murid-murid Yesus diluar Yerusalem Galilea Yudea. Disinilah di kota inilah murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut KRISTEN  oleh orang-orang, karena murid-murid ini mengikuti Kristus Yesus. Lukas menulis dua buku, Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dan dia menulis sebagai orang non Yahudi yang melaporkan  bagaimana injil tersebar dari Yerusalem sampai Roma. Lukas menjadi percaya kepda Yesus Kristus karena pelayanan yang dilakukan oleh Paulus dari Tarsus.
Sebagai non Yahudi dan tulisannya tersebut ditujukan untuk pembaca bukan Yahudi, dia mengerti bahwa pembacanya akan kesulitan memahami budaya atau bahasa Ibrani.  Sehingga kita temukan  Lukas menghindari kosa kata khas Yahudi yang sering kita jumpai di Markus ataupun Matius, seperti Rabbi atau Abba tidak kita jumpai di Lukas. Lukas akan mencari padanan kata dalam bahasa Yunani nya supaya pembacanya mengerti. Kedua buku nya ini ditujukan kepada seorang yang bernama Theophilus 

Lukas dikenal sebagai seorang dokter atau tabib, rasul Paulus menyebutnya sebagai Tabib Lukas yang terkasih dalam suratnya untuk jemaat di Kolose.  Pengetahuan kan pengobatan modern telah berkembang selama 400 tahun dan sebagai seorang dokter tentunya Lukas mendapatkan pengetahuan dan pelatihan yang sangat cermat. Profesi dokter membutuhkan individu yang cermat, observant, berpikir analytic dan hati-hati. Skill ini Lukas pakai dalam menyusun Injil dan Kisah Para Rasul. Wow menarik bukan? Bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan semua hal yang kita lewati sepanjang hidup kita. Kemudian yang membuat lebih menarik adalah laporan-laporan mujizat yang ditulis Lukas itu bertolak belakang dengan latar belakang medis yang Lukas miliki namun dia tetap menulisnya, misal  kelahiran Yesus ditulis dari sudut pandang Maria. Seorang yang terlatih untuk berpikir logis dan details namun menyampaikan peristiwa seperti ini menjadikan peristiwa ini benar adanya dan Lukas percaya. Hal detail lainnya yang berkenaan dengan dunia medis dilaporkan oleh Lukas dengan lengkap. Markus menyebut mertua Petrus sakit demam, Lukas menyebutnya demam tinggi. Dari semua mujizzat yang lukas laporkan mujizat kesembuhan banyak dia tulis, ada 5. Tuhan memakai seorang dokter untuk memberitakan karya supranatural.

Lukas juga dikenal sebagai sejarawan, oleh sebab itulah tulisannya sangat mendetail, pemilihan susunan kata yang tepat mampu menangkap apa yang terjadi disana pada saat itu, sehingga pembacanya mampu memahaminya. Lewat Injil Lukas kita mendapatkan sumber akurat tentang apa yang dikatakan Yesus dan apa yang dilakukan Yesus semasa hidupNya di bumi ini. Memang inilah yang menjadi tujuan utamanya, tapi dari sana juga kabar sukacita tentang Keselamatan ikut terberitakan lewat tulisan Dokter Lukas ini.

Lukas juga dikenal sebagai Penjelalah/Traveller, berpengalaman dan berpengetahuan luas tentang tempat-tempat yang disinggahinya. Semisal dalam menyebut Galilea, sementara penulis lainnya menyebutnya sebagai laut, Lukas menyebutnya sebagai danau. Perjumpaannya dengan Paulus semakin membawanya jauh menjelajahi kota-kota yang dituju Paulus, ya benar. Lukas adalah teman seperjalanan Paulus. Saat anda membaca Kisah para Rasul nanti, jika ada kata “kami” itu berarti ada Lukas bersama-sama dengan Paulus. Lukas menyertai perjalanan Paulus dari Troas ke Filipi, Filipi ke Jerusalem, dari Kaisarea ke Roma. Bisa jadi Paulus menginginkan Lukas mentertainya karena Paulus membutuhkan dokter dalam perjalanan untuk merawat dirinya. Paulus dipenjarakan selama 2 tahun di masing-masing 2 tempat Kaisarea, bisa jadi di waktu-waktu inilah Lukas menuliskan karyanya.Karena dia punya cukup waktu untuk interview Paulus dan menggabungkan dengan fakta-fakta yang Lukas dapat saat dia ke Yerusalem menyertai Paulus.

Lukas adalah seorang penulis, Lukas menulis Injil ini dan Kisah para Rasul layaknya penulis terdidik dari Yunani karyanya tidak kalah dengan tulisan sejarawan-sejarawan sekuler lainnya dari Yunani ataupun Roma. Jika anda perhatikan laporannya tentang kapal karam yang ditumpanginya di Malta itu diakui sebagai hasil karya kuno yang luar biasa sangat mendetail dan kaya. Dua karyanya ini memiliki kosa kata yang bagus, gaya penulisan yang excellent, mampu menarik minat baca dari orang-oang yang membacanya untuk terus membaca dan membaca sampai habis. Lukas mempunyai banyak bahan untuk ditulis tetapi dia terlatih untuk cermat dan hati-hati itulah sebabnya dia tahu bagian mana yang akan dimasukkan dalam tulisannya dan bagian mana yang ditinggalkan. Itulah strengthnya, kekuatannya. Meski bergaul dengan Paulus, tidak membuatnya serta merta menjadi Pengkotbah atau pembicara atau guru atau ketua jemaat, tetapi dia memilih untuk menuliskannya. Dan pasti Lukas tidak pernah menduga bahwa apa yang ditulisnya terus bergema dari masa ke masa dan membawa orang mengenal sang Juru Selamat. Bagaimana dengan anda?

Lukas adalah Penginjil, yes akhirnya kita juga menyebut Lukas seorang penginjil. Meski seperti tertulis diatas Tuhan memakai penanya sebagai alat untuk memberitakan Injil daripada memakai mulutnya untuk berbicara dan memberitakan. Tema yang yang menyambung Lukas dan Kisah para rasul adalah kata keselamatan, apalagi sebagai orang non Yahudi tulisan Lukas sangat penting, dia menuliskan keselamatan untuk semua mahluk!  Dia mencatat perkataan Yohane pembaptis yang diambil dari perkataan nabi Yesaya , Lukas 3:6. Bahkan di kisah para Rasul, Lukas mencatat dengan jelas, keselamaatan hanya ada didalam nama Yesus saja, Kisah Para rasul 4:12.


Ditujukan buat siapa Lukas menulis? Lihat pasal 1  ayat 4

Tanpa susah-susah kita langsung bisa tahu untuk siapa Lukas menulis dua volume bukunya ini. Lukas menaruhnya disana. Kedua buku ini ditujukan kepada seseorang yang bernama Theophilus, yang jika kita terjemahkan berarti “sahabat Tuhan” dari kata Theo dan Phillia. Siapakah orang ini? ahli-ahli teologi mempunyai dua pendapat yang berbeda tentang sosok Theophilus ini.

Pendapat yang pertama mengatakan bahwa Theophilus ini adalah sosok fiksi, jadi bukan orang nyata. Lukas menuliskan kepada semua orang yang mengaku atau menjadi “sahabatnya Tuhan” atau kekasihnya Tuhan. Ya buat, jemaat Tuhan pada saat itu yang tersebar di kota-kota yang dikunjungi Paulus dan juga  akhirnya kita semua orang-orang percaya yang mengasihi Tuhan.

Pendapat kedua mengatakan memang benar ada seseorang yang bernama Theophilus dan tujuan Lukas menulis ini untuk membantu Paulus supaya keluar dari penjara. Nah bapak Theo ini adalah seorang pengacara. Dulu dan sekarang sama saja, dalam proses hukum seorang pengacra atau pembela memerlukan data-data dan bukti untuk membela kliennya. Berkenaan dengan Paulus, Theophilus memerlukan semua bukti yang ada, apa yang sebenarnya diajarkan Paulus, siapa pribadi Yesus yang sering disebut Paulus. Itulah sebabnya Lukas menulis dari awal banget, dari awal bermula semuanya itu, dari Kelahiran Yohanes, karena kelahiran Yohanes erat kaitannya dengan Kelahiran Yesus Kristus.  Juga Lukas menyebutkan saksi-saksi mata yang ada di semua peristiwa yang terjadi.
Apakah usaha membebaskan Paulus dari penjara ini berhasil? Secara pasti kita tidak bisa katakan berhasil atau tidak. Tetapi bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa Paulus sempat dibebaskan dan Paulus meneruskan pelayanannya, ada yang mengatakan Paulus sempat sampai ke Spanyol. Namun kemudian Paulus kembali ditangkap dan dihukum mati, dipenggal kepalanya. Jadi usaha Lukas bisa dikatakan berhasil.

Buku Lukas ini juga bisa disebut Sejarah Kekristenan, terdiri dari dua bagian:  Bagian 1 dan Bagian 2. Bagian pertama kita menyebutnya Injil Lukas, bagian kedua kita menyebutnya Kisah para Rasul, lebih jauh lagi Para Ahli Perjanjian Baru memberikan nama Sejarah Satu untuk Injil Lukas dan Sejarah Dua untuk Kisah Para Rasul.

Sejarah Satu, Mencakup 33 tahun mulai dari kehidupan pribadi Yesus dari lahir sampai pada Pekerjaan Yesus mula-mula, perumpamaan, pengajaran, mujizat, dan peristiwa-peristiwa lainnya mengenai Yesus dari Nazareth termasuk juga penyiksaan, penyaliban Kristus sampai pada kebangitan dan ditutup dengan Kenaikan Yesus ke Sorga, sebagai penutup, terbentang dari kira-kira tahun ke 6-4 SM sampai tahun 30 atau 33 Masehi.

Sejarah Dua  dimulai dari Peristiwa turunnya Roh Kudus, kelahiran jemaat mula-mula, mayoritas adalah orang-orang Yahudi di Yerusalem pada tahun 33-34 Masehi, persekusi yang dilakukan oleh Saul terhadap jemaat mula-mula, sampai kemudian Saul bertobat, catatan Sejarah Dua Lukas bergerak terus berubah fokusnya kepada pekerjaan Paulus bersama teman-temannya sampai Paulus menjadi tahanan rumah di Roma. 
Di paruh akhir Sejarah Dua ini berlangsung jemaat sudah menyebar tidak hanya di Yerusalem saja, terakhir nanti orang-orang Kristen menyingkir dari Yerusalem karena Yerusalem di hancurkan dan banyak jemaat yang baru diluar Yerusalem.

Nah sementara ini karena pekerjaan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Rasul-rasul banyak jemaat baru terbentuk di masing-masing kota yang disinggahi oleh para rasul dan mereka mengabarkan Injil disana, karena Kisah para Rasul, sejarah Dua ditulis oleh Lukas dan dia mnyertai perjalanan Paulus maka bagian kedua dari Kisah Para Rasul banyak mencatat perjalanan Paulus, kota-kota mana yang disinggahi selama perjalanan, dan ditiap-tiap kota Paulus mengabarkan Injil dan terbentuklah komunitas-komunitas orang-orang percaya, di Galatia, Tesalonika, Korintus, Filipi, Koloese, Efesus. Dan walaupun meninggalkan kota satu untuk melayani kota lainnya Paulus tetap berkomunikasi dengan jemaat-jemaat tersebut, berkomunikasi melalui surat, maka kita mengenal surat Korintus, galatia, Efesus, Kolose, Filipi  Tesalonika, dan selain berkomunikasi dengan jemaat, Paulus juga berkomunikasi dengan para Leadernya secara personal, itulah sebabnya kita memiliki surat Timotius, Titus, Filemon. 
Nah karena peristiwa surat menyurat ini terjadi di era Paulus mengabarkan Injil dari kota-kota yang disurati tersebut maka Sejarah satu dan dua (terutama sejarah dua)  jadi pusat dari peristiwa sejarah ini, artinya ketika kita membaca surat-surat Paulus maka kita perlu memperhatikan apa yang Lukas tulis mengenai jemaat dimana Paulus mengirimkan suratnya, sehingga kita mengerti latar belakang mengapa Paulus berkirim surat.

Untuk kali ini, mari kita lihat Sejarah Satu dulu, Injil Lukas

Jika kita lihat isi dari Injil yang ditulis oleh Lukas kita menemukan ciri-ciri khusus yang ada pada Injil ini:

Injil untuk semua umat manusia, kasih karunia TUHAN bersifat universal.
Lukas emphasis karakter Yesus Kristus sebagai “Manusia” mudah tergerak dengan belas kasihan, bersimpati beremphaty dengan orang-orang yang dianggap rendah dan diasingkan dari kehidupan social, the outcast, murid-muridnya yang miskin, wanita yang berdosa, maria Magdalena, orang Samaria, pemungut pajak/cukai, orang-orang berdosa, pengemis, orang-orang sakit kusta, penjahat disebalah kanannya dan masih banyak lagi individu yang membuat Yesus Kristus tergerak berbelas kasihan.

Sebuah injil “saat teduh” Injil yang bersifat perenungan, karena didalamnya terdapat perumpamaan-perumpamaan tentang doa yang memerlukan devotion lebih lanjut yang harus kita pahami jika kita meluangkan waktu untuk bersaat teduh, perumpamaan teman di tengah malam, perumpamaan hakim dan janda, farisi dan pemungut cukai, juga di Lukas tercatat kebiasaan Yesus Kristus berdoa dan saat teduh pribadi, Yesus berdoa saat dibaptis, kebiasaan Yesus menyingkir berdoa di tempat yang sunyi sehingga tidak diganggu, Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih murid-murid utamaNya, berdoa di gunung Transfigurasi, Yesus berdoa setelah itu murid-murid minta diajarkan juga untuk berdoa kita kenal dengan doa Bapa Kami, Yesus berdoa untuk Petrus, Yesus berdoa di taman Gethesemane dan banya lagi peritiwa Lukas catat tentang Yesus yang selalu berdoa.

Injil yang diawal buku memiliki catatan pujian dan sukacita. Sebagian besar hymns diambul dari Injil Lukas, “the Ave Maria” diambil dari perkataan malaikat kepda Maria, “the Magnificat” diambil dari nyanyian Maria, “The Benedictus” diambil dari Nyanyian Zakaria, “Gloria in Excelsis” diambil dari nyanyian para Malaikat, “The Nunc Dimittis” diambil dari nyanyian Simeon”
Injil Lukas dikenal sebagai injil yang menaruh hormat kepada posisi Perempuan, dijaman dimana kultur selalul menempatkan pria di posisi utama, adanya tulisan yang memberi porsi dan mencatat peranan perempuan adalahsesuati yang luar biasa dan patut dicermati, tokoh perempuan banyak dijumpai di Injil Lukas dibanding injil lainnya, ada Maria bunda Yesus, Elizabeth mamanya Yohanes, Maria dan Martha saudara Lazarus, putri-putri Yerusalem, beberapa janda juga disebutkan di kitab Lukas.

Injil Lukas mencatat biography Yesus lebih lengkap dibanding catatan Injil laoinnya, ada lebih dari setengah materi Lukas tidak diketemukan di Injil lainnya, mujizat penangkapan ikan di awal pemanggilan murid-murid, membangkitkan kembali anak seorang janda, menyembuhkan 10 orang kusta, Malkus disembuhkan dan telinganya tersambung kembali, injil lain mencatat persitiwa pemotongan telinga hamba imam agung ini, hanya Lukas yang mencatat bahwa Malkus mendapatkan telinganya kembali, Yohanes yang mencatat nama orang ini. Ada banyak Perumpamaan yang hanya diketemukan di Lukas saja, naahhh coba cari apa saja perumpamaan itu… selain itu Lukas juga mencatat hal-hal lain dalam kehidupan yesus yang kita tidak jumpai di catatan injil yang lainnya, sehingga benarlah dikatakan bahwa injil Lukas merupakan Injil yang memuat biography Yesus paling lengkap dibanding catatan Injil lainnya.

Injil Lukas bisa kita bagi sebagai berikut


  • Introduksi, pasal 1 – pasal 4:13, Kelahiran Yesus, Baptisan Yesus sampai pencobaan di gurun

  • Masa awal Pelayanan terbuka, terutama di sekitar Galilea, Pasal 4:14 – pasal 9:50

  • Journey ke Yerusalem, melewati samaria, Perea dan melakukan banyak pelayanan di daerah Perea pasal 9:51 – pasal 19:28

  • Hari-hari terakhir, termasuk didalamnya Passion week atau Minggu sengsara, dan peristiwa penyaliban, Pasal 19:29 – pasal 23:55

  • Peristiwa Kebangkitan Kristus dan peristiwa-peristiwa lain yang menyertai sekitar kebangkitan Kristus sampai  Kenaikan Yesus ke Sorga pasal 24


Demikianlah catatan Lukas yang kemudian kita kenal sebagai Injil Lukas, penuh dengan informasi penting yang membuat pembaca yang dituju mengerti bahkan pembaca-pembaca berikutnya pun dibuat paham apa saja yang terjadi  saat itu adalah pusatnya dunia, semua mata tertuju pada apa yang terjadi di Roma.

Tidak mustahil bahwa apa yang terjadi pada Paulus juga menjadi perhatian dunia, dan apa yang ditulis oleh Lukas bisa menyebar lebih luas lingkupnya… Tuhan memang luar biasa! Saya yakin bahwa Lukas tidak pernah menyangka pada saat dia menulis kedua bukunya tersebut akan dibaca oleh banyak orang dan menyebar kemana saja, dan tidak lekang oleh jaman.

Bagian kita adalah kerjakan yang kita mampu sesuai strength dan passion kita masing-masing, Tuhan yang akan lipat gandakan semua itu. Bersahabat dengan seorang Communicator Preacher Ulung, Saul dari Tarsus tidak membuat Lukas menjadi preacher juga, dia tahu strength dan passionnya itulah yang Lukas lakukan, menulis, mencatat dengan teliti, details dan chronological, seolah-olah pada saat kita membaca Injil Lukas, kita berada disana.

Sekali lagi kita lihat bagaimana Strength and Passion bergerak dan bekerja dan TUHAN pakai semuanya itu untuk kemuliaanNya dan berkontribusi membangun Kerajaan Allah di Bumi

Lukas mendapatkan hadiah yang istimewa yakni Yesus Kristus lewat pergaulannya dengan Paulus, hidup baru yang Tuhan berikan dia pakai untuk menolong sahabatnya Paulus dan dengan sendirinya Berita Keselamatan tersebar. Berita keselamatan untuk semua orang tidak hanya Yahudi, Yunani atau Romawi tetapi seluruh bumi.

 Thank you for following, questions and comments are always welcome!

Tuesday, January 16, 2018

BAPTISAN AIR




Baptisan Air adalah topic sangat dasar dalam kehidupan Kekristenan. Menjadi pertanyaan bertahun-tahun, apakah orang percaya harus dibaptis? Apakah baptis selam? Ataukah baptis percik? Mana yang benar? Dan lain sebagainya, yang semuanya itu bersumber dari teologia dan doktrin dari masing-masing gereja atau denominasi.

Tulisan ini adalah tentang baptisan air yang merupakan materi pengajaran yang saya berikan di kelas pemuridan yang diadakan di gereja lokal tempat saya komit untuk tertanam dan berbuah disana. Saya menulis dan mengajar berdasar doktrin gereja local tersebut yang bersumber dari kebenaran Firman Tuhan.

  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." (Mat 7:24-27)

Sumbernya adalah pengajaran dan teladan Yesus Kristus, kita cari tahu, kita pelajari, kita selidiki dan kita mengerti dan kemudian kita lakukan. Agar dasar iman kita kuat.

Demikian juga dengan baptisan air, ada pelbagai pendapat dan doktrin, untuk itulah kita perlu kembali kepada kebenaran Firman Tuhan, apa sejatinya yang Firman Tuhan katakan tentang Baptisan Air.

Membaca Alkitab, Belajar Alkitab, mencari kebenaran adalah salah satu dari sekian hal yang harus kita lakukan untuk mengenal TUHAN, build relationship dengan TUHAN. 

INTIMACY WITHOUT KNOWLEDGE IS SHALLOW KNOWLEDGE WITHOUT INTIMACY IS COLD
KEINTIMAN  TANPA PENGETAHUAN  ADALAH DANGKAL  PENGETAHUAN TANPA  KEINTIMAN , DINGIN

Doktrin membantu kita mengenal TUHAN yang kita percayai, doktrin membantu kita membangun hubungan dengan TUHAN.

DOCTRINE CAN NEVER TAKE PLACE OF JESUS HIMSELF,
BUT WE CAN’T KNOW HIM AND RELATE TO HIM IN RIGHT WAY WITHOUT DOCTRINE

Setelah terima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, langkah selanjutnya apa? Jika seperti criminal yang disalib barengan Yesus di Golgota 2000an tahun lalu enak langsung pindah dari Bumi ke Firdaus, lha ini kita masih di Bumi.


Nah pertanyaan ini diajukan kepada rasul Petrus oleh orang-orang yang baru percaya. Setelah ini apa?

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Act 2:37-38)


Bertobat, dan dibaptis dan meneruskan hidup ini, kehidupan yang baru, karena kita ciptaan baru didalam KRISTUS untuk melakukan pekerjaan baik.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Eph 2:1-10)

Kita diselamatkan  dalam belas kasihan oleh kasih karunia
karena iman untuk melakukan pekerjaan yang baik

Jadi setelah mengaku dan menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat kita memberikan diri kita dibaptis.
Jadi jelas baptisan tidak menyelamatkan, karena kita selamat karena Kasih Karunia, karena pemberian, yang kita terima lewat iman kepada Yesus Kristus.

Is it possible for unbaptized believer to be saved?  YES definitely
Should every believer be baptized?  YES definitely
Max Lucado


BAPTISAN ADALAH IMAN DALAM TINDAKAN
Jika dalam Perjanjian Lama, tindakan-tindakan fisik, tindakan-tindakan jasmani mendahului hal-hal yang rohani, di Perjanjian Baru banyak sekali hal-hal rohani yang mendahului tindakan-tindakan fisik. Contohnya Kemah Tabernakel, ibadah-ibadah atau tata cara pengorbanan ditunjukan untuk hal-hal rohani yakni penebusan salah, rekonsiliasi dengan Tuhan. Di Perjanjian baru, kita sudah percaya terlebih dahulu dan bertobat baru kemudian diikuti dengan langkah fisik yakni baptisan. Kita percaya tubuh dan darah Yesus dalam air anggur dan roti perjamuan, kemudian tindakan kita adalah ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, makan roti dan minum air anggur tersebut. Pada saat kita memuji TUHAN ada tindakan fisik saat kita tergerak mengangkat tangan, pada saat itu ada sebuah aksi di dunia rohani yang juga terjadi, seringkali tanpa kita sadari saat kita mengangkat tangan ke langit saat kita berbeban berat, kita merasakan beban itu tidak lagi terasa berat, karena apa ? karena dalam alam rohani TUHAN terlebih dahulu bekerja.

Matius 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan,

Memberi diri dibaptis adalah sebuah respon karena kita bertobat dengan percaya dan mengakui dan menerima bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN dan Raja.

Dalam sakramen baptisan ada beberapa hal yang sering menjadi concern dan kadang diperdebatkan, mana baptisan yang benar, dari tempatnya, siapa yang berhak membaptis, dan bagaimana proses baptis dilakukan, ada tata cara apa sebelumnya, bagian mana sajakah yang perlu kena air.. nah sekarang mari kita lihat kebenaran Alkitab, apa yang Alkitab katakan tentang baptisan dan silahkan memutuskan, mengambil konklusi apa yang anda lakukan setelah ini

Mari menuju Sungai Yordan
Baptisan pertama disebut di Matius 3, munculnya Yohanes Pembaptis dihadapan public

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.  


Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.  (Mat 3:1-6)

Mereka mengaku dosa, kemudian dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
Kita menemukan apa yang harus dilakukan sebelum dibaptis yakni bertobat mengaku dosa, yang membaptis bernama Yohanes dan tempatnya di sungai, dimana air berlimpah.

Ada kejadian yang menarik di pinggiran Yordan ini, perhatikan

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. (Mat 3:7-8)

Orang-orang Farisi dan Saduki minta dibaptis oleh Yohanes tetapi tanpa melalui pertobatan. Jadi mereka datang hanya ikut-ikutan keramaian saja.

Jadi motivasi penting, dan yang tahu adalah anda dan TUHAN saja, sia-sia datang ke menceburkan diri ke air tanpa motivasi dan niat bertobat, tak akan ada yang terjadi, yang ada hanyalah main air saja. Jadi sekali lagi datanglah ke kelas baptisan, dan kolam baptisan dengan motivasi yang benar.

Beralih yukk ke  Yerusalem

Mengambil setting di hari raya pentakosta dan bertepatan dengan turunnya Roh Kudus, Petrus berkotbah dengan lantang dan hasilnya banyak orang bertobat

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (Act 2:38-41)

Dari catatan dokter Lukas ini kita kembali melihat pola, yang dilakukan sebelum dibaptis adaah bertobat dan meminta ampunan dosa. Kemudian kita juga melihat yang membaptis bukan Yohanes pembaptis tetapi murid-murid Yesus, dalam dugaan saya adalah 120 orang murid yang berkumpul di Upper Room pada saat itu melayani 3000 orang di Yerusalem, luar biasssaa. Tempat baptisan di Yerusalem bukan di Sungai Yordan.

Di catatan Injil Yohanes, murid-murid Yesus pun sudah membaptis orang sebelum ini

Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. (Joh 3:22)

Yohanes Pembaptis juga membaptis di tempat lain

Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, (Joh 3:23)

Jadi, siapa yang membaptis bukanlah persoalan, asalkan dia telah menjadi Murid TUHAN, kemudian tempat baptisan juga bisa dimana saja, selama ada banyak air. Asalkan mereka bertobat, mengaku dosa dan percaya akan berita Yesus Kristus.


Dua lagi kita lihat peristiwa baptisan

Agak jauhan dikit kita ke Samaria

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. (Act 8:12-14)

Ini adalah murid-murid baru, diluar dari para rasul-rasul, Filipus adalah satu dari tujuh orang yang dipilih untuk membantu tugas rasul-rasul

dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.  (Act 6:4-7)

Dari catatan dokter Lukas kembali kita mendapatkan bahwa tempat dibaptis tidak jadi persoalan, siapa yang membaptis juga bukan persoalan, selama dia adalah Murid Tuhan dan juga kita lihat disini ada penunjukan dari council para rasul kepada Philipus

Satu lagi kita akan lihat peristiwa baptisan di tempat yang tidak umum dan waktu yang tidak biasa

Yuuk ke Jalur Gaza

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.  (Act 8:26-27)

Yang terjadi kemudian terjadi pembicaraan antara Philipus dan orang Ethiopia ini dan Philipus bersaksi tentang Yesus Kristus

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. (Act 8:35-38)

Nah menarik, persitiwa yang spontan di pinngir jalan, terjadi pertobatan dan kemudian orang Ethiopia pun minta untuk dibaptis, kita lihat polanya adalah Percaya dan menerima YESUS Kristus sebagai TUHAN, dan kemudian cari tempat yang ada air cukup banyak. Siapa yang membaptis bukan persoalan, tidak harus Yohanes Pembaptis, atauRasul-rasul, tetapi yang ditunjuk oleh rasul-rasul pun bisa membaptis.

PROSESNYA :  PERCAYA  BERTOBAT  MOHON AMPUN DAN MEMBERI DIRI/SUKARELA
Mar 16:16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Sekarang kita ke bagian berikutnya, bagaimana cara membaptis?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita lihat dulu kata baptis itu sendiri berarti apa dan bagaimana penerapannya baptis saat Yohanes, para rasul dan murid-murid lakukan. kata baptis adalah bahasa Yunani:

Βαπτίζω

baptízō;  baptísō, from báptō (G911), to dip. Immerse, submerge for a religious purpose, to overwhelm, saturate, baptize ,

baptism is the momentary submerging of the whole body in water, menyelamkan seluruh tubuh kedalam air untuk beberapa waktu. Dicelupkan atau ditenggelamkan untuk kemudian diangkat kembali.

Artinya seluruh anggota tubuh harus masuk kedalam air, diselamkan. Inilah yang para murid lakukan yang dcatat oleh para penulis alkitab, melakukan baptisan sesuai dengan yang alkitab katakan adalah ditenggelankan atau diselam.

Selain dari arti katanya kita lihat juga dari bukti peristiwa yang ada, di peristiwa baptisan diatas:


Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Mat 3:16

Artinya Yesus masuk kedalam air, tidak sekedar masuk ke sungai

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.  KISAH 8:39

Keduanya turun kedalam air, jika hanya diperlukan sedikit air untuk membasuh misalnya, tidak perlu sampai harus keduanya turun kedalam air.

So what do you think?

BAPTISAN adalah sebah tindakan penundukkan diri, submission


Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)

Sakramen baptisan adalah perintah TUHAN. Ada didalam Amaanat Agung mengabarkan Injil Kerajaan.

dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.  (2 Thesalonika 1:8)


ORANG ORANG KUDUS TUHAN  HARUS MEMBERI DIRI  DIBAPTIS DENGAN AIR
KARENA  PERINTAH TUHAN  BUKAN KARENA PERINTAH  GEREJA


Ketika TUHAN memberi perintah pasti ada tujuannya, berikut adalah tujuan baptisan bagi kita:


  • Menjadi satu dengan kematian Yesus supaya kita menjadi satu pula dengan kebangkitan-Nya.

Rom 6:3-5

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian , supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

KITA MUNGKIN TIDAK  SEMUA AKAN MATI  MENJADI MARTYR

TETAPI KITA  MEMATIKAN DIRI SENDIRI, MEMATIKAN DUNIA KITA,

MEMATIKAN RENCANA-RENCANA KITA DAN AMBISI KITA.

ITULAH BAPTISAN!

MATI BERSAMA-SAMA KRISTUS DAN BANGKIT LAGI

DENGAN HIDUP YANG BARU

PRIBADI YANG DIPERBAHARUI

DUNIA YANG BARU

RENCANA-RENCANA YANG BARU

SEMANGAT BARU

KEHIDUPAN YANG BARU


  • Penanggalan tubuh yang berdosa.

Kol 2:11-12

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan didalam Dia  kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.



BAPTISAN ADALAH   PENGUBURAN KEHIDUPAN LAMA KITA
PERPISAHAN  HIDUP YANG  LAMA  MENYONGSONG  HIDUP  YANG BARU
SAAT  TERIMA  YESUS  KEHIDUPAN LAMA KITA MATI MENJADI MANUSIA BARU

Karena bersatu dengan Kristus, kalian sudah disunat, bukan dengan sunat yang dibuat oleh manusia, melainkan dengan sunat yang dibuat oleh Kristus, yang membebaskan kalian dari kuasa tabiat yang berdosa.
Sebab pada waktu kalian dibaptis, kalian dikubur bersama-sama Kristus; dan dengan baptisan itu juga, kalian turut dihidupkan kembali bersama-sama Kristus karena kalian percaya akan kuasa Allah yang sudah menghidupkan Kristus dari kematian.  Kolose 2:11-12

  • Untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah.
Juga kamu yang sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan –maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah- oleh kebangkitan Yesus Kristus.   ITB                                                           
Nah, kejadian itu merupakan kiasan dari baptisan yang sekarang ini menyelamatkan kalian. Baptisan ini bukanlah suatu upacara membersihkan badan dari semua yang kotor-kotor, melainkan merupakan janjimu kepada Allah dari hati nurani yang baik. Baptisan itu menyelamatkan kalian karena Yesus Kristus sudah hidup kembali dari kematian, 1Peter 3:21 BIMK

Hati nurani adalah element penting itulah sebabnya TUHAN perlu memberikan hati nurani yang baik, a clean conscience

Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu. (BIS) (Amsal 4:23)

BAPTISM IS MIRACLE
WASH OUR CONSCIENCE CLEAN

Your move now my friends!

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus

Saya akan tutup dengan quote dari Max Lucado


INDEED, BAPTISM IS A VOW,

A SACRED VOW OF THE BELIEVER

TO FOLLOW CHRIST

JUST AS A WEDDING

CELEBRATES THE FUSION

OF TWO HEARTS,

BAPTISM CELEBRATES

THE UNION OF SINNER WITH  SAVIOR

  
TUHAN YESUS MEMBERKATI
@peterskriss