Showing posts with label tips baca alkitab. Show all posts
Showing posts with label tips baca alkitab. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

INJIL YOHANES



Yohanes

Saya memilih Injil Yohanes sebagai yang terakhir dibaca setelah Markus, Matius, Lukas dan Kisah Para Rasul, karena Injil yang ditulis oleh  Rasul Yohanes ini memang  sedikit berbeda dari ketiga Injil lainnya, Yohanes mengambil angle yang berbeda, itulah sebabnya Injil Yohanes tidak dimasukkan dalam Injil synoptic. Siapa sebenarnya Yohanes yang menulis nya ini sehingga pendekatannya dalam menceritakan tentang Yesus Kristus berbeda dengan yang lainnya. Untuk tahu bagaimana kita handle Yohanes dengan baik, kita perlu mengenal lebih dekat dengan penulisnya.

Siapa Yohanes ini?

Sebelum dipanggil menjadi murid  Yesus, Yohanes adalah seorang penangkap ikan, seorang nelayan dan juga sekaligus penjual ikan retail, diceritakan Yohanes mempunyai retail bisnis ikan di Yerusalem, dia menjual ikan-ikan yang ditangkapnya ke Yerusalem. Yohanes adalah sepupu Yesus, dan saudaranya Yakobus. Mereka berdua Yohanes dan Yakobus dua bersaudara  anak anak Zebedeuz yang oleh Markus disebut sebagai Boanerges artinya anak-anak guruh. Paling tidak ada 5 atau 7 dari 12 murid Yesus yang ada hubungan persaudaraan dengan Yesus. Meskipun demikian dua saudara Yesus Yudas dan Yakobus masih bersikap skeptic tentang Yesus baru setelah kebangkitan mereka menjadi percaya dan bahkan tulisan surat keduanya masuk dalam kanonisasi Perjanjian Baru. Yohanes menyebut dirinya murid yang paling dikasihi tidak berlebihan, karena Yohanes  memang dekat dengan Yesus, kedekatan ini terbukti di bukit Golgotha, saat Yesus meminta Yohanes untuk memperhatikan ibunya (Maria). Kedekatan Yohanes dengan Yesus tidak hanya karena bersaudara sebagai sepupu saja. Yohanes juga merupakan bagian dari “inner circle” nya Yesus, bersama-sama dengan Yakobus dan Petrus. Dalam peristiwa-peristiwa penting Yesus selalu membawa ketiga orang ini. Di “Last Supper” Perjamuan Terakhir, bukti juga bahwa Yohanes dekat dengan Yesus, dia duduk disamping Yesus. 

Yohanes merupakan Rasul paling akhir yang bertahan, pun dia menulis Injil ini paling akhir, saat usianya sudah sepuh.  Dengan hikmat seorang tua, kebijakan seorang yang lanjut kenyang dengan pengalaman iman sekaligus saksi semua peristiwa, Yohanes membagikan refleksi tentang Yesus yang sangat unik. Yohanes juga mencatat kisah tentang Petrus yang tahu bahwa sama seperti Yesus dia akan mati disalibkan, lalu Petrus bertanya, kalau Yohanes bagaimana dia akan mati, Yesus jawab bahwa itu bukan urusan Petrus, lalu Yesus melanjutkan, bahwa jika Ia mau supaya Yohanes tetap hidup sampai Yesus kembali datang itu semua terserah pada Yesus. Sejak hari itu beredarlah rumor bahwa Yesus akan kembali sebelum Yohanes mati, nyatanya bukan itu yang Yesus katakan, benar kan? Itulah rumor, gossip selalu beda dengan fakta yang ada. Yohanes juga menjelaskna hal ini di bagian akhir Injil yang dia tulis. Nah dengan melihat keseluruhan siapa Yohanes ini sesungguhnya, kita paham dan sadar bahwa kita berhadapan dengan harta karun yang sangat luar biasa.

Yohanes juga menjelaskan maksud dia menulis Injil ini, di bagian terakhir tulisannya dia menjelaskan. Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.  (Johanes 20:30-31)

Ini sangat menarik, karena para teolog menyebutkan bahwa Yohanes mengatakan bahwa Injil ini ditulis untuk orang-orang yang sudah percaya. Jadi logikanya ditulis untuk orang-orang percaya supaya mereka percaya? Menarik bukan?

Itulah sebabnya ketika menyusun membaca Alkitab dari buku ke buku, ketika memulai dari Injil saya menyarankan apapun yang anda mulai entah Matius atau Markus, Yohanes lebih baik ditaruh di belakang, dibaca paling akhir. Membaca Yohanes haruslah orang-orang yang sudah mengetahui tentang Yesus. Buku Injil Yohanes ini ditulis untuk mature Christian, orang-orang Kristen yang dewasa.  

Dengan melihat tujuan Yohanes menulis injil ini, kita jadi mengerti mengapa Yohanes menyusun nya sedemikian rupa. Yohanes menyeleksi peristiwa-persitiwa, mujizat demi mujizat memilihnya, menyusunnya, termasuk juga perkataan-perkataan Yesus secara detail, pilihan kata-kata yang teliti, sehingga pembacanya benar-benar paham dan mengerti dan percaya.

Jadi tentang apa yang dilakukan Yesus, tentang apa yang dikatakan Yesus, tentang apa yang diajarkan Yesus semua ditulis. Tentang siapa Yesus sebenarnya, kebenaran tentang Yesus Kristus, tentang iman, tentang Hidup Kekal, Yohanes mencatatnya.

Di Injil Markus seperti pernah saya singgung tidak mencantumkan daftar silsilah, karena siapa yang peduli dengan silisilah hamba. Yohanes sekilas tidak memasukkan silsilah, namun nyatanya ada. 

Perhatikan Yohanes menulis kepada orang-orang supaya mereka percaya bahawa Yesus Kristus adalah Anak Allah, Mesias, Yohanes memulai nya dengan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… “   

Di ayat 14 Yohanes melanjutkan : Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Johanes 1:14)
Inilah silsilah Yesus Kristus, asal usulnya, silsilahnya. Dahsyat!!! Keren !!!

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Joh 1:11-12) Orang-orang yang PERCAYA dalam NamaNYA

Jika ada pendapat mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan tentang keilahiannya, ketuhanannya, mereka salah. Dengan sangat jelas Yesus mengatakan dan Yohanes mencatatnya. Perhatikan Yohanes 8:58, setelah Yesus berbicara orang-orang marah dan mau melempari Yesus dengan batu sampai mati. Mengapa mereka marah? Apa sebabnya? Sebaiknya anda baca dengan hati-hati dan teliti Kitab Yohanes ini, bahkan mungkin tidak cukup hanya sekali, dan saran saya; buatlah catatan atas hal-hal yang anda tidak mengerti dan juga yang anda mengerti sekalipun.

Dibanding dengan Matius Markus Lukas, Injil yang ditulis oleh Yohanes ini lebih dalam dan dibandingkan dengan 65 buku lainnya dalam Alkitab, Injil Yohanes bisa dikatakan buku yang paling spiritual. Yesus memberikan banyak pewahyuan tentang diriNya disini ada banyak atribut Yesus bisa saudara temukan di Injil Yohanes, tentang persoanlitanya, tentang keilahiannya. Jika saudara ingin belajar dan mengenal pribadi Roh Kudus injil Yohanes adalah tempat yang tepat untuk memulainya. Sifat ke”bapa”an Tuhan juga banyak dinyatakan disini, Yesus memanggil Tuhan sebagai Bapa banyak dicatat oleh Yohanes.  Tuhan adalah Bapa Rohani, Tuhan adalah Bapa Pemberi Kehidupan, Bapa adalah Kabar yang dinyatakan, Bapa terlebih besar dari semuanya, Pekerjaan Bapa, Bapa yang Kekal, Tuhan adalah Bapa yang tinggal didalam kita, Bapa yang Kudus, Bapa yang adil, dan masih banyak lagi.

Satu lagi yang paling  membedakan Injil Yohanes dengan 3 yang lainnya adalah Yohanes memberikan porsi yang besar pada hari-hari terakhir kehidupan Yesus Kristus baik apa yang dikatakanNya ataupun yang dilakukanNya. Kotbah-kotbah, pengajaran dan percakapan Yesus yang hanya ada di Injil Yohanes; percakapan dengan Nicodemus, Percakapan dengan perempuan Samaria, kotbah di Perayaan Hari Pondok Daun atau Feast of Tabernacles, perumpamaan gembala yang baik, pengajaran-pengajaran khusus buat murid-muridNya,  kata-kata penghiburan dan doa syafaat buat murid-muridNya, menampakkan diri di Danau Galilea dan beberapa peristiwa lainnya.

Yohanes mencatat ada 8 mujizat yang dilakukannya untuk membuktikan keilahiannNya, diluar mujizat kebangkitanNya. Enam diantaranya hanya tercatat di injil Yohanes saja, tidak ditemukan di tulisan ketiga penulis Injil lainnya, apa sajakah itu? Yohanes juga mencatat pengakuan Yesus, apa yang Yesus katakan tentang diriNya sendiri..

Yuuk kita baca dan cari terus beri tanda di Alkitab saudara, agar tidak lupa.
Setelah anda merangkum, tulisan berikutnya saya akan share tentang mujizat dan pengakuan Yesus ini, menarik karena ini lah maksud tujuan Yohanes menulis Injil ini.

Bagaimana cara membaca Injil Yohanes ini seandainya kita ingim membagi-baginya supaya enak dibaca jika belum sanggup baca sekaligus?

Injil Yohanes ini bisa dibagi menjadi lima bagian

  1.  Pendahuluan, Firman yang menjadi manusia pasal 1:1-18
  2. Keilahian Yesus Kristus, pasal 1:19-12:50
  3. Pengajaran khusus buat murid-murid Yesus, pasal 13-17  
  4. Penghinaan dan Kemenangan atas kematian, pasal 18-20 
  5. Penutup, pasal 21:1-28


Terakhir, jika Saudara amati  setiap pasal dari Injil Yohanes menyiratkan potret dari Yesus Kristus
  •  Anak Allah, pasal 1 
  •  Anak Manusia, pasal 2 
  •  Rabbi, pasal3
  • Pemenang Jiwa, pasal 4   
  • Tabib yang hebat, pasal 5
  • Roti Hidup, pasal 6
  • Air Hidup pasal 7
  • Pembela yang Lemah pasal 8
  • Terang Dunia, pasal 9
  • Gembala yang Baik, pasal 10
  • Pemberi Kehidupan, pasal 11
  • Raja, pasal 12
  • Hamba, pasal 13
  • Penasehat, pasal 14
  • Pokok Anggur yang benar, pasal 15
  • Pemberi Roh Kudus pasal 16
  • Pendoa syafaat, pasal 17
  • Hamba yang menderita, pasal 18
  • Juru Selamat yang ditinggikan pasal 19
  • Yang mengaalahkan Kematian, pasal 20
  • Pemulih pasal 21

Itulah ringkasan singkat tentang injil Yohanes, semoga bisa membantu saudara mendapatkan gambaran besarnya dan memudahkan untuk mengerti Injil ini

Yukk bacaaa

Monday, January 22, 2018

LUKAS



Injil yang ditulis oleh Lukas adalah yang paling lengkap narasinya. Lebih dari 20 mujizat dilaporkannya, 7 diantaranya hanya tercatat di Lukas saja, tidak diketemukan di tulisan Injil lainnya. 23 perumpamaan dicatat oleh Lukas, 18 diantaranya hanya terdapat di injil yang ditulis Lukas saja. Sangat mendetail dan teratur, sengaja disusun sedemikian rupa, kalau kita melihatnya sungguh mengesankan apa yang ditulis oleh Lukas, misal di 3 pasal pertama Lukas menulis serba dua. Dua buah pemberitahuan, dua orang calon ibu yang terpilih, dua kelahiran yang dinantikan; Yohanes pembaptis dan Yesus Kristus tentunya.

Mari kita mengenal Lukas terlebih dahulu sebelum melihat karyanya, mengapa dia menulis dua buku ini, kepada siapa ditujukan dan bagaimana kita membacanya dengan baik, sebagai modal untuk memahami kedua karyanya tersebut.

Lukas bukan orang Yahudi dia adalah penduduk Antiochia di Syria, aslinya Loukas, dalam bahasa Inggris jadi Luke. Antiochia pada saat itu merupakan Paris nya dunia saat itu. Anda pasti ingat bahwa Antiochia adalah Gereja non Yahudi pertama yang didirikan, komunitas murid-murid Yesus diluar Yerusalem Galilea Yudea. Disinilah di kota inilah murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut KRISTEN  oleh orang-orang, karena murid-murid ini mengikuti Kristus Yesus. Lukas menulis dua buku, Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dan dia menulis sebagai orang non Yahudi yang melaporkan  bagaimana injil tersebar dari Yerusalem sampai Roma. Lukas menjadi percaya kepda Yesus Kristus karena pelayanan yang dilakukan oleh Paulus dari Tarsus.
Sebagai non Yahudi dan tulisannya tersebut ditujukan untuk pembaca bukan Yahudi, dia mengerti bahwa pembacanya akan kesulitan memahami budaya atau bahasa Ibrani.  Sehingga kita temukan  Lukas menghindari kosa kata khas Yahudi yang sering kita jumpai di Markus ataupun Matius, seperti Rabbi atau Abba tidak kita jumpai di Lukas. Lukas akan mencari padanan kata dalam bahasa Yunani nya supaya pembacanya mengerti. Kedua buku nya ini ditujukan kepada seorang yang bernama Theophilus 

Lukas dikenal sebagai seorang dokter atau tabib, rasul Paulus menyebutnya sebagai Tabib Lukas yang terkasih dalam suratnya untuk jemaat di Kolose.  Pengetahuan kan pengobatan modern telah berkembang selama 400 tahun dan sebagai seorang dokter tentunya Lukas mendapatkan pengetahuan dan pelatihan yang sangat cermat. Profesi dokter membutuhkan individu yang cermat, observant, berpikir analytic dan hati-hati. Skill ini Lukas pakai dalam menyusun Injil dan Kisah Para Rasul. Wow menarik bukan? Bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan semua hal yang kita lewati sepanjang hidup kita. Kemudian yang membuat lebih menarik adalah laporan-laporan mujizat yang ditulis Lukas itu bertolak belakang dengan latar belakang medis yang Lukas miliki namun dia tetap menulisnya, misal  kelahiran Yesus ditulis dari sudut pandang Maria. Seorang yang terlatih untuk berpikir logis dan details namun menyampaikan peristiwa seperti ini menjadikan peristiwa ini benar adanya dan Lukas percaya. Hal detail lainnya yang berkenaan dengan dunia medis dilaporkan oleh Lukas dengan lengkap. Markus menyebut mertua Petrus sakit demam, Lukas menyebutnya demam tinggi. Dari semua mujizzat yang lukas laporkan mujizat kesembuhan banyak dia tulis, ada 5. Tuhan memakai seorang dokter untuk memberitakan karya supranatural.

Lukas juga dikenal sebagai sejarawan, oleh sebab itulah tulisannya sangat mendetail, pemilihan susunan kata yang tepat mampu menangkap apa yang terjadi disana pada saat itu, sehingga pembacanya mampu memahaminya. Lewat Injil Lukas kita mendapatkan sumber akurat tentang apa yang dikatakan Yesus dan apa yang dilakukan Yesus semasa hidupNya di bumi ini. Memang inilah yang menjadi tujuan utamanya, tapi dari sana juga kabar sukacita tentang Keselamatan ikut terberitakan lewat tulisan Dokter Lukas ini.

Lukas juga dikenal sebagai Penjelalah/Traveller, berpengalaman dan berpengetahuan luas tentang tempat-tempat yang disinggahinya. Semisal dalam menyebut Galilea, sementara penulis lainnya menyebutnya sebagai laut, Lukas menyebutnya sebagai danau. Perjumpaannya dengan Paulus semakin membawanya jauh menjelajahi kota-kota yang dituju Paulus, ya benar. Lukas adalah teman seperjalanan Paulus. Saat anda membaca Kisah para Rasul nanti, jika ada kata “kami” itu berarti ada Lukas bersama-sama dengan Paulus. Lukas menyertai perjalanan Paulus dari Troas ke Filipi, Filipi ke Jerusalem, dari Kaisarea ke Roma. Bisa jadi Paulus menginginkan Lukas mentertainya karena Paulus membutuhkan dokter dalam perjalanan untuk merawat dirinya. Paulus dipenjarakan selama 2 tahun di masing-masing 2 tempat Kaisarea, bisa jadi di waktu-waktu inilah Lukas menuliskan karyanya.Karena dia punya cukup waktu untuk interview Paulus dan menggabungkan dengan fakta-fakta yang Lukas dapat saat dia ke Yerusalem menyertai Paulus.

Lukas adalah seorang penulis, Lukas menulis Injil ini dan Kisah para Rasul layaknya penulis terdidik dari Yunani karyanya tidak kalah dengan tulisan sejarawan-sejarawan sekuler lainnya dari Yunani ataupun Roma. Jika anda perhatikan laporannya tentang kapal karam yang ditumpanginya di Malta itu diakui sebagai hasil karya kuno yang luar biasa sangat mendetail dan kaya. Dua karyanya ini memiliki kosa kata yang bagus, gaya penulisan yang excellent, mampu menarik minat baca dari orang-oang yang membacanya untuk terus membaca dan membaca sampai habis. Lukas mempunyai banyak bahan untuk ditulis tetapi dia terlatih untuk cermat dan hati-hati itulah sebabnya dia tahu bagian mana yang akan dimasukkan dalam tulisannya dan bagian mana yang ditinggalkan. Itulah strengthnya, kekuatannya. Meski bergaul dengan Paulus, tidak membuatnya serta merta menjadi Pengkotbah atau pembicara atau guru atau ketua jemaat, tetapi dia memilih untuk menuliskannya. Dan pasti Lukas tidak pernah menduga bahwa apa yang ditulisnya terus bergema dari masa ke masa dan membawa orang mengenal sang Juru Selamat. Bagaimana dengan anda?

Lukas adalah Penginjil, yes akhirnya kita juga menyebut Lukas seorang penginjil. Meski seperti tertulis diatas Tuhan memakai penanya sebagai alat untuk memberitakan Injil daripada memakai mulutnya untuk berbicara dan memberitakan. Tema yang yang menyambung Lukas dan Kisah para rasul adalah kata keselamatan, apalagi sebagai orang non Yahudi tulisan Lukas sangat penting, dia menuliskan keselamatan untuk semua mahluk!  Dia mencatat perkataan Yohane pembaptis yang diambil dari perkataan nabi Yesaya , Lukas 3:6. Bahkan di kisah para Rasul, Lukas mencatat dengan jelas, keselamaatan hanya ada didalam nama Yesus saja, Kisah Para rasul 4:12.


Ditujukan buat siapa Lukas menulis? Lihat pasal 1  ayat 4

Tanpa susah-susah kita langsung bisa tahu untuk siapa Lukas menulis dua volume bukunya ini. Lukas menaruhnya disana. Kedua buku ini ditujukan kepada seseorang yang bernama Theophilus, yang jika kita terjemahkan berarti “sahabat Tuhan” dari kata Theo dan Phillia. Siapakah orang ini? ahli-ahli teologi mempunyai dua pendapat yang berbeda tentang sosok Theophilus ini.

Pendapat yang pertama mengatakan bahwa Theophilus ini adalah sosok fiksi, jadi bukan orang nyata. Lukas menuliskan kepada semua orang yang mengaku atau menjadi “sahabatnya Tuhan” atau kekasihnya Tuhan. Ya buat, jemaat Tuhan pada saat itu yang tersebar di kota-kota yang dikunjungi Paulus dan juga  akhirnya kita semua orang-orang percaya yang mengasihi Tuhan.

Pendapat kedua mengatakan memang benar ada seseorang yang bernama Theophilus dan tujuan Lukas menulis ini untuk membantu Paulus supaya keluar dari penjara. Nah bapak Theo ini adalah seorang pengacara. Dulu dan sekarang sama saja, dalam proses hukum seorang pengacra atau pembela memerlukan data-data dan bukti untuk membela kliennya. Berkenaan dengan Paulus, Theophilus memerlukan semua bukti yang ada, apa yang sebenarnya diajarkan Paulus, siapa pribadi Yesus yang sering disebut Paulus. Itulah sebabnya Lukas menulis dari awal banget, dari awal bermula semuanya itu, dari Kelahiran Yohanes, karena kelahiran Yohanes erat kaitannya dengan Kelahiran Yesus Kristus.  Juga Lukas menyebutkan saksi-saksi mata yang ada di semua peristiwa yang terjadi.
Apakah usaha membebaskan Paulus dari penjara ini berhasil? Secara pasti kita tidak bisa katakan berhasil atau tidak. Tetapi bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa Paulus sempat dibebaskan dan Paulus meneruskan pelayanannya, ada yang mengatakan Paulus sempat sampai ke Spanyol. Namun kemudian Paulus kembali ditangkap dan dihukum mati, dipenggal kepalanya. Jadi usaha Lukas bisa dikatakan berhasil.

Buku Lukas ini juga bisa disebut Sejarah Kekristenan, terdiri dari dua bagian:  Bagian 1 dan Bagian 2. Bagian pertama kita menyebutnya Injil Lukas, bagian kedua kita menyebutnya Kisah para Rasul, lebih jauh lagi Para Ahli Perjanjian Baru memberikan nama Sejarah Satu untuk Injil Lukas dan Sejarah Dua untuk Kisah Para Rasul.

Sejarah Satu, Mencakup 33 tahun mulai dari kehidupan pribadi Yesus dari lahir sampai pada Pekerjaan Yesus mula-mula, perumpamaan, pengajaran, mujizat, dan peristiwa-peristiwa lainnya mengenai Yesus dari Nazareth termasuk juga penyiksaan, penyaliban Kristus sampai pada kebangitan dan ditutup dengan Kenaikan Yesus ke Sorga, sebagai penutup, terbentang dari kira-kira tahun ke 6-4 SM sampai tahun 30 atau 33 Masehi.

Sejarah Dua  dimulai dari Peristiwa turunnya Roh Kudus, kelahiran jemaat mula-mula, mayoritas adalah orang-orang Yahudi di Yerusalem pada tahun 33-34 Masehi, persekusi yang dilakukan oleh Saul terhadap jemaat mula-mula, sampai kemudian Saul bertobat, catatan Sejarah Dua Lukas bergerak terus berubah fokusnya kepada pekerjaan Paulus bersama teman-temannya sampai Paulus menjadi tahanan rumah di Roma. 
Di paruh akhir Sejarah Dua ini berlangsung jemaat sudah menyebar tidak hanya di Yerusalem saja, terakhir nanti orang-orang Kristen menyingkir dari Yerusalem karena Yerusalem di hancurkan dan banyak jemaat yang baru diluar Yerusalem.

Nah sementara ini karena pekerjaan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Rasul-rasul banyak jemaat baru terbentuk di masing-masing kota yang disinggahi oleh para rasul dan mereka mengabarkan Injil disana, karena Kisah para Rasul, sejarah Dua ditulis oleh Lukas dan dia mnyertai perjalanan Paulus maka bagian kedua dari Kisah Para Rasul banyak mencatat perjalanan Paulus, kota-kota mana yang disinggahi selama perjalanan, dan ditiap-tiap kota Paulus mengabarkan Injil dan terbentuklah komunitas-komunitas orang-orang percaya, di Galatia, Tesalonika, Korintus, Filipi, Koloese, Efesus. Dan walaupun meninggalkan kota satu untuk melayani kota lainnya Paulus tetap berkomunikasi dengan jemaat-jemaat tersebut, berkomunikasi melalui surat, maka kita mengenal surat Korintus, galatia, Efesus, Kolose, Filipi  Tesalonika, dan selain berkomunikasi dengan jemaat, Paulus juga berkomunikasi dengan para Leadernya secara personal, itulah sebabnya kita memiliki surat Timotius, Titus, Filemon. 
Nah karena peristiwa surat menyurat ini terjadi di era Paulus mengabarkan Injil dari kota-kota yang disurati tersebut maka Sejarah satu dan dua (terutama sejarah dua)  jadi pusat dari peristiwa sejarah ini, artinya ketika kita membaca surat-surat Paulus maka kita perlu memperhatikan apa yang Lukas tulis mengenai jemaat dimana Paulus mengirimkan suratnya, sehingga kita mengerti latar belakang mengapa Paulus berkirim surat.

Untuk kali ini, mari kita lihat Sejarah Satu dulu, Injil Lukas

Jika kita lihat isi dari Injil yang ditulis oleh Lukas kita menemukan ciri-ciri khusus yang ada pada Injil ini:

Injil untuk semua umat manusia, kasih karunia TUHAN bersifat universal.
Lukas emphasis karakter Yesus Kristus sebagai “Manusia” mudah tergerak dengan belas kasihan, bersimpati beremphaty dengan orang-orang yang dianggap rendah dan diasingkan dari kehidupan social, the outcast, murid-muridnya yang miskin, wanita yang berdosa, maria Magdalena, orang Samaria, pemungut pajak/cukai, orang-orang berdosa, pengemis, orang-orang sakit kusta, penjahat disebalah kanannya dan masih banyak lagi individu yang membuat Yesus Kristus tergerak berbelas kasihan.

Sebuah injil “saat teduh” Injil yang bersifat perenungan, karena didalamnya terdapat perumpamaan-perumpamaan tentang doa yang memerlukan devotion lebih lanjut yang harus kita pahami jika kita meluangkan waktu untuk bersaat teduh, perumpamaan teman di tengah malam, perumpamaan hakim dan janda, farisi dan pemungut cukai, juga di Lukas tercatat kebiasaan Yesus Kristus berdoa dan saat teduh pribadi, Yesus berdoa saat dibaptis, kebiasaan Yesus menyingkir berdoa di tempat yang sunyi sehingga tidak diganggu, Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih murid-murid utamaNya, berdoa di gunung Transfigurasi, Yesus berdoa setelah itu murid-murid minta diajarkan juga untuk berdoa kita kenal dengan doa Bapa Kami, Yesus berdoa untuk Petrus, Yesus berdoa di taman Gethesemane dan banya lagi peritiwa Lukas catat tentang Yesus yang selalu berdoa.

Injil yang diawal buku memiliki catatan pujian dan sukacita. Sebagian besar hymns diambul dari Injil Lukas, “the Ave Maria” diambil dari perkataan malaikat kepda Maria, “the Magnificat” diambil dari nyanyian Maria, “The Benedictus” diambil dari Nyanyian Zakaria, “Gloria in Excelsis” diambil dari nyanyian para Malaikat, “The Nunc Dimittis” diambil dari nyanyian Simeon”
Injil Lukas dikenal sebagai injil yang menaruh hormat kepada posisi Perempuan, dijaman dimana kultur selalul menempatkan pria di posisi utama, adanya tulisan yang memberi porsi dan mencatat peranan perempuan adalahsesuati yang luar biasa dan patut dicermati, tokoh perempuan banyak dijumpai di Injil Lukas dibanding injil lainnya, ada Maria bunda Yesus, Elizabeth mamanya Yohanes, Maria dan Martha saudara Lazarus, putri-putri Yerusalem, beberapa janda juga disebutkan di kitab Lukas.

Injil Lukas mencatat biography Yesus lebih lengkap dibanding catatan Injil laoinnya, ada lebih dari setengah materi Lukas tidak diketemukan di Injil lainnya, mujizat penangkapan ikan di awal pemanggilan murid-murid, membangkitkan kembali anak seorang janda, menyembuhkan 10 orang kusta, Malkus disembuhkan dan telinganya tersambung kembali, injil lain mencatat persitiwa pemotongan telinga hamba imam agung ini, hanya Lukas yang mencatat bahwa Malkus mendapatkan telinganya kembali, Yohanes yang mencatat nama orang ini. Ada banyak Perumpamaan yang hanya diketemukan di Lukas saja, naahhh coba cari apa saja perumpamaan itu… selain itu Lukas juga mencatat hal-hal lain dalam kehidupan yesus yang kita tidak jumpai di catatan injil yang lainnya, sehingga benarlah dikatakan bahwa injil Lukas merupakan Injil yang memuat biography Yesus paling lengkap dibanding catatan Injil lainnya.

Injil Lukas bisa kita bagi sebagai berikut


  • Introduksi, pasal 1 – pasal 4:13, Kelahiran Yesus, Baptisan Yesus sampai pencobaan di gurun

  • Masa awal Pelayanan terbuka, terutama di sekitar Galilea, Pasal 4:14 – pasal 9:50

  • Journey ke Yerusalem, melewati samaria, Perea dan melakukan banyak pelayanan di daerah Perea pasal 9:51 – pasal 19:28

  • Hari-hari terakhir, termasuk didalamnya Passion week atau Minggu sengsara, dan peristiwa penyaliban, Pasal 19:29 – pasal 23:55

  • Peristiwa Kebangkitan Kristus dan peristiwa-peristiwa lain yang menyertai sekitar kebangkitan Kristus sampai  Kenaikan Yesus ke Sorga pasal 24


Demikianlah catatan Lukas yang kemudian kita kenal sebagai Injil Lukas, penuh dengan informasi penting yang membuat pembaca yang dituju mengerti bahkan pembaca-pembaca berikutnya pun dibuat paham apa saja yang terjadi  saat itu adalah pusatnya dunia, semua mata tertuju pada apa yang terjadi di Roma.

Tidak mustahil bahwa apa yang terjadi pada Paulus juga menjadi perhatian dunia, dan apa yang ditulis oleh Lukas bisa menyebar lebih luas lingkupnya… Tuhan memang luar biasa! Saya yakin bahwa Lukas tidak pernah menyangka pada saat dia menulis kedua bukunya tersebut akan dibaca oleh banyak orang dan menyebar kemana saja, dan tidak lekang oleh jaman.

Bagian kita adalah kerjakan yang kita mampu sesuai strength dan passion kita masing-masing, Tuhan yang akan lipat gandakan semua itu. Bersahabat dengan seorang Communicator Preacher Ulung, Saul dari Tarsus tidak membuat Lukas menjadi preacher juga, dia tahu strength dan passionnya itulah yang Lukas lakukan, menulis, mencatat dengan teliti, details dan chronological, seolah-olah pada saat kita membaca Injil Lukas, kita berada disana.

Sekali lagi kita lihat bagaimana Strength and Passion bergerak dan bekerja dan TUHAN pakai semuanya itu untuk kemuliaanNya dan berkontribusi membangun Kerajaan Allah di Bumi

Lukas mendapatkan hadiah yang istimewa yakni Yesus Kristus lewat pergaulannya dengan Paulus, hidup baru yang Tuhan berikan dia pakai untuk menolong sahabatnya Paulus dan dengan sendirinya Berita Keselamatan tersebar. Berita keselamatan untuk semua orang tidak hanya Yahudi, Yunani atau Romawi tetapi seluruh bumi.

 Thank you for following, questions and comments are always welcome!

Saturday, December 30, 2017

BACA ALKITAB BERKELOMPOK YUKKK!!!



Pada setiap akhir tahun pasti dipenuhi dengan resolusi-resolusi untuk tahun baru berikutnya. Bisa meliputi kesehatan, finance, relationship, self-improvement, spiritual life dan kategori-kategori lainnya. Bicara soal resolusi spiritual life, spiritual disiplin, ingin memliki kehidupan rohani yang lebih baik, memiliki hubungan pribadi dengan TUHAN lebih intim lagi, salah satu cara yang dilakukan, resolusi yang dicanangkan adaalah membaca Alkitab lebih rutin, membaca Alkitab sampai habis dalam waktu setahun.

Secara kebetulan tahun 2017 ini, dimulai bulan februari, gereja local tempat saya tertanam mencanangkan sebuah program untuk membaca Alkitab setahun secara kronologis bagi jemaat-jemaatnya dan melalui kelompok-kelompok kecil yang difasilitasi oleh ketua kelompoknya, berdiskusi dan saling sharing apa yang didapat dari bacaan pada hari itu secara bergiliran. Demikian juga dalam himpunan ketua-ketua kelompok kecil tersebut juga digalakkan secara rutin bergilir untuk berbagi diantara himpunan ketua kelompok untuk sharing, apa yang didapat, apa yang TUHAN ingatkan, mengapa TUHAN ingatkan, dan bagaimana caranya menjalankan apa yang TUHAN ingatkan pada ayat, perikop, pasal, kitab yang dibaca pada masa itu.

Hasilnya? Ada yang masih terus baca, ada yang masih terus sharing apa yang didapat, ada juga yang berhenti total, ada yang mengulang-ngulang narasi sharing yang sama, ada jenuh ada yang bosan ada juga yang membaca sesempatnya.  Jadi bervariasi hasilnya, tidak sempat menghitung ada berapa persen yang berhasil, berapa persen yang gagal, hanya terkadang ketika bertemu dengan kawan kawan seperjuangan, mereka bercerita kesulitan-kesulitan yang didapat dalam program baca Alkitab setahun secara kronologis ini, yang terus setia membaca walaupun menemukan banyak kesulitan namun mereka terus membaca bahkan sampai sekarang.

Beberapa jam yang lalu saya tuliskan di IG story mengumpulkan komentar, saran dan kesulitan yang mereka dapat dalam membaca Alkitab Setahun secara Kronologis ini, luar biasa sambutan dan antusias dari teman-teman di instagram merespon survey sederhana ini.  Dari survey sederhana tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa membaca Alkitab secara Kronologis dengan target setahun adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah, dan banyak yang tidak akan sampai finish, berhenti di tengah jalan dan tidak meneruskannya lagi, selaras dengan hipotesa yang saya kemukakan ketika rencana ini mulai bergulir, apalagi tanpa disertai alat bantu seperti latar belakang sejarah, tokoh, kitab dan hal-hal menarik lainnya  yang paling tidak memberikan sedikit pencerahan kepada apa yang mereka baca sehingga tidak merasa jenuh, membuat bacaan menarik dan memberikan rasa penasaran.

Membaca Alkitab secara rutin adalah hal yang sangat penting, kita hidup di dunia yang jahat penuh dengan hal-hal tidak pasti, Firman TUHAN lah yang menjaga kita dan membimbing jalan kita, dalam dunia yang terus berubah kita perlu Iman yang semakin kuat, iman kita timbul dari pendengaran akan Firman TUHAN, jika kita hanya membaca atau mendengarkan firman TUHAN sekali seminggu di hari minggu saja maka selesailah kita.


Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Psa 119:105)

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom 10:17)

Ada banyak ayat di Alkitab yang menyatakan bahwa baca Alkitab itu penting, tetapi kali ini cukup dua ini saja dulu.

Namun sepertinya baca Alkitab setahun harus habis dan secara kronologis di Negara yang minta bacanya kurang dan di generasi yang tendensinya lebih tertarik kepada hal-hal visual adalah sebuah pekerjaan yang sangat berat, belumlagi kesibukkan bagi kiat yang tinggal di kota-kota besar terlebih Jakarta.

Beberapa kali sejak saya bertobat, saya baca berulang dari Kejadian sampai Wahyu beberapa kali, bukannya tanpa kesulitan dan halangan, berat kawan…sungguh berat. Hingga pada akhirnya ketika saya mendapatkan kesempatan belajar tentang Alkitab di sebuah kelas di gereja tempat saya tertanam dan kemudian juga mendapatkan kehormatan untuk memimpin dan mengajar kelas tersebut sampai tahun 2016 lalu saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuna yang baru yang menuntun pada hikmat untuk menemukan pola pattern supaya setiap orang bisa membaca Alkitab sampai selesai. Menjadi sebuah guidance Bible Everyday.

Seiring bertambahnya anugerah hikmat yang TUHAN berikan dan banyak mendapatkan guidance dari buku-buku yang ada serta mempraktekannya saya mendapatkan kesan bahwa membaca Alkitab yang baik dan mudah adalah buku per buku atau kitab per kitab sekali waktu sampai habis. Dari satu kitab ke kitab berikutnya, dan tidak perlu finish 66 kitab dalam waktu setahun, dan tidak perlu ditambahi beban untuk mengerti semua yang ditulis di Alkitab, sometimes itu bagiannya Roh Kudus untuk membantu kita mengerti dan mengajar.

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Joh 14:26)

Jadi demikianlah, tugas kita sebagai murid-murid Kristus yang pertama adalah membaca FirmanNya.

Saya tetap mengikuti apa yang gereja local saya kampanyakan dalam baca Alkitab Kronologis setahun di 2017 ini, namun saya menemukan fenomena bahwa bahwa baca buku per buku tanpa dibebani untuk sharing dan target harus selesai dalam waktu cepat membuat saya mendapatkan pengertian lebih atas kitab yang sedang saya baca dibanding dengan secara tergesa menyelesaikan program dalam waktu setahun, tanpa ada rasa bersalah karena melewati pasal atau ayat yang harus dibaca hari itu karena harus selesai dalam waktu setahun. Banyak teman-teman yang mengikuti Baca Alkitab setahun kronologis ini ketika ketinggalan dua hari tiga hari mereka ngebut baca dan merasa bersalah karena ketinggalan dalam baca dan kemudian memmutuskan untuk berhenti membaca sama sekali.

Membaca Alkitab setiap hari adalah hal baik dan harus terus dilakukan, tetapi membaca dengan target ketat dan harus selesai dalam waktu setahun bisa membuat orang putus asa. Benar kita harus mendisiplinkan diri kita secara rohani, salah satunya adalah baca Alkitab, yang perlu kita ubah adalah metodenya, jika Membaca Alkitab Setahun secara Kronologis terlalu berat maka kita perlu merubahnya.

Dan ketika saya menerapkan Metode Bible Everyday, baca kitab demi kita one at the time saya lebih mendapatkan banyak, dan beberapa kali saya barengi dengan dalam waktu bersamaan membaca Mazmur atau Amsal, misal Mazmur Amsal Lukas, selesai dalam waktu lima bulan saya malah mendapatkan perubahan dalam keseharian saya, lebih produktif menulis, perubahan dalam bersosial media, dan merasakan secara bersamaan iman ditumbuhkan dan merasakan penyertaan TUHAN yang sangat dekat… aduuh banyak deh

So, ungkapan Less is More ada benarnya disini, lebih sedikit “target” bacanya tetapi pertumbuhan lebih banyak didapatkan.

Tetapi bagi teman-teman yang tidak menemukan kesulitan dalam baca Alkitab secara setahun atau dalam bentuk reading plan, teruskan saja itu juga sangat baik dilakukan.

Saya mencoba membantu teman-teman yang menemukan kesulitan baca alkitab yang mengikuti bacaan setahun tersebut, mungkin saran-saran ini akan membantu teman-teman bertumbuh. Dan kita tetap melatih diri kita disiplin rohani membaca Alkitab, how nya saja yang kita sesuaikan.


Jauhilah cerita-cerita takhayul yang tidak berguna. Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang. (1Ti 4:7-8)

Mendisiplinkan diri kita secara rohani sehingga rohani kita pun bertumbuh dengan baik an menjadi serupa dengan Kristus, hidup dalam kesalehan yang sejati.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2)

Akal budi kita, kita beri makan makanan rohani secara disipin yakni membaca Firman TUHAN.

"Membaca Firman TUHAN tidak serta merta langsung mengubah kita menjadi “godly” atau pribadi yang saleh, tetapi kita tidak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang serupa dengan TUHAN tanpa FirmanNya, itulah sebabnya kita harus baca FirmanNya."

Beberapa saran yang bisa jadi sesuai dengan harapan Anda sehingga tahun 2018 bisa mendisplinkan diri secara rohani. Membaca Alkitab dengan benar dan selesai.


  • TETAP BUATLAH RENCANA BACA

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (Luk 14:28)

Rencana sangat penting, sebagian besar dari kita membuat rencana apa yang akan dilakukan tahun 2018, pekerjaan, liburan, meeting, keluarga, mengambil kursus atau pelatihan apa, bahkan ada yang menrencanakan akan baca buka A buku B untuk self-improvement artinya kita tahu kesibukan kita, nah  buatlah  rencana baca Alkitab seperti itu, masukkan di rencana setahun tersebut jika perlu. Juga ada yang membuat rencana bulanan, sudah tahu bulan depan akan melakukan apa, ada yang sampai membuat rencana mingguan. Intinya buatlah rencana Kitab apa yang akan kita baca bulan berikutnya. 

Berikut langkah praktis yang saya lakukan di tahun 2017 kemaren


  • Saya membuat rencana membaca pasal-pasal yang menjadi tema bulanan di gereja local saya. Setiap bulan ada tema tertentu yang menjadi dasar setiap pastors yang berkotbah di hari minggu, dan ada ayat yang selalu diulang-ulang dan menjadi sumbernya, dan bahkan dikutip di warta gereja yang dibagikan di awal bulan. Yang saya lakukan tidak hanya baca ayatnya saja, tetapi perikop dan pasal dimana ayat itu diambil. Kemudian setiap minggu kotbah juga berkembang dan ayat yang dipakai kotbah juga berkembang dan makin kaya, kembali ketika sampai dirumah tidak hanya ayat tersebut dan catatan kotbah saja yang saya baca tetapi pasal-pasal dimana ayat tersebut diambil itu juga saya baca. Sehingga pengertian yang Roh Kudus ajarkan semakin bertambah dan semakin kaya dari apa yang didapat di ahri minggu saja, bahkan ini akan membantu saya menyiapkan sharing di kelompok-kelompok kecil ketika mendpatkan tugas membagi Firman TUHAN, secara otomatis saya tidak perlu capek-capek lagi dan siap berbagi dengan siapapun kapanpun sesuai dengan tema gereja local dimana saya tertanam.

  • Saya membuat rencana membaca satu buku dan mempelajarinya dengan sungguh. Diawal tahun bulan February saya membaca Mazmur satu buku sampai habis, baca ulang lagi, mencoret alkitab, memberi warna, menggaris bawahi, merenungkannya, bahkan menghapalkan asebagian ayat-ayatnya. saya merasa mazmur berbicara lebih dalam saya baca utuh satu buku dibanding ketika saya baca secara kronologis. Di bulan desember ini saya baca Injil secara bersamaan dalam Harmony.

  • Saya juga merencanakan membaca satu kitab sekali habis. Satu atau dua jam saya habiskan membaca satu kitab, saya juga merencanakan mendengarkan satu atau dua  buku melalui headset, ketika menjelang tidur atau ketika dalam perjalanan dengan angkutan umum, bus atau commuter dan saat  menunggu di halte transjak, ataupun stasiun.

Dengan cara ini bisa jadi mungkin kita tidak bisa menyelesaikan bacaan kronologis atau bacaan setahun reading plan, tetapi besar kemungkinan seperti yang terjadi pada saya, kita pasti akan membaca seluruh kitab sekali atau lebih dalam waktu setahun.

Saya lampirkan Bible Plan yang sedang saya jalankan terutama yang Monthly, tetapi jika teman-teman lebih suka yanglebih detail bisa coba yang weekly
Monthly Bible Reading Plan
Weekly Bible Reading Plan 

  • CARI KAWAN atau BUAT KELOMPOK BACA

Jangan baca sendirian, cari teman di gereja atau kelompok kelompok kecil di gereja dan ajak bersama-sama membaca Alkitab secara barengan satu arau dua kitab dan kemudian bertemu sebulan sekali atau dua kali, apa saja yang penting jika bisa jangan baca sendiri karena akan bosan.

Membaca berbarengan dan kemudian mengadakan pertemuan sebulan sekali adalah hal yang menyenangakan dan tanpa terasa kita sudah banyak membaca buku.  Sebab pada saat bertemu kita mendiskusikan apa yang kita temukan dan apa yang tidak kita temuakan, mendiskusikan apa yang kita mengerti dan apa yang tidak kita mengerti, seringkali teman sekelompok baca kita akan fill the blanks that we didn’t know. , dan ini Amazing! Tidk hanya itu kita juga bisa berbagi catatan melalui Whatsapp group.

Semester pertama tahun 2017 saya diajak bergabung dengan teman-teman dari Youth Mentor di gereja local tempat saya tertanam, hasilnya luar biasa selama setengah tahun itu kita berhasil membaca 4 Injil dan Kisah Para Rasul, dan kemudian 5 Kitab Musa, Yoshua dan Hakim-Hakim. Dalam waktu kurang lebih 6 bulan berhasil habis baca 12 kitab.   

Anda mungkin bisa mencobanya dan membuat kelompok untuk membaca Alkitab bersama di tahun 2018.

Disamping dengan Youth mentor, juga masih ada beberapa kelompok-kelompoklain yang saya tahu masih rajin membaca Alkitab dan berkumpul sebulan atau dua bulan untuk diskusi, seklai dua kali waktu saya disertakan dan diundang untuk memberikan insights dan masukkan tentang hal-hal yang tidak dimengerti.

Kesimpulannya, belajar kelompok itu menyenangkankan, dan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika mengerjakan bersama-sama, tidak sendirian.


  • JANGAN TERTEKAN UNTUK DAPATKAN SESUATU, SHARING BUKANLAH HARUS

Sejak dari awal, jaman orang-orang Israel,  pada jaman pemuridann oleh para Rabbi, orang-orang Israel yang diwajibkan adalah mendengarkan dan atau membaca bukan dibebani untuk mengerti. Bahkan Murid-murid Yesus pun banyak tidak mengertinya apa yang diajarkan Yesus kepada orang banyak, dan Yesus memberikan "kunci" jawabannya kepada mereka. Jika mereka tidak mengerti apalagi kita, bayangkan, para murid itu memnag orang-orang biasa, namun biasanya mereka, orang Yahudi dan biasanya kita itu berbeda jauuuhhhhh...
Sejak kecil mereka sudah diajarkan kitab Musa dan tanda kedewasaan mereka adalah mereka hapal Pentateukh, Lima Kitab Musa, Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan. 
So Yes mereka orang biasa, orang kebanyakan, bahkan ada yang mengatakan mereka hanya nelayan biasa, namun mereka adalah orang BIASA HAPAL LIMA KITAB MUSA!
Jadi pada saat baca Alkitab janganlah tertekan jika tidak mendapatkan sesuatu atau tidak bisa sharing sesuatu, itu wajar brothers and sisters, saya juga sering kok tidak mendapatkan sesuatu, dan ketika disuruh sharing di whatsapp group di kelopmpok pemimpin saya diam saja, ya karena tidak mendapatkan sesuatu.
Apakah hal ini menghentikan saya baca, TIDAK! saya akan tetap terus baca, karena tugas saya sebabagi murid adalah baca dan baca baca, seperti jaman dahulu, Nabi , Imam, Rabbi, dan Guru bisa memberikan clues mengajar supaya kita mengerti dan sekarang ROH KUDUS bahkan dikirim BAPA untuk membantu kita supaya kita ingat dan supaya kita mengerti karena ROH KUDUS bertugas mengajarkan segala sesuatu kepada kita, Yoh 14:26.
Dan kita harus terus baca dan baca, meski belum mengerti bacalah terus


Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ula 6:6-9)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Psa 1:1-2)
One step at the time, saat ini kita baca terlebih dahulu dan merenungkannya, siang dan malam dan berulang-ulang.

  • SELALU INGAT ALASAN UTAMA MEMBACA ALKITAB

TUHAN ingin kita menjadi bijaksana dalam menempuh hidup ini, dan Alkitab adalah sumber hikmat yang membuat kita menjadi pribadi yang bijaksana, seperti yang saya tulis dalam Ada Apa dengan Alkitab.

Tetapi lebih dari itu kita mendisiplinkan diri membaca Alkitab karena ingin mengenal Pribadi TUHAN senantiasa, dan semakin hari, hari berganti tahun demi tahun saat kita terus membaca KitabNya kita semakin mengenal DIA dan memiliki hubungan yang intim dengan TUHAN, kita memerlukan petunjukNya, pimpinanNya setipa hari, kita memerlukan kehadiranNya setiap hari. Firman TUHAN adalah TUHAN itu sendiri. Pribadi Yesus Kristus.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Joh 1:14)

Biarlah setiap hari saat kita membaca Alkitab dan tenggelam dalam PerkataanNya kita menjadi semakin mengenalNya secara Pribadi, semakin cinta TUHAN dan semakin taat akan FirmanNya.
Setiap tahun biarlah kita semakin menjadi dekat dengan TUHAN, karena disanalah harapan bagi umat manusia berada.


Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!. (Yesaya 55:1-3)

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (Psa 62:1-2)

 Semoga sedikit pemikiran ini bermanfaat bagi teman-teman

Yuuk ah kita rencanakan dan buat kelompok baca Alkitab untuk tahun 2018, mau?
Aku mauuuuuu!!!!