Showing posts with label membaca alkitab secara kronologis. Show all posts
Showing posts with label membaca alkitab secara kronologis. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

INJIL YOHANES



Yohanes

Saya memilih Injil Yohanes sebagai yang terakhir dibaca setelah Markus, Matius, Lukas dan Kisah Para Rasul, karena Injil yang ditulis oleh  Rasul Yohanes ini memang  sedikit berbeda dari ketiga Injil lainnya, Yohanes mengambil angle yang berbeda, itulah sebabnya Injil Yohanes tidak dimasukkan dalam Injil synoptic. Siapa sebenarnya Yohanes yang menulis nya ini sehingga pendekatannya dalam menceritakan tentang Yesus Kristus berbeda dengan yang lainnya. Untuk tahu bagaimana kita handle Yohanes dengan baik, kita perlu mengenal lebih dekat dengan penulisnya.

Siapa Yohanes ini?

Sebelum dipanggil menjadi murid  Yesus, Yohanes adalah seorang penangkap ikan, seorang nelayan dan juga sekaligus penjual ikan retail, diceritakan Yohanes mempunyai retail bisnis ikan di Yerusalem, dia menjual ikan-ikan yang ditangkapnya ke Yerusalem. Yohanes adalah sepupu Yesus, dan saudaranya Yakobus. Mereka berdua Yohanes dan Yakobus dua bersaudara  anak anak Zebedeuz yang oleh Markus disebut sebagai Boanerges artinya anak-anak guruh. Paling tidak ada 5 atau 7 dari 12 murid Yesus yang ada hubungan persaudaraan dengan Yesus. Meskipun demikian dua saudara Yesus Yudas dan Yakobus masih bersikap skeptic tentang Yesus baru setelah kebangkitan mereka menjadi percaya dan bahkan tulisan surat keduanya masuk dalam kanonisasi Perjanjian Baru. Yohanes menyebut dirinya murid yang paling dikasihi tidak berlebihan, karena Yohanes  memang dekat dengan Yesus, kedekatan ini terbukti di bukit Golgotha, saat Yesus meminta Yohanes untuk memperhatikan ibunya (Maria). Kedekatan Yohanes dengan Yesus tidak hanya karena bersaudara sebagai sepupu saja. Yohanes juga merupakan bagian dari “inner circle” nya Yesus, bersama-sama dengan Yakobus dan Petrus. Dalam peristiwa-peristiwa penting Yesus selalu membawa ketiga orang ini. Di “Last Supper” Perjamuan Terakhir, bukti juga bahwa Yohanes dekat dengan Yesus, dia duduk disamping Yesus. 

Yohanes merupakan Rasul paling akhir yang bertahan, pun dia menulis Injil ini paling akhir, saat usianya sudah sepuh.  Dengan hikmat seorang tua, kebijakan seorang yang lanjut kenyang dengan pengalaman iman sekaligus saksi semua peristiwa, Yohanes membagikan refleksi tentang Yesus yang sangat unik. Yohanes juga mencatat kisah tentang Petrus yang tahu bahwa sama seperti Yesus dia akan mati disalibkan, lalu Petrus bertanya, kalau Yohanes bagaimana dia akan mati, Yesus jawab bahwa itu bukan urusan Petrus, lalu Yesus melanjutkan, bahwa jika Ia mau supaya Yohanes tetap hidup sampai Yesus kembali datang itu semua terserah pada Yesus. Sejak hari itu beredarlah rumor bahwa Yesus akan kembali sebelum Yohanes mati, nyatanya bukan itu yang Yesus katakan, benar kan? Itulah rumor, gossip selalu beda dengan fakta yang ada. Yohanes juga menjelaskna hal ini di bagian akhir Injil yang dia tulis. Nah dengan melihat keseluruhan siapa Yohanes ini sesungguhnya, kita paham dan sadar bahwa kita berhadapan dengan harta karun yang sangat luar biasa.

Yohanes juga menjelaskan maksud dia menulis Injil ini, di bagian terakhir tulisannya dia menjelaskan. Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.  (Johanes 20:30-31)

Ini sangat menarik, karena para teolog menyebutkan bahwa Yohanes mengatakan bahwa Injil ini ditulis untuk orang-orang yang sudah percaya. Jadi logikanya ditulis untuk orang-orang percaya supaya mereka percaya? Menarik bukan?

Itulah sebabnya ketika menyusun membaca Alkitab dari buku ke buku, ketika memulai dari Injil saya menyarankan apapun yang anda mulai entah Matius atau Markus, Yohanes lebih baik ditaruh di belakang, dibaca paling akhir. Membaca Yohanes haruslah orang-orang yang sudah mengetahui tentang Yesus. Buku Injil Yohanes ini ditulis untuk mature Christian, orang-orang Kristen yang dewasa.  

Dengan melihat tujuan Yohanes menulis injil ini, kita jadi mengerti mengapa Yohanes menyusun nya sedemikian rupa. Yohanes menyeleksi peristiwa-persitiwa, mujizat demi mujizat memilihnya, menyusunnya, termasuk juga perkataan-perkataan Yesus secara detail, pilihan kata-kata yang teliti, sehingga pembacanya benar-benar paham dan mengerti dan percaya.

Jadi tentang apa yang dilakukan Yesus, tentang apa yang dikatakan Yesus, tentang apa yang diajarkan Yesus semua ditulis. Tentang siapa Yesus sebenarnya, kebenaran tentang Yesus Kristus, tentang iman, tentang Hidup Kekal, Yohanes mencatatnya.

Di Injil Markus seperti pernah saya singgung tidak mencantumkan daftar silsilah, karena siapa yang peduli dengan silisilah hamba. Yohanes sekilas tidak memasukkan silsilah, namun nyatanya ada. 

Perhatikan Yohanes menulis kepada orang-orang supaya mereka percaya bahawa Yesus Kristus adalah Anak Allah, Mesias, Yohanes memulai nya dengan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… “   

Di ayat 14 Yohanes melanjutkan : Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Johanes 1:14)
Inilah silsilah Yesus Kristus, asal usulnya, silsilahnya. Dahsyat!!! Keren !!!

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Joh 1:11-12) Orang-orang yang PERCAYA dalam NamaNYA

Jika ada pendapat mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan tentang keilahiannya, ketuhanannya, mereka salah. Dengan sangat jelas Yesus mengatakan dan Yohanes mencatatnya. Perhatikan Yohanes 8:58, setelah Yesus berbicara orang-orang marah dan mau melempari Yesus dengan batu sampai mati. Mengapa mereka marah? Apa sebabnya? Sebaiknya anda baca dengan hati-hati dan teliti Kitab Yohanes ini, bahkan mungkin tidak cukup hanya sekali, dan saran saya; buatlah catatan atas hal-hal yang anda tidak mengerti dan juga yang anda mengerti sekalipun.

Dibanding dengan Matius Markus Lukas, Injil yang ditulis oleh Yohanes ini lebih dalam dan dibandingkan dengan 65 buku lainnya dalam Alkitab, Injil Yohanes bisa dikatakan buku yang paling spiritual. Yesus memberikan banyak pewahyuan tentang diriNya disini ada banyak atribut Yesus bisa saudara temukan di Injil Yohanes, tentang persoanlitanya, tentang keilahiannya. Jika saudara ingin belajar dan mengenal pribadi Roh Kudus injil Yohanes adalah tempat yang tepat untuk memulainya. Sifat ke”bapa”an Tuhan juga banyak dinyatakan disini, Yesus memanggil Tuhan sebagai Bapa banyak dicatat oleh Yohanes.  Tuhan adalah Bapa Rohani, Tuhan adalah Bapa Pemberi Kehidupan, Bapa adalah Kabar yang dinyatakan, Bapa terlebih besar dari semuanya, Pekerjaan Bapa, Bapa yang Kekal, Tuhan adalah Bapa yang tinggal didalam kita, Bapa yang Kudus, Bapa yang adil, dan masih banyak lagi.

Satu lagi yang paling  membedakan Injil Yohanes dengan 3 yang lainnya adalah Yohanes memberikan porsi yang besar pada hari-hari terakhir kehidupan Yesus Kristus baik apa yang dikatakanNya ataupun yang dilakukanNya. Kotbah-kotbah, pengajaran dan percakapan Yesus yang hanya ada di Injil Yohanes; percakapan dengan Nicodemus, Percakapan dengan perempuan Samaria, kotbah di Perayaan Hari Pondok Daun atau Feast of Tabernacles, perumpamaan gembala yang baik, pengajaran-pengajaran khusus buat murid-muridNya,  kata-kata penghiburan dan doa syafaat buat murid-muridNya, menampakkan diri di Danau Galilea dan beberapa peristiwa lainnya.

Yohanes mencatat ada 8 mujizat yang dilakukannya untuk membuktikan keilahiannNya, diluar mujizat kebangkitanNya. Enam diantaranya hanya tercatat di injil Yohanes saja, tidak ditemukan di tulisan ketiga penulis Injil lainnya, apa sajakah itu? Yohanes juga mencatat pengakuan Yesus, apa yang Yesus katakan tentang diriNya sendiri..

Yuuk kita baca dan cari terus beri tanda di Alkitab saudara, agar tidak lupa.
Setelah anda merangkum, tulisan berikutnya saya akan share tentang mujizat dan pengakuan Yesus ini, menarik karena ini lah maksud tujuan Yohanes menulis Injil ini.

Bagaimana cara membaca Injil Yohanes ini seandainya kita ingim membagi-baginya supaya enak dibaca jika belum sanggup baca sekaligus?

Injil Yohanes ini bisa dibagi menjadi lima bagian

  1.  Pendahuluan, Firman yang menjadi manusia pasal 1:1-18
  2. Keilahian Yesus Kristus, pasal 1:19-12:50
  3. Pengajaran khusus buat murid-murid Yesus, pasal 13-17  
  4. Penghinaan dan Kemenangan atas kematian, pasal 18-20 
  5. Penutup, pasal 21:1-28


Terakhir, jika Saudara amati  setiap pasal dari Injil Yohanes menyiratkan potret dari Yesus Kristus
  •  Anak Allah, pasal 1 
  •  Anak Manusia, pasal 2 
  •  Rabbi, pasal3
  • Pemenang Jiwa, pasal 4   
  • Tabib yang hebat, pasal 5
  • Roti Hidup, pasal 6
  • Air Hidup pasal 7
  • Pembela yang Lemah pasal 8
  • Terang Dunia, pasal 9
  • Gembala yang Baik, pasal 10
  • Pemberi Kehidupan, pasal 11
  • Raja, pasal 12
  • Hamba, pasal 13
  • Penasehat, pasal 14
  • Pokok Anggur yang benar, pasal 15
  • Pemberi Roh Kudus pasal 16
  • Pendoa syafaat, pasal 17
  • Hamba yang menderita, pasal 18
  • Juru Selamat yang ditinggikan pasal 19
  • Yang mengaalahkan Kematian, pasal 20
  • Pemulih pasal 21

Itulah ringkasan singkat tentang injil Yohanes, semoga bisa membantu saudara mendapatkan gambaran besarnya dan memudahkan untuk mengerti Injil ini

Yukk bacaaa

Monday, January 22, 2018

LUKAS



Injil yang ditulis oleh Lukas adalah yang paling lengkap narasinya. Lebih dari 20 mujizat dilaporkannya, 7 diantaranya hanya tercatat di Lukas saja, tidak diketemukan di tulisan Injil lainnya. 23 perumpamaan dicatat oleh Lukas, 18 diantaranya hanya terdapat di injil yang ditulis Lukas saja. Sangat mendetail dan teratur, sengaja disusun sedemikian rupa, kalau kita melihatnya sungguh mengesankan apa yang ditulis oleh Lukas, misal di 3 pasal pertama Lukas menulis serba dua. Dua buah pemberitahuan, dua orang calon ibu yang terpilih, dua kelahiran yang dinantikan; Yohanes pembaptis dan Yesus Kristus tentunya.

Mari kita mengenal Lukas terlebih dahulu sebelum melihat karyanya, mengapa dia menulis dua buku ini, kepada siapa ditujukan dan bagaimana kita membacanya dengan baik, sebagai modal untuk memahami kedua karyanya tersebut.

Lukas bukan orang Yahudi dia adalah penduduk Antiochia di Syria, aslinya Loukas, dalam bahasa Inggris jadi Luke. Antiochia pada saat itu merupakan Paris nya dunia saat itu. Anda pasti ingat bahwa Antiochia adalah Gereja non Yahudi pertama yang didirikan, komunitas murid-murid Yesus diluar Yerusalem Galilea Yudea. Disinilah di kota inilah murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut KRISTEN  oleh orang-orang, karena murid-murid ini mengikuti Kristus Yesus. Lukas menulis dua buku, Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dan dia menulis sebagai orang non Yahudi yang melaporkan  bagaimana injil tersebar dari Yerusalem sampai Roma. Lukas menjadi percaya kepda Yesus Kristus karena pelayanan yang dilakukan oleh Paulus dari Tarsus.
Sebagai non Yahudi dan tulisannya tersebut ditujukan untuk pembaca bukan Yahudi, dia mengerti bahwa pembacanya akan kesulitan memahami budaya atau bahasa Ibrani.  Sehingga kita temukan  Lukas menghindari kosa kata khas Yahudi yang sering kita jumpai di Markus ataupun Matius, seperti Rabbi atau Abba tidak kita jumpai di Lukas. Lukas akan mencari padanan kata dalam bahasa Yunani nya supaya pembacanya mengerti. Kedua buku nya ini ditujukan kepada seorang yang bernama Theophilus 

Lukas dikenal sebagai seorang dokter atau tabib, rasul Paulus menyebutnya sebagai Tabib Lukas yang terkasih dalam suratnya untuk jemaat di Kolose.  Pengetahuan kan pengobatan modern telah berkembang selama 400 tahun dan sebagai seorang dokter tentunya Lukas mendapatkan pengetahuan dan pelatihan yang sangat cermat. Profesi dokter membutuhkan individu yang cermat, observant, berpikir analytic dan hati-hati. Skill ini Lukas pakai dalam menyusun Injil dan Kisah Para Rasul. Wow menarik bukan? Bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan semua hal yang kita lewati sepanjang hidup kita. Kemudian yang membuat lebih menarik adalah laporan-laporan mujizat yang ditulis Lukas itu bertolak belakang dengan latar belakang medis yang Lukas miliki namun dia tetap menulisnya, misal  kelahiran Yesus ditulis dari sudut pandang Maria. Seorang yang terlatih untuk berpikir logis dan details namun menyampaikan peristiwa seperti ini menjadikan peristiwa ini benar adanya dan Lukas percaya. Hal detail lainnya yang berkenaan dengan dunia medis dilaporkan oleh Lukas dengan lengkap. Markus menyebut mertua Petrus sakit demam, Lukas menyebutnya demam tinggi. Dari semua mujizzat yang lukas laporkan mujizat kesembuhan banyak dia tulis, ada 5. Tuhan memakai seorang dokter untuk memberitakan karya supranatural.

Lukas juga dikenal sebagai sejarawan, oleh sebab itulah tulisannya sangat mendetail, pemilihan susunan kata yang tepat mampu menangkap apa yang terjadi disana pada saat itu, sehingga pembacanya mampu memahaminya. Lewat Injil Lukas kita mendapatkan sumber akurat tentang apa yang dikatakan Yesus dan apa yang dilakukan Yesus semasa hidupNya di bumi ini. Memang inilah yang menjadi tujuan utamanya, tapi dari sana juga kabar sukacita tentang Keselamatan ikut terberitakan lewat tulisan Dokter Lukas ini.

Lukas juga dikenal sebagai Penjelalah/Traveller, berpengalaman dan berpengetahuan luas tentang tempat-tempat yang disinggahinya. Semisal dalam menyebut Galilea, sementara penulis lainnya menyebutnya sebagai laut, Lukas menyebutnya sebagai danau. Perjumpaannya dengan Paulus semakin membawanya jauh menjelajahi kota-kota yang dituju Paulus, ya benar. Lukas adalah teman seperjalanan Paulus. Saat anda membaca Kisah para Rasul nanti, jika ada kata “kami” itu berarti ada Lukas bersama-sama dengan Paulus. Lukas menyertai perjalanan Paulus dari Troas ke Filipi, Filipi ke Jerusalem, dari Kaisarea ke Roma. Bisa jadi Paulus menginginkan Lukas mentertainya karena Paulus membutuhkan dokter dalam perjalanan untuk merawat dirinya. Paulus dipenjarakan selama 2 tahun di masing-masing 2 tempat Kaisarea, bisa jadi di waktu-waktu inilah Lukas menuliskan karyanya.Karena dia punya cukup waktu untuk interview Paulus dan menggabungkan dengan fakta-fakta yang Lukas dapat saat dia ke Yerusalem menyertai Paulus.

Lukas adalah seorang penulis, Lukas menulis Injil ini dan Kisah para Rasul layaknya penulis terdidik dari Yunani karyanya tidak kalah dengan tulisan sejarawan-sejarawan sekuler lainnya dari Yunani ataupun Roma. Jika anda perhatikan laporannya tentang kapal karam yang ditumpanginya di Malta itu diakui sebagai hasil karya kuno yang luar biasa sangat mendetail dan kaya. Dua karyanya ini memiliki kosa kata yang bagus, gaya penulisan yang excellent, mampu menarik minat baca dari orang-oang yang membacanya untuk terus membaca dan membaca sampai habis. Lukas mempunyai banyak bahan untuk ditulis tetapi dia terlatih untuk cermat dan hati-hati itulah sebabnya dia tahu bagian mana yang akan dimasukkan dalam tulisannya dan bagian mana yang ditinggalkan. Itulah strengthnya, kekuatannya. Meski bergaul dengan Paulus, tidak membuatnya serta merta menjadi Pengkotbah atau pembicara atau guru atau ketua jemaat, tetapi dia memilih untuk menuliskannya. Dan pasti Lukas tidak pernah menduga bahwa apa yang ditulisnya terus bergema dari masa ke masa dan membawa orang mengenal sang Juru Selamat. Bagaimana dengan anda?

Lukas adalah Penginjil, yes akhirnya kita juga menyebut Lukas seorang penginjil. Meski seperti tertulis diatas Tuhan memakai penanya sebagai alat untuk memberitakan Injil daripada memakai mulutnya untuk berbicara dan memberitakan. Tema yang yang menyambung Lukas dan Kisah para rasul adalah kata keselamatan, apalagi sebagai orang non Yahudi tulisan Lukas sangat penting, dia menuliskan keselamatan untuk semua mahluk!  Dia mencatat perkataan Yohane pembaptis yang diambil dari perkataan nabi Yesaya , Lukas 3:6. Bahkan di kisah para Rasul, Lukas mencatat dengan jelas, keselamaatan hanya ada didalam nama Yesus saja, Kisah Para rasul 4:12.


Ditujukan buat siapa Lukas menulis? Lihat pasal 1  ayat 4

Tanpa susah-susah kita langsung bisa tahu untuk siapa Lukas menulis dua volume bukunya ini. Lukas menaruhnya disana. Kedua buku ini ditujukan kepada seseorang yang bernama Theophilus, yang jika kita terjemahkan berarti “sahabat Tuhan” dari kata Theo dan Phillia. Siapakah orang ini? ahli-ahli teologi mempunyai dua pendapat yang berbeda tentang sosok Theophilus ini.

Pendapat yang pertama mengatakan bahwa Theophilus ini adalah sosok fiksi, jadi bukan orang nyata. Lukas menuliskan kepada semua orang yang mengaku atau menjadi “sahabatnya Tuhan” atau kekasihnya Tuhan. Ya buat, jemaat Tuhan pada saat itu yang tersebar di kota-kota yang dikunjungi Paulus dan juga  akhirnya kita semua orang-orang percaya yang mengasihi Tuhan.

Pendapat kedua mengatakan memang benar ada seseorang yang bernama Theophilus dan tujuan Lukas menulis ini untuk membantu Paulus supaya keluar dari penjara. Nah bapak Theo ini adalah seorang pengacara. Dulu dan sekarang sama saja, dalam proses hukum seorang pengacra atau pembela memerlukan data-data dan bukti untuk membela kliennya. Berkenaan dengan Paulus, Theophilus memerlukan semua bukti yang ada, apa yang sebenarnya diajarkan Paulus, siapa pribadi Yesus yang sering disebut Paulus. Itulah sebabnya Lukas menulis dari awal banget, dari awal bermula semuanya itu, dari Kelahiran Yohanes, karena kelahiran Yohanes erat kaitannya dengan Kelahiran Yesus Kristus.  Juga Lukas menyebutkan saksi-saksi mata yang ada di semua peristiwa yang terjadi.
Apakah usaha membebaskan Paulus dari penjara ini berhasil? Secara pasti kita tidak bisa katakan berhasil atau tidak. Tetapi bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa Paulus sempat dibebaskan dan Paulus meneruskan pelayanannya, ada yang mengatakan Paulus sempat sampai ke Spanyol. Namun kemudian Paulus kembali ditangkap dan dihukum mati, dipenggal kepalanya. Jadi usaha Lukas bisa dikatakan berhasil.

Buku Lukas ini juga bisa disebut Sejarah Kekristenan, terdiri dari dua bagian:  Bagian 1 dan Bagian 2. Bagian pertama kita menyebutnya Injil Lukas, bagian kedua kita menyebutnya Kisah para Rasul, lebih jauh lagi Para Ahli Perjanjian Baru memberikan nama Sejarah Satu untuk Injil Lukas dan Sejarah Dua untuk Kisah Para Rasul.

Sejarah Satu, Mencakup 33 tahun mulai dari kehidupan pribadi Yesus dari lahir sampai pada Pekerjaan Yesus mula-mula, perumpamaan, pengajaran, mujizat, dan peristiwa-peristiwa lainnya mengenai Yesus dari Nazareth termasuk juga penyiksaan, penyaliban Kristus sampai pada kebangitan dan ditutup dengan Kenaikan Yesus ke Sorga, sebagai penutup, terbentang dari kira-kira tahun ke 6-4 SM sampai tahun 30 atau 33 Masehi.

Sejarah Dua  dimulai dari Peristiwa turunnya Roh Kudus, kelahiran jemaat mula-mula, mayoritas adalah orang-orang Yahudi di Yerusalem pada tahun 33-34 Masehi, persekusi yang dilakukan oleh Saul terhadap jemaat mula-mula, sampai kemudian Saul bertobat, catatan Sejarah Dua Lukas bergerak terus berubah fokusnya kepada pekerjaan Paulus bersama teman-temannya sampai Paulus menjadi tahanan rumah di Roma. 
Di paruh akhir Sejarah Dua ini berlangsung jemaat sudah menyebar tidak hanya di Yerusalem saja, terakhir nanti orang-orang Kristen menyingkir dari Yerusalem karena Yerusalem di hancurkan dan banyak jemaat yang baru diluar Yerusalem.

Nah sementara ini karena pekerjaan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Rasul-rasul banyak jemaat baru terbentuk di masing-masing kota yang disinggahi oleh para rasul dan mereka mengabarkan Injil disana, karena Kisah para Rasul, sejarah Dua ditulis oleh Lukas dan dia mnyertai perjalanan Paulus maka bagian kedua dari Kisah Para Rasul banyak mencatat perjalanan Paulus, kota-kota mana yang disinggahi selama perjalanan, dan ditiap-tiap kota Paulus mengabarkan Injil dan terbentuklah komunitas-komunitas orang-orang percaya, di Galatia, Tesalonika, Korintus, Filipi, Koloese, Efesus. Dan walaupun meninggalkan kota satu untuk melayani kota lainnya Paulus tetap berkomunikasi dengan jemaat-jemaat tersebut, berkomunikasi melalui surat, maka kita mengenal surat Korintus, galatia, Efesus, Kolose, Filipi  Tesalonika, dan selain berkomunikasi dengan jemaat, Paulus juga berkomunikasi dengan para Leadernya secara personal, itulah sebabnya kita memiliki surat Timotius, Titus, Filemon. 
Nah karena peristiwa surat menyurat ini terjadi di era Paulus mengabarkan Injil dari kota-kota yang disurati tersebut maka Sejarah satu dan dua (terutama sejarah dua)  jadi pusat dari peristiwa sejarah ini, artinya ketika kita membaca surat-surat Paulus maka kita perlu memperhatikan apa yang Lukas tulis mengenai jemaat dimana Paulus mengirimkan suratnya, sehingga kita mengerti latar belakang mengapa Paulus berkirim surat.

Untuk kali ini, mari kita lihat Sejarah Satu dulu, Injil Lukas

Jika kita lihat isi dari Injil yang ditulis oleh Lukas kita menemukan ciri-ciri khusus yang ada pada Injil ini:

Injil untuk semua umat manusia, kasih karunia TUHAN bersifat universal.
Lukas emphasis karakter Yesus Kristus sebagai “Manusia” mudah tergerak dengan belas kasihan, bersimpati beremphaty dengan orang-orang yang dianggap rendah dan diasingkan dari kehidupan social, the outcast, murid-muridnya yang miskin, wanita yang berdosa, maria Magdalena, orang Samaria, pemungut pajak/cukai, orang-orang berdosa, pengemis, orang-orang sakit kusta, penjahat disebalah kanannya dan masih banyak lagi individu yang membuat Yesus Kristus tergerak berbelas kasihan.

Sebuah injil “saat teduh” Injil yang bersifat perenungan, karena didalamnya terdapat perumpamaan-perumpamaan tentang doa yang memerlukan devotion lebih lanjut yang harus kita pahami jika kita meluangkan waktu untuk bersaat teduh, perumpamaan teman di tengah malam, perumpamaan hakim dan janda, farisi dan pemungut cukai, juga di Lukas tercatat kebiasaan Yesus Kristus berdoa dan saat teduh pribadi, Yesus berdoa saat dibaptis, kebiasaan Yesus menyingkir berdoa di tempat yang sunyi sehingga tidak diganggu, Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih murid-murid utamaNya, berdoa di gunung Transfigurasi, Yesus berdoa setelah itu murid-murid minta diajarkan juga untuk berdoa kita kenal dengan doa Bapa Kami, Yesus berdoa untuk Petrus, Yesus berdoa di taman Gethesemane dan banya lagi peritiwa Lukas catat tentang Yesus yang selalu berdoa.

Injil yang diawal buku memiliki catatan pujian dan sukacita. Sebagian besar hymns diambul dari Injil Lukas, “the Ave Maria” diambil dari perkataan malaikat kepda Maria, “the Magnificat” diambil dari nyanyian Maria, “The Benedictus” diambil dari Nyanyian Zakaria, “Gloria in Excelsis” diambil dari nyanyian para Malaikat, “The Nunc Dimittis” diambil dari nyanyian Simeon”
Injil Lukas dikenal sebagai injil yang menaruh hormat kepada posisi Perempuan, dijaman dimana kultur selalul menempatkan pria di posisi utama, adanya tulisan yang memberi porsi dan mencatat peranan perempuan adalahsesuati yang luar biasa dan patut dicermati, tokoh perempuan banyak dijumpai di Injil Lukas dibanding injil lainnya, ada Maria bunda Yesus, Elizabeth mamanya Yohanes, Maria dan Martha saudara Lazarus, putri-putri Yerusalem, beberapa janda juga disebutkan di kitab Lukas.

Injil Lukas mencatat biography Yesus lebih lengkap dibanding catatan Injil laoinnya, ada lebih dari setengah materi Lukas tidak diketemukan di Injil lainnya, mujizat penangkapan ikan di awal pemanggilan murid-murid, membangkitkan kembali anak seorang janda, menyembuhkan 10 orang kusta, Malkus disembuhkan dan telinganya tersambung kembali, injil lain mencatat persitiwa pemotongan telinga hamba imam agung ini, hanya Lukas yang mencatat bahwa Malkus mendapatkan telinganya kembali, Yohanes yang mencatat nama orang ini. Ada banyak Perumpamaan yang hanya diketemukan di Lukas saja, naahhh coba cari apa saja perumpamaan itu… selain itu Lukas juga mencatat hal-hal lain dalam kehidupan yesus yang kita tidak jumpai di catatan injil yang lainnya, sehingga benarlah dikatakan bahwa injil Lukas merupakan Injil yang memuat biography Yesus paling lengkap dibanding catatan Injil lainnya.

Injil Lukas bisa kita bagi sebagai berikut


  • Introduksi, pasal 1 – pasal 4:13, Kelahiran Yesus, Baptisan Yesus sampai pencobaan di gurun

  • Masa awal Pelayanan terbuka, terutama di sekitar Galilea, Pasal 4:14 – pasal 9:50

  • Journey ke Yerusalem, melewati samaria, Perea dan melakukan banyak pelayanan di daerah Perea pasal 9:51 – pasal 19:28

  • Hari-hari terakhir, termasuk didalamnya Passion week atau Minggu sengsara, dan peristiwa penyaliban, Pasal 19:29 – pasal 23:55

  • Peristiwa Kebangkitan Kristus dan peristiwa-peristiwa lain yang menyertai sekitar kebangkitan Kristus sampai  Kenaikan Yesus ke Sorga pasal 24


Demikianlah catatan Lukas yang kemudian kita kenal sebagai Injil Lukas, penuh dengan informasi penting yang membuat pembaca yang dituju mengerti bahkan pembaca-pembaca berikutnya pun dibuat paham apa saja yang terjadi  saat itu adalah pusatnya dunia, semua mata tertuju pada apa yang terjadi di Roma.

Tidak mustahil bahwa apa yang terjadi pada Paulus juga menjadi perhatian dunia, dan apa yang ditulis oleh Lukas bisa menyebar lebih luas lingkupnya… Tuhan memang luar biasa! Saya yakin bahwa Lukas tidak pernah menyangka pada saat dia menulis kedua bukunya tersebut akan dibaca oleh banyak orang dan menyebar kemana saja, dan tidak lekang oleh jaman.

Bagian kita adalah kerjakan yang kita mampu sesuai strength dan passion kita masing-masing, Tuhan yang akan lipat gandakan semua itu. Bersahabat dengan seorang Communicator Preacher Ulung, Saul dari Tarsus tidak membuat Lukas menjadi preacher juga, dia tahu strength dan passionnya itulah yang Lukas lakukan, menulis, mencatat dengan teliti, details dan chronological, seolah-olah pada saat kita membaca Injil Lukas, kita berada disana.

Sekali lagi kita lihat bagaimana Strength and Passion bergerak dan bekerja dan TUHAN pakai semuanya itu untuk kemuliaanNya dan berkontribusi membangun Kerajaan Allah di Bumi

Lukas mendapatkan hadiah yang istimewa yakni Yesus Kristus lewat pergaulannya dengan Paulus, hidup baru yang Tuhan berikan dia pakai untuk menolong sahabatnya Paulus dan dengan sendirinya Berita Keselamatan tersebar. Berita keselamatan untuk semua orang tidak hanya Yahudi, Yunani atau Romawi tetapi seluruh bumi.

 Thank you for following, questions and comments are always welcome!

Thursday, April 20, 2017

Membaca Alkitab Setahun Secara Kronologis (15)

MASSK - 1 DAN 2 SAMUEL (APRIL 2)



Saul terus memburu Daud, kemana Daud pergi selalu saja Saul mendapatkan laporan posisi Daud ada dimana. Sepanjamg seminggu ayat bacaan kita ini, kita akan melihat persoalan Saul dan Daud yang semula hanyalah persoalan dua orang, akhinrya menjadi persoalan keluarga dan kemudian menjadi persoalan sebuah bangsa yang membawa kepada Perang Suadara yang berlarut-larut.
Sementara Saul terus berupaya membunuh Daud, justru daud seringkali melepaskan Saaul meski mendapatkan kesempatan untuk membunuh Saul berulang kali. Prinsip Daud selalu tegas, tidak boleh membunuh orang yang diurapi TUHAN. Terhadap keluarganya pun begitu Daud tidak mengotori tangannya dengan darah keluarga Saul, bahkan orang Amalek yang mengaku membunuh saul suapaya mendapatkan hadiah dari Daud pun malahan dihukum mati. Padahal Saul mati karena pedangnya sendiri, meski Isyiboset jahat terhadap Abner pun Daud menghukum orang yang membunuhnya. Apalagi itu diibunuh secara diam-diam bukan dalam perang.
Kita juga akan melihat bahkan dalam pasukan Daud pun ada orang-orang jahat dan dursila yamg mempunyai agenda sendiri dalam mengikut Daud.
Jalan yang cukup panjanng yang ditempuh oleh Daud unutk menjadi raja atas seluruh Israel.

Yuuk ah kita lihat


15 April 1 Samuel 20:1 – 42 , 1 Samuel 21:1 -15, Maz 34: 1-22 Daud dan Yonatan sudah bersahabat erat dan mereka seperti saudara, bahkan Yonatan lebih membela Daud daripada Saul, ayahnya dan saul mengetahuinya dan saul melemparkan tombak ke arah Yonatan. Saul berpikir kenapa Daud tidak datang pada perjamuan dengan raja yang rutin diadakan, ini kayak Lead Night gitu kali yaaa. Dan Daud mangkir dari pertemuan rutin tersebut, pikiran Saul mengatakan bisa jadi Daud sedang tidak tahir… wow!!! Pikirannya selalu negative saja. Sementara Yonatan membela nya dan mengatakan bahwa Daud harus pulang kampong ke Bethlehem, seperti kita tahu bahwa Daud selalu pulang pergi dari Istana ke Bethelem dan Ssaul pun tahu kebiasaan ini, bukan sesuatu yang luar biasa. Namun Saul marah dan memaki maki daud. Akhirnya lewat kode-kode rahasia, Yonatan berpesan kepada Daud untuk melarikan diri. Daud melarikan dir dengan membawa pedang Goliath yang disimpan leh Ahimlekh di Nob. DAud bersembunyi di Gat dan menyamar jadi orang gila. 


16 April 1 Samuel 22:1 – 2, 1 Tawarikh 12:8-18, 1 Samuel 22:3-4, 5-10, 11-23, 1 Samuel 23:1-12, Maz 57: 1-11, 142:1-7, Maz 52:1-9. Setelah dari Gat, Daud melarikan diri ke gua Adulam dan bersembunyi disana. Seluruh keluaraganya mendengar bahwa Daud di Adulam maka mereka semua mendapatkan Daud di Adulam, bertambah banyak dengan bergabungnya orang-orang yang dalam kesukaran, orang yang dikejar hutang, total orang-orang tersebut ada 400 orang. Daud menitipkan kedua orangtuanya kepada raja Moab dan diterima. Menarik jika daud meminta pertolongan kepada raja Moab, apakah karena leuluhurnya Ruth adalah orang Moab sehingga diterima? Setelah itu Daud pergi ke gunung tetapi Nabi Gad berkata supaya Daud kembali ke daerah Yehuda. Karena ada Doeg, orangnya Saul saat daud di Nob maka Ahuimelekh yang menolong Daud dan para imamdisana dibunuh oleh Saul. Perseteruan Saul dan Daud makin meruncing dan jika teman-teman lihat text alkitab, keduanya dalam perkataan selalu mengatakan atau menyebut Nama TUHAN, semua yang mereka lakukan adalah atas Nama TUHAN, jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi di kerajaan Israel tersebut, kebingungan… dalam masa masa tersebut daud makin rajin malahan menuliskan pengamlannya dan pergumulannya kedalam lagu.

17 April 1 Samuel 23:13-29, 1 Samuel 24: 1-22, 1 Samuel 25:1a, 1b-22, 23-38, 39-44, Maz 54:1-7 Daud di Zif dan bertemu Yonatan yang malahan menguatkan hatinya. Saul mengejarnya, namun dalam saat yang sama Filistin menyerbu Israel, Saul menghentikan pengejarannya dan pergi menghadapi ornag Filistin. Kejadian itu terjadi di padang Gurun Maon, tempat itu diberi nama baru; Gunung Batu Keluputan. Daud berpindah dari pegunungan Zif ke gunung-gunung berkubu di En Gedi. Setelah Saul pulang dari mengejar oramg Filistin, Saul diveritahu bahwa Daud ada di en Gedi. Kemudian Saul membawa 3000 orang terpilih dari seluruh Israel lalu pergi mencari Daud. Bayangkan 600 orang pelarian melawan 3000 orang terpilih. Ada kesempatan untuk menghabisi Saul, orang-orang Daud memakai nama TUHAn untuk mengambil kesempatan tersebut, tetapi Daud tidak mengijiknannya. Saul Selamat, karena pendirian Daud. Samuel mati. Daud ada di  daaerah Maon kembali, berpekera dengan Nabal, akhirnya TUHAN memukul Nabal, dan istri Nabal yakni Abigail menjadi istri Daud, skrg Daud mempunyaidua istri, yakni Ahinoam dari Yizreel. Michal anak saul telah Saul berikan kepada Palti anak Lais orang Galim.

18 April 1 Samuel, 26:1-25, 1 Samuel 27:1-7, 1 Taawarikh 12:1-7, 1 samuel 27:8-12, 1 samuel 28:1-25, 1Samuel 29:1-11, 1 Tawarikh 12: 19, Maz 1-13. Persembunyian Daud diberitahaukan oleh orang Zif kepada Saul. Untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup kali ini kendi dan tombak Saul. TUHAN membuat semua tentara Saul tertidur nyeynyak. Daud pergi ke daerah Filistin ke Gat dan kepada Akhis raja Gat. Akhis memnerikan Ziklag buta Daud dan tentara-tentaranya. Daud tinggal disana selama 1 tahun empat bulan. Daud menjadi sekutunya Akhis, Raja Kota Gat, Filistin. Pada saat Daud berjalan bersama Akhis untuk berperang ke Yizreel, raja-raja kota-kota Filistin lainnya tidak menyukainya dan tidak percaya, takut jika nanti ditengah peperangan Daud nya berbalik menyerang. Sehingga akhirnya Akhis menyuruh Daud dan tentaranya untuk pulang ke ziklag saja dan tidak usah ikut berperang.

19 April 1 Samuel 30:1 – 31, 1 Tawarikh 12:20 – 22, 1 Samuel 31:1 – 13, 1 Tawarikh 10:1 – 14, 1 tawarikh 9:40 – 44, 2 Samuel 4:4, 2 Samuel 1:1 -16, 17 – 27. Pulang ke Ziklag, Daad dan tentaranya menemukan rumah tinggal mereka terbakar diserbu musuh dan keluarga mereka ditangkap dijadikan tawanan. Orang-orang nya menyalahkan Daud, terdesak dan akan melempari Daud dengan batu.  Dengan ijin TUHAN Daud mengejar gerombolan yang membakar Ziklag dan menculik keluarga mereka, ternyata mereka adalah orang-orang Amalek, dengan 600 orang nya Daud mengejar Amalek, dua ratus orang menunggu di Besor karena terlalu lelah. Daud berhasil merebut kembali, walau ada 200 musuh yang lepas. Barang jarahan sangat banyak, Daud membagi rata kepada semua pengikutnya dan menegur orang-orang dursila yang mengatakan tidak usah dibagi rata. Saul mati bunuh diri, menjatuhkan diri diatas pedangnya diikuti oleh bujangnya pemabwa senjata. Text alkitab mengatakan Saul mati karena perbuatannya tidak setia terhadap TUHAN. Silsilah saul dicatat, Isyboset juiga ikut mati dibunuh. Daud menerima kabar jika Saul sudah mati dari seorang Amalek dan berkata bahwa dia yang membunuh Saul, malang baginya dipikir dapat hadiah malah dibunuh oleh Daud karena membunuh orang yang diurapi TUHAN.

20 April 2 Samuel 2:1 -7, 8 – 11,, 12 – 17, 18 – 3:1, 2 Samuel 3:2 – 5, ! Tawarikh 3:1 – 4a, 1 Tawarikh 11:10 – 19, 2 Samuel 23:18 -39, 1 tawarikh 11:20 – 47. Kemudian Daud pergi ke Hebron dan menjadi raja atas Yehuda. Hebron letaknya memang di Yehuda. Kemudian Daud dan keluarganya  dan orang-orang yang mengiringya menentap di kota kota Hebron. Orang-orang Yehuda datang dan mengurapi Daud jadi raja atas kaum Yehuda. Terjadi peperangan Daud dengan Isyboset, karena Abner telah mengangkat nya menjadi raja atas Israel. Terjadi perang saudara, 19 orang termasuk Asael adik Yoab mati dalam pertempuran ini, inilah yang menyebabkan Yoab menaruh dendam kepada Abner ben Ner. Sementara amak buah Daud menewaskan  360 orang dari suku Benyamin dan orang-orangnya Abner. Ringkasan tentang anak-anak Zeruya yang jadi perwiranya Daud bisa dilihat di 2 Samuel 23. Perang keluarga ini sangat berlarut larut fdan lama, keluarga saul kian lemah, keluarga Daud kian lemah. Selama di Hebron anak anak daud lahir dari keenam istrinya. Bisa dilihat juga di kitab 1 tawarikh

21 April 2 samuel 3:6 -21, 22 – 30, 31 – 39, 2 Samuel 4:1 – 3, 5 – 12. Peperangan antar keluarga saul dan daud terus berlarut. Abner mendpatkan perngaruh kuat di keluarga Saul, tetapi karena perkataan tidak enak dari Isyboset yang menuduh Abner bermain main dengan gundik saul, ayahnya maka membuat Abner marah dan berbalik memihah Daud. Menemui Daud dan  berjanji memabwa seluruh Israel kepada Daud, daud mengadakan perjamuan buat abner dan orang-orangnya. Yoab sedang tidak di kota. Ketika dilaporkan kepada Yoab, maka Yoab  pergi kpd Daud dan berkata bahwa Abner sedang melakukan tipu daya. Kemudian Yoab membunuh Abner, dan rakyat tahu bahwa pembunuhan Abner bukan ranvangan Daud tetapi tindakan individu Yoab demi membalasakan demdam. Isyboset dibunuh oleh anak anak Rimon yakni Rekhab dan Baana orang orang Beerot , disangkanya akan mendapatkan hadiah dari Daud malahan mereka dihukum oleh daud, orang fasik membunuh umat TUHAN, tangan dan kaki mereka dipotong dan mereka digantung di tepi telaga di hebron.


Besok kita akan lihat Daud akhirnya diurapi menjadi raja atas seluruh Israel.