Showing posts with label lukas. Show all posts
Showing posts with label lukas. Show all posts

Tuesday, December 19, 2017

SSSS...STTT... ! YESUS TIDAK LAHIR DI KANDANG [NARASI NATAL PART 1]



... Ssssttt...! YESUS TIDAK LAHIR DI KANDANG...

Dari kecil waktu masih sekolah minggu sampai  sekarang , Narasi Natal selalu dibangun dengan cerita, Yusuf dan Maria pergi ke Bethlehem, sampai disana tengah malam dan Yusuf lupa pesan reservasi penginapan, juga lupa searching Arbnb sehingga mereka terpaksa menginap di kandang domba, sudah hamil tua dan siap melahirkan, akhirnya melahirkan di kandang disaksikan oleh domba-domba yang terpaksa menyingkir karena tempat mereka di invasi oleh Yusuf dan Maria, kemudian datanglah para gembala setelah mendengar berita dari malaikat untuk pergi ke Bethlehem, kemudian disusul oleh Tiga Orang Majus dengan Tiga persembahan mereka, setelah mereka semua ngumpul datanglah fotografer dan mereka semua berpose bersama dengan latar belakang kandang domba beserta semua propertinya. Apakah benar demikian? Apakah benar Yesus Kristus lahir di kandang? Apakah benar Orang majus ada tiga? Apakah benar mereka datang di malam Yesus lahir?

Mari kita coba selidiki satu persatu, di tulisan pertama tentang natal ini mari kita focus pada tempat dimana Yesus dilahirkan. Kesimpulan saya adalah YESUS KRISTUS tidak lahir di kandang tetapi didalam rumah.

Kesimpulan itu diambil dari Alkitab dan fakta-fakta budaya daerah middle east dan Israel pada masa itu dan latar belakang Yusuf dan Maria.

Apa yang Alkitab katakan tentang tempat kelahiran YESUS?

Ada dua penulis Injil yang menuliskan kelahiran Yesus, Matius dan Lukas. Matius tidak detail menuliskan peristiwa ini, justru Lukas yang sangat detail,s esuai dengan profesinya sebagai seorang medis dan terpelajar juga seorang historian, Lukas sangat detail menyampaikan berita ini.

Yusuf pun berangkat dari Nazaret di Galilea, ke Betlehem di Yudea, tempat lahir Raja Daud; sebab Yusuf keturunan Daud. Yusuf mendaftarkan diri bersama Maria tunangannya, yang sedang hamil. Ketika mereka di Betlehem tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Anak itu dibungkusnya dengan kain, lalu diletakkan di dalam palung berisi jerami; sebab mereka tidak mendapat tempat untuk menginap.  (Luk 2:4-7) terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari

Dari sinilah kita mendapatkan kesan bahwa Yusuf dan Maria mencari penginapan di Bethlehem. Sejarah mengatakan cukup langka untuk mendapatkan bukti ada penginapan di Bethlehem, mungkin saja kita bisa berpikir model seperti Arbnb, Yusuf memberikan sejumlah uang untuk menginap dirumah salah satu penduduk.

Namun jika kita berpikir seperti diatas kita melupakan fakta bahwa kedua orang ini, YusuF dan Maria adalah keturunan Daud dan mereka sedang kembali ke kampungnya, tidak mungkin jika tidak ada satupun penduduk Bethlehem yang mengenal mereka dan pasti masih ada sanak saudara mereka. Kehidupan di Bethlehem adalah desa yang sederhana, semua kenal satu dengan yang lain dan milik pusaka pastiliha dijaga dengan baik. Pastilah ada sanak saudara dari Yusuf dan Maria yang mereka kenal, perhatikan Yusuf dan Maria tidak hanya saudara dari satu pihak saja tapi keduanya jadi kemungkinann masih ada sanak saudara keturunan daud di Bethlehem yang menyediakan rumahnya tempat mereka menginap.

Saya jarang pulang ke kampong saya, namun ketika saya pulang kampong pastilah saya dikenali oleh para tetangga.
“Lho ini kan anaknya pak Man, putunya mbah Kar, ponakannya Suhar ini… kapan datangnya?” Dan pasti seandainya rumah orang tua sudah tidak ada disana pasti saudara-saudara atau para tetangga menawarkan untuk menginap dirumahnya saja. 

Saya juga pernah kerja di Solo dan Jogja dan pernah kost disana, dan kehidupan di solo dan jogja sangat ramah penduduknya, termasuk bapak dan ibu kost serta anak-anaknya. Pada saat saya dolan ke Jogja atau Solo untuk seminggu atau dua minggu jika saya mampir ke rumah kost pasti saya akan disediakan kamar dan gratis!!! Kalau tidak ada kamar kost yang kosong, pasti salah satu anaknya diminta mengungsi ke kamar saudaranya, kadang saya memilih untuk tidur di pendopo atau di ruang tengah saja, karena biasanya juga saya pulang malam, jadi gelar tikar dan sarung cukup bagi saya, bahkan makan dan minumpun dijamin. 

Keramahtamahan ini mirip dengan orang-orang desa di Bethlehem kala itu bahkan kalau sekarang dolan ke timur tengah pun masih mendapatkan keramahan seperti ini.

JADI SANGAT TIDAK MUNGKIN YUSUF DAN MARIA TINGGAL DI PENGINAPAN.

Mereka pasti tinggal di salah satu rumah kerabatnya, entah sepupunya, entah pamannya  dan lain sebagainya, Yusuf dan Maria pun tidak hanya tinggal semalam disana, tidak hanya seminggu atau dua minggu, lebihhhh!!! Bahkan bisa 5 bulan sampai 2 tahun!! Habis biaya berapa kalau mereka tinggal di penginapan?!

Nah itu bukti argumentasi dari fakta sejarah, latar belakang budaya dan latar belakang Yusuf dan Maria.

Sekarang mari kita lihat catatan Lukas diatas dari terjemahan lain. Seperti saya mengajar dan juga tulis dan buku Bible Everyday (semua sudah dapat?) untuk memahami apa yang dituliskan didalam alkitab langkah awal yang perlu kita lihat adalah terjemahan lain, pakailah paling tidak satu terjemahan dari masing-masing jenis kelompok terjemahan.

And she had her first son; and folding him in linen, she put him to rest in the place where the cattle had their food, because there was no room for them in the house.(BBE)
She gave birth to her first son. She wrapped him up well and laid him in a box where cattle are fed. She put him there because the guest room was full. (ERV)

And she brought forth her firstborn son, and wrapped him in swaddling clothes, and laid him in a manger; because there was no room for them in the inn. (KJV)
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (ITB)

Kita lihat di atas ada terjemahan-terjemahan yang tidak memakai kata “inn” penginapan

Juga tidak terjemahan diatas tidak memakai kata kandang pun Dalam terjemahan bahasa Indonesia baik ITB ataupun BIS tidak ada kata kandang disana, kita mengambil kesimpulan “kandang” karena ada palungan tempat makanan ternak disebutkan. 

Dua terjemahan bahasa Inggris yang saya ambil diatas sebagai contoh mengatakan tidak ada kamar didalam rumah dan kamar tamu sudah penuh, artinya BUKAN PENGINAPAN.  Sama seperti terjemahan bahasa Indonesia ada kosakata yang diterjemahkan “tempat pakan ternak” jadi tersimpulkan kandang karena ada tempat makan ternak.

Pernah terpikir bisa jadi tempat pakan ternak itu dipakai karena tidak ada tempat buat menaruh bayi yang baru lahir? Bisa aja kan? Namanya juga emergency!!!

Satu lagi bukti bahwa mereka tidak di penginapan tetapi di rumah penduduk biasa adalah kata asli yang dipakai oleh LUKAS.
Di Lukas 2 ini, Pakdhe Lukas tempat menginap memakai kata bahasa Yunani καταλύματι, katáluma; yang artinya kamar tamu.
Di Lukas 10 dalam perumpamaan Orang Samaria yang baik hati, tempat memnginap Lukas memakai kata dalam bahsa Yunani πανδοχεῖον , pandocheíon; mirip kan dengan pondokan?
Jadi mengapa Lukas memakai kata yang berbeda kalau maksudnya sama? Artinya dalam penterjemahan, para penterjemah memilih kata yang tidak tepat sehingga kita mengalami sedikit kebingungan.
JADI YUSUF DAN MARIA TERBUKTI TIDAK MENCARI PENGINAPAN UNTUK MENGINAP TETAPI RUMAH PENDUDUK BIASA!
Jadi jika mereka tinggal di rumah penduduk biasa. Lalu tadi dikatakan JUGA TIDAK MENGINAP DI KANDANG. Bagaimana menyelesaikan persoalan ini, tidak di kandang tetapi ada disebutkan tempat pakan ternak disana / palungan.

Kali ini saya meminta pertolongan guru saya, bapak Bailey, lewat buku-buku cultural studynya telah banyak memberikan saya kuliah yang sangat baik. Beliau mengatakan bahwa rumah-rumah sederhana di Middle East ada tempat menaruh binatang di malam hari supaya tidak dimangsa binatang buas, dan juga untuk menambah kehangatan mengurangi dinginnya malam, ssaat itu kan belum ada penghangat ruangan.

Penduduk desa, menaruh ternaknya di padang bersama gembala-gembala, ada satu atau dua yang ditaruh dirumah untuk sewaktu-waktu diperlukan disembelih jika ada tamu datang atau ada acara-acara special. Tiap pagi ternak ini dikeluarkan, tiap malam dibawa masuk ke rumah. Ingat tentang perumpamaan anak sulung dan bungsu? Itu ada ternak tambun yang disiapkan dan selalu ada dirumah bukan diambil dari padang, makanya si Sulung marah-marah. Kemudian ingat ketika Yefta bernazar mempersembahkan apa yang menyambut dia keluar dari rumah? Dalam dugaannya setiap pagi selalu ternak keluar duluan, namun yang keluar malah anaknya.

Rumah orang desa di Middle East sangat sederhana, hanya ada 3 ruangan paling tidak, ruangan pertama di lantai satu/dasar berdekatan dengan pintu masuk adalah tempat menaruh ternak, ruang kedua adalah ruangan yang cukup besar, ruang keluarga, ruang terbuka, ruang social, tempat mereka menerima tamu, memasak, makan bersama dan juga tidur, nah palungan diletakan di lantai dua ini supaya ternak bisa makan atau minum dengan berdiri dengan hanya menjulurkan kepalanya. Kemudian di ruang ketiga biasanya ada kamar buat tamu. Lihat skema.




Yusuf dan Maria tidak bisa ke kamar tamu karena sudah ada yang menempati, bayangkan saat itu semua yang berKTP Bethlehem pulang kampung, pastilah sanak saudara menampung mereka semua dan rumah akan penuh sesak, bisa jadi meski Yusuf dan Maria berjalan bersama rombongan, mereka lebih lambat tiba, mengingat pasti keledai tunggangan Maria tidak bisa diajak berjalan cepat, lha nanti kalau tetiba brojol di jalan kan repot, pastilah mereka lambat sampai di rumah dan tempat kamar tamu sudah ditempati, dan tidak sopan mengganggu tamu yang datang lebih dahulu. Sehingga Yusuf dan Maria berisitrahat di ruang tengah bersama anggota keluarga yang lainnya, dan saaat waktu melahirkan tiba, mereka tinggal mengambil palungan yang dekat dengan mereka, karena yang ada hanya palungan dan tidak sempat pergi mall atau supermarket unutk membeli keranjang bayiatau tempat tidur bayi.

Jadi Yesus tidak lahir dikandang tetapi didalam rumah biasa yang ada di Timur Tengah dan biasanya memang ada ternak satu atau dua yang dibawa masuk ke rumah, namun di lantai bawah, tidak dekat-dekat dengan mereka.

Jadi narasi Juru selamat lahir di kandang hina tidaklah benar.

Justru kelahiran Yesus di ruang keluarga memberikan makna yang lebih mendalam, sebuah ruangan terbuka dimana siapa saja yang bertamu dan datang bisa diterima dengan tangan terbuka dan diterima apa adanya, menyajikan kesederhanaan dan bersahajaan. 

Dialam ruang tengah tersebut ada keterbukaan, tak ada yang ditututp-tutupi,  ada keaslian tanpa dibuat-buat, ada penerimaan apa adanya, ada kesederhanaan, ada saling menghormati dan menghargai, dan makan bersama (tetep yaa)

Dalam situasi seperti inilah Juruselamat lahir, dari Gembala-gembala, orang biasa, sampai Orang-orang majus bisa datang dan melihat Juru Selamat dan menyembahNYA. Yesus Kristus lahir dalam kesederhanaan dan kebersahajaan keramahtamahan orang-orang desa Bethlehem. Sehingga semua orang dari berbagai kalangan, latar belakang, siapapun mereka bisa mendekat dan menyembah Messias.

Ketika kita menjadi otentik, terbuka, dalam kesederhanaan dan kebersahajaan, TUHAN lahir dalam kehidupan kita, dan situasi ini mengundang orang untuk tidak ragu mendekat kepada kita dan melihat YESUS yang lahir dalam kehidupan kita sehingga YESUS KRISTUS pun lahir dihati mereka samapa seperti para gembala dan orang-orang Majus.

Berikutnya kita akan bahas Orang Majus.

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa follow @peterskriss dan berikan komentar atau usul atau pertanyaan.

TUHAN Memberkati!

Wednesday, November 8, 2017

ANTARA MAJIKAN - MANAGER DAN MAMON

Menafsir Perumpamaan Manager yang Tidak Jujur - Lukas 16

Perumpaaman ini sangat kita kenal. Perikop di Luke 16 ayat 1 sampai 18  berjudul "Bendahara yg Tidak Jujur"

Jika melihat keseluruhan cerita tidak tepat jabatan pegawai tersebut diterjemahkan bendahara Lebih tepat diterjermahkan manager, estate manager, bukan banker.

Terjemahan bahasa inggris mengatakan demikian
Jesus told his disciples: "There was a rich man whose manager was accused of wasting his possessions. (Luk 16:1)NIV
And He also said to His disciples, A certain man was rich; and he had a steward, and this one was accused to him as wasting his goods. (Luk 16:1) LITV

Parable ini lekat dengan budaya Yahudi saat itu, tokoh yang ada, orang kaya, manager, dan komunitas desa. Perumpamaan adalah cara seorang Rabbi untuk mengajar, menyindir, menyampaikan sesuatu. Kisahnya pasti familiar dengan masyarakat setempat, tokoh, alur cerita juga dikenal oleh masyarakat lokal tempat Rabbi tersebut mengajar. Perumpaan seperti sebuah cerita singkat lengkap dengan tokoh dan setting cerita, ada permulaan atau perkenalan kemudian ada konflik dan ada penyelesaian konflik dan penutup, Rabbi selesai memberikan pengajarannya dan para murid atau orang-orang yang mendengarkannya berpikir untuk mengambil konklusi apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Rabbi. Bagi mereka biasanya cukup mudah, namun bagi kita sekarang yang tidak hiudp di masa Yesus, dimasa budaya menceritakan perumpamaan cukup umum, dan kita juga kurang memahami kultur yang berbeda ribuan tahun dengan kita.

Ada cara untuk membantu kita memahami konteks perumpamaan yang diajarkan Yesus, secara umum kita cari commentaries yang berisi latar belakang budaya, tidak hanya berisi penafsiran atau pendpat teolog saja.  Untuk kasus ini Catatan dari timur tengah sangat membantu kita.

Catatan Ibn al-Tayyib mengatakan, Orang kaya mendapatkan informasi valid, dapat dipercaya bahwa Managernya selama ini mencuri, dan mengambil asset perusahaan untuk kesenangan dirinya sendiri. Kemudian berdasarkan keterangan ini  dipanggillah sang  manager, rupanya info ini benar-benar valid, mnanager tidaak diceritakan mengelak ataupun membantah, sang manager tidak punya kata-kata untuk membela diri, pasti disertai bukti-bukti dan mungkin saja ada saksi.

Maka tanpa banyak cakap si manager  langsung dipecat dan segera Boss minta si manager untuk mengembalikan buku catatan akuntansi nya,catatatan pengelolalan Assets sang Majikan
Si manager kalang kabut  sebentar lagi namanya akan jelek dimata orang-orang. akan dikenal orang sebagai manager yang tiodak jujur, tidak becus mengurus aset perusahaan dan hanya membawa kerugian saja dan dia tidak akan lagi bisa dipercaya maka pasti tidak mugkin baginya mendapatkan posisi yg sama lagi ditempat lain.

Berjalan pulang si manager putar otak, dia memiliki keterbatasan fisik tidak bisa bekerja di ladang, namun juga tidak cukup syarat utk mengemis makanya dia malu. Bisa jadi manager ini punya boi kecil dan tidak kuat bekerja di ladang, bisa jadi ada keterbatasan yang membuatnya tidak bisa bekerja dengan menggunakan fisik. namun keterbatasan fisik ini tidak cukup bagi dia untuk mengemis, masa itu ada syaratnya mengemis dan disahkan atau diijinkan oleh ahli-ahli agama, karena memberi sedekah termasuk berbakti kepada TUHAN sehingga oraang-orang tidak bisa sembarangan mengemis.

So ceritanya sang manager SUDAH DIPECAT namun berita pemecatan ini belum menyebar, yang tahu dia dipecat hanya sang Majikan dan dirinya. Sekarang dia adalah orang bebas dan bisa melakukan apa saja yang lepas dari tanggung jawab lepada majikan. setelah pemecatan segala yg dilakukan nantinya secara hukum tidak bisa disangkutkan pada Majikan, tindakannya illegal.

Dia masih ingin bekerja  sebagai Estate manager di tempat lain, maka sambil berjalan pulang untuk ambil buku pengelolaan asset dan mengembalikan pada majikan, berpikir keras, ngomomg dg diri sendiri, akhirnya mendpatkan solusi.

Dia akan mempertunjukkan keliahaiannya sebagai seorang manager, sebagai pengelola yang cerdik dan dalam saat bersamaan membuat dirinya populer dan selamat

Catatan Ibn al-Tayyib mengatakan dosa akan memperanakkan dosa, bukannya bertobat setelah kedapatan mencuri, manager ini malahan mencuri lagi. namun kali ini tujuannya  melakukan tindakan illegal dan berdosa mempunyai tujuan beda, menyelamatkan diri.

Sang Manager, lewat pembantunya (stafnya pasti juga belum tahu bahawa sang manager sduah dipecat) memanggil orang2 yang berhutang pada Boss.

Satu demi satu secara private oang-orang yang berhutang dipanggil dan diiinterview  supaya manager bisa mengatur arah pembicaraan. Jika dijadikan satu bisa ribut ruangan. Lukas melaporkan dalam tulusannya.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 
Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. (Luk 16:5-7)


Ini orang lihai, cerdik. Dia tidak menulis namun yang menulis adalah si penghutang sendiri. Dari seratus tempayan minyak menjadi lima puluh tempayan, dari seratus pikul gandum menjadi delapan puluh pikul gandum.  Meskipun pengurangan persentase hutangnya berbeda namun nilai diskonnya jika diuangkan akan bernilai kurang lebih sama yakni sebesar 500 dinar, sama dengan upah pekerja ladang selama satu setengah tahun. BESAR SEKALI KAWAN!!!!

Para pebisnis yang berhutang ini tidak tahu bahwa sang manager sudah dipecat, mereka pikir dia masih in charge. Mereka pikir si Manager dapat tugas dari Sang Majikan. Para pebisnis ini berpikir bahwa sang manager dan Sang Boss luar biasa murah hati!!! Dimasa kesusahan seperti ini mereka masih diberikan kelonggran dan diberikan pengurangan hutang, sebuah kasih karunia yang sangat luar biasaaaaaa

Jadi kelak jika ketahuna dan terbongkar para pebisnis ini tidak bisa disalahkan!! Di kemudian hari pebisnis ini bisa bilang, "Aku tidak tahu bahwa dia sudah dipecat"

Jadi yang terjadi adalah, para pebisnis yg mendapatkan pengurangan hutang ini akan kembali ke desa dan PASTI akan memberitakan KABAR BAIK ini!  Kepada keluarga dan teman2 dekatnya... akhirnya satu kampung akan mendengarnya!

Berita tersebar dengan cepat! Apalagi dalam sebuah komunitas yang tidak terlalu besar! Seluruh Desa pasti TAHU!!! dan KAGUM akan kebaikan hati sang Majikan

Sesampai di rumah Mereka merayakan kebaikan Sang Majikan ini, sungguh murah hati telah mau mengurangi hutang sedemikian banyak!

Dan si manager juga ikut dipuji sebab pasti ada andil dari sang manager, "bisa" meyakinkan majikannya utk mengurangi hutang2 orang yg berhutang padanya. Jika tidak meyakinkan, manager tidak menghalangi maksud sang majikan itu juga dianggap berjasa juga.
Baru setelah semua ini terjadi , si manager mengembalikan buku akuntansi tersebut kepada Sang Majikan.
Jadi sampai disini, yang terjadi di seantero kampung dan dibicarakan oleh tua-tua di gerbang kota bahkan bisa jadi samoai ke desa tentangga adalah dua hal, Sang Majikan yang baik hati penuh kasih karunia dan sang manager yang membantu dengan baik dan membela juga para penghutang.
Dan pasti sang majikan akan mendengar cerita ini entah pada sore harinya atau keesokan harinya. Menyikapi hal ini Sang majikan bisa saja mengatakan pada orang2 bahwa si manager telah dipecat dan bertindak diluar otoritasnya, dan hutang tetap harus penuh dibayarkan.

Namun sang Majikan sadar jika dia melakukan  hal tersebut  maka akan menyebabkan keributan, orang2 satu desa akan menyerangnya dan mengatakan bahwa tidak mungkin si manager bertindak diluar pengetahuan sang majikan, dia akan dikatakan tidak adil dan semena mena, bahkan mungkin reputasinya akan rusak.

Atau sang majikan memilih untuk diam saja dan enjoy, menikmati  reputasi dia sebagai orang yg sangat generous dirayakan seluruh kampung, yang memang pada dasarnya dia orang yang murah hati namun karena tipu2 si manager reputasi generositynya meningkat tajam secara tajam dalam waktu yang cukup singkat.

Kenapa saya katakan Sang Majikan terbukti baik hati, murah hati, lihat saja sejak awal dia bisa saja menuntut si manager dipenjara, ketika kedapatan si manager bersalah mengahmburkan harta milik majikan,  namun itu tidak dilakukakannya, bahkan bisa saja setelah semua yang dilakukan si manager  yang kemudian membuat dia rugi secara materi juga karena surat hutang tadi jadi berkurang, si manager dan keluarganya ditangkap dan dijadikan budak, sebab sudah dua kali membuat kesalahan bahkan yang kedua bisa jadi lebih besar kerugiannya.

Namun Sifat murah hati sang Majikan yang alami, sifat pribadi yang penuh kasih karunia yang tulus ini membuat sang majikan tidak melakukan semua itu. Sifat ini secara natural sudah melekat pada diri Majikan sejak perumpamaan bergulir. Dan sang manager sangat mengenal sifat majikannya ini.

Memahami extraordinary grace yang baru saja diterimanya, si manager bertaruh sekali lagi, bahwa sang majikan akan tetap bermurah hati dan memberinya kasih karunia.

Kasih karunia melimpah-limpah dimiliki oleh majikan dan diberikan kepada si manager, dan setiap orang menikmatinya.

Si manager tetap dihukum, dipecat karena tindakannya, tetapi dia dipuji oleh sang majikan  karena kecerdkikan yang dimiliki dengan modal dia percaya penuh pada kasih karunia sang Majikan, karena kasih karunia adalah karakter alami sang majikan, si manager tdk mungkin salah menilai.

Rancangan si manager berjalan sukses, warga akan segera tahu kisah seluruhnya secara details, mereka tetap akan kagum atas kejeniusannya dan keberaniannya.

Kelak mereka tidak akan percaya padanya, dan berhati-hati menghadapi si manager ini  tetapi tetap akan memberinya posisi karena kepandaiannya, bisa jadi orang berebutan untuk memperkerjakannya.

"Ini orang pintar, harus kerja dg kita daripada dg orang lain, tetapi kita harus mengawasinya"

His morals are deplorable but...
He is smart enough to know that his only hope is put his entire trust in the unqualified mercy of his generous master.


Yesus ingin anak-anak terang memakai intelegensia, kepandaian, hikmat yg dimilikinya sepert si manager yg tidak jujur tersebut, untuk memilih percaya sepenuhnya kepada belas kasihan, kasih karunia TUHAN untuk keselamatan mereka. Sama seperti yang dilakukan si anak hilang di pasal sebelumnya.

Moralnya memang tercela, tapi cukup pintar untuk tahu bahwa harapannya satu-satunya adalah menaruh seluruh kepercayaannya kepada belas kasihan sang Master

Berpikir sejenak, Bagaimana jika Luk 16 ini adalah sambungan dari Luke 15?
(nanti setelah ini saya akan tuliskan tentang narasi Lukas 15, sebuah perumpamaan yang menarik, three in one)

Sense unit Luke 16 tentang Manager yg tidak jujur ini 1-15.

Ada dua bagian, yakni perumpamaan Luke 16:1-8, dan komentar Yesus atas perumpaan yang diajarkannya tersebut Lukas 16:9-15.

Utk mengerti bagian kedua, maka kita harus mengerti bagian yg pertama, so dari perumpamaan kita belajar:
1. Karakter dasar TUHAN, Adil, penuh belas kasihan n berintegritas. Keadilannya terbukti dg memecat si bendahara, belas kasihannya terlihat dr keputusannya untuk tidak memenjarakan si manager, rela bayar harga untuk kebebasan si manager. Integritasnya ditunjukkan pada saat berhadapan warga yg menghargainya  karena belas kasihannya dan keputusan terakhir dia berkenaan dengan si manager.
2. Kedatangan Kerajaan Allah akan membuat dosa yang tersembunyi dinyatakan dan akan ada konsekwensinya. Excuse tidak ada faedahnya, dan si manager sadar betul akan hal ini sehingga dia diam saja dan  Dia menerima akibatnya , dihukum karena perbuatannya
3. Sifat dosa diam-diam mematikan membahayakan dan akan membawa p dosa yg lebih besar. Bukannya bertobat dan memulai hidup baru, si manager malahan berbuat yang lebih kacau lagi, mencuri milik majikannya lagi bahkan terang2an, aggressive. Sin breeds more and greater sins
4. Manager ini pandai dan cerdik sadar betul dengan siapa dia bekerja. PERHATIKAN!!! Si manager tidak dipuji karena kelakuannya, dia adalah anak-anak dunia. Namun dia dengan tepat membaca karakter Sang majikan sejak awal. Si manager mengalami extarordinary mercy sejak awal cerita. Dia memilih mengambil tindakan yang penuh resiko berdasar pengalaman tersebut, membuat dia yakin bahwa majikannya penuh belas kasihan dan murah hati, si manager yakin banget bahwa itu adalah karakter dasar bossnya! Dia taruh harapannya pada karakter majikannya, jika dia salah menilai maka dia akan kehilangan semuanya termasuk keluarganya akan terancam terseret dihukum juga akibat perbuatannya. Nyatanya penilaiannya terhadap sang majikan sangat benar! Yesus ingin murid-muridNya punya penilaian atau keyakinan yang sama terhadap TUHAN.
5. Si manager memiliki keberanian utk BERTINDAK berdasarkan keyakinannya tersebut. Sebuah pertaruhan yg besar, resiko yg dihadapinya besar banget namun dia ambil resiko tersebut.
Yesus tidak mengajarkan murid2NYA untuk menipu dan berlaku curang. DIA mengajar supaya murid-muridNYA percaya penuh kepada Bapa, punya relationship yang utuh dengan TUHAN sehingga benar2 mengenal secara pribadi, inilah harta sesungguhnya!

Lalu Yesus berkata:
...
Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." (Lukas 16:9)
Yesus mengambil perumpamaan si manager tersebut yaang anak dunia pun tidak mempercayai mamon, kekayaan dunia. Si manager mempercayai Majikannya bukan harta majikannya. Namun menggunakan harta majikannya untuk menyelamatkan diri dan mengikat persahabatan dengan para penghutang. 
Jadi bangunlah persahabatan dengan menggunakan harta benda, bukan mencari harta benda dengan menggunakan persahabatan. Dan bahkan pun dalam menggunakan Mamon atas nama persahabatan kita harus hati-hati dan cerdik, jangan seperti anak bungsu, habis mamon, persahabatan pun tak ada?

Miris bangetttttt

Justru estate manager yang tidak jujur tahu bagaimana menggunakan Mamon dan mengikat "relationship" dengan orang yang berhutang dg Bossnya.

Jangan dibalik!!! 
Dunia ini memanfaatkan kawan, teman, sahabat untuk mendapatkan mamon bahkan rela makan teman demi Mamon.
No wonder banyak penipuan sana sini

Dunia ini meninggalkan relationship untuk mengejar Mamon
No wonder banyak keluarga yg berantakan

Yuk ah, kembali pulang spt anak bungsu!

Dan hendaknya dengan bijak mempergunakan Mamon untuk mengikat persahabatan.

Nah udah jamnya makan siang, udah pada  makan siang? .
Sini kita makan rawon dg menggunakan Mamon, saya traktir!
.

Udah makan?
Ngupi juga boleh... Gimana? .
Ayuk kita kemon, Mon!
.
Mamon bukan true riches
Relationship adalah harta sesungguhnya
.
.

@peterskriss