Showing posts with label disiplin rohani. Show all posts
Showing posts with label disiplin rohani. Show all posts

Saturday, December 30, 2017

BACA ALKITAB BERKELOMPOK YUKKK!!!



Pada setiap akhir tahun pasti dipenuhi dengan resolusi-resolusi untuk tahun baru berikutnya. Bisa meliputi kesehatan, finance, relationship, self-improvement, spiritual life dan kategori-kategori lainnya. Bicara soal resolusi spiritual life, spiritual disiplin, ingin memliki kehidupan rohani yang lebih baik, memiliki hubungan pribadi dengan TUHAN lebih intim lagi, salah satu cara yang dilakukan, resolusi yang dicanangkan adaalah membaca Alkitab lebih rutin, membaca Alkitab sampai habis dalam waktu setahun.

Secara kebetulan tahun 2017 ini, dimulai bulan februari, gereja local tempat saya tertanam mencanangkan sebuah program untuk membaca Alkitab setahun secara kronologis bagi jemaat-jemaatnya dan melalui kelompok-kelompok kecil yang difasilitasi oleh ketua kelompoknya, berdiskusi dan saling sharing apa yang didapat dari bacaan pada hari itu secara bergiliran. Demikian juga dalam himpunan ketua-ketua kelompok kecil tersebut juga digalakkan secara rutin bergilir untuk berbagi diantara himpunan ketua kelompok untuk sharing, apa yang didapat, apa yang TUHAN ingatkan, mengapa TUHAN ingatkan, dan bagaimana caranya menjalankan apa yang TUHAN ingatkan pada ayat, perikop, pasal, kitab yang dibaca pada masa itu.

Hasilnya? Ada yang masih terus baca, ada yang masih terus sharing apa yang didapat, ada juga yang berhenti total, ada yang mengulang-ngulang narasi sharing yang sama, ada jenuh ada yang bosan ada juga yang membaca sesempatnya.  Jadi bervariasi hasilnya, tidak sempat menghitung ada berapa persen yang berhasil, berapa persen yang gagal, hanya terkadang ketika bertemu dengan kawan kawan seperjuangan, mereka bercerita kesulitan-kesulitan yang didapat dalam program baca Alkitab setahun secara kronologis ini, yang terus setia membaca walaupun menemukan banyak kesulitan namun mereka terus membaca bahkan sampai sekarang.

Beberapa jam yang lalu saya tuliskan di IG story mengumpulkan komentar, saran dan kesulitan yang mereka dapat dalam membaca Alkitab Setahun secara Kronologis ini, luar biasa sambutan dan antusias dari teman-teman di instagram merespon survey sederhana ini.  Dari survey sederhana tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa membaca Alkitab secara Kronologis dengan target setahun adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah, dan banyak yang tidak akan sampai finish, berhenti di tengah jalan dan tidak meneruskannya lagi, selaras dengan hipotesa yang saya kemukakan ketika rencana ini mulai bergulir, apalagi tanpa disertai alat bantu seperti latar belakang sejarah, tokoh, kitab dan hal-hal menarik lainnya  yang paling tidak memberikan sedikit pencerahan kepada apa yang mereka baca sehingga tidak merasa jenuh, membuat bacaan menarik dan memberikan rasa penasaran.

Membaca Alkitab secara rutin adalah hal yang sangat penting, kita hidup di dunia yang jahat penuh dengan hal-hal tidak pasti, Firman TUHAN lah yang menjaga kita dan membimbing jalan kita, dalam dunia yang terus berubah kita perlu Iman yang semakin kuat, iman kita timbul dari pendengaran akan Firman TUHAN, jika kita hanya membaca atau mendengarkan firman TUHAN sekali seminggu di hari minggu saja maka selesailah kita.


Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Psa 119:105)

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rom 10:17)

Ada banyak ayat di Alkitab yang menyatakan bahwa baca Alkitab itu penting, tetapi kali ini cukup dua ini saja dulu.

Namun sepertinya baca Alkitab setahun harus habis dan secara kronologis di Negara yang minta bacanya kurang dan di generasi yang tendensinya lebih tertarik kepada hal-hal visual adalah sebuah pekerjaan yang sangat berat, belumlagi kesibukkan bagi kiat yang tinggal di kota-kota besar terlebih Jakarta.

Beberapa kali sejak saya bertobat, saya baca berulang dari Kejadian sampai Wahyu beberapa kali, bukannya tanpa kesulitan dan halangan, berat kawan…sungguh berat. Hingga pada akhirnya ketika saya mendapatkan kesempatan belajar tentang Alkitab di sebuah kelas di gereja tempat saya tertanam dan kemudian juga mendapatkan kehormatan untuk memimpin dan mengajar kelas tersebut sampai tahun 2016 lalu saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuna yang baru yang menuntun pada hikmat untuk menemukan pola pattern supaya setiap orang bisa membaca Alkitab sampai selesai. Menjadi sebuah guidance Bible Everyday.

Seiring bertambahnya anugerah hikmat yang TUHAN berikan dan banyak mendapatkan guidance dari buku-buku yang ada serta mempraktekannya saya mendapatkan kesan bahwa membaca Alkitab yang baik dan mudah adalah buku per buku atau kitab per kitab sekali waktu sampai habis. Dari satu kitab ke kitab berikutnya, dan tidak perlu finish 66 kitab dalam waktu setahun, dan tidak perlu ditambahi beban untuk mengerti semua yang ditulis di Alkitab, sometimes itu bagiannya Roh Kudus untuk membantu kita mengerti dan mengajar.

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Joh 14:26)

Jadi demikianlah, tugas kita sebagai murid-murid Kristus yang pertama adalah membaca FirmanNya.

Saya tetap mengikuti apa yang gereja local saya kampanyakan dalam baca Alkitab Kronologis setahun di 2017 ini, namun saya menemukan fenomena bahwa bahwa baca buku per buku tanpa dibebani untuk sharing dan target harus selesai dalam waktu cepat membuat saya mendapatkan pengertian lebih atas kitab yang sedang saya baca dibanding dengan secara tergesa menyelesaikan program dalam waktu setahun, tanpa ada rasa bersalah karena melewati pasal atau ayat yang harus dibaca hari itu karena harus selesai dalam waktu setahun. Banyak teman-teman yang mengikuti Baca Alkitab setahun kronologis ini ketika ketinggalan dua hari tiga hari mereka ngebut baca dan merasa bersalah karena ketinggalan dalam baca dan kemudian memmutuskan untuk berhenti membaca sama sekali.

Membaca Alkitab setiap hari adalah hal baik dan harus terus dilakukan, tetapi membaca dengan target ketat dan harus selesai dalam waktu setahun bisa membuat orang putus asa. Benar kita harus mendisiplinkan diri kita secara rohani, salah satunya adalah baca Alkitab, yang perlu kita ubah adalah metodenya, jika Membaca Alkitab Setahun secara Kronologis terlalu berat maka kita perlu merubahnya.

Dan ketika saya menerapkan Metode Bible Everyday, baca kitab demi kita one at the time saya lebih mendapatkan banyak, dan beberapa kali saya barengi dengan dalam waktu bersamaan membaca Mazmur atau Amsal, misal Mazmur Amsal Lukas, selesai dalam waktu lima bulan saya malah mendapatkan perubahan dalam keseharian saya, lebih produktif menulis, perubahan dalam bersosial media, dan merasakan secara bersamaan iman ditumbuhkan dan merasakan penyertaan TUHAN yang sangat dekat… aduuh banyak deh

So, ungkapan Less is More ada benarnya disini, lebih sedikit “target” bacanya tetapi pertumbuhan lebih banyak didapatkan.

Tetapi bagi teman-teman yang tidak menemukan kesulitan dalam baca Alkitab secara setahun atau dalam bentuk reading plan, teruskan saja itu juga sangat baik dilakukan.

Saya mencoba membantu teman-teman yang menemukan kesulitan baca alkitab yang mengikuti bacaan setahun tersebut, mungkin saran-saran ini akan membantu teman-teman bertumbuh. Dan kita tetap melatih diri kita disiplin rohani membaca Alkitab, how nya saja yang kita sesuaikan.


Jauhilah cerita-cerita takhayul yang tidak berguna. Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang. (1Ti 4:7-8)

Mendisiplinkan diri kita secara rohani sehingga rohani kita pun bertumbuh dengan baik an menjadi serupa dengan Kristus, hidup dalam kesalehan yang sejati.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rom 12:2)

Akal budi kita, kita beri makan makanan rohani secara disipin yakni membaca Firman TUHAN.

"Membaca Firman TUHAN tidak serta merta langsung mengubah kita menjadi “godly” atau pribadi yang saleh, tetapi kita tidak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang serupa dengan TUHAN tanpa FirmanNya, itulah sebabnya kita harus baca FirmanNya."

Beberapa saran yang bisa jadi sesuai dengan harapan Anda sehingga tahun 2018 bisa mendisplinkan diri secara rohani. Membaca Alkitab dengan benar dan selesai.


  • TETAP BUATLAH RENCANA BACA

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (Luk 14:28)

Rencana sangat penting, sebagian besar dari kita membuat rencana apa yang akan dilakukan tahun 2018, pekerjaan, liburan, meeting, keluarga, mengambil kursus atau pelatihan apa, bahkan ada yang menrencanakan akan baca buka A buku B untuk self-improvement artinya kita tahu kesibukan kita, nah  buatlah  rencana baca Alkitab seperti itu, masukkan di rencana setahun tersebut jika perlu. Juga ada yang membuat rencana bulanan, sudah tahu bulan depan akan melakukan apa, ada yang sampai membuat rencana mingguan. Intinya buatlah rencana Kitab apa yang akan kita baca bulan berikutnya. 

Berikut langkah praktis yang saya lakukan di tahun 2017 kemaren


  • Saya membuat rencana membaca pasal-pasal yang menjadi tema bulanan di gereja local saya. Setiap bulan ada tema tertentu yang menjadi dasar setiap pastors yang berkotbah di hari minggu, dan ada ayat yang selalu diulang-ulang dan menjadi sumbernya, dan bahkan dikutip di warta gereja yang dibagikan di awal bulan. Yang saya lakukan tidak hanya baca ayatnya saja, tetapi perikop dan pasal dimana ayat itu diambil. Kemudian setiap minggu kotbah juga berkembang dan ayat yang dipakai kotbah juga berkembang dan makin kaya, kembali ketika sampai dirumah tidak hanya ayat tersebut dan catatan kotbah saja yang saya baca tetapi pasal-pasal dimana ayat tersebut diambil itu juga saya baca. Sehingga pengertian yang Roh Kudus ajarkan semakin bertambah dan semakin kaya dari apa yang didapat di ahri minggu saja, bahkan ini akan membantu saya menyiapkan sharing di kelompok-kelompok kecil ketika mendpatkan tugas membagi Firman TUHAN, secara otomatis saya tidak perlu capek-capek lagi dan siap berbagi dengan siapapun kapanpun sesuai dengan tema gereja local dimana saya tertanam.

  • Saya membuat rencana membaca satu buku dan mempelajarinya dengan sungguh. Diawal tahun bulan February saya membaca Mazmur satu buku sampai habis, baca ulang lagi, mencoret alkitab, memberi warna, menggaris bawahi, merenungkannya, bahkan menghapalkan asebagian ayat-ayatnya. saya merasa mazmur berbicara lebih dalam saya baca utuh satu buku dibanding ketika saya baca secara kronologis. Di bulan desember ini saya baca Injil secara bersamaan dalam Harmony.

  • Saya juga merencanakan membaca satu kitab sekali habis. Satu atau dua jam saya habiskan membaca satu kitab, saya juga merencanakan mendengarkan satu atau dua  buku melalui headset, ketika menjelang tidur atau ketika dalam perjalanan dengan angkutan umum, bus atau commuter dan saat  menunggu di halte transjak, ataupun stasiun.

Dengan cara ini bisa jadi mungkin kita tidak bisa menyelesaikan bacaan kronologis atau bacaan setahun reading plan, tetapi besar kemungkinan seperti yang terjadi pada saya, kita pasti akan membaca seluruh kitab sekali atau lebih dalam waktu setahun.

Saya lampirkan Bible Plan yang sedang saya jalankan terutama yang Monthly, tetapi jika teman-teman lebih suka yanglebih detail bisa coba yang weekly
Monthly Bible Reading Plan
Weekly Bible Reading Plan 

  • CARI KAWAN atau BUAT KELOMPOK BACA

Jangan baca sendirian, cari teman di gereja atau kelompok kelompok kecil di gereja dan ajak bersama-sama membaca Alkitab secara barengan satu arau dua kitab dan kemudian bertemu sebulan sekali atau dua kali, apa saja yang penting jika bisa jangan baca sendiri karena akan bosan.

Membaca berbarengan dan kemudian mengadakan pertemuan sebulan sekali adalah hal yang menyenangakan dan tanpa terasa kita sudah banyak membaca buku.  Sebab pada saat bertemu kita mendiskusikan apa yang kita temukan dan apa yang tidak kita temuakan, mendiskusikan apa yang kita mengerti dan apa yang tidak kita mengerti, seringkali teman sekelompok baca kita akan fill the blanks that we didn’t know. , dan ini Amazing! Tidk hanya itu kita juga bisa berbagi catatan melalui Whatsapp group.

Semester pertama tahun 2017 saya diajak bergabung dengan teman-teman dari Youth Mentor di gereja local tempat saya tertanam, hasilnya luar biasa selama setengah tahun itu kita berhasil membaca 4 Injil dan Kisah Para Rasul, dan kemudian 5 Kitab Musa, Yoshua dan Hakim-Hakim. Dalam waktu kurang lebih 6 bulan berhasil habis baca 12 kitab.   

Anda mungkin bisa mencobanya dan membuat kelompok untuk membaca Alkitab bersama di tahun 2018.

Disamping dengan Youth mentor, juga masih ada beberapa kelompok-kelompoklain yang saya tahu masih rajin membaca Alkitab dan berkumpul sebulan atau dua bulan untuk diskusi, seklai dua kali waktu saya disertakan dan diundang untuk memberikan insights dan masukkan tentang hal-hal yang tidak dimengerti.

Kesimpulannya, belajar kelompok itu menyenangkankan, dan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika mengerjakan bersama-sama, tidak sendirian.


  • JANGAN TERTEKAN UNTUK DAPATKAN SESUATU, SHARING BUKANLAH HARUS

Sejak dari awal, jaman orang-orang Israel,  pada jaman pemuridann oleh para Rabbi, orang-orang Israel yang diwajibkan adalah mendengarkan dan atau membaca bukan dibebani untuk mengerti. Bahkan Murid-murid Yesus pun banyak tidak mengertinya apa yang diajarkan Yesus kepada orang banyak, dan Yesus memberikan "kunci" jawabannya kepada mereka. Jika mereka tidak mengerti apalagi kita, bayangkan, para murid itu memnag orang-orang biasa, namun biasanya mereka, orang Yahudi dan biasanya kita itu berbeda jauuuhhhhh...
Sejak kecil mereka sudah diajarkan kitab Musa dan tanda kedewasaan mereka adalah mereka hapal Pentateukh, Lima Kitab Musa, Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan. 
So Yes mereka orang biasa, orang kebanyakan, bahkan ada yang mengatakan mereka hanya nelayan biasa, namun mereka adalah orang BIASA HAPAL LIMA KITAB MUSA!
Jadi pada saat baca Alkitab janganlah tertekan jika tidak mendapatkan sesuatu atau tidak bisa sharing sesuatu, itu wajar brothers and sisters, saya juga sering kok tidak mendapatkan sesuatu, dan ketika disuruh sharing di whatsapp group di kelopmpok pemimpin saya diam saja, ya karena tidak mendapatkan sesuatu.
Apakah hal ini menghentikan saya baca, TIDAK! saya akan tetap terus baca, karena tugas saya sebabagi murid adalah baca dan baca baca, seperti jaman dahulu, Nabi , Imam, Rabbi, dan Guru bisa memberikan clues mengajar supaya kita mengerti dan sekarang ROH KUDUS bahkan dikirim BAPA untuk membantu kita supaya kita ingat dan supaya kita mengerti karena ROH KUDUS bertugas mengajarkan segala sesuatu kepada kita, Yoh 14:26.
Dan kita harus terus baca dan baca, meski belum mengerti bacalah terus


Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ula 6:6-9)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Psa 1:1-2)
One step at the time, saat ini kita baca terlebih dahulu dan merenungkannya, siang dan malam dan berulang-ulang.

  • SELALU INGAT ALASAN UTAMA MEMBACA ALKITAB

TUHAN ingin kita menjadi bijaksana dalam menempuh hidup ini, dan Alkitab adalah sumber hikmat yang membuat kita menjadi pribadi yang bijaksana, seperti yang saya tulis dalam Ada Apa dengan Alkitab.

Tetapi lebih dari itu kita mendisiplinkan diri membaca Alkitab karena ingin mengenal Pribadi TUHAN senantiasa, dan semakin hari, hari berganti tahun demi tahun saat kita terus membaca KitabNya kita semakin mengenal DIA dan memiliki hubungan yang intim dengan TUHAN, kita memerlukan petunjukNya, pimpinanNya setipa hari, kita memerlukan kehadiranNya setiap hari. Firman TUHAN adalah TUHAN itu sendiri. Pribadi Yesus Kristus.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Joh 1:14)

Biarlah setiap hari saat kita membaca Alkitab dan tenggelam dalam PerkataanNya kita menjadi semakin mengenalNya secara Pribadi, semakin cinta TUHAN dan semakin taat akan FirmanNya.
Setiap tahun biarlah kita semakin menjadi dekat dengan TUHAN, karena disanalah harapan bagi umat manusia berada.


Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!. (Yesaya 55:1-3)

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (Psa 62:1-2)

 Semoga sedikit pemikiran ini bermanfaat bagi teman-teman

Yuuk ah kita rencanakan dan buat kelompok baca Alkitab untuk tahun 2018, mau?
Aku mauuuuuu!!!!

Wednesday, May 4, 2016

Wadooohhhh!! Sepurane cak! Akuuuu lali…






Iyahhhhh!! Itu gaya Suroboyoan pancen pas! 

Manusia itu tempatnya lupa dan melupakan, Tuhan saja maklum lhoo… Jadi aku mengambil sikap sekarang untuk lebih sabar dan pengertian menghadapi mahluk yang namanya menungso atau manusia.

Sejak jaman mBah Adam dan Hawa mereka kalah dan jatuh juga gara-gara lupa. Apakah Adam lupa memberitahu Hawa tentang perintah Tuhan, ataukah Hawa yang lupa kalau Adam pernah memberi tahu dan kemudian dia tidak ingat. Intinya bukan cari yang salah, tetapi sepakat bahwa masalahnya adalah manusia punya memori yang pendek, gampang lupa dan ini berbahaya, musuh memanfaatkan informasi tentang kelupaan kita ini.

Yok dilihat…

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia:
"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Genesis 2:16-17)

Ular berkata begini:

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Genesis 3:1)

Respon Hawa:

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu:
"Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."  (Genesis 3:2-3)

LUPA! Malahan nambahin..


Pola ini terus berulang, jagoannya lupa namun musuh selalu ingat, dan kemudian memutarbalikkan fakta sehingga jadi bingun dan tidak tahu mana fakta dan mana manipulasi.

Waspadalah!

Kebanyakan kisah seterusnya adalah karena lupa, lupa bahwa Tuhan akan membuat keturunan yang banyak,  lupa akan Tuhan yang menyelamatkan dari Mesir, memperkatakan Hukum Torat, lupa hari Sabbat, lupa Tuhannya… lupa dan lupaaaa…

Manusia lupa, Tuhan mengingatkan :

Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"  (Genesis 3:11)
See tidak ada kata “ataupun raba buah itu”

Perintah TUHAN sederhana, Jangan makan…. Titik!!! Namun kita sering nambah2in

Pada jaman aku sekolah dulu, kalau lupa suatu pelajaran yang aku lakukan adalah buka buku lagi supaya ingat. Nah kalau lupa terus dan akan segera test atau ulangan… hahaha aku bikin contekan [yang ini DILARANG KERAS untuk ditiru].

Di Perjanjian Baru ada sesuatu yang menarik juga tentang masalah DASAR manusia ini, masalah lupa

Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."  (Matthew 27:61-65)

Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi INGAT akan perkataan YESUS.
Murid-muridNYa dan orang-orang yang mengikut Dia, TIDAK INGAT
Lihatlah :

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.  (Mark 16:1-6)
Para Maria ini tidak tahu atau tidak ingat awalnya, bahwa YESUS bangkit, setelah dijelaskan baru kemudian mereka ngeh dan ingat

Lagi…

tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.  (Luke 24:1-8)

Lagi..

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.  (John 20:1-9)

Pun…

Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."  (John 20:10-13)

Murid-murid TIDAK INGAT - Musuh-musuhnya malahan INGAT

GOD come to the rescue melalui malaikat2Nya…
MANUSIA itu sering LUPA, TUHAN selalu mengingatkan.

Beruntung saudara dan saya diberi ROH KUDUS yang diutus oleh BAPA atas permintaan YESUS, Yesus Kristus ngerti banget hidup dengan manusia, mungkin saja DIA geli melihat kita dan tertawa terpingkal-pingkal dan kadang geleng-geleng kepala saat melihat kita lupa, karena DIA pasti teringat pengalamanNYA dengan para muridNya 3,5 tahun.

Mungkin di Sorga, saat Yesus sedang melongok kebawah dan ditemani Petrus, dalam hayalku Petrus mungkin nyeletuk ketika lihat aku lupa akan janji Tuhan… 
“makanya dicatat… makanya dibaca terus… gitu aja kok lupa…”

Yesus mungkin njenggung kepala Petrus atau menggetoknya sambil berlalu dan tersenyum… 
“ Halah.. memangnya dulu kamu ingattt…”

Hahaha…

Sehingga Yohanes 14:26 jadi penting bagi kita untuk mengetahui dan mendengar perkataan Yesus lewat Alkitab yang kita baca atau dengar, mungkin saja kita akan lupa tetapi TUHAN lewat ROH KUDUS akan mengingatkan kita kembali!
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.  (John 14:26)

Nah, kalau murid-muridNya yang hidup sejaman denganNya, dengar langsung perkataanNya, mengalami mujizatNya, jalan bareng kemana Dia pergi, makan bareng denganNya aja lupaaaa, apalagi kitaaa..

Yuk ah kita baca lagi perkataan-perkataanNya, kalo lupa baca lagi, atau bikin contekan...berbahaya kalau kita lupa dan musuh malahan lebih tahu kemudian memperdaya kita dan memanipulasi nya karena kita LUPA.


Aku sering lupa
Kamu juga kadang lupa
Kita lupa
Manusia lupa
TUHAN SELALU MENGINGATKAN!

Terus aku berpikir.. hmmmm bagaimana kalau tiap hari sama-sama pak Je eR, sekantor, kalau lupa kotbahnya, apalagi tidak melaksanakan,
 "mmmhh itu kotbah yang kapan ya Ko?"
"kayaknya belum pernah deh Ko Jeff berkata tentang hal tsb"
"ehmm sebentar saya cek catatan saya"
"oh wait a minute... saya cari CD kotbahnya dulu...

mungkin seperti Yesus diatas, digetok kepalanya sambil tersenyum dan mungkin tertawa beliau berlalu

Sesama pelupa dilarang saling mendahului… [apasihhhh!]


Satu purnama saja lupaah apalagi Seribu Purnama … cinta cintaaa…

Wednesday, September 23, 2015

BIBLE EVERYDAY



Setelah selesai mengajar kelas Deeper Bible, dan para partisipan mendapatkan semua tools untuk membaca Alkitab bahkan juga bisa dipakai untuk menggali atau menyelidiki bagian-bagian Alkitab, biasanya muncul pertanyaan “ kalau begitu dari manakah sebaiknya kita mulai membaca?” “Apakah perlu membaca setiap hari?” 
 
Dengan tools yang sudah diberikan maka diharapkan para partisipan dapat mencoba dan akhirya menemukan sendiri bagaimana metoda yang paling pas buat mereka masing-masing. Sebab setiap orang berbeda-beda pada dasarnya. Dibeberapa kesempatan saya juga bagikan pengalaman saya dan metoda yang yang saya pakai untuk menjadi perbandingan, atau juga bisa untuk ditiru jika memang belum menemukan metode yang pas. Untuk menyingkatnya saya pakai akronim agar mudah diingat, here you go!



BIBLE EVERYDAY
B          : Baca
I           : Injil
B          : Bagian
L          : Lainnya
E          : “Easy”

Yohanes 14:26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
 
Ini pesan Yesus kepada murid-muridNya, bahwa Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan perkataan Yesus kepada mereka.  Nah ayat ini bukan untuk kita, tidak secara langsung. Roh Kudus dikatakan akan mengingatkan semua perkataan Yesus. Nah kita tidak ada waktu Yesus mengajar, belom lahir. Bagaimana Roh Kudus mengingatkan  kepada kita perkataan Yesus yang diberikan 2000 tahun yang lalu dihadapan murid-murid Nya saat itu? Kita perlu menaruh perkataan Yesus kedalam memori kita agar Roh Kudus dapat mengingatkan perkataan-perkataan Yesus tersebut dan mengajarkan nya juga kepada kita.
Pertanyaan selanjutnya, perkataan Yesus saat itu paling banyak ditulis dimana? Banyak yang menjawab Alkitab, iya sih benar… tetapi tidak spesifik. Perkataan Yesus paling banyak ditulis di INJIL.
Selanjutnya, ada berapa Injil? Banyak yang menjawab ada empat. Tidak sepenuhnya benar, INJIL hanya ada satu, Kabar Sukacita hanya ada satu, hanya ada SATU INJIL namun ditulis oleh 4 penulis yang berbeda. Jadi kita harus baca seluruh nya, keempat tulisan tersebut, yakni Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
Jadi? Sudahkah berhenti disitu saja? TIDAK ada juga perkataan Yesus di Kisah Para Rasul dan juga di surat yang dikutip oleh Para Rasul, juga ada surat Yesus Kristus untuk 7 jemaat yang ditulis oleh Rasul Yohanes. Sekaligus juga Para Rasul meninggalkan Yerusalem dan merantau jauh dan mengabarkan Kabar Keselamatan tersebut dan juga mempraktekan setiap ajaran dan perkataan Yesus Kristus. Oleh sebab itulah kita harus juga membaca Kisah Para rasul dan berikut surat-surat yang dikirim oleh Para Rasul kepada jemaat Yesus Kristus, termasuk juga Wahyu.
Okay, jadi hanya Perjanjian Baru saja? Tentu Tidak!!
Yesus juga sering mengutip Perjanjian Lama, dalam surat-surat para Rasul juga mengutip Perjanjian Lama, oleh sebab itu kita harus membaca Perjanjian Lama.
Pada akhirnya bacalah semua, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.




Untuk itu saya ada tip berikutnya : EVERYDAY

E          : Effective Time for you
V          : Variety of Writings
E          : Easy Versions for you
R          : Read All
Y          : Your Imagination
D          : Don’t Keep, Share it
A          : Action and Pray
Y          : Your own Journal

Mari kita lihat satu-satu.

Effective Time For You;
Setiap kita sudah jelas tidak sama, jam hidup kita berbeda. Ada yang terbiasa bangun pagi, ada yang kerjanya sampai dini hari. Ada yang terbiasa baca malam hari sambal beristirahat ada yang bisa membaca di sela-sela break makan siang. Entah pagi, siang, sore, malam, saudara yang tahu, saudara yang menentukan buatlah komitmen, buatlah rutin. Ini janji anda bertemu dengan DIA yang mengasihi anda.

Variety of the writings
Perhatikanlah genre atau variasi dari jenis-jenis Tulisan dalam Alkitab, di DB 101, juga di blog ini saya pernah ulas tentang jenis-jenis Tulisan dalam Alkitab. Saran saya untuk awal mulai baca Alkitab ambillah genre yang paling mudah yakni NARASI. Contoh nya adalah Matius Markus Lukas Yohanes Kisah Para Rasul, Kejadian Keluaran dan lain lain. Jangan memulai dari genre apokaliptik, anda akan dibuat bingung karena nya.

Easy Versions
Alkitab diterjemahkan kedalam berbagai Bahasa supaya bisa dibaca dengan mudah oleh setiap orang sesuai dengan Bahasa yang mereka kuasai. Dan untuk membaca saja tanpa bermaksud menyelidiki atau mendalami gunakanlah Alkitab dengan Bahasa yang mudah anda mengerti. Ambillah paling tidak dari kelompok terjemahan bebas, seperti The Message dalam Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Indonesia Anda bisa menggunakan TSI atau BIS. Namun bisa juga anda memakai kelompok Dynamic Equivalent seperti NLT atau NIV dan ITB dalam Bahasa Indonesia.

Read All
Baca sekaligus satu kitab, ingat pelajaran Deeper Bible 101 sesi 4 bahwa dulu nya Alkitab tidak ada penomoran ayat pasal atau bab, juga tidak ada perikop-perikop, jika saudara ingin baca sebagian, maka anda harus pandai-pandai dalam berhenti di bagian mana. Dan kemudian untuk membaca kembali Anda perlu untuk membaca ulang paling tidak 1 bab bagian sebelumnya. Sama seperti ketika menonton DVD, saat ada interupsi maka anda akan pencet tombol “pause” dan ketika mau menonton lanjut lagi Anda akan “rewind” sebentar untuk kemudian lanjut “play” lagi. Maka sarannya sebagai pemula Ambil kitab yang pendek yang tidak terlalu panjang.


“Use” Your Imagination
Pakailah daya imaginasi saudara, ini cukup membantu karena di Alkitab penuh dengan gambaran kata yang Anda belum pernah lihat atau alami. Anda bisa membayangkannya. Sama seperti dalam sebuah film action saudara membayangkan diri anda dalam peristiwa tersebut menjadi salah satu jagoannya, maka film itu terasa lebih hidup. Demikian juga Alkitab, selain anda memahami arti gambaran kata dengan otak kanan anda, anda bisa berimaginasi seolah-olah anda ada disana.

Don’t Keep, Share it!!
Apa yang Anda  baca akan terus anda ingat jika Anda bagi atau share kepada teman DATE anda. Kadangkala tanpa kita sadari apa yang kita bagikan bisa menjadi jawaban bagi orang lain. Namun juga jangan terlalu lebay, sedikit-sedikit share. Mintalah Roh Kudus untuk memberikan Hikmat kepada Anda. Dan saat Roh Kudus bicara untuk anda bagikan apa yang Anda dapat, taatlah dan bicaralah.

Action anda Pray
Kita bukan hanya pendengar atau pembaca saja, namun kita harus menjadi pelaku firman Tuhan. Adakah Firman Tuhan yang harus saya taati hari ini. Adakah janji Tuhan dalam Firman Tuhan hari ini. Adakah perintah yang harus dilaksanakan, berdoalah sebelum melakukan tindakan. Firman akan menjadi hidup dalam keseharian kita jika kita menghidupinya dengan menjadi pelaku Firman.

“Write” Your own Journal
TUHAN menjawab aku begini, "Ukirlah dengan jelas pada kepingan tanah liat, apa yang Kunyatakan kepadamu, supaya dapat dibaca dengan mudah.  (Habakkuk 2:2). Tulislah apa yang Anda dapat saat Anda baca, suatu peneguhan, suatu janji, suatu perintah. Apapun itu tuliskanlah supaya Anda dapat membacanya ulang, dan journal anda menjadi pengingat bagi Anda. Jikalaupun ada sesuatu yang tidak dimengerti Anda tuliskanlah itu, suatu saat anda akan terkagum-kagum bahwa Tuhan terus berurusan dan memperhatikan Anda, pada saatnya Tuhan akan memberitahukan hal tersebut kepada Anda, entah lewat orang lain, entah lewat de el Anda, bisa juga Tuhan berbisik kepada Anda secara langsung.
Dan ini semua bisa jadi seperti batu peringatan, sehingga kita bisa mengingat kebaikan Tuhan, penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita.

Tandailah jalan-jalan, pasanglah rambu-rambu carilah jalan yang kautempuh dahulu. Hai, Israel, pulanglah! Kembalilah ke kota-kotamu yang semula. (Jeremiah 31:21)

Bila kamu menyimpang dari jalan, di belakangmu akan terdengar suara-Nya yang berkata, "Inilah jalannya; ikutlah jalan ini." (Isaiah 30:21)

BIBLE EVERYDAY

Bagaimana menerapkannya?
Saran saya, mulai dari Injil Markus,  sudah jelas ini Narasi, mudah dibaca, penuh dengan action , Anda bisa berimaginasi dan menaruh diri anda dalam kisah heroic yang ditulis Markus, Anda akan lebih ingat kepada Yesus atas apa yang dilakukakannya. Markus menulis seolah ini adalah film action, alur nya sangat jelas dan berganti-ganti dengan cepat, anda akan dengan mudah mengikuti alur kehidupan Yesus di bumi.

Selanjutnya setelah tahu tentang apa yang dilakukan Yesus, beralihlah kepada apa yang dikatakannya, pilihan saya berikutnya adalah Matius. Kita belajar perkataan Yesus, pengajaran Yesus di muka bumi. Kitab Matiuslah banyak mencatat perkataan Yesus.

Kemudian lanjutkan ke Lukas, Buku yang ditulis Lukas ini mencampurkan antara perkataan dan tindakan Yesus di muka Bumi, Lukas menyusun kisahnya dengan gayanya sendiri dan mengatur susunannya dengan tujuan tertentu.

Lukas selesai, anda beralih ke Kisah Para Rasul, karena ini satu penulis dengan Lukas dan dengan demikian anda dapat mempertahankan benang merahnya.

Setelah Kisah Para rasul selesai bacalah Yohanes, Injil yang ditulis rasul Yohanes adalah injil paling akhir yang ditulis. Lebih sulit dipahami dibanding Markus Matius Lukas, namun Injil ini pentimg karena memuat hal-hal yang tidak dicatat Matius Markus dan Lukas.

Nah Injil dan Kisah para Rasul selesai.  Saran saya Anda baca lebih dahulu 5 kitab Musa dan Yoshua. Bagaimana uruttannya?
Mulailah dari Kejadian, kitab ini memberi landasan yang penuh mengapa perlu Yesus turun kedunia untuk umat manusia.
kemudian lanjut Keluaran, kitab ini memberi landasan atas keberadaan Israel pada proses Karya Besar Keselamatan bagi Umat manusia.
Ketika Kitab keluaran usai dibaca, saran saya jangan ke Imamat, dari keluaran Anda langsung ke Bilangan
Ketika selesai baca kitab Bilangan, langsung ke Ulangan, kemudian Yoshua.
Selesai baca Yoshua anda bisa kembali lagi ke Imamat dan bacalah.

Kira-kira seperti itulah saran saya.  Ada pertanyaan??