Thursday, October 8, 2015

Welcome Salt and Light Leader, Good Bye Selfish Life [revisi] shared at LN October



Saudara- saudara tahu mengapa ada disini pada malam hari ini? 
Ada yang tahu? 

"Let me tell you why you are here. You're here to be salt-seasoning that brings out the God-flavors of this earth. If you lose your saltiness, how will people taste godliness? You've lost your usefulness and will end up in the garbage.
"Here's another way to put it: You're here to be light, bringing out the God-colors in the world. God is not a secret to be kept. We're going public with this, as public as a city on a hill. If I make you light-bearers, you don't think I'm going to hide you under a bucket, do you? I'm putting you on a light stand. Now that I've put you there on a hilltop, on a light stand--shine!
Keep open house; be generous with your lives. By opening up to others, you'll prompt people to open up with God, this generous Father in heaven. (Matthew 5:13-16)

Jika di terjemahkan dalam Bahasa Indonesia kira-kira begini:
Begini, Saudara ada disini untuk menjadi garam yang memberi rasa, yang menunjukkan kepada dunia bagaimana rasanya Tuhan itu. Nah jika saudara kehilangan garam saudara bagaimana orang akan merasakan Tuhan dalam anda? Saudara akan menjadi tidak berguna dan benda-benda yang tidak berguna dibuang di tong sampah.
Kedua, Saudara ada disini untuk menjadi terang, membawa keindahan Tuhan kepada dunia, Tuhan yang kita miliki bukan untuk kita simpan sendiri. Kita harus nyatakan kepada khalayak ramai, seperti kota yang bercahaya diatas bukit, keliatan dan dipandang oleh semua orang dari berbagai sudut.

Kemudian Yesus berkata lagi :
“Jika Aku (Yesus) menjadikanmu sebagai pembawa terang, menurutmu apakah apakah Aku akan menyembunyikan mu dibawah ember ? Tentu tidak Aku akan taruh kamu di tempat yang semestinya, di tempat lampu yang berdiri tegak. Nah karena Aku sudah taruh kamu di tempat yang tinggi, bersinarlah!!!
Buka lebar pintu rumah mu, jadilah generous, murah hati dengan hidup mu. Bukahlah hidupmu bagi orang lain dan ini akan membuat orang terbuka pada Tuhan, Bapa yang sangat murah hati itu.
Perkataan ini dicatat oleh Matius. Injil Matius itu adalah injil yang, Ia memandang Yesus sebagai Raja yang datang ke bumi membawa kerajaanNya, dan kita adalah anak-anak kerajaanNya. Tuhan pilih kita untuk membawa pengaruh kerajaanNya kepada dunia ini.
Sekali lagi membawa pengaruh, ATMOSPHERE SORGA ke dunia ini.
Nah, cerita ini diawali dengan pemilihan murid-murid yang pertama di Matius 4
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  (Matthew 4:18-20)
Ini proses intentionally, Dengan SENGAJA Yesus  menyusur danau Galilea dan dengan SENGAJA memilih dan memanggil murid-muridnya!!
Dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Dari orang biasa menjadi orang luar biasa. Pengaruh mereka diperbesar. Lewat serangkaian proses pemuridan, melihat cara Yesus mengajar, menyaksikan Yesus menyembuhkan yang sakit, membagikan nilai-nilai / value the Kingdom of GOD.
Hey bukankah ini semua proses yang kita jalani, dari jemaat, kemudian dipanggil dipilih secara sengaja dan secara sengaja juga diperlengkapi untuk menjadi CT LCT DL DF HDF sampai kita semua berada di sini pada malam hari ini? Pengaruh kita kepada orang disekilling kita diperbesar
Sampai di Matius 5, Tuhan berkata…
Kalian tahu mengapa berada disini mala ini, dan kembali Tuhan mengingatkan kepada kita semua, menjadi garam dan terang.
Apa istimewanya garam dan terang ini?
Ingat ayat di Mazmur ketika Daud bernyanyi demikian:
Mazmur 34:8.
“Open your mouth and taste, open your eyes and see— how good GOD is. Blessed are you who run to him.”
Apabila diterjemahkan, “Bukalah mulutmu dan kecaplah, bukalah matamu dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan. Diberkatilah engkau yang berlari mengejar Dia.”
Orang-orang melihat TUHAN dalam hidup kita, benar? Lewat kita orang-orang mengecap dan melihat kebaikan TUHAN, dan mereka berlari mendapatkan kita.



As a salt and a light, our job is :
Help people to taste God, God’s flavor, and help people to see God, God’s color and all His beauty.  If we fail as salt and light, they can’t taste God and see God.
As a salt and light Leader our job is
Facilitate people to taste God, God’s flavor,
And Facilitate people to see God, God’s color and all His beauty.
If we fail as salt and light, they can’t taste God and see God.

Jadi, hidup kita harus bisa dirasakan dan harus bisa dilihat oleh semua orang. Ini semua tentang merasakan dan melihat. Ini semua tentang kebutuhan dasar dari manusia. 
bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.  (Ecclesiastes 3:11)
Ada DNA sorga dalam diri manusai. Ada sesuatu dalam diri manusia yang hanya bisa dipuaskan oleh Tuhan. Manusia itu mencoba untuk memuaskan keinginan itu dengan berbagai hal yang mereka sukai. Apabila mereka suka akan gadget, mereka beli gadget, sampai tokonya habis pun mereka tidak akan puas. Selalu meminta lebih. Orang yang suka makan, akan terus menerus mencari makanan sampai mereka puas. Ada sesuatu yang tidak bisa diberikan dunia, yang itu hanya bisa diberikan oleh Tuhan, yang bisa hanya diberikan oleh sorga.
Church, Gereja, DATE adalah serpihan SORGA di BUMI. Menjadi garam artinya menjaga – mengawetkan nilai-nilai Sorga, menjadi terang artinya menghidupi nilai nilai sorga, sehingga suasana DATE adalah suasana Sorga, jadilah kehendakMU di bumi seperti di Sorga.

Karena sejatinya bumi ini bukanlah rumah bagi manusia. Tetapi, rumah kita ada di surga. Oleh sebab itu, ada suatu keinginan di dalam hati kita yang hanya sorga yang bisa memenuhinya. Jadi kita ingin melihat, kita ingin merasakan sesuatu itu yang bisa memuaskan kita.


A Home

Space shared amongst people with common purpose

Seeking only champion one another

Temporary structure with eternal goals

A door that remains unlocked

And heart that remains warm

By the love we have shown for one another


Bukankah ini yang sudah kita lakukan di dalam DATE? Pada saat terang dan garam berkumpul, ada suasana Tuhan disana. Ada atmosfir sorga yang bisa dirasakan.
Nah, apa yang kita lakukan di DATE itu dilihat oleh orang. Mereka ingin datang dan merasakan karena DATE adalah our second home. Our first home  biblically speaking”, adalah SORGA. Dan di DATE-lah kita bisa merasakan serpihan kecil bagaimana sorga itu. Orang-orang ingin pulang ke rumah yang mempunyai atmosfir seperti ini. Dimana mereka diterima dengan lapang hati, dimana mereka bisa merasakan keramahan orang-orangnya. Dimana mereka bisa merasakan kehangatan terang. Karena mereka tidak dapatkan di dunia. Sebab, kita yang di DATE memang hidup di dunia, tapi tidak berasal dari dunia ini
We see people differently,
We speak differently,
We act differently,
We think differently.
We always connect to the people,
We always relate to the people,
We always seek common ground with the people in our DATE
Orang-orang berlari kepada kita, mereka melihat TUHAN dalam hidup kita, dalam DATE kita. Pengaruh diperbesar, kita menjadi penjala Manusia, saat ini ada banyak orang-orang yang berada di jala karena terpikat dan tertarik dan berkeinginan ingin mengicipi Sorga, ingin mengicipi TUHAN yang berkarya dalam hidup kita, dalam DATE.
Makanya, angka statistik orang-orang yang datang ke DATE booth itu cukup banyak. Saat ini, ada 2559 jiwa yang homeless, yang tidak bisa tertampung. Mereka menginginkan rumah, yang sama seperti rumah yang kita diami sekarang. Departemen Perumahan JPCC. Sampai akhir tahun ini, paling tidak setiap bulannya harus mendirikan 34 rumah baru. Dan untuk setiap rumah baru, harus ada kepala rumah tangganya.
Sampai disini saudara sudah tahu nih arahnya kemana? Saya tidak ada pesan sponsor dari siapapun, tetapi ini yang saya rasakan. Yang terjadi dalam saya di beberapa bulan belakangan ini.  Saya share ini pertama kali di Huddle DL nya Ryan Jauwena, kemudian saya taruh di blog, dan kemudian ps Alvi minta untuk dibagikan mala mini.
Jika kita sebagai garam masih berada di tempat dan tidak mau menumpahkan diri kita menggarami orang lain, maka kita menjadi selfish. Saudara perhatikan di rumah makan, garam yang berada di wadahnya /Salt shaker harus mau keluar dari wadahnya dan ditaburkan kedalam makanan untuk membuat makanan ada rasanya. Jika kita tidak mau ditumpahkan, kita menjadi pribadi yang egois, mementingkan diri sendiri Selfish yang ujungnya tidak ada faedahnya.
Jika kita yang adalah terang menyimpan terang itu sendiri, maka kita adalah pribadi yang selfish. Terang untuk dibagi memberi cahaya, memberi kehangatan. Saudara bayangkan jika pelita ditaruh dibawah ember, lama-lama akan PADAM karena tidak ada oksigen. Demikian juga terang yang ada pada kita jika tidak dibagikan lama-lama juga akan PADAM
Dengan demikian GAGALLAH  tema JPCC tahun ini, KITA yang MENGGAGALKANNYA karena kita tidak mau membagi terang kita, dan tidak mau membagi garam kita lewat kehidupan kita.
Sekali lagi saya katakan bahwa injil Matius berbicara tentang kerajaan Allah. Setelah murid-murid dipanggil (Matius 4), pasal selanjutnya (Matius 5-7) Yesus mengajarkan tentang prinsip-prinsip, nilai-nilai KERAJAAN ALLAH yang dibawanya. Dengan kata lain, Dia memperlengkapi mereka untuk menjadi garam dan menjadi terang.
Kerajaan bukanlah demokrasi.
Jika saudara sudah ditunjuk untuk mengemban tanggung jawab tertentu, percayalah bahwa otoritas di atas saudara melihat sesuatu yang berbeda dalam hidup Anda. Melihat potensi dalam hidup saudara. Saya pernah berada dalam posisi ini, kita semua pernah berada dalam posisi ini, kita pernah berada dalam posisi CT, LCT sebelum DL. DL saya dulu bisa jadi melihat hal yang berbeda dalam saya, dan mengambil resiko untuk taruh saya dalam grooming process secara sengaja “dimuridkan’ sama seperti 12 Murid Yesus. Menjadi Garam dan Terang juga dengan sengaja memberikan pengaruh kita sebagai Pemurid atau pemimpin untuk melakukan “Grooming Process” pada CT, LCT. Sama seperti Yesus yang berani mengambil resiko, sebagai DL beranilah untuk mengambil resiko melepas CT LCT menjadi DL DL baru. Bermultiplikasi berarti melepas CT LCT menjadi garam dan terang di tempat baru, rumah baru, sehingga banyak orang akan mendapatkan rumah baru dan merasakan, mengicip TUHAN melalui kehidupan mereka. Inilah caranya, inilah yang dimaksud menjadi garam dan terang
"Let me tell you why you are here. You're here to be salt-seasoning that brings out the God-flavors of this earth. If you lose your saltiness, how will people taste godliness? You've lost your usefulness and will end up in the garbage.
"Here's another way to put it: You're here to be light, bringing out the God-colors in the world. God is not a secret to be kept. We're going public with this, as public as a city on a hill. If I make you light-bearers, you don't think I'm going to hide you under a bucket, do you? I'm putting you on a light stand. Now that I've put you there on a hilltop, on a light stand--shine!
Keep open house; be generous with your lives. By opening up to others, you'll prompt people to open up with God, this generous Father in heaven. (Matthew 5:13-16)



Buka lebar pintu rumahmu, jadilah generous, murah hati dengan hidupmu, yaitu dengan membuka diri bagi orang lain, dan terima mereka. Hal ini akan membuat orang terbuka kepada Tuhan dan menerima Tuhan, Bapa yang sangat murah hati.

Terimalah panggilan itu, jadi kepala atas rumah-rumah yang sedang dipersiapkan, Departemen Perumahan JPCC. 
Penuhilah panggilan itu dengan mempersiapkan, melatih lakukan “Grooming Process”, dengan sengaja., dan memuridkan orang-orang yang kemudian akan menjadi garam dan terang bagi orang-orang yang lainnya lagi.
Jika ini kita lakukan secara terus menerus (konsisten), seperti Yesus dengan sengaja memilih murid-murid, maka kita akan menjadi pribadi (“pemimpin”) yang selfless dan benar-benar kita menghidupi diri kita sebagai garam dan terang , dan biarlah banyak orang yang terus datang, berlari kepada Tuhan dan merasakan dan melihat betapa baiknya Tuhan itu.
Kabar baiknya TUHAN tidak membiarkan kita sendiri selama kita melakukan mengerjakan panggilan ini.

Teach these new disciples to obey all the commands I have given you. And be sure of this:
I am with you always, even to the end of the age." (Matthew 28:20)

I'll be with you as you do this, day after day after day, right up to the end of the age."

Selamat datang garam dan terang, selamat tinggal selfishness…
Welcome Salt and Light Leader, Good Bye Selfish life!

Friday, October 2, 2015

HOSANA!!!! HOSANA!!!!




Sebagai orang Kristen kata ini pasti sering kita dengar dan pasti sering kita sebutkan, bahkan ada dalam nyanyian pujian kita di gereja, yang paling fenomenal adalah Lagu Hosana yang digubah oleh Sidney Mohede dan menjadi anthem wajib di berbagai denominasi gereja di Tanah Air. Kemudian menjadi semakin Berjaya ketika dinyanyikan oleh Israel Houghton dan albumnya menyabet Piala Grammy.
ὡσαννά
hōsanná
sebuah seruan. Hosanna! Dari kata Ibrani  yang bermakna selamatkan sekarang,  tolonglah sekarang, kami berdoa selamatkan kami. Menjadi juga sebuah kata sambutan engan tepuk tangan dan elu-eluan, yang berarti Keselamatan, pertolongan sudah tiba sekarang
Berasal dari dua kata Ibrani Kuno yâsha‛ dan nâ'   נא ע

Di Perjanjian baru kata ini diketemukan di Peristiwa Penggenapan Nubutan pada saat Yesus memasuki Yerusalem dengan menaiki keledai, Triumphal Entry.

Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"  Mat 21:9 

Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,  Mat 21:15 

Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,  diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!" Mar 11: 9-10 

mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" Joh 12:13 

Saya mengajak hanya melihat dari sisi nya Matius saja dulu untuk kali ini, ada yang menarik disini dan sesuai dengan kenyataan kita sekarang ini di Indonesia bahkan mungkin yang dirasakan di dunia sekarang ini.

Catatan Matius adalah sebagai berikut:
Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."  (Matius 21:7-11)

Kita tahu bahwa latar belakang sejarah pada saat itu mengatakan bahwa Yerusalem situasi nya sedang panas, ketegangan antara Romawi, para Imam, Istana dan juga Imam-Imam dibawah Kayafas, dan para “pejuang” pembebasan dari penjajahan Romawi.
Orang-orang Israel menginginkan segera terbebas dari penjajahan Romawi mereka memerlukan pertolongan dan penyelamatan. Sama seperti Republik ini ketika masa Revolusi dulu bagaimana keadaan Negara yang terjajah pasti menginginkan pembebasan dari tekanan penjajah, pajak yang selangit, tindakan penjajah yang semena-mena, harga-harga kebutuhan pokok yang melambung, ketidak percayaan kepada Imam dan Istana, ketidak percayaan kepada para religious politikus dan politik praktis, dan menghadapi krisis serta ketidakpastian.
Well familiar?
Mereka merindukan seorang Mesias yang dijanjikan itu datang. Membawa perubahan, membawa hidup yang lebih baik, hidup yang penuh dengan kelimpahan.
Dan nyatanya Mesias itu datang!!!!

Mari kembali kepada Narasi diatas.

  • Yesus masuk Yerusalem dengan mengendarai keledai

  • Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menyambutnya, dari depan dan belakang mereka berseru Hosana

  • Sekelompok orang tidak mengenal Yesus, mereka bertanya: “siapakah orang ini?”

  • Orang banyak menyahut: “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret Galilea.”


Ada dua kelompok ketika Yesus memasuki Yerusalem, bisa jadi dua kelompok ini sama-sama berteriak-teriak Hosana. Dua kelompok itu

  • Kelompok yang mengenal Yesus dari Nazaret, jadi mengenal semua perbuatannya

  • Kelompok yang tidak mengenal Yesus, bahkan mereka bertanya-tanya siapakah orang ini.


Matius mencatat persitiwa ini.
Bagi orang-orang yang mengenal Yesus, ketika mereka berteriak-teriak secara aklamasi “Hosana, Hosana!!” mereka menyatakan Keselamatan sudah tiba!! Keselamatan sudah disini sekarang.
Bagi orang-orang yang tidak mengenal Yesus, mereka tidak menyadari Siapa Yesus sebenaranya sehingga mereka terus teriak “Hosana, Hosana!!” namun artinya tolong kami-tolong kami!!! Mereka tidak sadar bahwa Pertolongan sudah ada di depan mata mereka, seharusnya mereka bersukacita, namun karena mereka tidak mengenal Kebenaran siapa Yesus itu mereka masih cemas dan takut dan bertanya-tanya dan terus berteriak minta tolong.

Tidak semua orang yang mengikut Yesus mengenal Siapa Yesus itu, murid-murid seringkali masih tertegun dan heran siapakah orang ini (Yesus) sebenarnya…

Maria (ibunya) mengenal siapa Yesus itu, Pada peristiwa Perkawinan di Kana, Yohanes mencacat:

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"  (Yohanes 2:3-5)

Perkataan Maria adalah pernyataan bahwa dia kenal betul siapa Yesus, DIA sanggup menolong kesulitan yang dihadapi pada masa itu, Maria percaya bahwa Yesus adalah jawaban dan jalan keluar dari masalah yang dihadapi pada saat itu. Dan terbukti, Yesus menyatakan jati dirinya, menyatakan Kemuliaanya, dan Maria mengenalnya bahkan sebelum Yesus menyatakan diriNYA


Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. (Yohanes 2:11)

The disciples went and woke Him up, shouting, "Lord, save us! We're going to drown!" Jesus responded, "Why are you afraid? You have so little faith!" Then He got up and rebuked the wind and waves, and suddenly there was a great calm. The disciples were amazed. "Who is this man?" they asked. "Even the winds and waves obey Him!"

(Matthew 8:25-27) NLT


Sebuah patterns atau pola-pola yang sama. Sesungguhnya bukan berapa lama kita berjalan bersama TUHAN yang menentukan. Tetapi tingkat kualitas hubungan kita dengan Tuhan lah yang menentukan. Jika Kualitas Relationship kita dengan Tuhan baik, maka kita akan mengenal dekat PribadiNya.
Pada saat kita kenal dekat Pribadinya mengenalNya sungguh-sungguh sejatinya Yesus Kristus, yang berkuasa atas segala sesuatu dibawah kolong langit ini dan diatas Bumi maka kita percaya bahwa pertolongan sudah disini, sekarang, karena YESUS KRISTUS disini, bersama kita, Immanuel!!

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:20.

Keadaan sekarang bisa jadi seperti yang dialami murid-murid ditengah Danau  yang dihantam badai, kegaduhan ekonomi dan politik, pekerjaan, relationship, finansial, kesehatan dan lain-lain namun respon kita berbeda, kita mau merespon seperti Maria, melakukan semua yang YESUS KRISTUS perintahkan dan kita berseru, “ Pertolongan telah tiba SEKARANG!! HOSANA!!

Pandanglah YESUS, Kenalilah YESUS KRISTUS dari NAZARET itu!



Hello October!
Peters Kriss

Thursday, October 1, 2015

Hallo… Nama saya John Mark, Pendahuluan Injil Markus




Di tulisan blog saya terdahulu “BIBLE EVERYDAY” saya memberikan tips bagaiamana membaca Alkitab yang baik dan mudah bagi pemula. Saya sebutkan juga bahwa lebih mudah dan menarik jika dimulai dari Markus. Jadi saya akan share sedikit tentang Kitab Markus untuk sama-sama kita belajar. 

Siapa sih Markus ini? 

Penulis Injil Markus ini sama seperti penulis Injil lainnya tidak menamakan tulisannya menurut nama mereka, para penulis ini tidak ingin mereka lah yang jadi pusat perhatian.
Sangat sedikit informasi tentang Markus, namun cukuplah untuk mengetahui siapa Markus ini. Di Perjanjian Baru namanya beberpa kali disebut.  Dia bukan salah satu dari para Rasul, atau orang-orang yang menyertai Yesus kemana Yesus pergi, pada saat pelayananNya di muka bumi, namun dapalam beberapa peristiwa oleh para ahli sejarah dan theologian dia ada terlibat beberapa kali dimana Yesus ada.  Beberapa Bapak-bapak Gereja mengatakan bahwa Markus termasuk salah satu dari ke 70 murid. Namun disanggah juga bahwa tidak mungkin Markus adalah salah satu dari 70 murid, sebab Petrus menyebutnya sebagai anaknya (anak rohani) jadi paling tidak Markus ada dalam pemuridan Petrus (1 Pet 5:13)
Perjanjian Baru juga mencatat, Markus adalah anak dari adik perempuan Barnabas (Kolose 4:10) yang bernama Maria, wanita saleh yang tinggal di Yerusalem, rumahnya sering dipakai berkumpul oleh para Rasul dan orang-orang Kristen mula-mula (Kisah 12:12)
Markus ini mempunyai tiga nama ;
  • Markus berasal dari kata Marcus ini adalah nama Romawi atau nama Latin, meskipun Yahudi namun dari nama ini sepertinya ada hubungan dengan orang Romawi, ahli mengatakan bisa jadi orang tua laki-laki dari Markus adalah orang Roma
  • Juga dikenal mempunyai nama Yahudi yakni Johannan atau John atau Yohanes, yang berarti “Yahweh telah menunjukakan Kasih Karunia” sehingga seringkali dia dipanggil John Mark atau Markus Yohanes. Kisah 12:12
  • Nama ketiganya dia adalah Colobodactolus ini adalah nama Yunani yang artinya jari pendek dan gemuk.
Jadi Markus mempunyai tiga nama, nama Yunani sebuah nickname, kemudian Nama Latin dan terakhir nama Ibrani.
Ada kemungkinan besar bahwa rumah Markus atau rumah keluarga Markus lah yang dijadikan tempat makan malam terakhir dan juga dipakai berkumpul para murid untuk menanti turunnya Roh Kudus.

Sehingga ada ahli yang mengatakan bahwa anak muda yang lari telanjang di Gethsemane saat Yesus ditangkap yang dilaporkan di Injil Markus adalah Markus sendiri. 

Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. (Mark 14:51-52)

Suatu detail yang sangat janggal, kecuali yang lari ini adalah Markus sendiri.
Jika Markus bukan Rasul dan bukan murid inti dari mana dia dapat sumber penulisan? Pada masa mudanya Markus pasti pernah melihat Yesus, namun dia tidak pernah menjadi focus. Markus selalu menjadi nomor dua, dia adalah asisten dari 3 tokoh besar dalam perjanjian baru.
  • Pertama Markus menjadi asistennya Barnabas, Markus dan Barnabas bersaudara, Paman dan kemenakan.
Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas--tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu—Kolose 4:10
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;  (Acts 15:37)

Jadi pastinya Barnabas sudah kenal lama dan markus sang ponakan pasti membantu pamannya yang menjadi salah satu dari 7 orang yang dipilih oleh Dewan Yerusalem untuk mengurusi masalah jemaat.
  • Kedua Markus menjadi asisten Paulus yang bersama-sama Barnabas dalam perjalanan pelayanan mereka. Sampai akhirnya terjadi perselisihan sehingga Paulus pergi dengan Silas dan Barnabas serta Markus jalan sendiri.
  • Ketiga atau yang terakhir Markus menjadi asisten pribadi nya Petrus yang tiba di Roma setelah Paulus, menurut dokumen sejarah bapak-bapak gereja, orang-orang Roma mendesak Petrus untuk membukukan Kotbah-kotbahnya, bisa jadi Petrus enggan atau tidak punya waktu untuk itu sehingga meng “encourage” Markus untuk menuliskannya. Dan markus ikut Petrus sampai ke Babilonia, setelah itu dia pulang bersama Barnabas ke Siprus. Juga sudah berdamai dengan Paulus
“Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. “(2 Timothy 4:11) tinggal di Roma bersama dengan Paulus untuk beberapa waktu lamanya. Terakhir dari catatan Eusebius, Ephipanius dan Jerome didapatkan bahwa Markus berangkat ke Alexandria dari Roma dan mendirikan jemaat disana, Markus meninggal disana di tahun 64 di tahun ke 8 Nero berkuasa.
Dari Petrus lah Markus mendapatkan semua informasi yang dituangkan dalam Injil Markus. Oleh sebab itu Injil Markus juga sering disebut Injil Petrus.

Oleh para ahli Injil Markus ini ditulis kira-kira diantara tahun 56 sampai tahun 63.
Injil Markus adalah Injil action, banyak mencatat aksi atau tindakan Yesus, dan ciri dari tulisannya banyak ditemukan kata “tiba-tiba” “lalu” “kemudian”
Injil Markus ditujukan kepada pembaca bukan Yahudi, bisa dilihat Markus banyak memberikan keterangan tentang budaya atau kebiasaan Yahudi.

Tema utama Injil Markus , Kristus adalah Hamba Tuhan yang tidak kenal lelah , kehidupan Yesus dilaporkan penuh dengan perbuatan-perbuatan baik. Seringkali jam doa nya diinterupsi, tidak punya waktu untuk makan dan minum, dilaporkan selalu dikejar orang banyak yang merindukan mujizat nya meski itu adalah waktu bagi Yesus untuk istirahat.

Digambarkan oleh Markus bahwa Yesus mempunyai sentuhan khusus buat masing-masing pribadi.

Ada 19 Mujizat yang dilaporkan dan dicatat oleh Markus dan semuanya menunjukan Kuasa Supranatural Yesus Kristus
  • Delapan Mujizat membuktikan kuasaNya atas penyakit, 1:31, 41; 2:3-12; 3:1-5; 5:25; 7:32; 8:23; 10:46.
  • Lima Mujizat yang menunjukkan KuasaNya atas Alam Semesta, 4:39; 6:41, 49; 8:8-9; 11:13-14.
  • Empat mujizat mendemontrasikan KuasaNya atas roh jahat, 1:25; 5:1-3; 7:25-30; 9:26.
  • Dua Mujizat menunjukkan Kristus mengalahkan alam maut/kematian, 5:42; 16:9.

Bagaimana membacanya? 

Paling bagus Markus dibaca sekaligus, namun jika tidak dan saudara berniat mencicilnya maka kita bisa bagi menjadi 4 bagian.
  • Bagian Pertama Pendahuluan dan  memperkenalkan Yesus  Kristus, Peristiwa yang mengantarkan Yesus pada pelayanan terbuka Pasal 1 sampai pasal 7:23
  • Bagian Ketiga Perjalanan Pelayanan ke Tirus dan Sidon dan Pengajaran dan pelayanan di Galilea Utara  7:24-  9:50
  • Bagian Ketiga  Pelayanan terakhir di Perea dan perjalanan menuju Yerusalem 10:1-52
  • Bagian keempat adalah Minggu terakhir 11:1-16:8
Injil Markus juga lebih focus pada kelemahan Petrus dibanding Penulis Injil yang lain, seakan aka nada pesan khusus dari Petrus bahwa jemaat perlu tahu kelemahan Petrus, terlihat Markus memasukan hardikan Yesus kepada Petrus 

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."  (Mark 8:33)

Markus juga menyoroti penyangkalan Petrus
Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu. (Mark 14:72)
Dan tentang Petrus berhenti disini, berbeda dengan Yohanes, di Injil yang ditulis Yohanes ada berita tentang pemulihan Petrus dan kembalinya Petrus ke tempat semula, ingat percakapan Yesus dan Petrus di Yohanes 21.

Wow… menarik bukan?
Dan jangan lupa Markus adalah Injil yang pertama kali ditulis, Matius dan Lukas menuliskan injil nya mengambil bahan dari Markus, dan mereka mengembangakannya

Jadi tunggu apa lagi yuuk baca Markus bareng-bareng….
Setelah itu kita baca Matius, tunggu pengantarnyaa