Tuesday, September 22, 2015

IDENTITAS



Young Adult SERVICE JPCC 19 Juli 2015 

Hidup kita disusun atas keputusan-keputusan yang kita buat dalam setiap pilihan-pilihan yang diperhadapkan dalam kehidupan kita setiap harinya. Mau datang ke YAS saja ada banyak yang harus kita putuskan, pakai baju apa, warna apa, sepatu mana yang mau saya pakai, dan seterusnya. Dan setiap keputusan yang kita buat ada konsekwensinya yang harus dipertanggung-jawabkan oleh kita masing masing. Masalahnya kita tidak hidup sendirian di Planet Bumi ini, walapun keputusan itu kita buat sendiri namun konsekwensinya seringkali dirasakan oleh orang-orang disekitar kita, orang yang paling dekat dengan kita, komunitas dimana kita ada didalamnya. KEPUTUSAN yang bijaksana didasarkan atas KEBENARAN hakiki yang ada. Sehingga ketika kita mengambil KEPUTUSAN itu tidak ada yang disesali di kemudian hari atau hanya menyisakan sedikit penyesalan. Keputusan tentang pekerjaan, pasangan hidup, investasi, memilih teman dan lain sebagainya. Jangan sampai nanti diujung sana ketika semua sudah terjadi kita berkata..
“ah seharusnya dulu aku kuliah disana yaa” “ah seharusnya dulu ambil pekerjaan itu ya..
“ah seharusnya dulu aku terima dia saja..”“ah mungkin dulu aku tembak dia saja…”
Sudah TERLAMBAT kawan!
KEBENARAN… KEBENARAN … KEBENARAN
Sanctify them in Your Truth; Your Word is Truth.  (John 17:17) LITV
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. (Yohanes  17:17) ITB
Di ALKITAB ini kita akan menemukan KEBENARAN, mengetahui dan mengenal KEBENARAN ini akan membuat kita menjadi BERHIKMAT, menjadi BIJAKSANA.
1.         KEBENARAN mengenai DIRI KITA
2.         KEBENARAN mengenai TUHAN
3.         KEBENARAN mengenai DUNIA yang kita tinggali
Jadi kita harus mengerti benar apa yang ALKITAB katakan tentang ketiga KEBENARAN tersebut. Saat kita mengerti KETIGA KEBENARAN ini, mengambil keputusan berdasarkan KETIGA KEBENARAN bertindak berdasarkan KETIGA KEBENARAN ini, maka kita akan memiliki kehidupan yang BERHIKMAT BIJAKSANA, dan saat di ujung garis finish  nanti, kita akan mengakhiri paling tidak dengan sedikit penyesalan.
Sekarang yang tinggal adalah respon kita terhadap panggilanNYA kepada kita akan ALKITAB ini. TUHAN tidak hanya ingin kita membaca atau memikirkan FIRMAN NYA, atau juga tidak hanya MERASAKAN FIRMAN NYA saja dalam emosi kita, namun juga TUHAN ingin kita MELAKUKAN FIRMAN NYA.  Jadi FIRMANNYA, menjadi satu-satunya acuan kita.
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
(Matthew 7:24-27) ITB
Saya baru pada Pembukaan!
Nah sekarang kita hanya akan lihat kebenaran yang pertama saja dulu. KEBENARAN tentang SIAPA KITA.
Mari kita kembali ke awal segala sesuatu dimana KITA diciptakan untuk pertama kalinya, sebenarnya siap diri kita. TRUTH about ourselves.  Dunia semakin bising  dan banyak suara-suara yang dengan keras mencoba meredifinisikan siapa kita. Sementara kita sendiri juga sibuk mencari jati diri kita berdasarkan trend, berdasarkan orang lain, berdasarkan politik, berdasarkan apapun yang sekarang sedang popular.
Mari kita buka kitab KEJADIAN
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."   Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. (Kejadian 1:26-31) ITB
God spoke: "Let us make human beings in our image, make them reflecting our nature So they can be responsible for the fish in the sea, the birds in the air, the cattle, And, yes, Earth itself, and every animal that moves on the face of Earth." (Genesis 1:26) MSG
Jadi sejak semula Tuhan menciptakan manusia Laki dan Perempuan “SESUAI DENGAN GAMBARNYA” HIS IMAGE so they can be RESPONSIBLE. Ada dua bagian disini, GAMBAR TUHAN dan TANGGUNG JAWAB. Ada banyak tanggung jawab dengan keserupaan kita dengan TUHAN ini.  
Jadi inilah KEBENARAN tentang kita sejak semulanya bahwa kita Manusia diciptakan Laki-laki dan Perempuan menurut GAMBARNYA. Inilah yang harus kita percayai. Bukan saya yang mengatakan inilah yang ALKITAB katakan. Inilah original plan yang Tuhan mau dari dulu sampai sekarang!! Ini sangat penting kita pahami dalam kehidupan kita sehari-hari.  Kita sejak semula diciptakan sempurna dalam GAMBARNYA, Kudus dan kekal!  Image TUHAN adalah KUDUS, MAHAKUDUS, kita ciptaanNYA mengikut DIA harus KUDUS, TUHAN dikenal juga dengan HOLYSPIRIT, ROH KUDUS. Jika ROH KUDUS didalam kita, maka kita haus akan kekudusan.  Kita adalah orang-orang KUDUS dan BENAR dihadapan TUHAN. 
APA YANG TUHAN MAU SEJAK SEMULA adalah APA YANG TUHAN MAU SEKARANG, HARI INI!!
TUHAN tidak mengubah Rencananya, Tuhan tidak mengubah maksud dan tujuannya TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH. Kita yang berubah, Budaya berubah, masyarakat berubah, pandangan manusai berubah, value yang dianut manusia berubah … ya .. manusia berubah. ALKITAB berkata   "Akulah TUHAN, dan Aku tidak berubah” Maleakhi 3:6. Kalau Saudara sempurna untuk apa saudara memerlukan perubahan. TUHAN MAHA SEMPURNA dan DIA TIDAK BERUBAH. Inilah kebenaran itu, mau siapapun yang mengatakan hal yang lain semuanya itu salah!! TUHAN yang BENAR, ALKITAB adalah yang BENAR.
Itu kebenaran sejak dulu sampai sekarang. Kalaupun seluruh dunia mengatakan tidak benar, TUHAN akan tetap benar, TUHAN kekal, dunia akan lenyap.  Rom 3:4  Sebab jelaslah Allah selalu benar, walaupun setiap orang berbohong.
Dengan kata lain sekalipun seluruh manusia tidak setuju dengan TUHAN, TUHAN tetap BENAR!! Seperti ibu/mama itu selalu benar, walaupun semua anak anak setuju kalau mama bilang   tidak ya tidak. Anda kita semua diciptakan to reflect the nature of GOD. Kita perlu mengerti KEBENARAN ini sebab ini adalah awalnya, ini adalah pondasinya, dan ini adalah ALKITAB yang berkata, adalah FIRMAN TUHAN. Yesus berkata dalam Matius tentang Pondasi diatas. Jika kita tidak mengerti dan melakukan ini semua semuanya akan hancur, kita hancur, relationship hancur, keluarga hancur, budaya hancur, society hancur, bangsa hancur.
Bagi saudara dan saya Biarlah Alkitab saja yang kita dengar, firman TUHAN saja yang kita percayai, menjadi landasan hidup kita, mengatakan yang benar tentang siapa diri kita sesungguhnya, SUARA TUHAN saja yang kita dengar dan menentukan siapa sejatinya kita. Bagi kita ALKITAB adalah dasar yang teguh – solid rock on which we stand. FIRMAN TUHAN adalah HIDUP dan BERKUASA, langit dan bumi kan lenyap namun tak ada satu katapun, bahkan satu hurufpun yang akan lenyap. Manusia boleh  berubah, Budaya berubah, masyarakat berubah, pandangan manusai berubah, value yang dianut manusia berubah, bangsa berubah, media berubah, hukum berubah, opini bisa berubah, penilaian manusia terhadap kita berubah … semuanya berubah.. tapi kita akan tetap berpegang teguh pada FIRMAN TUHAN, kita ikuti KEBENARAN FIRMAN TUHAN, dan sebagai GEREJA TUHAN saya berharap kita menemukan rasa aman dalam FIRMAN TUHAN dan terus percaya FIRMAN TUHAN dan dengan sekuat tenaga menjadi pelaku-pelaku FIRMAN TUHAN, dan berdiri teguh di atas DASAR FIRMAN TUHAN. DAN berkata ini yang TUHAN katakana ini yang ALKITAB katakan.
Namun mengapa kenyataannya sekarang kita seperti ini? Itulah ketika DOSA masuk dalam kehidupan manusia, kita kehilangan semuanya itu!
Kita lihat di Kejadian 3. Ada Setan, membujuk Hawa, Hawa terbujuk, Adam disana dan diam saja. What? Ya benar dia ada disana sepanjang waktu dan tidak melakukan apa-apa sehingga semua nya terjadi, mereka makan buah tersebut dan kemudian mereka tahu bahwa mereka telanjang. Sejarah tidak berhenti sampai disini. Kita lihat apa yang terjadi, saudara bisa lihat di Kejadian 3. Ada percakapan yang sangat dikenal disepanjang sejarah manusia, setelah manusia memakan buah tersebut. Dialog antara TUHAN dan Manusia. Sangat Amazing baca Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Wow… ini sungguh menggelikan dan sangat lucu. Saudara tahu, kalau kita melakukan kesalahan, kalau kita berbuat dosa, kita melakukan hal-hal yang bodoh. Ddan ALKITAB mencatat ini adalah kebodohan manusia pertama kali dalam sejarah. Percayalah kalau kita berdosa kita  pasti sama spt Adam melakukan hal-hal yang bodoh.
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" (Kejadian 3:9)
TUHAN tahu, tapi DIA memberikan Adam kesempatan, “Dimanakah engkau?” sama seperti orang tua kita  bertanya pada kita, “apakah kamu yang melakukannya?” Pertanyaan ini untuk memberi kesempatan mengaku, orang tua pada dasarnya sudah tahu namun tetap menanyakannya. “ apakah kamu yang melakukannya?”
Sama seperti dialog Adam dan TUHAN
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"  (Genesis 3:9-11)

Hanya ada satu aturan yang TUHAN tetapkan di Taman Eden tetapi satu satunyan itupun dilanggar oleh Adam dan Hawa.
Alkitab tertulis, Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?
Adam menjawab; Ya TUHAN aku memakannya, maafkan saya TUHAN, ampuni saya, saya siap menanggung semua konsekwensi dari tindakan saya, saya siap menerima hukuman TUHAN, silahkan TUHAN lakukan apa yang TUHAN mau lakukan…. Namun jangan bawa-bawa Hawa dalam masalah ini, dia tidak bersalah TUHAN, sayalah yang ceroboh saya yang tidak memberitahu dan mengingatkan Firman aturan Mu itu padanya, dia tidak bersalah ya TUHAN.
Yang ga ketawa pasti gak baca ALKITAB, maka bacalah Alkitab. Sejarahnya akan beda pasti jika itu yang terjadi, jika itu yang Adam katakana, Bumi akan jadi tempat yang baik jika Adam berkata seperti itu. Jika dia menyerahkan diri dan berkata, ini saya TUHAN saya membela menjaga kehormatan dan reputasi istri  saya, saya yang akan ambil semua tanggung jawab tersebut. Namun apa yang dikatakan Adam di ayat 12 adalah: Perempuan itu…! "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
Saya gak pernah meminta seorang perempuan, pertamanya juga gak ada perempuan, ini semua gara-gara TUHAN, semuanya baik-baik saja sebelumnya, hanya ada aku dan gajah dan kancil dan dan binatang, iya sih memang agak sepi namun saya baik-baik saja. Lalu Engkau ambil tulang rusukku dan membuat Hawa sehingga jadilah semua ini, kekacauan dan kerusakan ini.  Jadi semua ini bukan salah saya, ini adalah salah Mu Tuhan dan Hawa, jadi kalian berdua bicarakanlah, jangan libatkan saya dalam masalah ini… okay??
Dosa mengakibatkan manusia bertindak bodoh
Dosa mengakibatkan manusia mencari Pembenaran
Pembenaran didapatkan dari menyalahkan pihak lain
Dan Demikian juga dengan Hawa, bereaksi hal yang sama dan menyalahkan ular. Trus ular menyalahkan siapa?? Gak akan  habisnya. Stop blaming!! Ada dosa masuk dan tidak ada yang bertanggung jawab malahan saling menyalahkan, menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri menyalakan keadaan, menyalahkan TUHAN,
Inilah yang menyebabkan semua blue print diatas tadi jadi hilang dan rusak!!
Pada saat TUHAN berkata, Adam dimanakah engkau, TUHAN memberi kesempatan, namun Adam menolaknya.
Okay kata TUHAN, kamu menolaknya, nah sekarang engkau pikul sendiri akibatnya. Hubungan Manusia dan TUHAN terputus karena ulah manusia.
Namun TUHAN bukan manusia, TUHAN tidak bisa mengingkari dirinya, Tuhan sangat mengasihi manusia. Sehingga pada saat manusia jatuh dalam dosa Tuhan sudah menyiapkan rencanaNYA untuk menebus manusia dan membawanya kembali pulang. Nubuatan tentang Kristus sudah ada sejak pasal 3 kitab Kejadian ini. Seluruh kitab semenjak ini menuliskan nubuatan tentang Messiah yang akan menghancurkan kepala ular, yang kan menebus manusia dan membebaskan manusia.  Sehingga sampai YESUS datang. TUHAN mengutus anakNYA yang tunggal. Yohanes 3: 16, menebus kita,karena kita semua berdosa, datang bukan menghukum kita. Tetapi untuk menyelamatkan kita. Namun serigkali kita seperti Adam, menyalahkan orang lain, menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain bahkan bahkan mengutuk orang lain yang bersalah pada kita. Come on people level up!! Bukan hak kita menuding-nuding orang lain. Kita semuanya sama. Tugas kita adalah pikul salib dan katakana pada dunia bahwa ada Keselamatan didalam YESUS.   

Kita semua butuh Yesus karena kita semua sama berdosanya. Kita semua perlu YESUS karena Yesus penuh dengan KEBENARAN dan KASIH KARUNIA. Padanya kita akan mendapatkan Kebenaran tentang kita dan juga mendapatkan kasih Karunia.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Romans 3:23)
Kita semua perlu penebusan, kita semua perlu pengampunan.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 John 1:8-9)
Jadi pengampunan membawa kita kembali kepada TUHAN, pengampunan menjaga kita terus terhubung dengan TUHAN. Jadi kita memerlukan pengampunan untuk datamg kepada TUHAN, kita  memerlukan pengampuan untuk berjalan bersama TUHAN. Lewat Yesus kita mendapatkan pengampunan.
Kebenaran itu membebaskan kita dan Kasih karunia membuat kita terus mampu berjalan bersama sama dengan TUHAN, itulah sebabnya kita perlu YESUS KRISTUS.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (John 1:14)
Kita lahir dengan kecenderungan untuk berbuat dosa, karena Adam dosa masuk kedalam kehidupan manusia, kita memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa, hasrat untuk melakukan dosa, karena kejatuhan manusia pada mulanya.  Sama seperti kita memiliki kualitas yang baik mempunyai strength atau kekuatan kita juga memmpunyai kelemahan karena dosa yang masuk tadi.  Saya tidak akan bisa seperti WL hari ini, dia lahir dengan keistimweaan tersebut, man… seberapapun saya berlatih tidak akan bisa menyamainya.

Demikian pula dengan kelemahan. Masing- masing kita memiliki kelemahan sendiri-sendiri dan berbeda-beda, ada orang yang tertarik dengan judi sementara orang yang lainnya tidak sama sekali, sementara ada yang memiliki hasrat dan kemampuan untuk memcuri sementara yang lain tidak bisa meniru, ada yang memiliki otak yang selalu kotor melulu dan jatuh dalam pronografi dan sex dengan mudahnya.
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (Galatians 5:19-21).
Mana yang lebih buruk? Semuanya sama, bagi masing-masing orang tanggungannya adalah yang paling berat tidak perlu membanding-bandingkan. Dosa kok disbanding-bandingkan. Ajaib tenan. Sudah dosa bangga pula…
Masing-masing kita mempunyai pergumulan sendiri, yang satu bergumul dengan masalah kecanduan, satu dengan masalah judi, yang satu dengan masalah pornografi yang satu dengan masalah amarah tak terkendali dan lain sebagainya, kita semua bergumul dengan suatu masalah masing-masing.
Saat kita melihat pergumulan orang lain dan berkata Puji Tuhan aku lebih baik daripada dia, Yesus akan berkata kepada Saudara, ingat Aku adalah kebenaran dan kasih karunia, daripada kau melihat selumbar di mata Saudaramu lebih baik engkau cabut balok di matamu. Kita semua lahir dengan hasrat untuk berbuat dosa dan kelemahan. Adakalanya kita pakai hal itu untuk menjadi alasan, sama seperti Adam tadi, merasionalisasikan kelemahan tersebut.
Sejak lahir aku sudah seperti ini, sejak usia sekian aku mengalami hal ini, sejak muda aku sudah biasa berbohong, tidak tahu bagaimana mulainya namun sampai sekaratang gak bisa dihentikan lagi… sudahlah terima nasib saja, aku dilahirkan dengan ini. Kita semua mempunyai issue yang berbeda dan mengatakan aku lahir dengan keadaan demikian, ini sudah dalam gen saya, saya gak bisa berbuat apa-apa…
Masing-masing kita mempunyai issue yang berbeda beda sejak kecil dan kadang issue itu sudah berhenti saat kita bertobat. Namun kita harus berjaga-jaga karena kita masih hidup dalam daging. Paulus berkata matikanlah perbuatan daging. Karena apa, kedagingan selalu ada disana, kita harus berjuang untuk mengalahkannya. Ini adalah perjuangan kita sehari hari. Oleh sebab itu Yohanes berkata, Firman itu menjadi manusia, dan itu YESUS yang penuh dengan kebenaran dan Kasih karunia, berjalan bersamanya kita akan mampu setiap hari memenangkan pertarungan ini, oleh sebab itu kita harus baca firman TUHAN sebab Firman selalu memperbaharui pola pikir kita. Oleh sebab itu kita harus selalu berdoa, kita memilih untuk berjalan bersama-sama TUHAN. Jika tidak, kita akan kembali ke perbuatan dosa kita yang lama, dan kemdian kita kembali berdalih, memang aku begini adanya, aku terlahir seperti ini, ya benar saudara terlahir seperti itu, oelh sebab itu YESUS berkata Saudara harus DILAHIRKAN KEMBALI. Ya benar Saudara terlahir seperti itu, terlahir dengan dosa, terlahir dengan kelemahan dan hal hal lain. Dalam dosa memang natural seperti itu, namun TUHAN adalah Supernatural,  dan memanggil kita untuk hidup supernatural. TUHAN sanggup mengubahkan semua itu, saudara semua. Sanggup mengubahkan kehidupan yang natural menjadi kehidupan yang Supernatural, kita adalaha mahluk mhaluk spiritual dalam wadah jasmani bukan sebaliknya. Tuhan menginkan kita kembali seperti semula Ciptaan yang Spiritual, mengatasi kedagingan kita,
Sekarang kita dilahirkan kembali lewat Yesus Kristus, lahir baru. Kita focuskan diri kita pada kelahiran baru ini, yang artinya Menjadi manusia manusia baru, manusia rohani. Semakin kuat manusia rohani kita maka semakin lemah kedagingan kita, ini yang kita perlukan. Roh kita terhubung dengan TUHAN yang adalah roh sehingga kita mengerjakan pekerjaan-pekkerjaan/ keinginan-keinginan roh bukan keinginan daging. Tuhan tidak menciptakan saudara untuk memiliki keinginan-keinginan hasrat yang bertentangan dengan Kitab Suci, Tuham tidak menciptakan saudara untuk menjadi takut, hidup dalam amarah, hidup dalam dosa seksualitas, Tuhan tidak menciptakan dengan semua dosa yang ada di hidup Saudara, semua itu datang karena dunia ini, semua itu datang karena kutuk, semua itu datang karena dosa masuk kedalam manusia, karena setan yang masuk dalam kedagingan manusia. Tuhan menciptakan manusia Segambar dengan dirinya untuk kekekalan dan kehidupan yang melimpah,dalam  kebenaran dan kekudusan.
Identitas kita tidak dalam kedagingan kita, identitas kita tidak didefinisikan dalam dosa, sebagian besar orang-orang dunia ini ingin meng identifikasi berdasar issue kedagingan dan dosa mereka, saya pendosa, saya penjudi, saya peminum, saya pemabok, saya pencuri, saya pemarah, saya drug addict, saya pendosa seksual, dan lain sebagainya…. You name it!

Kita semua mempunyai issue dengan kedagingan kita namun, identitas kita tidak pernah dan tidak akan pernah didefinisikan dengan kedagingan, Identitas kita hanya didalam Kristus. Kita ada ciptaan baru didalam KRISTUS, Kita segambar dan serupa dengan KRISTUS,  kita adalah Pengikut Kristus kita adalah orang Kristen. Kita tidak sempurna, tetapi KEBENARAN nya adalah kita semua diampuni. Dan biarlah kita terus hidup dalam pengampunan, Kita serahkan hidup kita kepada Tuhan, Tuhan akan membebaskan kita, dan jika kita gagal kita memohon pengampunan kepada TUHAN lewat kasih karunianya, dan kita mencari wajah TUHAN, terus berjalan bersamaNya. Kita persembahkan hidup kita kepada TUHAN sebagai persembahan yang hidup dan saat kita bergumul kita minta TUHAN menolong kita, kita jalin relationship dengan orang-orang yang bisa berdiri dan berjuang bersama-sama kita, mengerti kita, berdoa bersama-sama kita dan menolong kita. Untuk itulah kita harus berkomitmen untuk tertanam di suatu kimunitas untuk menemukan orang-orang seperti ini. Akan ada bedanya antar orang berdosa yang terus hidup dengan dosanya, dan orang berdosa yang bergumul dengan Tuhan dan berkata, Tolong Tuhan, saya tidak sanggup dengan semua issue ini. Ini kesempatan saudara, hari ini kesempatan kesempatan saudara untuk dilahirkan kembali.

Monday, April 6, 2015

Penderitaan dan Kebangkitan



Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, Filipi 3:10
Kalimat yang sangat menyeramkan  kontras jika dibandingkan dengan berita Injil yang adalah Kabar Baik. Wow kabar baik yang bagaimana jika beritanya adalah “persekutuan dalam penderitaanNya” “serupa dengan kematianNya” 

Mungkin kita langsung mengambil kesimpulan: Peters, itu dulu, sekarang beda! kita hidup di era penuh toleransi, kita tidak perlu menderita  dan mengalami kematian. Kita sekarang hidup di jaman anugerah, kita menikmati kuasa yang Dia berikan kepada kita, kuasa yang membuat kita bisa klaim janji-janji Allah dan menikmati berkat-berkat yang sudah Tuhan sediakan, Yesus telah bangkit, maut dikalahkan kita hidup dengan kuasa kebangkitanNya. Hidup sebagai orang Kristen sekarang adalah sukses dan berkat, berkemenangan.

Wow… wow… tunggu dulu, bagaimana dengan Ibrani 11:35-40? Tentang orang-orang yang masih mengalami penderitaan, di Negara-negara yang masih mengekang Kekristenan?

Saudara tidak akan pernah mengalami Kuasa KebangkitanNya tanpa mengalami penderitaanNya dan kematianNya. Tidak ada kebangkitan tanpa kematian.
 
Paulus mengenal Dia sepenuhnya, baik kuasa kebangkitanNya, penderitaanNya dan kematianNya. Tuhan ingin kita mengenalNya sama seperti Paulus mengenal Dia
Jadi tidak heran jika banyak anak-anak Tuhan mengalami kesusahan ataupun penderitaan sebelum Tuhan kemudian campur tangan dan mereka mengalami “Kebangkitan” dalam hidup mereka. Seperti yang belakangan ini kita saksikan dalam video “This is My Story”. Masalahnya, ketika kita dalam fase “penderitaan” dan “kematian” bagaimana sikap hati kita? adakah kita berupaya mengenal Tuhan dan mencari Nya mencari tahu kehendakNya dibalik semua peristiwa ini dan bukan menyalahkannya atas semua yang terjadi pada kita.  Apakah kita akan bersikap seperti bangsa Israel yang bersungut-sungut ketika berada di Padang Belantara? Paulus mengalami hal yang sama penderitaan tidak main-main , sering dalam bahaya maut, disesah, didera, dilempari batu, kapal karam, ancaman-ancaman dari orang Yahudi maupun non Yahudi dan lain sebagainya. (2 Korintus 11:23-28)

Kita semua mengalami penderitaan, mengapa? Sederhana jawabannya karena kita masih hidup di dunia ini. Apalagi jika kita sudah bertindak benar sesuai dengan Firman Tuhan kok masih juga mengalami semua ini, justru disinilah Tuhan bekerja, bukankah untuk maksud ini kita dipanggil? Seperti Petrus katakan dalam suratnya 1 Petrus 2:21 Untuk itulah Allah memanggilmu. Sebab Kristus sendiri sudah menderita untukmu, dan dengan itu Ia memberikan kepadamu suatu teladan, supaya kalian mengikuti jejak-Nya. Kata teladan disini berasal dari kata hupogrammos (Strong Dictionary) pola contoh untuk ditiru. Sebuah pola yang diberikan kepada kita supaya kita mengikuti jejakNya. Mengikuti kemana-saja jejak itu pergi, jika jejak itu berhenti kita juga ikut berhenti, jika jejak itu jalan, kita juga ikut jalan, jika jejak itu membawa menuruni lembah kita juga ikut menuruni lembah, jika jejak itu membawa kita naik ke gunung yang tinggi kita juga mengikutinya. 
Bukankah pola ini mengingatkan kita pada perjalanan Bangsa Israel keluar dari Mesir mengikuti jejak Tiang Awan dan Tiang Api (Bilangan 10:11-13). Ada semacam pola jika Tuhan mau membawa kita dari Kemuliaan kepada Kemuliaan, ada padang gurun yang harus kita lewati. Di padang gurun biasanya Tuhan mau kita belajar sesuatu untuk naik ke level kemuliaann berikutnya.
 “Pain insists upon being attended to. God whispers to us in our pleasures, speaks in our consciences, but shouts in our pains. It is His megaphone to rouse a deaf world” (CS Lewis)
Tuhan memakai penderitaan untuk berteriak kepada kita, Dia ingin menyampaikan sesuatu kepada kita.

Bagaimana kita bisa bertahan dalam penderitaan dan mengalami Kebangkitan adalah mengenal Dia seutuhnya, mengenal Kuasa KebangkitanNya, lewat penderitaan bersamaNya dan KematianNya, karena jika kita mengenal Dia maka kita bisa melihat gambaran besarnya dan kita tahu garis akhir apa yang terjadi setelah penderitaan ini. 

Seperti yang Paulus tulis:  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Roma 8:18.
Dan ada janji-janji Allah yang diwariskan kepada kita, Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Roma 8:17

Kemuliaan itu hanya bisa diraih jika kita menderita bersama-sama Kristus dan penderitaan ini tidak sebanding dengan kemuliaan tersebut. Melihat titik finish ini, kemuliaan yang kita terima nanti menjaga kita bertahan terus berjuang ditengah penderitaan  dengan penuh pengharapan (Rom 8:24-25)

Sementara ditengah penderitaan ini kita tahu Tuhan bersama kita karena Dia, Yesus telah mengalaminya, Dia tahu. Dia ada bersama-sama dengan penderitaan kita. Jika Tuhan bersama kita siapa kita bisa melakukan apapun. Roh Kudus bersama kita dalam penderitaan kita, bahkan sekalipun kita tidak bisa berkata-kata Roh Kudus yang didalam kita bersyafaat bagi kita. Jika kita mengenal Dia mengasihi sepenuhnya kita bisa berkata Allah bekerja dalam segala sesuatu bahkan dalam penderitaan kita.

Itulah sebabnya Paulus berkata; hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, selanjutnya Paulus menambahkan segala sesuatu dianggapnya rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan, lebih mulia dari pada semuanya. (Filipi 1: 21 dan 3:7-8)

Kita semua mengalami penderitaan dalam skala berbeda menurut ukuran masing-masing, namun kita tahu diujung sana Kemuliaan menanti, dan pada saat ini kita tidak sendirian, Tuhan bersama kita dalam penderitaan kita. Kenalilah Dia, dalam penderitaanNya, dalam kematianNya kita akan mengalami Kuasa KebangkitanNya




Sunday, February 22, 2015

KI HAJAR DEWANTARA dan YESUS KRISTUS – Sebuah Proses Panjang Melahirkan Pemimpin




Melihat judul diatas apa hubungannya Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan nasional Indonesia dengan Yesus Kristus? Sesungguhnya nama Ki Hajar Dewantara ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Juferson, seorang Leader di Gereja Lokal tempat saya tertanam. Diskusi bermula tentang materi training in class di JPCC  yang berhubungan dengan “Grooming Process” pengkaderan untuk mencetak seorang pemimpin, konteks nya adalah Pemimpin Small Group, atau Pemimpin Kelompok Sel, disini kami menyebutnya Ketua DATE. 

Tak ada yang lebih pas lagi kita lihat untuk melihat dimana di ALKITAB kita bisa belajar tentang “Grooming Process” pertama kali mata kita pasti tertuju pada Yesus Kristus dan murid-muridNYA  2000 tahun yang lalu, saat Yesus berjalan di muka bumi ini menyusuri pantai Danau Galilea, dan kota-kota disekitarnya.  Kita bisa lihat pada apa yang Yesus lakukan selama berjalan dengan murid-murid Nya “The Twelve” yang dua belas itu  kurang lebih selama 3,5 tahun. 

Setelah draft tulisan pertama tentang “Grooming Process” ini selesai dan berdiskusi lewat telpon dengan bapak Juferson nyatalah apa yang diserukan oleh Ki Hajar Dewantara selaras dengan metode yang Yesus terapkan pada murid-muridnya. Sejak SD kita tahu semboyan pendidikan yang diterapkan Ki Hajar Dewantara sangat terkenal dalam Bahasa Jawa

ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan").


Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.

Benar-benar nyata apa yang dikatakan pengkotbah, tidak ada yang baru dibawah matahari ini,  bahwa segala sesuatu itu sudah ada sejak dulu. Kita hanya perlu rajin untuk menggali nya di ALKITAB. Kebenaran yang sudah ada sejak purbakala, kita hanya perlu melihatnya dengan perspektif yang baru, sesuai dengan jaman kita sekarang.

Kedua, ALKITAB itu lebih dekat pada budaya Timur dibanding budaya Barat. Memang nyata bahwa Budaya Middle Eastern lebih ke Eastern nya disbanding ke Western. Terbukti di sini. Kebenaran Alkitab, apa yang Yesus kerjakan ada  terlihat pada Falsafah Jawa.
Mari kita lihat apa yang terjadi, bagaimana interaksi YESUS dan DUA BELAS MURID NYA di 3,5 tahun YESUS berjalan menyusuri pantai Danau Galilea dari kota ke kota menuju Yerusalem.



MARI DAN LIHATLAH… “ ing ngarso sung tulodho”
Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.  (John 1:38-39)
Tahapan pertama dalam “Grooming Process” dikenal juga dengan nama PEMURIDAN, membuat seseorang menjadi murid. Dimulai dari sebuah undangan, undangan untuk mengikuti dan melihat apa yang dikerjakan Yesus. Tahapan ini para murid pertama ini hanya melihat apa yang YESUS kerjakan mengamati, menyimpannya dalam hati. 
Kata “marilah” atau “follow” dalam Bahasa Inggrisnya, di Bahasa aslinya terdiri dari dua kata yakni :
δεῦτε : deúte; artinya mari. Kedua adalah kata ὀπίσω : opísō bisa diartikan dari belakang. Jadi keduanya jelas adalah ajakan untuk mengikuti dari belakang. Jadi mereka juga ikut kemana YESUS pergi.
Mereka belajar tentang siapa YESUS ini secara personal, apa yang Dia kerjakan, bagaimana pelayanannya, bagaimana pengajarannya. Sebagai seseorang yang dilihat maka YESUS memberikan teladan dan contoh bagaimana Dia melayani, pada YESUS memimpin adalah melayani 3,5 tahun terakhir hidupnya adalah tentang melayani, murid-murid belajar dari teladan YESUS bahwa melayani pusatnya bukan mereka tetapi orang lain, orang yang mereka layani. YESUS menjadi teladan, menetapkan standard yang harus diikuti.
Murid-murid mengumpulkan informasi apa saja yang dilihatnya, apa saja yang Yesus kerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Yesus menginginkan murid-murid mengenali misi nya, the nature of HIS ministry.... this how I do it and why. Yesus menginginkan murid-muridnya mengenal Tuhan BAPA secara pribadi, seperti DIA mengenalnya. di Fase ini Yesus mempersiapkan hati para murid
Watch and Learn.
Saat Yesus mengubah air menjadi air anggur, YESUS memperlihatkan kerelaannya untuk menolong orang. Saat Yesus membersihkan bait ALLAH, YESUS memperlihatkan kecintaannya akan RUMAH TUHAN dan tidak menginginkan penyalahgunaan Rumah TUHAN untuk keuntungan pribadi.
Sebagai orang yang memberikan contoh/ teladan. Pas dengan semboyan pertama “ ing ngarso sung tulodho”  yang artinya seorang pemimpin mempunyai posisi didepan berarti memberi contoh. Dan para murid mengikuti dari belakang.
artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sung berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan
Tahapan awal ini berlangsung kurang lebih 4 sampai 5 bulan pertama pelayanan YESUS. Sebagai seorang pemimpin kita hanya bisa melahirkan calon pemimpin yang sama seperti kita karena mereka melihat kita.
Saya sarankan sebagai Biblical background silahkan anda membaca Yohanes 1:35 – 5, kita  temukan ada Andreas, Nathanael, Petrus, Philipus, Yohanes, Yakobus dll, diawal proses permuridan ini.
Sebagai Pemimpin/mentor berjalanlah didepan jadilah contoh bagi para pengikut anda/mentee
Sebagai pengikut/mentee ikutilah semua teladan mentor anda

MARI IKUTLAH ... Ing madya mangun karsa

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
And he said to them, “Follow me, and I will make you fishers of men.”  Matthew 4:19 RSV
“Mari ikutlah”  adalah ajakan yang lebih dalam dari yang pertama. Ini adalah ajakan untuk terlibat. Yesus mengajak mereka untuk bersama-sama DIA. Ini tidak hanya ajakan untuk melihat saja, namun untuk tinggal. Pada jamn dulu para murid yang belajar dari Rabbi akan ikut kemana Rabbi pergi.  Membutuhkan komitmen dari seorang murid lebih lagi dari level yang pertama
Kata kata YESUS " I WILL MAKE YOU..."  “kamu akan kujadikan” adalah bentuk komitmen dari Yesus untuk juga terlibat lebih dalam lagi memberikan dirinya penuh pada murid-muridnya. YESUS tidak akan menyuruh para murid melakukan apapun juga tanpa DIA melatihanya terlebih dahulu. Ketika kalimat ini terucapkan oleh YESUS saya yakin ada proses yang YESUS bayangkan, YESUS sudah membayanngkan training program buat mereka. Dan mempunyai sebuah tujuan akhir, goal.
“… penjala manusia”  ini adalah goal yang ingin dicapai dari proses ini. Jadi jelas dalam tahapan ini kedua pihak dituntut komitmen yang lebih tinggi dan pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk mencapai sebuah hasil dari komitmen tersebut. Hal ini akan berhasil jika Pemimpin melakukan effort lebih jauh lagi tidak sekedar memberi contoh di depan saja. Namun Seorang pemimpin akan bersama-sama bekerja dengan orang-orang yang dipimpinnya untuk meraih goal tersebut.
Dilihat dari waktu kronologisnya ini menginjak pada bulan keenam pelayanan YESUS. Jadi para murid sudah tahu apa saja yang YESUS kerjakan, setiap peristiwa mujizat di awal pelayanan dan semua pengajaran mereka sudah mengenalnya, sekarang saatnya YESUS memberikan lebih waktunya kepada para murid untuk melatihnya. 

Murid-murid mengerti SIAPA YESUS, APA yang DIKERJAKANNYA, BAGAIMANA, dan MENGAPA saat nya YESUS levelup para murid untuk TERLIBAT dalam PELAYANAN-NYA, TERLIBAT dalam APA yan dikerjakannya. Menginjak Yohanes 6, markus 6, Matius 14, Lukas 9 Murid-murid tidak hanya menjadi penonton saja, namun mereke TERLIBAT kadang, membantu apa yang YESUS kerjakan, kadang YESUS membantu mereka dan kadang YESUS hanya menyaksikannya dari jauh. Yesus mengulurkan tangan Nya berada ditengah-tengah mereka memberikan contoh sekaligus memberikan semangat dan bekerja bersama-sama mereka. Peristiwa memberi makan lima ribu orang adalah salah satu contoh dari tahapan ini. Murid-murid persis sama melakukan apa yang Yesus kerjakan sehingga 5 ribu orang makan dengan kenyang, bahkan ada sisanya.
Tahapan ini pas dengan semboyan : Ing madyo mangun karso. Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat, atau kehendak. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya memberi contoh didepan harus juga mampu terjun bersama-sama orang yang dipimpinya untuk  membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif agar grooming proses tetap berjalan menuju arah yang disepakati bersama.

Jadi para murid kadang tidak punya harapan, dan kehilangan rasa percaya diri. YESUS yag berada ditengah tengah mereka mengulurkan tangannya menolong mereka, memberikan semangat. Salah satu contoh adalah peristiwa Yesus berjalan diatas air. Petrus ingin untuk berjalan diatas air, dan Yesus mengundangnya. some times meski berkali kali melihat dan dikasih tahu, sering juga kehilangan rasa percaya diri dan kehilangan percaya pada TUHAN.
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
(Mat 14:31)

menyertai Dia dan untuk diutus-Nya ... Tut wuri handayani

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  (Mark 3:13-14)
Luk_10:1  Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Ini adalah tahapan terakhir dari proses ini orang-orang ini para murid diutus untuk melakukan tugas-tugasNya. Yesus tidak ikut. Ia hanya melihat dari jauh. Tahapan dimana seorang pemimpin atau mentor tidak turun tangan melakukan sesuatu. Seorang mentor hanya melihat dari belakang. Mereka mendahului Yesus, tentunya Yesus juga menyaksikan yang mereka perbuat dan juga mendengar kisah sukses mereka.Yesus memberikan mereka kesempatan , challenge , otoritas dan tanggung jawab.
Sangat pas dengan, semboyan Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat dan affirmasi. Di akhir juga ada pengutusan ini YESUS memberikan affirmasi .

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
(Luk 10:17-18)
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
(Luk 10:19-20)

DI tahapan ini kita bisa melihat end prosesnya. Kira –kira ini adalah bulan kedua puluh dari waktu YESUS selama 3,5 tahun melayani di muka bumi. Sudah tercetak pemimpin-pemimpin baru, YESUS bisa meninggalkan mereka kapan saja, saat waktunya tiba.
Jadilah pemimpin yang bisa memberikan contoh di depan, memberikan semangat bersama-sama mereka dan berani memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin dan kita melepaskannya, hanya melihat dari belakan dan siap tanggap memberikan pengayoman. Anda akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang luar biasa.

Selamat melayani.