Tuesday, January 16, 2018

BAPTISAN AIR




Baptisan Air adalah topic sangat dasar dalam kehidupan Kekristenan. Menjadi pertanyaan bertahun-tahun, apakah orang percaya harus dibaptis? Apakah baptis selam? Ataukah baptis percik? Mana yang benar? Dan lain sebagainya, yang semuanya itu bersumber dari teologia dan doktrin dari masing-masing gereja atau denominasi.

Tulisan ini adalah tentang baptisan air yang merupakan materi pengajaran yang saya berikan di kelas pemuridan yang diadakan di gereja lokal tempat saya komit untuk tertanam dan berbuah disana. Saya menulis dan mengajar berdasar doktrin gereja local tersebut yang bersumber dari kebenaran Firman Tuhan.

  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." (Mat 7:24-27)

Sumbernya adalah pengajaran dan teladan Yesus Kristus, kita cari tahu, kita pelajari, kita selidiki dan kita mengerti dan kemudian kita lakukan. Agar dasar iman kita kuat.

Demikian juga dengan baptisan air, ada pelbagai pendapat dan doktrin, untuk itulah kita perlu kembali kepada kebenaran Firman Tuhan, apa sejatinya yang Firman Tuhan katakan tentang Baptisan Air.

Membaca Alkitab, Belajar Alkitab, mencari kebenaran adalah salah satu dari sekian hal yang harus kita lakukan untuk mengenal TUHAN, build relationship dengan TUHAN. 

INTIMACY WITHOUT KNOWLEDGE IS SHALLOW KNOWLEDGE WITHOUT INTIMACY IS COLD
KEINTIMAN  TANPA PENGETAHUAN  ADALAH DANGKAL  PENGETAHUAN TANPA  KEINTIMAN , DINGIN

Doktrin membantu kita mengenal TUHAN yang kita percayai, doktrin membantu kita membangun hubungan dengan TUHAN.

DOCTRINE CAN NEVER TAKE PLACE OF JESUS HIMSELF,
BUT WE CAN’T KNOW HIM AND RELATE TO HIM IN RIGHT WAY WITHOUT DOCTRINE

Setelah terima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, langkah selanjutnya apa? Jika seperti criminal yang disalib barengan Yesus di Golgota 2000an tahun lalu enak langsung pindah dari Bumi ke Firdaus, lha ini kita masih di Bumi.


Nah pertanyaan ini diajukan kepada rasul Petrus oleh orang-orang yang baru percaya. Setelah ini apa?

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Act 2:37-38)


Bertobat, dan dibaptis dan meneruskan hidup ini, kehidupan yang baru, karena kita ciptaan baru didalam KRISTUS untuk melakukan pekerjaan baik.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Eph 2:1-10)

Kita diselamatkan  dalam belas kasihan oleh kasih karunia
karena iman untuk melakukan pekerjaan yang baik

Jadi setelah mengaku dan menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat kita memberikan diri kita dibaptis.
Jadi jelas baptisan tidak menyelamatkan, karena kita selamat karena Kasih Karunia, karena pemberian, yang kita terima lewat iman kepada Yesus Kristus.

Is it possible for unbaptized believer to be saved?  YES definitely
Should every believer be baptized?  YES definitely
Max Lucado


BAPTISAN ADALAH IMAN DALAM TINDAKAN
Jika dalam Perjanjian Lama, tindakan-tindakan fisik, tindakan-tindakan jasmani mendahului hal-hal yang rohani, di Perjanjian Baru banyak sekali hal-hal rohani yang mendahului tindakan-tindakan fisik. Contohnya Kemah Tabernakel, ibadah-ibadah atau tata cara pengorbanan ditunjukan untuk hal-hal rohani yakni penebusan salah, rekonsiliasi dengan Tuhan. Di Perjanjian baru, kita sudah percaya terlebih dahulu dan bertobat baru kemudian diikuti dengan langkah fisik yakni baptisan. Kita percaya tubuh dan darah Yesus dalam air anggur dan roti perjamuan, kemudian tindakan kita adalah ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, makan roti dan minum air anggur tersebut. Pada saat kita memuji TUHAN ada tindakan fisik saat kita tergerak mengangkat tangan, pada saat itu ada sebuah aksi di dunia rohani yang juga terjadi, seringkali tanpa kita sadari saat kita mengangkat tangan ke langit saat kita berbeban berat, kita merasakan beban itu tidak lagi terasa berat, karena apa ? karena dalam alam rohani TUHAN terlebih dahulu bekerja.

Matius 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan,

Memberi diri dibaptis adalah sebuah respon karena kita bertobat dengan percaya dan mengakui dan menerima bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN dan Raja.

Dalam sakramen baptisan ada beberapa hal yang sering menjadi concern dan kadang diperdebatkan, mana baptisan yang benar, dari tempatnya, siapa yang berhak membaptis, dan bagaimana proses baptis dilakukan, ada tata cara apa sebelumnya, bagian mana sajakah yang perlu kena air.. nah sekarang mari kita lihat kebenaran Alkitab, apa yang Alkitab katakan tentang baptisan dan silahkan memutuskan, mengambil konklusi apa yang anda lakukan setelah ini

Mari menuju Sungai Yordan
Baptisan pertama disebut di Matius 3, munculnya Yohanes Pembaptis dihadapan public

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.  


Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.  (Mat 3:1-6)

Mereka mengaku dosa, kemudian dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
Kita menemukan apa yang harus dilakukan sebelum dibaptis yakni bertobat mengaku dosa, yang membaptis bernama Yohanes dan tempatnya di sungai, dimana air berlimpah.

Ada kejadian yang menarik di pinggiran Yordan ini, perhatikan

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. (Mat 3:7-8)

Orang-orang Farisi dan Saduki minta dibaptis oleh Yohanes tetapi tanpa melalui pertobatan. Jadi mereka datang hanya ikut-ikutan keramaian saja.

Jadi motivasi penting, dan yang tahu adalah anda dan TUHAN saja, sia-sia datang ke menceburkan diri ke air tanpa motivasi dan niat bertobat, tak akan ada yang terjadi, yang ada hanyalah main air saja. Jadi sekali lagi datanglah ke kelas baptisan, dan kolam baptisan dengan motivasi yang benar.

Beralih yukk ke  Yerusalem

Mengambil setting di hari raya pentakosta dan bertepatan dengan turunnya Roh Kudus, Petrus berkotbah dengan lantang dan hasilnya banyak orang bertobat

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (Act 2:38-41)

Dari catatan dokter Lukas ini kita kembali melihat pola, yang dilakukan sebelum dibaptis adaah bertobat dan meminta ampunan dosa. Kemudian kita juga melihat yang membaptis bukan Yohanes pembaptis tetapi murid-murid Yesus, dalam dugaan saya adalah 120 orang murid yang berkumpul di Upper Room pada saat itu melayani 3000 orang di Yerusalem, luar biasssaa. Tempat baptisan di Yerusalem bukan di Sungai Yordan.

Di catatan Injil Yohanes, murid-murid Yesus pun sudah membaptis orang sebelum ini

Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. (Joh 3:22)

Yohanes Pembaptis juga membaptis di tempat lain

Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, (Joh 3:23)

Jadi, siapa yang membaptis bukanlah persoalan, asalkan dia telah menjadi Murid TUHAN, kemudian tempat baptisan juga bisa dimana saja, selama ada banyak air. Asalkan mereka bertobat, mengaku dosa dan percaya akan berita Yesus Kristus.


Dua lagi kita lihat peristiwa baptisan

Agak jauhan dikit kita ke Samaria

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. (Act 8:12-14)

Ini adalah murid-murid baru, diluar dari para rasul-rasul, Filipus adalah satu dari tujuh orang yang dipilih untuk membantu tugas rasul-rasul

dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.  (Act 6:4-7)

Dari catatan dokter Lukas kembali kita mendapatkan bahwa tempat dibaptis tidak jadi persoalan, siapa yang membaptis juga bukan persoalan, selama dia adalah Murid Tuhan dan juga kita lihat disini ada penunjukan dari council para rasul kepada Philipus

Satu lagi kita akan lihat peristiwa baptisan di tempat yang tidak umum dan waktu yang tidak biasa

Yuuk ke Jalur Gaza

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.  (Act 8:26-27)

Yang terjadi kemudian terjadi pembicaraan antara Philipus dan orang Ethiopia ini dan Philipus bersaksi tentang Yesus Kristus

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. (Act 8:35-38)

Nah menarik, persitiwa yang spontan di pinngir jalan, terjadi pertobatan dan kemudian orang Ethiopia pun minta untuk dibaptis, kita lihat polanya adalah Percaya dan menerima YESUS Kristus sebagai TUHAN, dan kemudian cari tempat yang ada air cukup banyak. Siapa yang membaptis bukan persoalan, tidak harus Yohanes Pembaptis, atauRasul-rasul, tetapi yang ditunjuk oleh rasul-rasul pun bisa membaptis.

PROSESNYA :  PERCAYA  BERTOBAT  MOHON AMPUN DAN MEMBERI DIRI/SUKARELA
Mar 16:16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Sekarang kita ke bagian berikutnya, bagaimana cara membaptis?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita lihat dulu kata baptis itu sendiri berarti apa dan bagaimana penerapannya baptis saat Yohanes, para rasul dan murid-murid lakukan. kata baptis adalah bahasa Yunani:

Βαπτίζω

baptízō;  baptísō, from báptō (G911), to dip. Immerse, submerge for a religious purpose, to overwhelm, saturate, baptize ,

baptism is the momentary submerging of the whole body in water, menyelamkan seluruh tubuh kedalam air untuk beberapa waktu. Dicelupkan atau ditenggelamkan untuk kemudian diangkat kembali.

Artinya seluruh anggota tubuh harus masuk kedalam air, diselamkan. Inilah yang para murid lakukan yang dcatat oleh para penulis alkitab, melakukan baptisan sesuai dengan yang alkitab katakan adalah ditenggelankan atau diselam.

Selain dari arti katanya kita lihat juga dari bukti peristiwa yang ada, di peristiwa baptisan diatas:


Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Mat 3:16

Artinya Yesus masuk kedalam air, tidak sekedar masuk ke sungai

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.  KISAH 8:39

Keduanya turun kedalam air, jika hanya diperlukan sedikit air untuk membasuh misalnya, tidak perlu sampai harus keduanya turun kedalam air.

So what do you think?

BAPTISAN adalah sebah tindakan penundukkan diri, submission


Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)

Sakramen baptisan adalah perintah TUHAN. Ada didalam Amaanat Agung mengabarkan Injil Kerajaan.

dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.  (2 Thesalonika 1:8)


ORANG ORANG KUDUS TUHAN  HARUS MEMBERI DIRI  DIBAPTIS DENGAN AIR
KARENA  PERINTAH TUHAN  BUKAN KARENA PERINTAH  GEREJA


Ketika TUHAN memberi perintah pasti ada tujuannya, berikut adalah tujuan baptisan bagi kita:


  • Menjadi satu dengan kematian Yesus supaya kita menjadi satu pula dengan kebangkitan-Nya.

Rom 6:3-5

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian , supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

KITA MUNGKIN TIDAK  SEMUA AKAN MATI  MENJADI MARTYR

TETAPI KITA  MEMATIKAN DIRI SENDIRI, MEMATIKAN DUNIA KITA,

MEMATIKAN RENCANA-RENCANA KITA DAN AMBISI KITA.

ITULAH BAPTISAN!

MATI BERSAMA-SAMA KRISTUS DAN BANGKIT LAGI

DENGAN HIDUP YANG BARU

PRIBADI YANG DIPERBAHARUI

DUNIA YANG BARU

RENCANA-RENCANA YANG BARU

SEMANGAT BARU

KEHIDUPAN YANG BARU


  • Penanggalan tubuh yang berdosa.

Kol 2:11-12

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan didalam Dia  kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.



BAPTISAN ADALAH   PENGUBURAN KEHIDUPAN LAMA KITA
PERPISAHAN  HIDUP YANG  LAMA  MENYONGSONG  HIDUP  YANG BARU
SAAT  TERIMA  YESUS  KEHIDUPAN LAMA KITA MATI MENJADI MANUSIA BARU

Karena bersatu dengan Kristus, kalian sudah disunat, bukan dengan sunat yang dibuat oleh manusia, melainkan dengan sunat yang dibuat oleh Kristus, yang membebaskan kalian dari kuasa tabiat yang berdosa.
Sebab pada waktu kalian dibaptis, kalian dikubur bersama-sama Kristus; dan dengan baptisan itu juga, kalian turut dihidupkan kembali bersama-sama Kristus karena kalian percaya akan kuasa Allah yang sudah menghidupkan Kristus dari kematian.  Kolose 2:11-12

  • Untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah.
Juga kamu yang sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan –maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah- oleh kebangkitan Yesus Kristus.   ITB                                                           
Nah, kejadian itu merupakan kiasan dari baptisan yang sekarang ini menyelamatkan kalian. Baptisan ini bukanlah suatu upacara membersihkan badan dari semua yang kotor-kotor, melainkan merupakan janjimu kepada Allah dari hati nurani yang baik. Baptisan itu menyelamatkan kalian karena Yesus Kristus sudah hidup kembali dari kematian, 1Peter 3:21 BIMK

Hati nurani adalah element penting itulah sebabnya TUHAN perlu memberikan hati nurani yang baik, a clean conscience

Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu. (BIS) (Amsal 4:23)

BAPTISM IS MIRACLE
WASH OUR CONSCIENCE CLEAN

Your move now my friends!

Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus

Saya akan tutup dengan quote dari Max Lucado


INDEED, BAPTISM IS A VOW,

A SACRED VOW OF THE BELIEVER

TO FOLLOW CHRIST

JUST AS A WEDDING

CELEBRATES THE FUSION

OF TWO HEARTS,

BAPTISM CELEBRATES

THE UNION OF SINNER WITH  SAVIOR

  
TUHAN YESUS MEMBERKATI
@peterskriss

Nyanyian Hagar



...
Catatanku Soal Hagar dan Ishmael
Untukmu para pengabdi, Untukmu yang tertindas, Untukmu yang terusir

Jika kita baca pada bacaan tahunan biasanya kita akan sampai secara beruntun pada Kejadian 15 16 17, secuplik kisah Tentang Hagar dan Ishmael yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.

Pada saat kita baca kisah ini seringkali terlalu fokus pada anak perjanjian, kepada Ishak, benih yang dijanjikan Tuhan pada Ibrahim, kita cenderung melupakan bagaimana belas kasihan illahi diberikan buat mereka yang tidak beruntung karena keterbatasan STATUS SOSIAL mereka... Hagar dan Ishmael

Seringkali Jika ada yg kotbah tentang bagian ini, tentang Hagar dan Ismael jarang dengar kita dengar tentang sisi bagaimana kasih karunia Tuhan bagi mereka Hagar Ishmael, yang sering kita dengar adalah tentang mereka, hanyalah bahwa Hagar dan Ismael adalah kegagalan Ibrahim dan Sarah, cerminan kegagalan manusia, kedagingan, dan rencana TUHAN tidak akan pernah gagal, rencana TUHAN atas Sara tidak akan gagal hanya karena adanya Hagar, points ini yang sering kita dengar, hagar dan Ishmael selalu menjadi pihak yang salah dan menghalang-halangi rencana TUHAN.

Tetapi jika kita mau kembali  melihat pada keseluruhan narasi kisah mereka di kitab kejadian, penuh dengan pelajaran hidup dan prinsip prinsip yang menegaskan keberpihakan kasih karunia Tuhan dan cinta kasih Tuhan terhadap umat manusia yang dianggap kelas rendahan dan tertindas...

Ini TUHAN yang gua kenal, inilah TUHAN yang gua sembah

TUHAN yang penuh belas kasihan dan tak berubah karakterNYA

Itu sih yang terlintas di pikiran saat Tuhan menampakkan diri di Sumur Lahai Roi, TUHAN adalah  BENAR

Tak tahan dengan penindasan Sarai, Hagar pergi melarikan diri, sampai di suatu mata air, Malaikat TUHAN menjumpai dia, dan secara langsung memberikan janji kepada Hagar,


Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.  (Gen 16:10-11)

Saat itu Hagar berkata


"Engkaulah El-Roi."

"Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"


Tuhan MELIHAT semua yang kau alami! Dan Dia bertindak… memberikan janjiNya dan menggenapinya

Untukmu para pengabdi

Untukmu yang tertindas

Untukmu yang terusir


Tuhan dekat pada kalian



ingatlah nyanyian Hagar

apakah Engkau TUHAN yang melihat aku?
apakah aku benar-benar bertemu muka dengan TUHAN yang maha melihat

El- Roi tolong hambamu ini
di ujung gurun ini engkaulah mata airku 



Sunday, January 7, 2018

TEKHELET - Temui AKU di Ujung Langit Tengah Malam




Tahun ini kembali membaca Alkitab per buku, Bulan Januari saya dedikasikan untuk membaca semua Kitab Injil. 3 pasal mazmur per minnggu (dihapalkan jika perlu) dan Amsal satu pasal sehari.
Hari minggu ini menutup pembacaacn saya injil Markus, ada satu perikop yang memberkati saya sebuah kisah sederhana dari orang yang sangat sederhana namun memahami Firman TUHAN dengan memiliki iman yang sederhana. Belaja dari perempuan yang sakit perdarahan.

Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" (Mar 5:28-34)

"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Ini iman yang sangat luar biasa asal jamah jubahnya pasti sembuh! SEDERHANA namun POWERFUL, tidak melakukan sesuatu yang aneh bukan? Meskipun menuju kesana perempuan ini mesti berjuang luar biasa, namun kenapa mesti jubahnya

Kitab markus tidak meberikan detail, hanya mengatakan jubah tetapi lukas yang dikenald engan kedetailannya memerikan informasi yang lebih kepada kita.


Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. (Luk 8:44)

she slipped in from behind and touched the edge of Jesus' robe (kraspedou). At that very moment her hemorrhaging stopped. Luke 8 (The Message)

Bandingankan dengan yang dikatakan di kitab bilangan

"Speak to the People of Israel. Tell them that from now on they are to make tassels (tzitzit) on the corners of their garments and to mark each corner tassel with a blue thread. Bil 15:38  (The Message)

Tzitzit atau fringes/ tassel = pinggiran/ rumbai, disebut kraspedou = the fringe of a garment = pinggiran/rumbai baju

Orang-orang Israel tidak sembarangan dalam berpakain sehari-hari, apalagi seorang rabbi yang disegani seperti Yesus, kita lihat pakaian tradisional yang dipakai oleh orang-orang Yahudi diperintahkan oleh TUHAN.

ayat diatas dalam bahasa Indonesia dan Ibrani : 

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan." Bil 15:38

Daber el-Benei Yisrael veamarta alehem veasu lahem Tzitzit al-kanfei vigdeihem ledortam venatnu al-Tzitzit hakanaf petil tekhelet

Kitab Bilangan mengajarkan pengenalan kepada Allah, supaya orang-orang Israel mengenal TUHAN, demikian juga kita, Kitab Bilangan menggambarkan kerinduan TUHAN pertumbuhan akan iman dari umat-Nya, hidup benar, ada reward dan ada juga balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan maksud TUHAN  pasti akan terlaksana, pasti akan terwujud. 

Kitab Bilangan adalah "Kitab Disiplin Ilahi" yg menunjukkan bahwa Allah memang mendisiplinkan dan memperingatkan, memberikan hukuman  umat-Nya sendiri ketika mereka terus mengeluh dan tidak percaya (Bil 13:1 -- 14:45). Kitab bilangan adalah kitab iman. Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Israel tidak beriman, memberontak dan tidak berterimakasih atas mujizat-mujizat dan pemeliharaan Allah. Kitab Bilangan yang berbahasa Ibrani dikenal dengan nama "Di Padang Gurun". Mencatat perjalanan bangsa Israel di padang gurun. 

Lebih jelas tentang kitab Bilagan langsung saja klik Pengantar Untuk Bilangan.

Jumbai punca ungu kebiru-biruan

Punca jubah umum diketemukan dalam budaya timur tengah, mesir ataupun Mesopotamia, bagi bangsa bangsa ini pemakian punca dengan hiasan hanya sebagai pemanis jubbah mereka. 
Tetapi sama seprti benda-benda lain yang disebutkan dalam Hukum Perjanjian Lama, benda-benda ini seklaipin kecil mereka ada disana karean memiliki arti secara yang dalam dan ada tujuannya kenapa diperintahkan memakainya. TUHAN memberikan perintah selalu signifikan ada artinya, untuk selalu mengingat TUHAN dan perintah-perintahNYA.

Kita lihat di Kitab bilangan tujuan TUHAN dengan jumbai punca jubah ini:

"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu." (Num 15:38-41)

Jumbai jubah ini sebagai pengingat dan garansi bangsa Israel TUHAN menyertai mereka selama mereka hidup didalam hukum TUHAN.

Kata Tzitzit sendiri secara harfiah berarti "kepang, anyaman". Dengan demikian desain Tzitzit harus seperti yang dari jalinan / mengepang rambut yang desain sama dengan link di rantai. Mengenakan tzitzit adalah perintah Alkitabiah, dalam Bilangan 15:38 dan juga dalam Ulangan 22:12, "Anda harus membuat diri benang memutar, pada empat sudut pakaian Anda dengan yang Anda menutup sendiri." Menurut Taurat, tujuan mengenakan tzitzit adalah untuk mengingatkan orang-orang Yahudi dari kewajiban agama mereka. Selain itu, ia berfungsi sebagai pengingat keluar dari Mesir (Bilangan 15:40).

KEPASTIAN HUKUM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA ORANG ISRAEL
KETIKA MEREKA HIDUP DILUAR HUKUM, MAKA PERLINDUNGAN ITU TIDAK ADA LAGI PADA HIDUP MEREKA

Kita beralih pada warna biru keunguan. Bahasa Inggris Alkitab Terjemahan biasanya menerjemahkan kata Ibrani tekhelet, yaitu warna "biru"..
"Blue" mungkin terjemahan bahasa Inggris yang paling sederhana dari istilah tekhelet, tetapi seperti yang sering terjadi dalam menterjemahkan bahasa Ibrani, sesuatu nuansa yang hilang. 
Tekhelet pada orang-orang ibrani purba dipakai untuk menunjukkan adalah warna langit. Tekhelet ukan warna langit seperti yang kita tahu siang hari. Tekhelet adalah  warna langit di tengah malam, saat langit bersih dan hanya ada bintang tanpa awan, pada saat kita sendirian di malam hari, dan melihat langit serasa kita dekat dengan PENCIPTA LANGIT, ALAM SEMESTA, serasa kita dapat menjangkau Allah, dan itulah yang tekhelet yang mengingatkan kepada Allah. Warna ini yang dipakai dalam bendera Bintang David negara Israel

Benang berwarna biru yang ikut terjalin dalam kepangan tzitzit, melambangkan kehadiran Allah dalam kehidupan yang mentaati perintah Allah. Perintah ini sepertinya sepele dan terkesan sangat religius yang statis, tetapi Tuhan benar-benar serius dengan Bangsa Israel. Perintah yang dibuat bukanlah untuk menyusahkan hidup Israel itu sendiri tetapi justru untuk memudahkan Israel untuk mendapatkan perhatian dari Allah. Kitab Bilangan adalah kitab iman, dimana Tuhan mengajarkan iman kepada bangsa Israel. Artinya Tuhan mengajarkan kterbergantungan Israel kepada Tuhan sendiri melalui mentaati perintah-Nya itu. Walaupun Bangsa Israel memberontak terhadap Tuhan, sepertinya Tuhan masih saja memberi peluang 'reward' bagi siapa yang mentaati Dia. Nature Allah adalah diberikan penghormatan. Ketika kita dapat menghormati Allah, seperti kita menekan tombol yang benar untuk membuat Allah mengarahkan mata-Nya kepada kita dan memberikan apa saja yang kita minta.

Tuhan ingin kita aman di bawah perlindungan hukum-hukum-Nya itu. Penyebab manusia jatuh dalam dosa adalah keinginan manusia untuk keluar dari perlindungan hukum Allah itu, manusia merasa tidak 'aman' berada di bawah hukum Allah dan mencari perlindungan yang baru, yang dia pikir dapat membuat 'aman' hatinya. Manusia memilih hukum lain yang bukan hukum Allah untuk 'merasa aman' di situ. Jika sudah keluar dari hukum Allah, maka manusia tak perlu taat kepada hukum Allah itu tetapi hukum lain yang baru dianutnya itu. Ini membuat Allah marah terhadap manusia, oleh sebab itu manusia dikatakan telah memberontak terhadap Allah. Dosa ini seperti dosa perselingkuhan, umat-Nya telah berselingkuh dan meninggalkan Dia. Tak sadar manusia telah tergadai dan menjadi budak pada majikan barunya yang mempunyai hukum lain itu. Oleh sebab itu Allah mengirimkan Anak-Nya sendiri untuk menebus, mengambil kembali umat-Nya yang telah tergadai itu. Tebusannya tidak tanggung-tanggung, darah Anak-Nya sendiri. Allah harus relakan Anak-Nya disembelih demi untuk mendapatkan kembali umat-Nya itu.

Jadi punca, jumbai, ujung jubahnya, tzitzit yang berwarna langit biru tengah malam, melambangkan kehadiran TUHAN dan dalam Kehadiran TUHAN ada kepastian janjiNya dan garansi akan KEPASTIAN HUKUM dan KETETAPANNYA.


Ketika orang-orang Israel memaki Tzitzit Tekhelet ini atau melihat orang yang memakai Tzitzit Tekhelet ini, mereka diingatkan akan Kehadiran TUHAN dalam kehidupan sehari-hari dan didalam hadiratNya ada kuasa dan hadiratNYA membawa pembebasan, hadiratNya berarti janji akan ditegakkan sesuai dengan Hukum yang diberikannya pada orang Israel di padang gurun.


Pemakaian jubah dengan jumbai atau tzizit tidak lagi umum bagi orang kebanyakan tetapi masih dipelihara oleh orang-orang Lewi, bangsawan dan orang-orang terpandang terpelajar, seperti para Rabbi dan, orang awam pun masih bisa melihat dalam kehidupan mereka sehari, bahkan sekarang di era israel modern jika kita berkunjung ke Israel kita bisa menemukan orang-orang Yahudi memakai Tzitzit ini. Yesus pada jaman itu adalah seorang Rabbi Yahudi, jadi hampir dipastikan bahwa Yesus memakai jubah dengan tzizit.

Ketika perempuan yang pendarahan itu menyentuh ujung jumbai (tzitzit/ kraspedou) jubah Yesus, seketika itu juga ia menjadi sembuh, dan Yesus merasakan seperti ada kuasa yang keluar dari diri-Nya,


"Siapa yang menjamah Aku..... Ada seorang yang menjamah Aku, sebab aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku".


Ketika kita berani datang kepada Allah dan menyentuh-Nya dengan hormat (dengan iman), maka perhatian-Nya akan tertuju kepada kita. Apa yang kita minta segera mengalir untuk kita. Asalkan kita mau tunduk dan bernaung dalam hukum-Nya, kuasa TUHAN akan turun maka berkat itu akan tercura, sesuai dengan kebutuhan kita

Perintah-Nya itu bukanlah untuk menyulitkan kita tetapi justru memudahkan kita mendapatkan apa yang kita minta. Yesus berkata "mintalah maka kamu akan diberi", sederhana dan tidak terdengar religius.

Malahan muridnya meminta hal yang ribet, religius, berpola, dan sistematik "ajarkan kami berdoa seperti Yohanes mengajarkan murid-muridnya". Yesus tidak menolak untuk menjawab permintaan mereka, Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami, yang sampai saat ini masih diliturgikan di beberapa gereja, inipun baik adanya, karena ini adalah ajaran Yesus sendiri. 

Namun kita dapat melihat keseluruahan di Lukas 11, bahwa Yesus mengajarkan hal lain yang lebih simpel dan ga religius sama sekali, dan memberikan penekanan khusus, sampai memberikan ilustrasi supaya murid-murid mengerti, cukup berkata "mintalah maka akan diberi". 

Perempuan ini jika memikirkan liturgy atau cara-cara bagaimana mendekati yesus pada saat itu, tidak mungkin, sebab dia sakit berdarah, najis, jika ketahuan maka nyawanya melayang, bukan kesembuhan yang didapat namun kematian, namun dia tahu seperti di perjanjian lama pun seharusnya orang Israel tinggal minta saja, tidak perlu melakukan hal-hal lain karena hadirat TUHAN bersama mereka, temukan dan hampiri dengan ketakjuban dan iman. Ini yang dilakukan oleh perempuan tersebut dan dia mendapatkan hal terpenting yang sangat dia butuhkan. KESEMBUHAN.

Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus berarti, bersandar pada-Nya, bersedia hidup di bawah Firman yang Dia ucapkan. Jubah yang berbeda, yang ber-'tzitzit' itu membuat orang yang memakainya menjadi berbeda. Orang yang taat akan Firman terkadang (tapi ga selalu lohh) akan terlihat lebih aneh, nyentrik, berbeda, "gw beda", namun esensinya adalah ketaatan kita akan hal-hal yang terlihat sepele menentukan hal-hal besar yang akan diberikan-Nya sebagai tanggung jawab. 

Kekristenan akan menjadi lebih masuk akal ketika kita mau taat terhadap hal kecil (tidak menunggu hal besar dulu -- menghadapi hal yg terlihat mustahil baru kelimpungan cari Tuhan, makanya terlihat jadi lebih aneh dan freak). 

Jika kita sudah terbiasa mentaati perintah Tuhan yang terlihat sepele/ kecil/ sederhana banget  maka kita tidak perlu mengeluarkan usaha yang terlalu besar untuk menghadapi perkara yang terlihat lebih besar dan memerlukan ketaatan yang lebih besar pula, karena otot rohani kita dan insting dan intuisi kita pastinya sudah jauh lebih terlatih.

Perempuan sederhana ini tahu, apa makna dari Tzitzit ini, ada otoritas TUHAN dilambangkan oleh pribadi yang mengenakan Tzitzit, oleh sebab itu dia memberanikan diri untuk menyentuhnya dengan hormat, dengan kekaguman akan langit tengah malam, menjamah dengan iman, sehingga dia mendapatkan apa yang dia seharusnya dapatkan, sesuai dengan garansi, sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku.

Ahhh jadi kangen langit tengah malam di sabana Merbabu!
Kapan kita ke gunung lagi kawan?

Mengawali Tahun yang baru ini, yuuk ah belajar taat dari hal yang sederhana, dan selalu ingat bahwa TUHAN hadir dalam hal-hal yang paling sederhana, yang kita temui sehari-hari, Kuasa TUHAN nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Saat kita memandang langit tengah malam, kita tahu bahwa TUHAN berkenan ditemui dan disapa! 
Dan DIA rindu supaya kita datang menemuinya, tidak hanya karena kita punya kebutuhan tetapi kita datang karena kekaguman atas kasih sayangNya kepada kita