Wednesday, May 3, 2017

HAKIM-HAKIM SEBUAH TRANSISI



JUDGES // HAKIM_HAKIM

Kitab Hakim-hakim berada di setting setelah Joshua, bercerita tentang pemimpin-pemimpin yang membebaskan Israel dari waktu ke waktu selama hampri kurang lebih 350 tahun setelah Joshua meninggal.  Selama masa-masa ini Israel menjadi umat yang memberontak dan tidak setia kepada perjanjian/covenant yang telah mereka buat kepada TUHAN. Sehingga sesuai dengan firmanNYA jika Israel tidak setia maka TUHAN akan menghukum mereka dengan penindasan lewat musuh-musuh yang ada disekiitar mereka. Dengan adanya penindasan oleh musuh-musuh mereka berulang kali mereka teriak minta tolong kepada TUHAN dan berulang kali pula TUHAN mengirimkan seorang pembebas sekaligus HAKIM yang memerintah mereka, sebab persoalan yang datang kepada mereka akibat dari tidak adanya orang yang menjadi hakim yang mengatur kehidupan mereka hari demi hari. Seorang pemimpin kharismatik.

Periode waktunya kira-kira di tahun 1200 – 1050 SM. Setelah Musa mati, Israel dibawah pimpinan Joshua menaklukan Kanaan dan akhirnya bangsa nomaden ini mendapatkan wilayah untuk didiami.  Meskipun mereka tidak lagi mengembara dari satu tempat ke tempat berikutnya, namun tatanan social mereka belum menetap dalam keseharian mereka, masing-masing suku masih berbuat sesuka hatinya. Benar Musa dan Joshua meninggalkan aturan-aturan tatanan untuk ditaati, masyarakat yang teroganizir, text sendiri yang menyebut, masing-masing suku kembali ke tempatnya, ke  tanah pusakanya setelah Joshua membagi wilayah tersebut dan peperangan terhenti, masing-masing suku juga memiliki Pemimpin dan juga memiliki hakim-hakim sendiri, yang ditunjuk oleh Musa dan Joshua, jadi mereka memiliki struktur organisasi dan mereka juga memiliki tempat untuk pusat  ibadah bersama ada beberap contohnya ada di Gilgal, ada di Shiloh yang memiliki Imam-imam, orang Lewi yang bekerja di tempat ibadah tersebut. Di masa-masa awal orang-orang Israel masih mengingat meneruskan tradisi dari nenek moyang mereka, perjanjian/covenant  Abraham dengan TUHAN juga masih mereka ingat, bagaimana TUHAN  dengan kekuatan ilahi membebaskan mereka dari Mesir juga masih mereka ingat dengan baik. Istilah orang jawanya, mereka masih uri-uri tradisi kuno yang diwariskan oleh para leluhurnya yang nyata-nyata memang berasal dari TUHAN yang memberikan Tanah perjanjian tersebut kepada mereka, lewat sumpah kepada nenek moyangnya, Abraham, Ishak dan Yakub.  Dengan jelas mereka mengingat bagaimana TUHAN memimpin mereka di padang gurun, namun meski demikian masih ada sesuatu yang kurang dalam hidup mereka, sehingga menyebabkan kehidupan berbangsa mereka naik turun dengan tajam.

Hal-hal atau penyebabnya dapat kita lihat di prolog kitab Hakim-hakim yakni di 1:1 – 2:5 dan 2:6 – 3:6,  atau belum beres dalam kehidupan mereka bisa dilihat di prolog, Suku-suku Israel gagal dalam memiliki daerah-daerah Kanaan yang telah dibagi buat mereka, suku-suku ini meyerah pada keadaan Kanaan saat itu, seperti mengatakan ya udahlah biarkan saja mereka. Mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan saat Perjanjian itu dibuat dengan TUHAN lewat Musa.  Penyebab kedua terlihat di di bagian akhir kitab Hakim-hakim dari pasal 17 sampai pasal 21… disimpulkan dengan sebuah kalimat
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. (Jdg 17:6) 18:1, 19:1, 21:25)
Prolog kitab Hakim-hakim melihat dan focus pada ketidaksetiaan umat Israel kepada TUHAN, sementara bagian akhir, epilog kitab ini melihat bahwa kegagalan Suku-suku Israel juga karena kegagalan social struktur mereka. Masa-masa bangkitnya para pahlwan yang gagah perkasa ini tidak juga menghasilkan sebuah institusi politik yang stabil buat  suku-suku Israel di Kanaan yang mereka butuhkan untuk mengimplementasikan ketettapan TUHAN buat anak cucu mereka di masa depan sepeninggal mereka. Sehingga terlihat jelas bahwa ketika para Pahalwan ini habis masa hidupnya, habis pula kestabilan dan keamanan yang mereka bangun.

Dengan melihat kekurangan atau ketidakberhasilan para hakim-hakim tersebut Bukan berarti pemimpin yang karismastik seperti yang ditunjukkan di kitab Hakim-hakim adalah sebuah kegagalan dan tidak perlu, bukan itu maksudnya. Para pahlwan ini adalah idenya TUHAN dan datang dari inisiatif TUHAN  dan ini bagian dari rencana TUHAN untuk menyelamatkan dan memimpin umat Israel pilihanNya. Justru pattern ini menjadi sebuah bukti bahwa masalahnya bukan pada para Pemimpin yang dipilih TUHAN ini tetapi masalahnya terletak pada kecenderungan untuk berbuat dosa yang tumbuh dalam hati manusia, nah masaalah ini harus diselesaikan dengan cara berbeda, dengan sebuah bentuk pemerintahan yang berbeda pula. Ada sesuatu yang hilang atau kurang pada masa-masa tersebut, yakni system pemerintahan yang nyata.

Kitab Hakim-hakim adalah kitab tentang kepemimpinan, atau buku tentang kepemimpinanan di mata TUHAN, pemimpin seperti apa yang dicari TUHAN, tipe kepemimpinan seperti apa yang TUHAN mau. Kitab Hakim-hakim juga terletak diantara masa kepemimpinanan Musa, Joshua dengan masa Monarchy kerajaan. Sebuah kitab transisi.

Masa kepemimpinan Hakim-hakim memberi kesimpulan bahwa Pemimpin itu harus karismatik, dari kata karisma, diurapi,namun  demikian mereka tidak harus sempurna, ada banyak kekurangan yang kita temuai dari para Hakim tersebut, pun TUHAN masih mau memakai mereka. Ini adalah salah satu prinsip Alkitab yang tetap bergema sepanjang sejarah manusia, TUHANlah yang membangkitkan seorrang pemimpin yang dipenuhiNYA dengan ROH NYA yang kudus,  yang akan DIA utus untuk membebaskan umatNYA. Sebagai pemimpin tipe ini mereka harus patuh dan taat mengikuti setaip detail petunjuk ilahi yang diberikan TUHAN kepada mereka.  Mereka yang mengerjakan sendiri, politik dan militer mereka yang kerjakan sendiri tanpa adanya organisasi yang jelas, distribusi kekuaasaan juga tidak disebtukan dalam kitab hakim-hakim. Padahal ada Imam di jaman hakim-hakim namun peran mereka tidak pernah dimunculkan.
Tipe pemimpin yang kedua adalah pemimpin yang ditunjuk untuk menjabat sebagai pemimpin, otoritas dia untuk memimpin tidak langsung datang dari TUHAN tapi muncul dari penunjukkan sekelompok orang atau sebuah dewan. Tipe ini jika Alkitab contohnya raja yang memerintah Israel. Dan juga imam-imam yang bertugas di Kemah Tabernakel dan di Bait Suci untuk selanjutnya. Mereka ini terorganisir dengan baik, details tidak selalu datang dari TUHAN, mereka punya inisiatif untuk melakukan sesuaitu sesaui dengan norma rutin yang tekah ditetapkan. Distribusi kekuasaan dan pembagian kerja juga dinyatakan dengan baik. Lihatlah jaman Raja-raja, ada bagian politik yang raja selesaikan, punya panglima untuk handle masalah militer dan juga penasehat-penasehat lainnya, organisasinya jalan, Raja tidak memimpin seorang diri, berbeda dengan hakim-hakim.

Coba kita lihat ada beberapa pemimpin di Israel di masa Alkitab, yakni Nabi, Imam, Hakim dan Raja. Imam dan Raja adalah tipe kedua, mereka ditunjuk, dan tidak secara langsung menerima perintah dari TUHAN. Nabi dan Hakim adalah pemimpin yang langsung ditunjuk oleh TUHAN.

Fakta diatas menunjukkan sebuah kesimpulan yang bisa dilihat dari fakta-fakta Alkitab berikutnya di kitab-kitab sejarah atau para nabi yang  mencatat para pemimpin Israel/Yehuda ini dikemudian hari.
Sebuah kepemimpinan yang berhasil dan yang TUHAN mau adalah kombinasi keduanya, kombinasi antara Nabi dan Raja, Hakim dan Imam. Kombinasi antara pemimpin yang mengatur semua hal politik dan militer dan pemimpin yang mendengar perintah langsung dari TUHAN. Perhatikan kombinasi ini, Abraham dan Melkisedek; Harun dan Musa, Joshua dan Eleazer, Saul dan Samuel, Daud dan Nathan barisan ini adalah pemimpin-pemimpinyang berhasil memimpin bangsanya, saat kolaborasi pecah, kepemimpinan mereka tidak efektif bahkan menimbulkan kerusakan.
Model kepemimpinan in ibis kita temukan dalam diri Yesus Kristus. Dekat dengan TUHAN, menerima perintah langsung dari TUHAN sekaligus DIA bisa translate pertintah tersebut dan mendistribuskannya kepada para pengikutnya secara terorganisir.

Bagaimana tentang buku Hakim-hakim itu sendiri? Kitab hakim-hakim mencakup apa yang terjadi selama kurang lebih 400 tahun setelah Joshua mati dan menjelang masa pemerintahan Raja. Jika kita tarik pembagian dari buku ini ada tiga periode:

  • Periode  pertama adalah masa setelah Joshua mati, pasal 1:1 – 2:10 memberikan laporan situasi yang terjadi pada masa meninggalnya pemimpin besar mereka.
  • Periode kedua meliputi, 7 kali kemurtadan, 6 kali penindasan dan perbudakan dan perang saudara, pasal 3 sampai pasal 16.
o  Penindasan pertama oleh bangsa Mesopotamia, Cushan-rishathaim dari Aram-naharaim, selama 8 tahun, hakim yang  dibangkitkan : Othniel memrintah 40 tahun
o  Penindasan kedua oleh Moab oleh Eglon selama 18 tahun hakim yang membebaskna adalah Ehud yang memberikan keamanan selama 80 tahun dia memerintah, masa ini juga ada penindasan oleh Philistine, TUHAN kirimkan Shamgar
o Penindasan ketiga oleh Jabin dan Sisera dari Kanaan, menindas selama 20 tahun, TUHAN membangkitkan Debora dan Barak yang meberikan keamanan selama 40 tahun mereka memerintah.
o Penindasan keempat oleh bangsa Midian, menindas selama 7 tahun, TUHAN bangkitkan Gideon, Tola dan Jair. Gideon memerintah 40 tahun kemudian diteruskan 3 tahun oleh Abimelekh, Tola memerintah 23 tahun sementara Jair memeirntah selama 22 tahun.
o Masa perang saudara, terjadi setelah Gideon mati, di amsa abimeleh, Tola dan Jair memerintah dismaping harus menghadapi midian, mereka juga disibukkan dengan sisa-sisa perang saudara.
o   Penindasan kelima oleh orang-orang Ammon, selama 18 tahun. dan sebagian oleh Philistine, hakim yang muncul, Jefta memribntah selama 6 tahun, Ebzan memerintah selama 7 tahun, Elon memrintah selama 10 tahun dan Abdon memerintah selama 8 tahun.
o   Penindasan keenam oelh bangsa Philistine, mereka menindasa selama 40 tahun. Hakim yang dibangkitkn adalah Samson yang memerinytah selama 20 tahun kemudian dilanjutkan oleh imam Eli sebagai hakim memerintah selama 40 tahun.
·          
  • Periode ketiga adalah peridoe tanpa kepemipinan yang kuat, masa masa Anarki dan Kebingungan. Meski ada imam Eli, namun masa kempimmpinannya adalah buruk dan penuh korupsi. Bangsa Israel sperti tidak punya pemimpin dan masih masing mengikuti kemauan sendiri dengan kekerasan yang makin merajalela.
Kitab hakim-hakim sepertinya ditulis oleh para nabi, bisa jadi Samuel memulai untuk menuliskan sejarah pemerinbtahan Hakim-hakim ini saat dia sendiri menjadi Nabi dan hakim atas Israel. Peristiwa ini kira terjadi dalam sejarah dalam rentang waktu dari tahun 1200 – 1050 BC saat Samuel mengurapi Saul menjadi Raja atas Israel.
Perlu diketahui juga bahwa masa-masa hakim-hakim diatas memerintah seringkali saling overlapping karena para hakim ini memerintah secara local, jadi hanya area tertentu saja, bahkan hanya untuk suku tertentu saja yang berdiam di area dimana Hakim itu berada. Untuk lebih jelasnya saudara bisa lihat peta. Baru di era raja-raja paling tidak sampai salomo mereka memerintah lebih luas meliputi selutuh wilayah suku-suku Israel.

Buku ini mempunyai pesan seperti saya tulis diatas, tentang kegagalan manusia karena dosa-dosa mereka, pembebasan yang TUHAN berikan dan kirimkan serta kasih karunia dan belas kasihan yang tunjukkan kepada umatNYA, kedua buku ini bercerita soal kekuatan doa dalam masa-masa kesesakkan, diceritakan saat penindasan datang, Israel berseru keras kepada TUHAN dan TUHAN memberikan pertolongan.
Secara spiritual, buku ini menjadi pelajaran bagi kita dlam hidup kita sehari-hari sebagai orang-orang yang percaya kepada TUHAN.
Di Perjanjian Baru kita bisa sandingkan kitab Hakim-hakim dengan Surat kepda Galatia. Ada apa disana? Baca aja deh… hehehe


Monday, April 24, 2017

JOSHUA TENTARA TUHAN, PENERUS MUSA

Riwayat Hidup Joshua, Pemimpin Israel dari Suku Efraim


Lahir sebagai budak, di masa suram keturunan Israel yang ada di Mesir. Pastilah mendengar banyak “dongeng” cerita-cerita dari para leluhur, bahwa TUHAN menjanjikan kepada mereka kehidupan yang luar biasa, bahwa mereka kan menjadi sebuah bangsa yang tidak hanya besar tetapi terberkati, bahwa mereka adalah bangsa pilihan. Leluhurnya mewarisi sebuah tanah yang berlimpah susu dan madu nya. Janji ini pasti decritakan turun temurun, generasi ke generasi. Somehow saya membanyangkan bahwa cerita-cerita itu caught Joshua attention dan ingin membuat semua itu menjadi kenyataan. Ide soal bangsa pilihan, ide soal bangsa dia bukan bangsa budak, ide bahwa mereka kan segera dibebaskan adalah sebuah kenyataan dan akan segera terjadi dan dia akan menjadi bagian dari penggenapan janji ini. Apalagi dikemudian hari dia bertemu dengan Musa dan menjadi bawahan Musa dan selalu bersama-sama Musa sampai mereka berada di seberang sungai Yordan. Sosok Musa pasti sangat menginspirasi Yosua. Dalam hati pasti bertanya-tanya inikah orang yang akan membebaskan bangsa Israel dari Mesir, ya pasti Yosua dengar sepak terjang Musa ketika masih jadi pangeran Mesir dan membunuh seorang mandor unutk bermaksud membela budak Ibrani, dan sekarang kembali, tentu Yosua dengar bahwa Musa telah bertemu dengan TUHAN, dan dia pun menjawab pertanyaannya sendiri dalam hati, pasti dialah utusan TUHAN, Nabi yang dijanjikan yang akan membawa Israel keluar dari Mesir. Berkeyakinan tersebut Yosua pasti memutuskan untuk mengikuti Musa dan mendengarkan Musa, apapun itu.
Well, itu hanyalah imajinasi saya ketika bertemu sosok Yosua di Kitab Perjanjian Lama, jadi apa kata Alkitab tentang Yosua? Yuuk ah kita lihat.
Nama Yosua muncul pertama kali dalam Alkitab disebutkan dalam kitab Keluaran saat Bangsa Isarel akan menghadapi musuh yang nantinya akan menjadi musuh bebuyutannya disamping bangsa Filistin,
Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." (Exo 17:9)
Yosua artinya, Tuhan menyelamatkan, Musa memberikan nama tersebut, sejatinya Yosua terlahir dengan nama Hosea, yang artinya Keselamatan atau pertolongan. Lahir sebagai suku Efraim dengan bapak bernama Nun. Nama Yosua diberikan Musa saat Yosua tergabung dalam 12 mata-mata yang mewakili sukunya yakni Efraim. Musa menambahkan unsur ilahi dalam namanya, kurang jelas apa maksud Musa ketika menambahkan unsur tersebut bisa jadi karean Musa tahu bahwa Yosua nantinya kan menggantikan dia, dan perlu diyakinkan kepada Yosua bahwa TUHAN menyelamatkan, TUHAN menolong dia. Saya menghitung kurang lebih Yosua berusia antara 40 sampai 45 tahun saat menjadi hamba dari Musa atau mengabdi kepada Musa, saat keluar dari Mesir.
Kemunculan nama Yosua pertama kali dalam sebuah pertempuran dan Musa memerintahkan nya untuk memimpin pasukan menghadapi Amalek juga bukan kebetulan, seperti sebuah tanda atau nubuatan bahwa nantinya panggilan atau tugas utamanya tidak akan jauh jauh dari pertempuran dan peperangan. Ehm menarik bukan bahwa saat TUHAN panggil kita atau saaat kita berjumpa TUHAN dalam suatu pertistiwa biasanya, panggilan kita tidak akan jauh jauh dari peristiwa tersebut. Yosua dipanggil TUHAN untuk menjadi tentara, prajurit, petarung bagi TUHAN dan bangsanya.
Misi pertama dari Musa sukses diembannya dengan pertolongan TUHAN tentunya lewat Musa, pertempuran dengan Amalek adalah pertempuran pertama bangsa Israel melibtakan spiritual dan badani. Musa secara supernatural berperang di alam spiritual, sementara Yosua dan pasukan Israel berperang di alam nyata di Rafidim, Musa mencatat dalam keluaran
Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. (Exo 17:13)
Setelah itu TUHAN berfirman kepada Musa untuk mencatat semua peperangan dengan Amalek ini sebagai sebuah tanda dan TUHAN mempunyai pesan khusus buat Yosua, pesan tentang Amalek. Bagi saya ini menarik juga mencermati pola ini, kita tahu calling kita dan kita kerjakan dengan setia, kemudian TUHAN mengingat kita, memperhatikan kita dan kemudian memberikan spesifik message khusus buat kita, hai cerna dan cermati itu… wooow. Bisa jadi TUHAN pun seperti mengatakan, aku telah menemukan orang untuk meneruskan pekerjaan Musa nantinya.
Selanjutnya kita tahu, sejak saat itu Yosua membayangi kemanapun Musa pergi. Alkitab mencatat Yosua turut naik bersama Musa ke gunung Sinai walau tidak sampai puncak, Yosua menunggu sementara Musa bertemu dan berbicara dengan TUHAN
Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu. Kel 24:13.
Jadi kita bisa lihat bahwa sejak awalnya Yosua pun dekat-dekat kepada hadirat TUHAN, tidak hanya dekat dengan Musa saja. Coba perhatikan ini:
Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. (Exo 33:11)
Tidak meninggalkan kemah pertemuan, meski Musa sudah kembali ke perkemahan, kemah itu dibangun oleh Musa.
Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan. (Exo 33:7)
Jadi selama Israel berkemah di gunung Sinai, selama 2 tahun tersebut Yosua membantu Musa dalam segala hal, termasuk membantu di kemah pertemuan tersebut, bantuin orang-orang Israel yang mencari TUHAN di kemah Pertemuan. Selama ini pula kita tahu bahwa Yosua berproses melayani TUHAN dan melayani sesamanya.
Kemudian kita tahu bahwa Yosua adalah salah satu dari 12 Pengintai yang dikirim oleh Musa dari Kadesh Barnea untuk mengintai Kanaan dan memberikan laporan ketika kembali. Hanya Yosua dan Kaleb sajalah yang memberikan laporan yang memberi semangat tentang Tanah yang dijanjikan TUHAN, sementara 10 pengintai lainnya memberikan laporan yang melemahkan semangat. Perkataan Yosua dan Kaleb tidak didengar oleh orang-orang Israel. Mereka lebih mendengar perkataan-perkataan negative dari q0 pengintai lainnya. Hasilnya orang-orang Israel patah semangat dan mereka meminta kembali ke Mesir, memebrontak dan mengangkat pemimpin ganti Musa, akibatnya mereka semua tidak bisa masuk Kanaan kecuali Yosua dan Kaleb.
Itulah masa-masa awal kehidupan Yosua  dan peristiwa-peristiwa yang harus dijalaninya sebagai persiapan untuk menjadi pemimpin, tanpa sadar semua persitiwa tersebut membentuk karakter dan memunculkan jiwa kepemimpinananya.
Tahap kedua adalah tahapan dimana Yosua mulai memimpin Bangsa Israel, ada peristiwa transisi disini. Penyerahan tongkat estafet kepemimpinanan yang berjalan sangat mulus, bahkan bisa dikatakan Yosua adalah legacy dari Musa sebagai seorang pemimpin, pemimpin melahirkan pemimpin.
Yosua sama seperti Musa adalah pemimpin yang langsung ditunjuk oelh TUHAN meskipun Musa  yang diberi tugas untuk mementorinya. Penunjukan Yosua menggantikan Musa adalah keputusan TUHAN.
suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia. Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN; atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu." (Num 27:19-21)
Maka Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Ia memanggil Yosua dan menyuruh dia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat itu, lalu ia meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa. (Num 27:22-23)
Dihadapan public, seluruh bangsa Israel TUHAN menunjuk Yosua dan Musa juga menunjukkan kepda bangsa Isarel bahwa Yosua adalah penggantinya. Sebagai seorang mentor pemimpin Musa memberdayakan Yosua sekaligus memberikan otoritas, Musa memberikan sebagian dari kewibawaannya. Musa memberikan kesempatan kepada Yosua untuk perform, mengalami atau praktek menjadi seorang peimpin dan Musa mengawasinya memberikan feedback, kita bisa lihat kemana Musa pergi disitu Yosua berada, Musa berbagi pengalaman dan kehidupannya dengan Yosua.  Musa memebrikan kesempatan kepada Yosua untuk mempertajam dan membukitkan kepemimpinananya sebagai pengintai, sebagai kepala pasukan perang (saat melawan amalek) dan menjadi personal assisten dari Musa (ingat saat Yosua masih tinggal di kemah pertemuan, walau musa kembali ke perkemahan). Bahkan pada masa akhir jabatan Musa, Yosua menerima kata-kata nasehat dan encouragement baik dari Tuhan ataupun dari Musa sekaligus juga affirmation sebagai seorang pemimpin yang sah di hadapan TUHAN.
Bukankah ini pola yang bisa kita adopsi dalam jaman modern ini tentang bagaimana kita membentuk seorang pemimpin? Melahirkan, membesarkan, melatih, mempercayai dan memperlengakpinya juga memberikan kata-kata encouragement bukankah itu yang diajarkan di kursus-kursus kepemimpinan? Rupanya Musa dan Yosua sudah memberikan contohnya..
Tidak hanya kata-kata encouragement namun Musa juga mengumumkan kepada bangsa Israel bahwa Yosualah yang akan memimpin mereka menyeberangi sungai Yordan dan menaklukan Kanaan
Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. (Deu 31:7)
Sejenak kita akan melihat kata-kata powerful ini, frase “kuatkan dan teguhkanlah hatimu” secara total didengar oleh Yosua sebanyak 7 kali!!! 7 kali kawan! Artinya sempurna! Artinya lo harus denganr perkataan-perkataan yang menguatkan sampai benar-benar lo dikuatkan dan menjadi kuat!!! Tugas Yosua berat benerrr sehingga dia harus mendengarkan perkataan tersebut berulang-ulang
·         1 kali Yosua dengar dari Musa, dihadapan banyak orang Israel dan saat Musa berbicara padanya
·         1 kali Yosua dengar dari orang-orang Israel, orang yang dipimpinnya
·         5 kali Yosua dengar langsung dari TUHAN 1 kali saat bersama-sama Musa di kemah pertemuan dan 4 kali setelah Musa mati saat bersiap menyeberang Yordan
Sebagai seorang pemimpin kita perlu mendengar kata-kata yang menguatkan dari pemimpin kita namun penting juga mendengar kata-kata tersebut dari orang-orang yang kita pimpin juga dan yang pasti jika TUHAN mengangkat dan memilih kita menjadi pemimpin untuk menjalankan tugasnya pastilah TUHAN akan memberikan kekuatan perkataan FirmanNya.
Nah meski sekaramg kita belum mendapatkan title atau jabatan memimpin namun masih menjadi follower, penting juga lhooo memberikan kata-kata dukungan dan semangat kepada pemimpin kita. Ingat Yesus saaat mau berdoa di Getsemane pada jam jam terakhir hiudpnya, dia perlu dukungan orang-orang yang terdekat dengannya sebagai sebuah bentuk dukungan.
Okay kembali ke Riwayat Yosua.
Setelah Musa mati, secara otomatis Yosua langsung menggantikan tempat Musa dan tidak ada yang meragukan atau berdebat dengan Yosua ataupun dengan TUHAN karena masa transisi dan suksesi berlangsung secara TRANSPARAN!!! Dihadapan TUHAN dan MANUSIA, dihadapan Pemimpin lama, umat yang dipimpin dan yang memberi otoritas memimpin, dan umat Israel tahu mengapa juga Yosua yang dipilih karena mereka tahu rekam jejajknya.
Sama seperti TUHAN berbicara kepada Musa, memberikan instruksi secara details demikian juga TUHAN memberikan instruksi secara detail kepada Yosua dan memberikan kata-kata semangat dan kekuatan untuk menjalani tugasnya, lima kali TUHAN memberikan frase “kuatkan dan teguhkanlah” angka lima merupakkan angka grace, kasih karunia, seakan berkata, “kuatkan dan teguhkanlah hatimu jangan kecut dan tawar hati sebab kasih karunia ku menyertaimu menaklukan Kanaan” AMAZING!!!
Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Jos 1:5)
Perhatikan TUHAN menyertai Yosua sama  seperti TUHAN menyertai Musa
·         Sungai Yordan kering, sama seperti TUHAN dengan Musa mengeringkan Laut Merah
·         Malaikat TUHAN menyatakan diri kepada Yosua sama seperti Malaikat TUHAN menampakkan diri pada Musa di keluaran dan menyertai perjalanan mereka
·         Memberikan plan design yang melibatkan imam dan tabut perjanjian, dulu TUHAN memberikan design kepada Musa untuk membuatnya dan mendirikan institusi keimaman
·         Peperangan spiritual, pada saat melawan Amalek, TUHAN memakai tangan musa yang terangkat keatas, pada jama Yousa melawan orang Amori TUHAN menghentikan Bulan dan Matahari atas permintaan Yosua… woow dan peristiwa ini belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi… demikianlah jika TUHAN dilibatkan dan melibatkan diri dalam pertempuran.
Ada satu masa kegagalan penyerangan terhadap Ai karena ketidaktaatan, TUHAN mengajar Yosua dan orang-orang Israel tentang the necessity of absolute obedience to GOD. Ketaatan total itu sangat PENTING.
Selanjutnya dari riwayat Yosua, setelah peristwa ketidaktaatan Akhan, Yosua terus bekerja dengan giat dan steady menaklukan Kanaan sampai dia menaklukan 31 raja-raja Kanaan dan hampir seluruh tanah yang dijanjikan sudah ditaklukan
Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang. (Jos 11:23)
Kemudian setelah itu Yosua membagi Kanaan sesuai dengan jumlah suku-suku yang add dan sesuai dengan ketentuan yang TUHAN telah berikan.
Sisa dari riwayat Yosua dicatat di Kitab Yosua pasal 23 dan 24. Yosua memberikan pidato perpisahan kepada para pemimpin dan tua tua Israel.
Lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada orang Israel ke segala penjuru terhadap semua musuhnya, dan ketika Yosua telah tua dan lanjut umur, dipanggilnya seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya dan berkata kepada mereka: "Aku telah tua dan sangat lanjut umur, (Jos 23:1-2)
Kemudian setelah berpidato memberikan pesan perpisahan, Yosua mengadakan pembaruan perjanjian di Sikhem
Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan." Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. (Jos 24:24-25)
Dan perkataan terkenal Yosua yang sering dikutip olelh kita dikatakan disini diserukan dihadapan Jemaah Israel yang mengikat perjanjian dengan TUHAN
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Jos 24:15)
Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun. Lalu ia dikuburkan di daerah milik pusakanya, di Timnat-Serah yang di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas. Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.  (Jos 24:29-31)
Itulah Yosua dan masa-masa hidupnya mulai dari dia terpanggil di usia 40an dan memimpin Israel di usia 80-90tahunan (angka kira-kira, tidak sempat menghitung secara details, nanti jika sempat hitung-hitung tulisan ini akan saya updet) meninggal di usia 110 tahun. Yosua mati dengan meninggalkan pengaruh yang luar biasa diantara bangsa Israel.
Ada beberap hal yang bisa kita lihat dari kehidupan atau kepemimpinan Yosua.
Seperti kita tahu bahwa kepemimpinan adalah pengaruh demikian juga dengan kehidupan. Seberapa besar kehidupan saudara bisa memimpin adalah seberapa besar pengaruh saudara. Nah Yosua dan Kaleb terlihat di spotlight saat mereka menjadi pengintai diantara 12 pengintai lainnya. Saat kembali suara mereka tidak didengar oleh seluruh orang Israel, Joshua dan Kaleb tidak mempunyai pengaruh saat itu dan orang-orang Israel memilih mendengarkan suara mayoritas para pengintai. Kedua belas orang tersebut adalah pemimpin dari masing-masing suku masing masing punya pengaruh. Dan pengaruh Joshua Kaleb tidak sebesar pengaruh 10 orang lainnya.
Benar!! Pengaruh itu bisa negative ataupun positif. Jadi ngecek diri sendiri sebagai pemimpin .. aduh tertampar deh saya… pengaruh dari 10 pengintai membawa Israel berputar 38 tahun di padang gurun. Wooo berhati hati dengan pengaruh kita karena berhubungan dengan siapa disiri kita sesungguhnya.
Dan pengaruh itu tidak datang sendirian, dia datang dengan yang namanya tanggung jawab dan konsekwensi. Sepeluh pengintai tersebut memang bisa jadi tidak ingin memberontak kepada TUHAN tetapi tindakan mereka mempengaruhi orang banyak untuk memberontak. Tetapi orang-orang banyak tersebut bergerak karena mengikuti perkataan mereka tersebut, dan menuduh Musa sengaja membawa mereka ke Kanaan untuk dibinasakan, hasilnya banyak orang yang mati kena tulah akibat sikap negative mereka.
Dari peristiwa ini kita mengenal Joshua yang tidak menyerah, bisa jadi banyak orang yang jadi pemimpin kemudian menyerah jika pengaruh mereka tidak didengar. Jika menemui kesulitan langsung putus asa. “ah kayaknya aku ga bakat deh jadi leader, tuh liat hal seperti ini aja mereka ga dengerin gw”
“ah kayaknya ini bukan calling gw deh, liat deh gw gagal dan gak bisa tuntas”
Banyak kali satu kegagalan menjadi alasan bagi sebagaian kita untuk  menyerah, give up dan tidak mau meneruskan perjalanan. Namun tidak bagi Joshua, jika Joshua menyerah pada saat itu maka kita tidak akan mempunyai Buku atau Kitab Joshua dan seorang pemiimpin yang kuat berkarakter tidak akan terbentuk.
Joshua tidak menyerah, tidak berhenti, bahkan semakin kuat bertumbuh dan berakar baik dalam karakter maupun pengaruh, dan TUHAN melihat ini, TUHAN memperhitungkan Joshua untuk menjadi pemimpin bagi next gen.
Ada beberapa hal yang bisa kita teladani dari karakter Joshua mengapa dia bisa bertumbuh seperti seseorang yang kuat seperti tertulis di akhir kitab Joshua
·         Joshua memiliki kedekatan dengan Musa, sebagai seorang mentor. Tidak hanya skill memimipinnya yang dibangun oleh Musa tetapi orang-orang Israel juga menerima dia karena realtionshipnya dengan Musa. Dalam hal ini kita bisa melihat ada impartasi Musa dalam pribadi Joshua.
·         Joshua memiliki Waktu yang panjang untuk bertumbuh, sehingga dia makin dewasa. Tiga puluh delapan tahun bukanlah waktu yang pendek dan Joshua tidak menyia-nyiakannya, Joshua ada diantara semua orang Israel yang ikut dihukum 38 tahun mengembara di padabg gurun dan tidak masuk ke kanaan seketika itu juga. Meski Joshua tidak salah dia tetap aja kena getah hukuman. Bisa aja Joshua marah, grundel, menggertutu, nyinyir, complain, atau bersungut-sungut seperti yang lingkungannya normal lakukan. Tetapi Joshua memilih untuk sabar dan terus konsisten.
·         Waktu yang panjang yang dimiliki Joshua dimanfaatkan untuk mempertajam skill memimpinnya dan menunjukkan track record yang baik dengan modal konsisntensi diatas melahirkan integritas, atau integritasnya teruji  bersaaman dengan kosnistensi. Sehingga orang-orang melihat bukti bahwa Joshua mampu memimpin. Apa yang Joshua sampaikan di Bilangan 14 dengan Joshua 1 sama saja, namun respon orang Israel berbeda, karena mereka sudah melihat bukti. Di bilangan 14 respon mereka ingin melempari Joshua dengan batu, namun di Joshua 1 mereka berkata akan mengikuti kemana Joshua pergi dan menuruti apa yang Joshua perintahkan. Awesome! Kesabaran dan konsistentensinya membuahkan hasil! So bagi kalian yang masih belum didengar, bersabarlah karena pertumbuhkan itu memerlukan waktu. Dan pada waktu yang tepat nanti kita akan menikmati buahnya.
·         Joshua bertumbuh berkarakter dan sebagai individu pengaruhnya terus bertambah karena Joshua benar! Sejak dari awal Joshua selalu berbuat yang benar seperti yang TUHAN perintahkan lewat hambaNya Musa. Jika anda yakin bahwa apa yang anda kerjakan adalah benar, jangan menyeraah, tunggu saatnya saja mereka akan melihat dan menyadari bahwa apa yang anda kerjakan adalah benar adanya, dan melihat bahwa anda hanya melakukan apa yang TUHAN perintahkan kepada anda.
Satu hal problem dengan Joshua adalah dia tidak mempersiapkan orang secara Khusus untuk menjadi penggantinya. Joshua tidak meniru jejak Musa yang mempersiapkan dirinya menjadi penerus untuk memimpin Israel, kitab Joshua tidak meyebutkan nama yang secara jelas menjadi penerusnya atau orang yang senantiasa menemaninya saat memimpin penaklukan Kanaan. Kepemimpinan Joshua gagal dalam mempersiapkan Joshua-joshua berikutnya. Sehingga kita menemukan naik turun kehdiupan orang Israel di jaman hakim-hakim karena kurang role model pemimpin. Disatu sisi dia adalah tipe pemimpin yang sanggup menyelesaikan setiap tugas yang diberikan padanya dan berhasil dengan baik, disisi lain dia adalah pemimpin yang tidak memposisikan diri menjadi mentor, sehingga tidak bisa melahirkan pemimpin-pemimpin berikutnya.
Sebagai penutup, setelah melihat tahapan kehidupan Joshua diatas kita melihat Joshua sebagai pribadi yang secara penuh berkomitment, memberikan dirinya seutuhnya  untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kepadanya. Di keluaran 17 kita melihat Joshua langsung memathi instruksi Musa dan menyelesaikannya, kemudian dia menjadi tangan kanan Musa. Pada saat diperintahkan bersama 11 lainnya pengintai pun dia menyelesaikan dengan baik, bahkan dia ingin segera mennyelesaikann untuk masuk Kanaan dan menaklukannya mematuhi apa yang diperintahkan TUHAN, namun 10 pengintai lainnya tidak sependapat dengan Joshua dan Kaleb. Diakhir saat Musa menyerahkan kepemimpinan kepadanya sepeeti yang TUHAN perintahkan, Joshua pun taat dan patuh terhadap panggilan tersebut. Sehingga melihat ketaatan Joshua, orang-orang Israel terinspirasi dan mau mematuhi dan taat kepada Joshua seperti kepada TUHAN.  Maka dikatakan oleh Alkitab bahwa
“Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. (Jos 24:31)”
Dan kita tahu TUHAN mengaruniakan keamanan, kelimpahan dan kesejahteraan bagi bangsa Isarel karena ketaatan mereka, dan itu semua karena teladan nyata sepanjang hidup dari Joshua ben Nun.
Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; (Jdg 2:7-8)
Diakhir masa hidupnya sepeti ditulis oleh penulis kitab Hakim-hakim diatas, Joshua hanya dikenal sebagai “hamba TUHAN” . Kita memotret Joshua sebagai pemimpin hebat, orang yang luar biasa mampu meminta TUHAN menghentikan bulan dan matahari, pemimpin yang cerdas, pakar intelejen dan starategi perang, bertalenta dan lain sebagainya. Sementara Alkitab mengenanngnya sebagai Hamba TUHAN.
Apa yang membuatnya jadi luar  biasa, pemimpin bertalenta cerdas berhikmat dan hebat tidak lain karena ketaatannya, karena dia adalah seorang hamba.
What made Joshua extraordinary was his OBEDIENCE, and when you are a servant of the LORD that’s all you really need OBEDIENCE.

Thursday, April 20, 2017

Membaca Alkitab Setahun Secara Kronologis (15)

MASSK - 1 DAN 2 SAMUEL (APRIL 2)



Saul terus memburu Daud, kemana Daud pergi selalu saja Saul mendapatkan laporan posisi Daud ada dimana. Sepanjamg seminggu ayat bacaan kita ini, kita akan melihat persoalan Saul dan Daud yang semula hanyalah persoalan dua orang, akhinrya menjadi persoalan keluarga dan kemudian menjadi persoalan sebuah bangsa yang membawa kepada Perang Suadara yang berlarut-larut.
Sementara Saul terus berupaya membunuh Daud, justru daud seringkali melepaskan Saaul meski mendapatkan kesempatan untuk membunuh Saul berulang kali. Prinsip Daud selalu tegas, tidak boleh membunuh orang yang diurapi TUHAN. Terhadap keluarganya pun begitu Daud tidak mengotori tangannya dengan darah keluarga Saul, bahkan orang Amalek yang mengaku membunuh saul suapaya mendapatkan hadiah dari Daud pun malahan dihukum mati. Padahal Saul mati karena pedangnya sendiri, meski Isyiboset jahat terhadap Abner pun Daud menghukum orang yang membunuhnya. Apalagi itu diibunuh secara diam-diam bukan dalam perang.
Kita juga akan melihat bahkan dalam pasukan Daud pun ada orang-orang jahat dan dursila yamg mempunyai agenda sendiri dalam mengikut Daud.
Jalan yang cukup panjanng yang ditempuh oleh Daud unutk menjadi raja atas seluruh Israel.

Yuuk ah kita lihat


15 April 1 Samuel 20:1 – 42 , 1 Samuel 21:1 -15, Maz 34: 1-22 Daud dan Yonatan sudah bersahabat erat dan mereka seperti saudara, bahkan Yonatan lebih membela Daud daripada Saul, ayahnya dan saul mengetahuinya dan saul melemparkan tombak ke arah Yonatan. Saul berpikir kenapa Daud tidak datang pada perjamuan dengan raja yang rutin diadakan, ini kayak Lead Night gitu kali yaaa. Dan Daud mangkir dari pertemuan rutin tersebut, pikiran Saul mengatakan bisa jadi Daud sedang tidak tahir… wow!!! Pikirannya selalu negative saja. Sementara Yonatan membela nya dan mengatakan bahwa Daud harus pulang kampong ke Bethlehem, seperti kita tahu bahwa Daud selalu pulang pergi dari Istana ke Bethelem dan Ssaul pun tahu kebiasaan ini, bukan sesuatu yang luar biasa. Namun Saul marah dan memaki maki daud. Akhirnya lewat kode-kode rahasia, Yonatan berpesan kepada Daud untuk melarikan diri. Daud melarikan dir dengan membawa pedang Goliath yang disimpan leh Ahimlekh di Nob. DAud bersembunyi di Gat dan menyamar jadi orang gila. 


16 April 1 Samuel 22:1 – 2, 1 Tawarikh 12:8-18, 1 Samuel 22:3-4, 5-10, 11-23, 1 Samuel 23:1-12, Maz 57: 1-11, 142:1-7, Maz 52:1-9. Setelah dari Gat, Daud melarikan diri ke gua Adulam dan bersembunyi disana. Seluruh keluaraganya mendengar bahwa Daud di Adulam maka mereka semua mendapatkan Daud di Adulam, bertambah banyak dengan bergabungnya orang-orang yang dalam kesukaran, orang yang dikejar hutang, total orang-orang tersebut ada 400 orang. Daud menitipkan kedua orangtuanya kepada raja Moab dan diterima. Menarik jika daud meminta pertolongan kepada raja Moab, apakah karena leuluhurnya Ruth adalah orang Moab sehingga diterima? Setelah itu Daud pergi ke gunung tetapi Nabi Gad berkata supaya Daud kembali ke daerah Yehuda. Karena ada Doeg, orangnya Saul saat daud di Nob maka Ahuimelekh yang menolong Daud dan para imamdisana dibunuh oleh Saul. Perseteruan Saul dan Daud makin meruncing dan jika teman-teman lihat text alkitab, keduanya dalam perkataan selalu mengatakan atau menyebut Nama TUHAN, semua yang mereka lakukan adalah atas Nama TUHAN, jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi di kerajaan Israel tersebut, kebingungan… dalam masa masa tersebut daud makin rajin malahan menuliskan pengamlannya dan pergumulannya kedalam lagu.

17 April 1 Samuel 23:13-29, 1 Samuel 24: 1-22, 1 Samuel 25:1a, 1b-22, 23-38, 39-44, Maz 54:1-7 Daud di Zif dan bertemu Yonatan yang malahan menguatkan hatinya. Saul mengejarnya, namun dalam saat yang sama Filistin menyerbu Israel, Saul menghentikan pengejarannya dan pergi menghadapi ornag Filistin. Kejadian itu terjadi di padang Gurun Maon, tempat itu diberi nama baru; Gunung Batu Keluputan. Daud berpindah dari pegunungan Zif ke gunung-gunung berkubu di En Gedi. Setelah Saul pulang dari mengejar oramg Filistin, Saul diveritahu bahwa Daud ada di en Gedi. Kemudian Saul membawa 3000 orang terpilih dari seluruh Israel lalu pergi mencari Daud. Bayangkan 600 orang pelarian melawan 3000 orang terpilih. Ada kesempatan untuk menghabisi Saul, orang-orang Daud memakai nama TUHAn untuk mengambil kesempatan tersebut, tetapi Daud tidak mengijiknannya. Saul Selamat, karena pendirian Daud. Samuel mati. Daud ada di  daaerah Maon kembali, berpekera dengan Nabal, akhirnya TUHAN memukul Nabal, dan istri Nabal yakni Abigail menjadi istri Daud, skrg Daud mempunyaidua istri, yakni Ahinoam dari Yizreel. Michal anak saul telah Saul berikan kepada Palti anak Lais orang Galim.

18 April 1 Samuel, 26:1-25, 1 Samuel 27:1-7, 1 Taawarikh 12:1-7, 1 samuel 27:8-12, 1 samuel 28:1-25, 1Samuel 29:1-11, 1 Tawarikh 12: 19, Maz 1-13. Persembunyian Daud diberitahaukan oleh orang Zif kepada Saul. Untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup kali ini kendi dan tombak Saul. TUHAN membuat semua tentara Saul tertidur nyeynyak. Daud pergi ke daerah Filistin ke Gat dan kepada Akhis raja Gat. Akhis memnerikan Ziklag buta Daud dan tentara-tentaranya. Daud tinggal disana selama 1 tahun empat bulan. Daud menjadi sekutunya Akhis, Raja Kota Gat, Filistin. Pada saat Daud berjalan bersama Akhis untuk berperang ke Yizreel, raja-raja kota-kota Filistin lainnya tidak menyukainya dan tidak percaya, takut jika nanti ditengah peperangan Daud nya berbalik menyerang. Sehingga akhirnya Akhis menyuruh Daud dan tentaranya untuk pulang ke ziklag saja dan tidak usah ikut berperang.

19 April 1 Samuel 30:1 – 31, 1 Tawarikh 12:20 – 22, 1 Samuel 31:1 – 13, 1 Tawarikh 10:1 – 14, 1 tawarikh 9:40 – 44, 2 Samuel 4:4, 2 Samuel 1:1 -16, 17 – 27. Pulang ke Ziklag, Daad dan tentaranya menemukan rumah tinggal mereka terbakar diserbu musuh dan keluarga mereka ditangkap dijadikan tawanan. Orang-orang nya menyalahkan Daud, terdesak dan akan melempari Daud dengan batu.  Dengan ijin TUHAN Daud mengejar gerombolan yang membakar Ziklag dan menculik keluarga mereka, ternyata mereka adalah orang-orang Amalek, dengan 600 orang nya Daud mengejar Amalek, dua ratus orang menunggu di Besor karena terlalu lelah. Daud berhasil merebut kembali, walau ada 200 musuh yang lepas. Barang jarahan sangat banyak, Daud membagi rata kepada semua pengikutnya dan menegur orang-orang dursila yang mengatakan tidak usah dibagi rata. Saul mati bunuh diri, menjatuhkan diri diatas pedangnya diikuti oleh bujangnya pemabwa senjata. Text alkitab mengatakan Saul mati karena perbuatannya tidak setia terhadap TUHAN. Silsilah saul dicatat, Isyboset juiga ikut mati dibunuh. Daud menerima kabar jika Saul sudah mati dari seorang Amalek dan berkata bahwa dia yang membunuh Saul, malang baginya dipikir dapat hadiah malah dibunuh oleh Daud karena membunuh orang yang diurapi TUHAN.

20 April 2 Samuel 2:1 -7, 8 – 11,, 12 – 17, 18 – 3:1, 2 Samuel 3:2 – 5, ! Tawarikh 3:1 – 4a, 1 Tawarikh 11:10 – 19, 2 Samuel 23:18 -39, 1 tawarikh 11:20 – 47. Kemudian Daud pergi ke Hebron dan menjadi raja atas Yehuda. Hebron letaknya memang di Yehuda. Kemudian Daud dan keluarganya  dan orang-orang yang mengiringya menentap di kota kota Hebron. Orang-orang Yehuda datang dan mengurapi Daud jadi raja atas kaum Yehuda. Terjadi peperangan Daud dengan Isyboset, karena Abner telah mengangkat nya menjadi raja atas Israel. Terjadi perang saudara, 19 orang termasuk Asael adik Yoab mati dalam pertempuran ini, inilah yang menyebabkan Yoab menaruh dendam kepada Abner ben Ner. Sementara amak buah Daud menewaskan  360 orang dari suku Benyamin dan orang-orangnya Abner. Ringkasan tentang anak-anak Zeruya yang jadi perwiranya Daud bisa dilihat di 2 Samuel 23. Perang keluarga ini sangat berlarut larut fdan lama, keluarga saul kian lemah, keluarga Daud kian lemah. Selama di Hebron anak anak daud lahir dari keenam istrinya. Bisa dilihat juga di kitab 1 tawarikh

21 April 2 samuel 3:6 -21, 22 – 30, 31 – 39, 2 Samuel 4:1 – 3, 5 – 12. Peperangan antar keluarga saul dan daud terus berlarut. Abner mendpatkan perngaruh kuat di keluarga Saul, tetapi karena perkataan tidak enak dari Isyboset yang menuduh Abner bermain main dengan gundik saul, ayahnya maka membuat Abner marah dan berbalik memihah Daud. Menemui Daud dan  berjanji memabwa seluruh Israel kepada Daud, daud mengadakan perjamuan buat abner dan orang-orangnya. Yoab sedang tidak di kota. Ketika dilaporkan kepada Yoab, maka Yoab  pergi kpd Daud dan berkata bahwa Abner sedang melakukan tipu daya. Kemudian Yoab membunuh Abner, dan rakyat tahu bahwa pembunuhan Abner bukan ranvangan Daud tetapi tindakan individu Yoab demi membalasakan demdam. Isyboset dibunuh oleh anak anak Rimon yakni Rekhab dan Baana orang orang Beerot , disangkanya akan mendapatkan hadiah dari Daud malahan mereka dihukum oleh daud, orang fasik membunuh umat TUHAN, tangan dan kaki mereka dipotong dan mereka digantung di tepi telaga di hebron.


Besok kita akan lihat Daud akhirnya diurapi menjadi raja atas seluruh Israel.