Thursday, March 16, 2017

BACA IMAMAT SAMPAI TAMAT dan KITA KIAN DEKAT



Sebuah Pengantar untuk Kitab Imamat/Leviticus


Biasanya kita semua yang membaca Alkitab Setahun Kronologis dari Kejadian sampai Wahyu pasti akan stuck di Imamat. Ya benar, bisalah dipahami dan dimaklumi mengapa kita banyak yang stuck dan berkemah di Kitab Imamat ini dan tidak mudah untuk beranjak…

Pertama memang benar adanya buku Imamat ini adalah kitab yang membosankan, Alkitab aja membosankan yak? Apalagi kitab Imamat ini, sungguh sangat berbeda dengan buku-buku lainnya dalam Alkitab, Kejadian bisalah kita lewati, Ayub masih kita bisa mengerti, dan Keluaran penuh aksi narasi, begitu sampai Imamat… sangat berbeda, tidak ada cerita, tidak ada narasi sama sekali, baca Imamat seperti membaca KUHP atau UUD 1945.

Kedua Kitab ini memuat kultur yang berbeda dengan yang kita hidupi sekarang. Beda bangsa, beda budaya terus lagi beda waktu yang berjarak 3000 tahun.
Ketiga sepertinya kitab ini tidak relevant dengan jaman sekarang, bukankah kita diajarkan untuk hidup relevant, apa relevansinya Imamat dengan hidup kita sekarang?? Bahkan kita sering mengatakan kita tidak hidup dibawah hukum Musa lagi, untuk apa belajar Imamat yang isinya seluruhnya adalah peraturan-peraturan hukum Musa.

Kira-kira hal tersebutlah yang menghambat kita untuk menyelesaikan Kitab Imamat atau bahkan enggan menyentuhnya dan malas membacanya apalagi mempelajarinya. Apalagi setelah membaca Keluaran yang penuh aksi kemudian kita masuk ke peraturan-peraturan, membosankan bukan? Padahal antara Keluaran dan Imamat sangat berhubungan erat.
Antara Keluaran dan Imamat keduanya berhubungan erat, kedua buku ini tersambung. 

Perhatikanlah di bagian kedua buku Keluaran kita membaca bahwa semuanya tentang Kemah Tabernakel, Perabotan yang mendukungnya dan pembuatannya sampai selesa, Kemah Tabernakel TUHAN itu dibangun ditengah-tengah ratusan kemah bangsa Israel, kemah-kemah Israel mengelelilinginya. The Divine tent and the human tents together. Imamat mencatatkan apa yang terjadi di Kemah Tabernakel harus juga terjadi di kemah orang-orang Israel berikut penghuninya. “Kuduslah kamu sebab kamu TUHAN Allahmu Kudus..!” Ini polanya. Kemah Tabernakel dan Kemah Umat Israel, dengan peraturan dan ketetapan yang sama. 

Berkaitan dengan Kemah Tabernakel, Keluaran berbicara bagaimana TUHAN mendekat pada manusia, tetapi Imamat berbicara bagaimana manusia nisa mendekat kepada TUHAN. Keluaran berbicara soal penyelamatan TUHAN atas manusia, pembebasan yang TUHAN kerjakan membawa keluar manusia dari perbudakan, Imamat berbicara tentang Penyembahan dan persembahan umat tebusan sebagai respon atas penyelamatan yang TUHAN telah kerjakan. Keluaran adalah tentang Kasih Karunia TUHAN membebaskan manusia, sehingga di Imamat dimulai dengan persembahan syukur, memberikan pengertian kepada kita, dengan persembahan syukur kita bisa tunjukan ucapan terima kasih kita kepada TUHAN yang telah membebaskan kita.

Jadi kita perlu kedua kitab tersebut berdampingan, kita tidak bisa hanya membaca Keluaran saja dan tidak memperhatikan Imamat.  Buku ini mumgkin bagi anda tidak semenarik kitab Keluaran tetapi buku Imamat menunjukkan bahwa TUHAN menghendaki kita bisa menjadi umatNya yang tahu berterima kasih. Sekali lagi kita diingatkan lewat kedua buku ini, bahwa kita diselamatkan unutk melayani. Keluaran menunjukkan bagaimana TUHAN melayani umatnya, tetapi kitab Imamat memberikan kepada kita penjelasan bagaimana kita bisa melayani TUHAN. Hey! Bukankah pattern ini mengingatkan kita akan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita untuk melayani TUHAN dan sesama?

Musa mungkin menulis Kitab ini selama di padang gurun, setelah menulis kitab Keluaran. Kitab Imamat adalah kitab yang sangat rumit, Musa dipercayai mampu menulis kitab ini karena latar belakang pendidikannya. Musa dibesarkan di lingkungan raja, Raja Mesir, sudah pasti memiliki kemampuan baca tulis bahkan juga matematika (Kisah 7:20-22). Kitab ini dimulai dan diakhiri dengan statement yang affirmasi bahwa isi dari kitab Imamat diberikan langsung oleh TUHAN kepada orang Israel melalui perantaraan Musa, di Tabernakel TUHAN berbicara kepada Musa (Imamat 1:1, Imamat 27:34).
Musa menulis Kitab ini saat dia terima langsung dari TUHAN yakni saat mereka berkemah di gurun di kaki gunung Sinai, mereka belum mengembara 38 tahun di gurun, dan juga belum masuk ke tanah Kanaan. TUHAN sudah mengadakan perjanjian, covenant dengan orang-orang Israel (Keluaran 19:5-6). Orang-orang Israel telah menerima Sepuluh Perintah The Ten Commandments (kel 20:1-17), rencana Tabernakel sudah diterima Kel 25-27; 30:1-38), institusi keimaman sudah ditegakkan (Keluaran 28-29), Tabernakel sudah diselesaikan dan ditahbiskan (Keluaran 35-40). Sekarang di Imamat, TUHAN berbicara tentang sifat karakter KekudusanNya, imamat berisi tentang instruksi-instruksi bagaimana penyembahan dan persembahan dilakukan, dan bagaimana seharusnya umat perjanjiannya hidup sehari hari agar bisa mendekat kepada TUHAN yang Kudus adanya itu.
Aturan-aturan, regulasi yang ada di Imamat banyak utamanya berhubungan dengan aktivitas dan tanggung jawab para Imam Lewi, khususnya Imam Tertinggi (Keluaran 28; Bilangan 3:44-4:49). Termasuk didalamnya instruksi-instruksi TUHAN mengenai Tabernakel, Keimaman, korban-korban persembahan, Hari Raya-Hari Raya, upacara penyucian. Tiga hal utama yang dicatat dari Kitab Imamat; Kekudusan TUHAN, bagaimana cara yang benar menyembah TUHAN yang Maha Kudus, dan bagaimana Israel menjadi kudus agar tersambung dengan TUHAN.

Relationship yang benar dengan TUHAN dimulai dengan mengenal TUHAN yang sebenar-benarnya dan memahami secara utuh sifat dan karakter yang melekat secara alami pada TUHAN. Kitab Imamat menggambarkan secara penuh bagaimana mendekat kepada TUHAN pada saat TUHAN sudah berinisiatif mendekat lebih dahulu. Tetapi kemampuan daya pikir manusia yang terbatas tidak mampu memahami dan  menyelami jalanNYA TUHAN yang Maha Kekal. Lenih mengandalakan instuisi sendiri pelan namun pasti manusia mulai menyembah berhala daripada menyembah TUHAN yang BENAR.  Di kitab Imamat TUHAN secara terus terang memberikan instruksi secara spesifik kepada umat pilihanNya bagaimana menyembah TUHAN dengan benar. Setiap korban persembahan, setiap hari raya yang dicatat mengajar umat Israel tentang TUHAN dan apa yang TUHAN kehendaki untuk mereka kerjakan.  Dan secara benar bagi Israel pasti benar bagi kita saat ini, hanya kita perlu mengerti makna dibalik semua korban, persembahan dan hari raya tersebut sehingga menjadi relevan dalam kehidupan kita ssaat ini dan sehingga kita mendekat kepada TUHAN dengan cara yang TUHAN kehendaki.

TUHAN memilih Israel supaya mereka mengenal DIA dan mengasihi DIA (Ulangan 6:5; 11:1). Sehingga mereka bisa mengasihi satu dengan yang lainnya dan saling melayani satu dengan yang lainnya. Nah, ritual dan ketetapan yang diwahyukan didalam kitab Imamat mengajar orang-orang Israel bagaimana menyatukan, mengintergrasikan mengasihi sekaligus melayani dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai Umat Yang Menyembah TUHAN yang BENAR.  Dan kitab ini juga pasti akan mengajar kita juga dalam kita melayani TUHAN sekaligus juga melayani sesama dan mengasihi TUHAN serta mengasihi sesama, saudara-saudara kita.

"Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka:
Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.  (Lev 19:2)

Imamat memang ditulis di masa lampau dengan budaya yang juga sudah berumur ribuan tahun, tetapi Kitab Imamat tetap mendegungkan pesan yang tak lekang oleh waktu, bahwa TUHAN itu KUDUS dan TUHAN menghendaki umat tebusanNya umat yang diselamatkanNya menjadi KUDUS sama seperti TUHAN (Imamat 11:44-45).
Peranan Imam menjadi sangat penting (ingat YESUS KRISTUS) yang berdiri antara TUHAN dan manusia, sebagai perantara, mediator of the covenant. Imam mengajarkan, menunjukkan, memberitahu mana yang KUDUS dan bagaimana KEKUDUSAN dinyatakan dan dipraktekan dalam komunitas umat TUHAN. Korban  tebusan membuat manusia diampuni dari dosa-dosanya dan menjadi benar dihadapan TUHAN, kembali bukan perbuatanNya yang membenarkan tetapi Imam dan Korban Tebusan yang dberikan yang membuat mereka benar. Lihat patternnya, lihat pola yang berulang dalam salib di Golgotha.

Sementara korban selain korban tebusan diadakan dimaksudkan untuk merayakan relationship yang terjalin kudus antara TUHAN dan umatNya, dirayakan dengan berbagi pemberian dan juga makan bersama-sama. Ini yang membedakan persembahan-persembahan yang dilakukan bangsa-bangsa lain disekeliling mereka, lihat bedanya? Ini juga yang membedakan kekristenan dengan agama agama manusia. Bangsa-bangsa disekeliling Israel menyembelih binatang, mempersembahkan korban kepada dewa-dewa mereka untuk memenuhi tuntutan dewa-dewa, untuk menenangkan supaya jangan murka, dan juga untuk mendapatkan, mengharapkan kebaikan, berkat dari dewa dewa yang mereka sembah. Itulah bedanya. Bagi Israel, bagi kita, berkat telah disediakan, telah diberikan, bahkan telah kita nikmati. Penyembahan yang dilakukan oleh Israel tidak didesign atau ditujukan untuk menyuap TUHAN atau memanipulasi TUHAN. Penyembahan dilakukan untuk mempersiapkan Israel dan memurnikan, menguduskan umat TUHAN supaya mereka bisa mendekat TUHAN. Setiap ketetapan, hukum, ritual dan hari-raya hari raya mengajarkan kepada kita bahwa TUHAn itu KUDUS dan TUHAN menghendaki suoaya kita, UmatNYA juga KUDUS. (Imamat 11:44-45,  1 Kor 3:17; 1 Pet 1:15)
Untuk hal-hal yang berhubungan dengan keadilan social, menyerap aspirasi  akan kebutuhan orang-orang Lewi yang memang mempunyai panggilan khusus diantara saudara-saudaranya, dan hal ini juga meluas keadilan social bagi sesam manusia, kepada yang miskin, dan kepada orang asing. TUHAN sungguh adil dan mengasihi manusia. Disini kita belajar bahwa TUHAN dalam kekudusannya menunjukkan kasih saying kepada manusia (Keluaran 34:6-7), terutama kepada orang-orang yang Dia sebut umatNYA. TUHAN menghendaki Umat PerjanjianNYA mengekspresikan kekudusannya dan cinta nya denganjalan mengasihi satu sama lain, memperhatikan satu dengan yang lainnya. Sungguh aneh jika menyebut diri kudus atau dikuduskan oleh TUHAN tetapi mengabaikan sesamanya yang kekurangan dan tidak mengasihinya.
Woow! Itulah Imamat.
Kitab Imamat mengajarkan kepada orang-orang Israel untuk dapat hidup berdampingan dengan TUHAN dalam relationship yang mesra dan kudus. Tapi kita yang sekarang hidup di jaman modern ini bertanya-tanya, apa gunanya bagi kita? Apa hubunganny dengan kita?  Apa faedahnya kita belajar semua hukum dan ketetapan dalam kitab Imamat tentang Imam dan pengorbanan hewan?
Kitab Imamat akan mengajarkan kepada kita sehingga kita memahami betapa KUDuS nya TUHAN yang kita sembah. Memahami kekudusannya berarti pengenalan kita akan Pribadi TUHAN semakin bertambah.
Kehendak TUHAN, Perintah TUHAN tetap sama baik jaman Imamat dulu maupun sekarang,
Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. (Lev 11:45)

tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu
sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1Pe 1:15-16)

YESUS KRISTUS menjadi IMAM TERTINGGI sekaligus juga menjadi Korban Penghabisan – Ultimate Sacrifice yang menggenapi semua persyaratan yang diperlukan di kitab Imamat yang memampukan kita mendekat kepada hadirat TUHAN dan membuat kita memiliki kembali relationship yang mesra dan Kudus dengan TUHAN.

Jadi sangat penting bagi kita membaca Kitab Imamat karena akan mengenal juga pribadi YESUS KRISTUS.

Note :
Berikut outline Kitab Imamat
Imamat 1:1 – Imamat 7:38, Bermacam Korban Persembahan
Imamat 8:1 – Imamat 10:20, tentang institusi/lembaga Keimaman
Imamat 11:1 – Imamat 15:33, Peraturan-peraturan yang berhubunan dengan kekudusan
Imamat 16:1 – 34, Hari Penebusan Dosa
Imamat 17:1 – Imamat 26:46, tentang bagaimana kekudusan diekspresikan, dinyatakan dalam hidup berkomunitas
Imamat 27: 1 – 34, Peraturan yang berhubungan dengan Nazar dan persembahan persepuluhan.

The reward of sin is death and without the blood of CHRIST the innocent Lamb of GOD there can be no forgiveness of sins (Matthew Henry – Commentary on the Bible)


Wednesday, March 15, 2017

Membaca Alkitab Setahun Secara Kronologis (11)

MASSK - Ulangan bagian 2 (Maret 3)


Seru sekali membaca kitab Ulangan, lumayanlah ya disbanding dengan Kitab Imamat, yang membuat pusing berlarut-larut, saya dengar juga teman-teman date yang jadualnya memaang tertinggal dua kitab sekarang sedang memulai membaca Kitab Imamat. Selamat ya guys!
Kita berada di kitab Ulangan, kemaren sudah saya singgung sedikit minggu lalu tentang kitab ini, memberi sedikit kata pengantar supaya kita bisa relate dengan mudah. Saya akan menambahkan beberapa buat kita semua, agar saat membacanya jadi lebih seru!
Kitab Ulangan dalam bahasa Ibraninya disebut Devarim, The Words dalam bahasa Indonesia berarti “Kata-Kata”. Mengapa demikian karena memang kata pertama dari kitab Ulangan adalah kata-kata, Orang Ibrani demikian dalam memberi nama kitab, yakni kata pertama yang ditulis pada  gulungan kitab itu. Dalam bahasa Yunani disebut Deuteronomy, dari kata deuteron yang artinya second dan nomos yamg artinya Hukum. Dari nama tersebut kita bisa tahu bukuinya tentang apa dalam kitab Ulangan kita menenmukan 10 Hukum Torat muncul lagi sama, hukum yangsama yang muncul di Kitab Keluaran. Lho kalau sudah ada mengapa ditulis lagi?
Karena kitab Ulangan ditulis 40 tahun setelah buku Keluaran. Selama 40 tahun tersebut generasi pertama yang keluar dari mesir telah mati semua, kecuali Musa Kaleb dan Yosua. Generasi kedua ini masih saangat kecil saat orang-orang tua mereka keluar dari mesir dan menyeberangi Laut Merah, kecil kemungkinan mereka ingat semua perstiwa tersbut, dan pada saat Musa membacakan Hukum Torat dan aturan-aturan dari TUHAN mereka juga masih sangat kecil dan belum tahu apa-apa yang TUHAN sampaikan lewat Musa pada masa itu. Sehingga pada masa ini Kitab Ulangan adalah Musa menceritakan, membacakan dan menjelaskan kembali tentang Hukum Torat dan ketetapan-ketetapan yang TUHAN berikan untuk keduakalinya. Setiap generasi harus memperharui “covenant” atau perjanjian mereka dengan TUHAN.

Alasan lain yang perlunya pengulangan ini karena saat ini mereka, anak-anak Israel sedang bersiap masuk ke Tanah Perjanjian. Selama 38 tahun mereka mengembara di padang gurun, tanah yang dijanjikan sekarang telah berubah, semakin banyak musuh yang menduduki Kanaan. Jadi Hukum-hukum dibacakan dan dijelas oleh Musa saat Pasukan Israel, disisi timur Sungai Jordan mereka harus belajar, mereka harus tahu, mereka harus mengenal TUHAN, dan apa saja perintah-perintahNya yang harus mereka jalankan dan taati hal-hal apa yang harus mereka persiapakan sebelum masuk Tanah Perjanjian. Namun Musa tidak akan pergi bersama mereka masuk Tanah Perjanjian, TUHAN sudah memberitahu bahwa Musa akan mati dalam waktu 7 hari.  Jadi Musa ingin memastikan bahwa generasi baru ini benar-benar tahu dan mengerti tentang sejarah bangsa mereka , dan siap untuk menjemput masa depan yang terpampamg jelas di depan mata mereka. TUHAN ingin generasi barui ini mengenal, merasakan, mengalami keajaiban kekuatanNya.  Bahkan mereka kan melihat lagi bagaimana TUHAN membelah air, kali ini TUHAN akan menunjukan pada mereka terhadap sungai Yordan. Nah… see see !!! TUHAN bekerja dalam pattern, sekali lagiiiiii pattern.

Penting untuk kita note, bahwa Hukum ini diberikan untuk yang kedua kali. TUHAN bawa mereka keluar dari Mesir dan melewat Laut merah yang terbelah lebih dulu, menyelamatkan mereka, kemudian membuat perjanjian dengan mereka di Sinai. Tuhan tidak perintahkan mereka bagaimana harus hidup sampai mereka dibebaskan dan diselematkan terlebih dahulu. Pattern inilah yang terlihat sepanjang Alkitab.
GOD first of all shows us HIS Grace by saving us, and then explains how we should living.

Generasi baru ini akan melihat bagaimana TUHAN akan menyelamatkan mereka, bagaimana TUHAn akan berperang bagi mereka, membawa mereka menyebarang Yordan yang pada saat itu mustahil untuk diseberangi, sedang banjir besar. Dan setelah mengalami mujizat ini mereka akan bergerak ke gunung ebal dan Gerizim, hampir sama seperti moyang mereka yang berada di Sinai, dan sama seperti Moyang mereka di Sinai. Disini di Ebal dan Gerizim meraka kan mendengar repetisi berkat dan kutuk yang dulu moyang mereka dengar di Sinai.
It was a repeat performance at the end of 40 years for entirely new generation.
So let’s read again “Devarim” before we enter the Land, the Promise Land, Canaan.


Here we go!


  • 15 Maret, Ulangan 10:1-11, 12-11:7; Ulangan 11:8-32, Ulangan 12:1-32. Musa menceritakan dan menjelaskan tentang dual oh batu yang baru, Musa menyisipkan tentang kematian Harun dan Eleazer menggantikannya. Musa menjelaskan bahwa TUHAN terpikat dengan nenek moyang mereka, pasti yang dimaksud adalah Abraham, Ishak dan Yakub, bersyukurlah karena fakta ini hai Israel, demikian kata Musa.  Selalulah taat dan bersyukur atas kenyataan yang membanggakan ini. Mengasihi TUHAN melakukan kewajiban dengan setia, berpegang teguh pada segala ketetapan-ketetapannya. Bukti-bukti sejarah Musa beberkan, ketaatan akan mendatangkan berkat dan ketidaktaatan akan mendatang kutuk, bukan hanya diri sendiri tetapi membahayakan keluarga dan bangsa secara keseluruhan. Musa mengingatkan untuk mengucapkan berkat diatas Gunung Gerizim dan kutuk diatas gunung Ebal, dulu dilakukan di Sinai. Perintah untuk mendirikan satu tempat ibadah setelah menyebrang dan setelah TUHAN memusnahkan semua penghuni Kanaan, juga perintah memghancurkan nerhala-berhala.
  • 16 maret, Ulangan 13:1-18, Ulangan 14:1-21, 22-29; Ulangan 15:1-11, 12-18. 19-23, Ulangan 16:1-8, 9-12, 13-17. Tuhan lewat Musa sudah memberikan peringatan akan apa apa yang terjadi di masa depan. Menjaga diri kudus dan tidak sama dengan cara orang-orang kanaan benar-benar ditekankan, pendeknya Tuhan berkata “kamu adalah umatKU, aku adalah TUHAN dan Rajamu ikuti semua perintahku sehingga hidup kalian akan aman dan tenteram di tanah yang dijanjikan, jangan ikut-ikutan aturan-aturan orang-orang Kanaan” Aturan makanan haram dan halal, tentang persembahan persepuluhan juga disebut, bukan sebagai beban, tetapi ucapan syukur. Tata ekonomi, kehidupan social juga diatur oleh TUHAn dengan ketetapannya. Tidak hanya itu, Musa juga memberikan pentingnya merayakan hari-hari peringatan, Tiga hari raya utama.
  • 17 maret, Ulangan 16:18-17:13, ulangan 17:14-20, Ulangan 18:1-8, 9-14, 15-22, Ulangan 19:1-13, 14-21, ulangan 20:1-20, Ulangan 21:1-9, perintah untuk delegasi, sama seperti Musa memiliki hakim-hakim atas suku-suku. Maka bangsa ini juga harus memiliki hakim sendiri-sendiri sesuai dengan tempat dimana mereka nanti akan diberikan, sebenarnya mereka tidak memerlukan raja seperti bangas bangsa lain, TUHAN adalah raja mereka. Tetapi godaan hidup seperti bangsa lain sungguh menggoda mereka sehingg TUHAN pun suidah memprediksikan dan memberikan aturan jika meraka nantinya mau memilih seorang raja. Peringatan untuk tidak membawa persembahan hewan yang cacat, kekejian bagi TUHAN, pun mereka langgar pada akhirnya nanti.  Menyembah berhala dilarang dan hukumanya fatal, TUHAN ingin mnejaga kemurnian bangsa pilihannya ini. Penghasilan imam dan orang Lewi Musa kembali ingatkan. Sekali lagi cara hidup bangsa-bangsa kanaan jangan ditiru, Musa memberi peringatan tentang tenung. Kota kota perlindungan Musa imgatkan, hukum tentang perang, dan hal-hal lainnya.
  • 18 Maret Ulangan 21:10-14, 15-17, 18-21, 22-22:12, Ulangan 22:13-30, Ulangan 23:1-8, 9-25:19, Sekali lagi tentang hak perempuan TUHAN perhatikan, meskipun dia adalah tawanan perang, TUHAN bener-bener perhatikan. Hukum tentang poligami yang berkenaan dengan hak kesulungan juga disebutkan. Ada hukuman bagi anak durhaka, dilempari dengan batu oleh orang sekota, jadi ingat tentang anak yang hilang yang menjadi durhaka karena menjual semua warisannya dan hidup liar dikota, hemm apakah ada hubungannya? Orang yang dikhukum mati pun dikuburkan, tidak dibiarkan digantung. Banyak lagi aturan-aturan yang mengatur kehidupan social orang-orang Israel agar berbeda dengan bangsa-bangsa sekitarnya, dan mereka bisa jadi contoh. Ada aturan juga soal orang-orang yang tidak boleh masuk ke Jemaah Tuhan, menjaga kekudusan Jemaah Tuhan dan Rumah Tuhan. Hal-hal social juga Musa sebutkan dan ingatkan. Tentang Rumah tangga, tentang perkawinan. Tentang hubungan dengan sesama, semua lengkap. Perintah, Amalek harus dihapuskan!!!
  • 19 Maret Ulangan 26:1-15, 16-19, Ulangan 27:1-10, 11-26, ulangan 28:1-14, 15-29:1, Mempersembahkna hasil pertama, setelah TUHAN membawa masuk ke negeri yang diberikan TUHAN, telah mendudukinya dan diam disana, sebagai wujud ucapan syukur karena TUHAN telah membawa keluar dari Mesir. Demikian juga persepuluhan Musa kembali ingatkan, Musa cukup sering saya arasa menyinggung soal persepuluhan ini, mengingat ini adalah tentang nasib dan hak orang-orang Lewi. Diakhir taklimatnya mengenai Hukum Tuhan Musa pun masih mengingatkan soal persepuluhan, Musa menutup penjelasanya mengenai hukum-hukum dan ketetapan dengan sebuah janji Israel akan menajdi terpuji ternama dan terhormat, umat yang kudus seperti yang dijanjikanNya asalkan memegan teguh semua hukum tersebut. Perintah Musa pada para tua-tua Israel untuk mengucapkan kutuk dan berkat saat nanti setelah mereka menyebrang Yordan, di Ebal dan Gerizim.
  • 20 Maret Ulangan 29:2-29, Ulangan 30:1-0, 11-20, Ulangan 31:1-8, 9-13, 14-29. Perjanjian Israel dan Tuhan diperbaharui, lewat Musa dan orang Israel di tanah Moab sesuai dengan perintah TUHAN, seluruh orang Israel berkumpul dan Musa mulai berkata-kata. Sangat panjang musa berkata-kata kepada bangsa Israel. Juga bagaimana Israel dipulihkan, sebabjika mereka melanggar perintah TUHAN mereka tetap akan dihukum tetapi jika mereka sadar dan bertobat maka TUHAN pun akan pulihkan kembali dan memabwa mereka kembali ke Tanah Perjanjian, apabila mereka kembali mengasihi TUHAN, mendengar suaranya maka TUHAN akan kembalikan lagi mereka untuk timggal di tanah yang dijanjikan TUHAN pada nenk Moyangnya, Abraham, IShak dan Yakob. Musa memberitahu bahwa dia tidak menyeberangi Yordan. TUHAN yang akan membawa mereka menyebrang Yordan. Musa memerintahkan supaya orang-orang Israel kuat dan teguh dan jangan takut, jangan gemetar. Sebab TUHAn yang akan berjalan didepan menyertai mereka. Kemudian TUHAN memanggil Yosua dan  berkata kepada Yosua dihadapan semua bangsa Israel perkataan yang sangat terkenal “ kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu (Yosua) … Hukum Torat dituliskan Musa kemudian diberikan kepada Imam-imam bani Lewi yang mengangkut Tabut perjanjian. Dengan pesan harus dibaca setiap tujuh tahun dihadapan anak-anak Israel.  Musa dan Yosua didepan kemah pertemuan, Musa sudah mau dipanggil TUHAN untuk pulang, TUHAN memberikan nyanyian kepada Musa untuk diajarkan kepada orang Israel. Untuk pertama kali TUHAN memberi perintah kepada Yosua langsung dari Kemah Pertemuan “ Kuatkan dan teguhkanlah hatimu… AKU akan menyertai engkau!”
  • 21 Maret Ulangan 31:30-32:47, Ulangan 32;48-52, Mazmur 90:1-17, inilah Song of Moses yang ada juga di Mazmur ternyata TUHANlah yang memberikan nyanyian itu dan mengajarkannya kepada Musa untuk kemudian Musa harus mengajarkan kepada orang Israel. Setelah Musa bernyanyi, kemudian dia memberikan nasehat untuk yang terakhir, “perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini… sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa, tetapi itulah hidupmu.. dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah kemana kamu akan oergi, menyeberangi sungai Yordan dan mendudukinya...” sungguh mengharukan. Musa naik ke pegunungan Abarim atas perintah TUHAn untuk naik ke Nebo diberikan kesempatan untuk memandang Kanaan yang akan diberikan TUHAN kepada orang Israel. Musa tidak diijinkan masuk karena kesalahannya sebagai pemimpin tidak menghormati kekudusan TUHAN. Musa hanya boleh melihat saja…

Pada saat saya menyelesaikan membaca kitab ulangan ini, ada semacam perasaan haru, ikut merasakan apa yang Musa rasakan, apa yang Yosua rasakan, apa yang tua-tua Israel rasakan. Campur aduk… air mata tak terasa mengalir… dahsyatnya Firman TUHAN

Sampai disini dulu, kata-kata saya habis, perasaan gak karuan

God bless you folks 

@peterskriss

Monday, March 13, 2017

Bahan bahan dalam Pembangunan Tabernakel Musa



Materials yang dipakai dalam pembuatan kemah Tabernakel juga dipakai oleh TUHAn unutk menyatakan KebenaranNya. Tuhan selalu bergerak progressive dalam pewahyuannya kepada manusia. Tuhanbergerak dari level bawah ke level yang lebih timggi, dari ritual kepada reality, dari bayang-bayang kepada substansi, dari nubuatan kepada penggenapan, dari symbol kepada kebenaran spiritual, dari natural kepada spiritual, dari yang pertama kepada yang kedua dan dari bumi kepada sorgawi. Mari kita lihat bahan-bahan tersebut secara singkat dan juga symbol-simbol yang memwakilinya.
Bahan-bahan atau material yang dipakai Tuhanuntuk membangun Kemah Tabernakel dibagi menjadi 3 kelompok
  1.  Mineral Kingdom (Logam-logam)
  2. Plant Kingdom (Flora/tumbuh-tumbuhan)
  3. Animal Kingdom (Fauna/Hewan)

Kelompok Mineral yang dipakai dalam Pembuatan Kemah Tabernakel dan Perabotannya adalah sebagai berikut:
  1. Emas , dalam Perjanjian Lama maupun  Perjanjian Baru, emas selalu melambangkan Tuhan,  sifat Kemurnian,  Ketuhanan atau Keilahian, sifat Rajani yang alami, Glory of God Kemuliaan TUHAN, dan juga sering berbicara tentang Allah Bapa ( Ayub 23:10, 1 Petrus 1:7, 2 Petrus 1:4,  Wahyu 21:21-22)  
  2. Perak, Logam mulia yang ini berbicara soal Penebusan dosa, Pembebasan, uang tebusan, juga berbicara Tuhan dalam atributnya sebagai Putra, yakni Yesus.  Kita bisa lihat jelas dalam uang yang dipakai untuk menghianati Yesus Kristus,  Yesus adalah Penebus Kita. Keluaran 30: 11-16,   1 Petrus 1:18-20, Zakariah 11:12-13
  3. Tembaga, logam ini symbol dari kekuatan, penghakiman atas dosa, dan juga berbicara tentang Roh Kudus. Tuhan berfirman jikakita tidak taat akan hukum-hukumnya maka langit akan menjadi seperti tembaga (ulangan 28;13-23), penghakiman Tuhan atas manusia, jika kita tidak mendengar suaraNya maka  Dia juga tidak mendengar suara kita. (Bil 21:5-9, Ayub 40:18, Yesaya 4:4, Wahyu 1:12-15)
  4. Batu Mulia, Batu-batu mulia yang dipakai dan disebutkan utamanya dipakai  sebagai perhiasan dari Jubah Imam yang berbicara tentang bermacam karunia-karunia Roh Kudus, kemulian orang kudus, tentang berharganya anak-anak TUHAN,  yang menjadi saksi dari Firman TUHAN dan ROH KUDUS.


Kelompok Flora/ Tumbuh-tumbuhan yang dipakai dalam Pembuatan Tabernakel dan Perabotannya adalah sebagai berikut:
  1. Kain Linen, Fine Linen, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) (Wahyu 19:8 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci--kemah kesaksian--di sorga. Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. (Rev 15:5-6). Perbuatan-perbuatan benar atau dalam bahasa inggrisnya terjemahan tersebut berbunyi ‘righteousness’ hanya didapat jika mereka menaruh Kristus dalam hidup mereka, selama mereka hidup. So this symbol yang terutama adalah berbicara tentang Kebenaran Kristus.  
  2. Kayu Penaga, terjemahan KJV menyebut Shittim Wood , NIV dan NLT menyebutnya Acacia wood, memamng benar yang dipakai adalah kayu Acaccia yang banyal tumbuh di Lembah Shittim. Termasuk jenis kayu yang tahan lama.  Kamus menyebutnya “incorruptible or “non-decaying” wood. Kayu adalah hasil atau product yang dihasilkan dari tanah, dari bumi, berbicara tentang kemanusiaan Kristus. Kayu penaga berbicara tentang kemanusiaan Yesus Kristus yang tidak terkorup akan dosa-dosa, sinless humanity of the Lord Jesus Christ, yang disebut Pokok yang Benar. Sama seperti Kristus, kayu penaga juga berbicara tentang, Gereja TUHAN yang adalah TubuhNYA yang sudah ditebus didalam KRiSTUS. Yesaya 11:1-3, Teremiah 25:5-6
  3. Minyak untuk Lampu,  Minyak selalu berbicara tentang Roh Kudus. Nah disini minyak dismbungkan dengan lampu, berbicara tentang peranan atau pelayanan Roh Kudus yang memberikan kejelasan/penjelasan atau sehingga menjadi jelas dan terang benderang.  Roh Kudus membuka mata kita akan Firman TUHAN  (1 Yohanes 2:20,27; Yohanes 1:41)
  4. Rempah-rempah untuk Minyak Urapan, Minyak urapan sendiri berbicara tentang pelayanan Roh Kudus yang mengurapi kita untuk melayani TUHAN. Rempah-rempah berbicara tentang Kasih karunia, karakter, buah roh dan karya-karya Roh Kudus lainnya (1 Yoh 2:20,27; Gal 5:22-23; Kidung aAgung 4:16
  5. Rempah-rempah untuk ukupan/dupa wangi-wangian. Ukupan/dupa atau sweet incense dalam bahasa Inggrisnya  berbicara tentang doa yang dinaikkan kepada TUHAN sebagai   dupa persembahan , Terimalah doaku sebagai persembahan dupa, dan tanganku yang terentang sebagai kurban malam. (Psa 141:2). Rempah-rempah untuk ukupan ini berbicara tentang bermacam aspek atau jenis-jenis doa. Termasuk doa syafaat, pujian dan penyembahan  yang dinakikkan kepada TUHAN. Dupa yang dinaikkan selalu membawa manusia mendekakt kepada TUHAN. Lukas 1:10, Roma 8:26-27, Wahyu 5:8

Kelompok  berikutnya adalah Kelompok Fauna, bahan-bahan yang didapat dari Animal Kingdom adalah:
  1. Biru (dari kerang/shellfish) Warna Biru berbicara tentang Sorga. Jika warna ini dihubungkan dengan karakteristik dari Injil. Maka warna biru diasosiakan dengan injil Yohanes, yang tulisannya tentang Yesus Kristus focus pada keIlahian Yesus, yang berasal dari sorga langsung yang adalah TUHAN yang bertahta di sorga. Keluaran 25:10, Yeheskiel 1;26, 1 Kor 15:47-49
  2. Ungu (dari Kerang/Shellfish) Ungu adalah warna yang sangat berharga pada masa itu, berjara soal hal-hal yang berhubungan dengan Raja, kerajaan, Keturunan Raja, royalty, Kingship. Warna ungu menggambarkan Injil Matius, yang menjelaskan Yesus Kristus sebagai Raja dan menjelaskan juga tentang Kerajaan yang menyertainya. (Hakim 8:26, Luk 16:19 Yoh 19:1-3)
  3. Scarlet / merah Kirmizi (dari sejenis cacing atau serangga), scarlet adalah warna merah dari darah yang segar, berbicara soal pengorbanan, pencurahan darah sebagai korban. Berbicara tentang karya Penebusan Yesus Kristus, saat dia dikorban dan mencurahkan darahnya sebagai Penebusan Dosa bagi semua orang, Imamat 17:11, Yesaya 1:18. Warna Scarlet adalah warna Injil Markus yang menggambarkan Yesus Kristus sebagai Hamba yang Menderita – the Suffering of Christ.
  4. Bulu kambing, kambing pada umumnya dipakai sebagai korban atas dosa, sebagai penghapus dosa di jaman PL. Bulu domba berbicara tentang dosa. Imamat 4:22-29 dan Imamat 16:15-16
  5. 5.       Kulit domba Jantan yang diwarnai merah, sama seperti domba, kambing jantan juga adalah binatang korban. Abraham mempersembahkan kambing jantan ganti Ishak. Kulit kambing Jantan berbicara tentang pentahbisan, dedikasi, penggantian.  (kej 22:13-24, Keluaran 29)
  6. Bagders skin, beberapa translasi menyebutnya kulit lumba-lumba, kulit halus, kulit antelope. Kulit ini tidak diperhitungkan sebagai jenis kulit yang berharga. Kulit ini digunakan untuk pemakaian luar, untuk melindungi Tabernakel, sebagai penutup. Kulit inilah yang dilihat oleh orang-orang jika melihat Tabernakel. Jika kita apply ini pada Kristus, maka badger skins berbicara tentang Humanity of Christ. Sama seperti yang Yesaya tuliskan tengtang nubuatan Kristus, bahwa tidak ada keindahan dalam dirinya dari luar. Keindahannya ada didalamNya. (Yesaya 52:14 dan 53:1-3)
Kira-kira demikianlah jika kita melihat bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan Kemah Tabernakel dan perabot-perabot yang ada di dalamnya.
Semua tulisan ini saya ambil dari buku Kevin Conner – Tabernacel of Moses ditambah dengan berbagai sumber, Rose Guide to the Temple, The Unlocking Bible, Materi dari Chuck Missler, E-sword dan Kamus Alkitab yang ada di e-sword.
Semoga membantu teman-teman semua. Nantikan tulisan selanjutnya masih tentang Tabernakel

TUHAN MEMBERKATI
Salam
@peterskriss